Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 57. Oh No! So scare


__ADS_3

Rumah besar Jordan Alexander ....


Selepas kepergian Gavin yang menemui Dr Will, Ellea beranjak dari tidurnya. Ia memang sakit menstruasi, tapi sebenarnya tak semenyakitkan yang ia katakan pada Gavin. Ellea baik-baik saja, rasa sakit itu tak ia rasa sama sekali. Ellea akan melancarkan aksinya menuju gudang penyimpanan berkas tempat rahasia jordan.


Awalnya, Ellea tak menduga hal ini terjadi. Ia masih tak mengira, bahwa di rumah besar ini, ada tempat tersembunyi. Tempat yang digunakan Jordan sebagai tempat penyimpanan dokumen rahasia. Kenapa Ellea bisa tahu hal ini? Beberapa saat yang lalu, saat ia tengah bermain bola bersama Daniel di halaman rumah ini, Ellea tak sengaja melempar bola pada ujung sebuah tiang penyangga lampu.


Saat Ellea mengambil bola ke sana, kakinya seakan menapak sebuah rumput yang berisi kaca. Rumput itu bukan berisi tanah yang padat, ternyata rumput itu sebagian berasal dar rumput buatan. Dan saat Ellea mengacak-acak rumput itu, benar saja, dibawah rumput itu terdapat ruangan bawah tanah. Ellea mulai curiga, dan ia yakin, pasti ada pintu masuk untuk memasuki kebawah sana.


Inilah saat yang tepat. Ellea sudah meminta Aaron untuk melacak semua isi rumah ini, dan di mana pintu ruang bawah tanah tersebut. Berhari-hari Aaron mencari dan ia tak menyerah untuk menemukan pintu tersebut. Hingga akhirnya Aaron menemukan pintu masuk tersebut.


Pintu tempat penyimpanan bawah tanah itu terdapat di gudang. Anehnya, di gudang tak terlihat ada pintu masuk ke ruangan lain lagi. Nyatanya, terdapat sebua lemari besar yang tak terpakai, dan lemari itu sebenarnya adalah pintu masuk menuju ruang bawah tanah. Aaron berusaha keras menggeser lemari itu dengan sekuat tenaganya.


Masih ada lika-liku lagi, yang belum terpecahkan. Dibalik lemari pun tak ada pintu sama sekali. Saat Aaron menatap dinding besar itu, ternyata dinding itu bisa terbuka. Itu bukan dinding yang terdiri dari bata yang padat. Melainkan hanya sebuah material yang didesain seperti dinding kokoh nan kuat.


Dinding terangkat itulah merupakan satu-satunya jalan masuk menuju ruang penyimpanan bawah tanah. Aaron menemukannya disaat yang tepat. Ia tak menyangka, ternyata Ellea benar-benar yakin bahwa Jordan Alexander memiliki rahasia besar. Awalnya, Aaron akan melaporkan hal ini pada Gavin, tapi Ellea menolak dan meminta agar Aaron tutup mulut saja.


Hal ini Ellea lakukan karena ia tak ingin hubungan Gavin dan Jordan merenggang begitu saja. Ellea tak ingin, Gavin tahu dari dirinya. Ellea ingin, Gavin sadar sendiri, jika Papanya benar-benar bukanlah orang yang baik. Biarkan Gavin mengetahuinya sendiri, tanpa harus Ellea menjelaskannya.


Saat ini, detik ini juga, Ellea benar-benar akan berusaha sendiri. Mendapat bantuan dari Aaron, akan memudahkannya dalam menjalankan misi kali ini. Daniel tampaknya telah terlelap, karena Aaron memintanya untuk segera tidur. Aaron juga membacakan dongeng sebelum tidur. Oleh karena itu, dengan mudahnya Daniel terlelap, dan Aaron kini bersedia untuk membantu Ellea.


“Nona, ini berat. Jika kau ketahuan, kau dalam masalah besar. Aku tak bisa menjamin keselamatanmu,” ucap Aaron.

__ADS_1


“Bukankah semua sudah aman terkendali? Kau sudah mematikan CCTV di semua sudut ini, kan? Kau bisa mengecoh waktu tayang CCTV juga kan?” tanya Ellea.


“YA, aku sudah mengatur semuanya, Nona. Hanya saja, bagaimana saat kita didalam, orang-orang Tuan Jordan datang dan mengetahui keberadaan kita? Aku khawatir padamu, sungguh ... haruskah kau melakukan semua ini, Nona? Lebih baik Tuan Gavin mengetahuinya, dan dia yang menyelesaikan semua ini. Jangan kau, Nona. Resikonya benar-benar menakutkan jika kau ketahuan.” Jelas Aaron khawatir.


“Apa kau tak kasihan pada Gavin? Aku menghargai perasaannya, Aaron. Dia adalah anak sulung Jordan Alexander. Dia juga anak laki-laki satu-satunya di keluarga ini. Jordan sangat berharap penuh pada Gavin. Apa tak akan sakit hatinya jika dia harus menghancurkan Papanya sendiri? Dia tak boleh terlibat dengan semua ini. Aku tak bisa membayangkan, betapa sakitnya hati Gavin, jika tahu perlakuan Papanya, membuatnya sukses dengan cara yang kotor ini. Aaron, dalam waktu lima belas menit aku akan didalam. Kau tak perlu ikut. Tugasmu hanya membuka jalan ke dalam saja. Aku yang akan menyelesaikan semuanya. Kau bisa membuat soft copy dalam data sesuai dengan aslinya kan? Aku nanti pasti akan terus membutuhkanmu,” Ellea benar-benar sudah yakin.


“Baiklah Nona, apapun yang Anda lakukan, aku hanya berharap, semoga semuanya lancar. Tentu, aku bisa melakukan apapun, kau bisa memercayaiku, Nona.” Ujar Aaron.


Sesuai kesepakatan, Aaron mendorong lemari penghalang jalan masuk menuju ruan bawah tanah. Berat, sangat berat. Namun, Aaron bekerja sekuat tenaganya, hingga akhirnya dia berhasil menggeser lemari itu, dan membiarkan Ellea masuk ke dalam.


Lima belas menit, terhitung dari sekarang, dan Ellea mulai melancarkan aksinya. Ellea masuk kedalam ruang bawah tanah itu, dengan ponsel dan beberapa penerang cahaya, karena jalan ke dalma sana sangat gelap. Aaron sebenarnya khawatir, tapi Ellea tetap bersikeras untuk melanjutkan rencananya.


Mau tak mau, Aaron menuruti keinginan Ellea, ia pun kasihan melihat Ellea berjuang seorang diri untuk mendapatkan kembali hak-haknya. Memang, Gavin yang lebih layak mengusut tuntas semua ini. Tapi, apakah Gavin akan baik-baik saja jika ia harus menghancurkan Papanya sendiri?


Ellea tak menyangka, jika Jordan bear-benar teliti akan keamanan brankasnya. Berulang kali dan berkali-kali Ellea tetap salah memasukan kata sandinya. Hingga muncul lah dalam benak Ellea, untuk memasukkan tragedi saat Ayahnya bersimpuh di kaki Jordan. Hari di mana semua kekayaan dan harga keluarganya jatuh ke tangan Jordan.


Hari itu jatuh pada tanggal 25 0ktober tahun 20xx, Ellea begitu mengingat tanggal dan hari kehancuran keluarganya. Dengan sigap, ia mencoba peruntungannya kali ini. Ia memasukkan tanggal kejadian kehancuran keluarganya. Mencoba satu kali, ternyata gagal. Kedua kali, dan lagi-lagi gagal. Angkanya ia balik dari tanggal ke bulan, dan dari bulan ke tahun, tetap saja kodenya salah dan tak sama.


Ellea hampir menyerah, karena waktu sudah berlalu hampir lima menit. Kini, menjelang menit keempat, ia mencoba memasukkan angka 102510, dengan format tahun, tanggal dan bulan. Dan klekk, pintu brankas benar-benar terbuka. Mata Ellea berkaca-kaca. Sungguh menyakitkan, ternyata Jordan begitu mengingat tanggal tragedi kehancuran keluarga Ellea.


Ia menghentikan kesedihannya, dan lebih fokus pada semua berkas di dalam brankas itu. Ellea memotret dan menulis beberapa kata kunci penting dalam brankas itu. Air matanya mengalir, tatkala ia membaca surat penyerahan akuisisi perusahaan keluarganya pada Jordan dan Winn grup. Padahal, dulu surat itu adalah surat perjanjian kerja sama. Ayahnya benar-benar ditipu habis-habisan. Di dalam brankas itu, juga terdapat sejumlah cek dan bukti transfer yang dikirimkan Ayahnya pada Jordan, sebagai tanda bukti perjanjian kerja sama.

__ADS_1


Semua dokumen ini, adalah dokumen asli mengenai perebutan kekuasaan Patrice grup yang dilakukan oleh Jordan. Semua berkas ini, dulunya dimanipulasi, hingga akhirnya ayah Ellea terkecoh, dan jatuhlah perusahaan pada Jordan.


Beberapa saham lain pun banyak sekali yang ia akuisisi secara ilegal. Jordan benar-benar rakus. Ia bukan hanya menghancurkan perusahaan keluarga Ellea, tapi banyak sekali perusahaan lain, yang Jordan hancurkan. Termasuk, Einstein grup. Astaga, Ellea teringat nama itu. Einstein grup, jelas-jelas adalah perusahaan keluarga Eric.


Benar-benar tak disangka, Jordan memanglah monster yang hidup dalam perusahaan berkedok Louvre gallery. Sayangnya, dia pintar menyembunyikan semuanya, dan tak ada satupun dari mereka yang berani menjatuhkan Louvre grup. Dengan sigap, Ellea segera mengambil semua bukti-bukti, agar Jordan segera mati di tangannya.


Biarpun harus mati di tangan Jordan, Ellea tak peduli. Yang penting, ia akan membuktikan, bahwa orang seperti Jordan, harus dimusnahkan dengan cepat. Sepuluh menit berlalu, Ellea telah mengantongi berkas-berkas penting. Ia hanya mengambil berkas yang berisi tanda tangan, karena tanda tangan tak bisa buat copy ulang sesuai aslinya.


Ellea sangat pintar, ia tak bodoh dan gegabah. Selain itu juga, ingatannya sangat jeli. Ia ingat, bagian mana saja yang harus tersusun rapi sesuai asalnya. Ellea menyusun semua itu sesuai dengan tempat aslinya. Bahkan, detail penyimpanannya pun ditata dengan sempurna dan sama seperti pada awalnya. Bukti utama yang cukup menguatkannya.


Semua ini layak untuk naik ke meja sidang dan dipertanyakan oleh jaksa. Ellea sudah yakin, sebentar lagi ia mampu menjebloskan Jordan ke penjara. Ia merapikan semuanya, ia tak ingin jejaknya tercium oleh Jordan. Ellea merapikan jejaknya, dan semua yang tertata di dalam ruangan itu, agar jika mereka memasukinya, tak akan ada yang tahu, jika brankas ini telah ada yang membukanya.


Tiba-tiba, di menit ke sebelas, Aaron memanggilnya. Ellea bergegas mengangkat ponselnya, dan suara Aaron benar-benar ketakutan.


“Nona, orang kepercayaan Tuan Jordan sudah memasuki gerbang rumah besar ini. Gawat Nona, naiklah cepat! Jangan biarkan meraka mengetahui semua ini. Ayo, cepat naiklah. Tak peduli kau mendapatkan bukti atau tidak, yang jelas kau harus selamat, dan kita pergi dari ruangan menyeramkan ini. Kumohon Nona, kita pergi sekarang, sebelum semua terlambat!” suara Aaron terengah-engah, karena ia menyambungkan ponselnya dengan CCTV didepan gerbang utama.


“Astaga Aaron. A-aku harus bagaimana sekarang? Ya Tuhan, Aaron, mereka tiba lebih cepat dari dugaanku. Aaron, a-aku bingung,” Ellea berkeringat dingin, ia mulai tak fokus.


“Nona, naiklah! Sekarang, CEPAT!” Aaron berteriak karena ia pun mengkhawatirkan Ellea.


Aaron, inikah akhir hidupku?

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2