Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 47. Eric?


__ADS_3

Beberapa saat kemudian ....


Runah besar dengan pagar tinggi itu, dijaga ketat oleh security dan tim keamanan lainnya. Seorang pria yang bersama Daniel, membisikkan sesuatu pada sang security, ia sesekali menatap Daniel, dan entah apa maksudnya itu.


Security itu menatap Daniel. Ia masih ragu, namun mencoba untuk tetap percaya pada ucapan dua orang pria itu. Tak lama, security pun mengizinkan mereka masuk. Entah apa yang dibisikkan oleh pria aneh itu. Yang jelas, setelah security itu menatap Danielxl, ia seketika itu pula mengizinkan mereka masuk.


Sebuah rumah mewah, dengan gaya classic dan menawan, sangat membuat siapapun jatuh hati pada arsitekturnya. Daniel, kini telah berada di rumah mewah ini. Dia diajak oleh dua orang itu untuk menuju ke rumah mewah ini.


"Uncle Boy! Ini bukan rumah Uncle Samuel, rumahnya tak sebesar ini! Dia pasti ada di toko bunga. Jangan ke sini, ayo ke toko bunga saja!" Daniel kesal karena ia tak berada di tempat yang seharusnya.


"Sebentar, kau harus ke sini. Hanya sebentar saja, aku yakin tak membutuhkan waktu lama."


Salah seorang dari mereka mencoba untuk masuk ke dalam rumah. Ia memencet bel, dan mengetuk pintu. Sebenarnya, rumah mewah siapa ini? Sebelumnya, Daniel tak pernah datang ke rumah ini. Ia tak bisa menerka atau menebak, siapa yang memiliki rumah ini.


Tiba-tiba pintu terbuka, bisa Daniel lihat kini, siapa pemilik rumah mewah itu. Orang yang tak asing bagi Daniel, orang yang pernah berinteraksi dengannya. Dia, adalah orang yang selama ini ingin Gavin hindari.


"Daniel, tunggu sebentar di sini. Biar dia yang berbicara pada Tuan muda itu," pria itu menunjuk temannya yang berada di depan bersama Daniel.


Pria yang mengetuk pintu itu, membungkukkan kepalanya pada pemilik rumah. Dialah Eric, orang yang memiliki rumah mewah dan seisinya. Daniel merasa heran, kenapa dua orang pria itu membawa dirinya bertemu Eric lagi.


"Siapa kau? Kenapa kau bisa lolos dan masuk rumahku?" tanya Eric.


"Tenanglah, Bos. Kau tak perlu marah-marah. Ada hal penting yang harus aku katakan pada anda," ucapnya.

__ADS_1


Eric menatap Daniel, ia ingat betul wajah anak yang ia idam-idamkan selama ini. Daniel Elleazar, karena Daniel adalah anak yang pernah Eric inginkan. Kemampuan dan kehebatan Daniel, masih teringat jelas diingatan Eric hingga saat ini.


"Kenapa kau membawa Daniel ke sini?" tanya Eric sambil terus memerhatikan Daniel.


"Begini, Bos ... dia ingin datang pads anda. Entah mengapa, Daniel begitu sering menyebut nama anda. Ia ingin datang ke sini karena ia merindukan anda." ujar pria itu merayu.


"Daniel merindukanku? Kurasa, itu berlebihan. Tapi, tatapannya membuatku tak mengerti, kenapa dia seperti itu? Apa Gavin menyakiti hatinya?" ucap Eric sendiri.


"Yang jelas, saat ini entah kenapa Daniel ingin bertemu anda. Dan kami, mencoba membawanya, hanya itu saja."


"Jika begitu, kalian boleh pergi. Biarkan Daniel bersamaku. Mungkin, dia memang ingin bertemu denganku," Eric terbawa ucapan pria misterius itu.


"Baiklah, kami akan segera pergi, Tuan."


Pria itu berbalik ke belakang, dan mendekati Daniel kembali.


Daniel berjalan mau ke pintu masuk rumah Eric. Eric terlihat tersenyum pada Daniel. Daniel membalas senyuman yang Eric berikan. Tanpa basa-basi, dua orang itu pergi meninggalkan Eric dan Daniel, setelah Daniel tersenyum pada Eric.


"Daniel, kau tahu siapa mereka?" tanya Eric.


"Aku tak tahu. Mereka orang aneh, entah siapa mereka."


"Kalau begitu, kenapa kau percaya pada mereka?" tanya Eric.

__ADS_1


"Tidak, aku tak percaya pada mereka, tapi mereka terus saja memaksa," jelas Daniel.


"Ah, aku semakin tak mengerti apa maksudnya." Eric belum tahu, mengapa hal ini terjadi.


*****


"Di mana dia? Katakan secepat mungkin!" suara Gavin terdengar menggelegar memenuhi layar ponselnya.


"Mobil mereka pergi ke suatu tempat, yang tak akan kau sadari sebelumnya. Rumah keluarga Eric Michael, dengan kebetulan tak terduga, jika Eric, ada di rumah itu, dan kini ... tengah bermain bersama anak anda, Tuan." Suara seseorang itu, membuat Gavin kaget.


"Baiklah, terus katakan padaku informasi selanjutnya!"


Betapa tercengangnya Gavin, karena ia mendengar kabar jika anaknya tengah bersama Eric Michael. Secara tidak langsung, Gavin menuduh, jika Eric lah dalang dari semua ini.


"Sudah kuduga, dalang dibalik semua ini! Kau pasti akan kaget mendengarnya." ujar Gavin.


"Siapa? Siapa yang menculik anakku, ha?" Ellea kaget bukan main.


"Eric Michael. Menurut informasi, mobil itu berhenti di rumah mewah keluarga Michael, dan Daniel pasti ada di sana sekarang! Entah apa yang si bajingan Eric inginkan. Kenapa dia harus menculik anakku!" Gavin sangat-sangat geram.


"Kenapa Eric? Kau yakin Eric yang melakukannya? Aku ragu, sepertinya tak mungkin Eric menculik Daniel!" ujar Ellea.


"Kau selalu saja membela si brengsek itu. Biar kubuktikan sekarang, semua kemungkinan itu!" Gavin sedikit kesal.

__ADS_1


*Bersambung*


Guys, maap banget part ini pendek. besok, aku panjangin ya.... makasih 🥰🥰🥰


__ADS_2