Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 81. Key!


__ADS_3

RS BrightWinn ....


Gavin sengaja menuju rumah sakit yang sama dengan tempat Gilang dan Lay dirawat. Ia bermaksud untuk berbicara juga pada Gilang dan Lay. Gavin ke sini untuk melakukan test DNA juga antara Jordan dan Vanny. Kabar ini belum bisa Gavin pastikan, karena informannya kurang paham dengan masalah ini.


Jika benar test DNA menyatakan bahwa Vanny bukanlah anak Jordan, berarti memang benar, dendam dan perlakuan Jordan pada keluarga Ellea, didasari oleh balas dendam dan sakit hati yang begitu dalam. Gavin mulai memahami alur ceritanya jika ia sudah mendapatkan hasil test DNA-nya.


Gavin segera membawa Vanny ke ruang rawat VIP, agar Vanny segera mendapat pertolongan cepat. Vanny masih diam membisu, ia tak berbicara sedikitpun. Pandangannya kosong, benar-benar kosong. Ellea yakin, mental Vanny terganggu karena perbuatan Gilang dan Lay. Psikis seorang gadis yang seharusnya terjaga dengan baik, nyatanya malah hancur seketika karena perlakuan biadab kedua sekretaris Papanya.


“Ellea, aku ada urusan. Kau jaga Vanny ya, jika dia menginginkan sesuatu, kau bantu dia,” ucap Gavin.


“Baik, tentu saja.”


“Vanny, kau tetap di sini, ya. Kakakmu akan menunggumu. Jika ada yang kau lakukan, katakan pada Kakakmu,” ucap Gavin.


Tatapan Vanny kosong. Ia tak bisa membuka suaranya, masi teringat jelas perlakuan biadab Gilangdan Lay padanya. Vanny amat terluka, batin dan jiwanya hancur, karena perlakuan sekretaris Jordan. Gavin tak akan membiarkan hal ini terjadi, karena ini sudah sangat diluar batas.


Gavin bergegas menuju ruang Dokter, untuk membicarakan test DNA antara Vanny dan Jordan. Gavin menyerahkan bukti pada Dokter kepercayaannya untuk segera melakukan kecocokan gen antara Vanny dan Jordan. Setelah perbincangan selesai, sang Dokter pun akan menemui Vanny untuk mengambil sampel Vanny.


“Saya akan segera menemui Nona Vanny untuk mengambil sampelnya,” ucap sang Dokter.


“Baiklah. Tapi, kumohon jangan sampai Vanny tahu ya, Dok.” Pinta Gavin.


“Baik, tentu saja kami akan menjaga rahasia ini, Tuan Gavin.” Jawabnya.


“Terima kasih banyak. Aku harus melihat mereka dulu,” maksud Gavin pada Gilang dan Lay.


“Baik, hati-hati, mereka sepertinya mudah sekali untuk pulih,”


“Ya, aku tahu, Dok.”

__ADS_1


Gavin membuktikan ucapan Dokter tersebut. IA segera masuk ke ruang tempat Gilang dan Lay dirawat. Di depan pintu, sudah ada polisi yang berjaga untuk mengamankan mereka. Gavin pun masuk, dan ia melihat Gilang dan Lay yang tengah terbaring lemah di ranjang Rumah sakit. Agvin melambaikan tangannya pada Gilang dan Lay, seakan menyapa bahwa Gavin mampu membuat mereka tak berdaya seperti ini.


“Bagaimana? Apa ini sudah cukup? Apa kalian ingin tambahan lagi?”


“Terima kasih atas perlakuan tak beradab Anda, Tuan Gavin. Mungkin, Anda merasa menang telah menghancurkan kami. Tak apa-apa, silakan saja merasa menang, karena ini belum akhirnya, Tuan, ini belum akhir ...” ucap Lay menyunggingkan bibirnya.


“Apapun yang akan kalian katakan, aku tak peduli. Dengarkan aku, karena aku tak akan mengulang pembicaraanku untuk yang kedua kalinya. Karena aku adalah anak Jordan Alexander, aku berhak memutuskan apapun, termasuk hak hidup kalian. Karena kalian telah berbuat kurang ajar pada adikku, maka terpaksa aku harus menghentikan profesi kalian di rumahku. Secara kasarnya, kalian aku pecat! Dan aku tak ingin melihat kalian lagi berada di rumahku. Karena kini, kalian akan menjadi tahanan polisi, atas perlakuan biadab yang telah kalian lakukan pada adikku. Sampai bertemu di pengadilan, untuk mengadili perkara ini!”


“Kami akan mengikuti semua prosedur yang berlaku, Tuan. Mungkin, hal itu juga berlaku untuk Anda,” ucap Gilang menyeringai.


“Apa maksudmu?” Gavi heran dengan maksud ucapan Gilang.


“Lihat saja nanti, Tuan."


Gavin menyunggingkan senyumnya, "Kau mencoba melaporkanku pada polisi? Iya?"


Gavin meninggalkan Gilang dan Lay dari ruang rawat inap. Terlihat beberapa polisi suruhannya yang masih berjaga-jaga di sekitar ruang rawat inap. Gavin memang tak sepenuhnya percaya pada penegak hukum di negara ini, karena Gavin tahu, mereka pasti sudah bekerja sama dengan Jordan, Papanya.


Karena Gilang dan Lay akan segera dibuang dari keluarga Alexander, Gavin pun menarik kembali Aaron untuk bekerja dengannya. Hanya Samuel yang akan tetap bekerja dibalik layar, karena Gavin pasti memerlukan beberapa informasi untuk menyelesaikan masalahnya dengan cepat.


..........


Vanny menjalani beberapa tes dan perawatan dari Dokter yang dipercaya Gavin untuk menanganinya. Setelah perawatan selesai, Vanny diberi makan siang oleh petugas Rumah sakit. Suster memerintahkan agar Ellea mau menyuapi Vanny.


Ellea terlihat tulus menjaga Vanny, karena Ellea bisa merasakan bagaimana rasanya trauma yang Vanny alami. Tatapan Vanny kosong, tapi Ellea terus mencoba merayunya, agar Vanny mau membuka mulutnya dan makan.


"Vanny, semua sudah berlalu, kini kau aman dalam lindungan Kakakmu. Kau tak perlu takut lagi, Vanny. Yakinlah, bahwa semua masalah itu ada jalan keluarnya. Jangan mengunci dirimu seperti ini, kau juga perlu makan, jika kau tak makan, kondisimu akan semakin buruk. Makan ya, Van ..." Ellea terus merayu Vanny.


Vanny kesal, Vanny tak mau Ellea terlihat baik padanya. Vanny tetap berpikir, jika semua ini karena ulah Ellea. Semua kekacauan dalam hidupnya muncul karena Ellea yang datang tiba-tiba.

__ADS_1


Sebelum kemunculan Ellea, hidup Vanny aman dan damai. Semenjak Ellea datang, semua benar-benar kacau. Papanya jadi keras kepala dan ingin menghancurkan Ellea. Vanny masih belum paham, apa keterikatan Ellea dan Papanya, sehingga Jordan malah membuat dirinya jadi korban.


"Kau tak perlu sok baik padaku! Lebih baik kau pergi, lebih baik kau menghilang dari kehidupan Kakakku. Agar aku dan keluargaku tenang. Kumohon, jika kau menyayangiku, bisakah kau pergi? Semua masalah ini berawal sejak kehadiranmu di rumahku. Ada apa denganmu? Kau yang memiliki masalah dengan Papa, kenapa aku yang menjadi korbannya?" Vanny berlinang air mata saat mengatakannya.


Vanny tak tahu apa-apa. Ia masih saja menganggap bahwa Ellea adalah dalang terjadinya masalah ini. Ellea bisa memahami perasaan Vanny yang labil, karena Ellea mengerti, Vanny tak tahu apa-apa dalam urusan ini.


"Maafkan aku, maafkan aku. Aku sungguh merasa bersalah padamu, Vanny. Karena itulah, aku akan mencoba menyelesaikan semuanya. Jangan salah paham, semua ini masih menjadi teka-teki Vanny. Mereka begitu padamu, karena aku merasa, jika kau juga merupakan sebuah kunci yang bisa membuka semuanya. Kau adalah kuncinya, mereka takut jika kau membuka suara. Jangan membenciku, karena aku berjanji, akan bertanggung jawab atas semua ini. Maukah kau memaafkan kesalahanku? Kumohon, bantu Kakakmu untuk meluruskan semua ini. Aku tak mengapa, jika kau membenciku. Aku rela, jika kau tak suka padaku. Tak mengapa, Vanny. Tapi kumohon, bantu Kakakmu untuk menyelesaikan semuanya. Aku yakin, jika kau juga terlibat dengan semua ini. Apa kau tak sadar, jika semua ini ada keterlibatannya denganmu?" tanya Ellea.


"Apa? Tentang apa? Aku masih tak paham, alur drama ini. Aku hanya mendengar rahasia Papa di Rumah sakit. Hanya itu saja yang aku tahu!" jawab Vanny.


"Ya, kau hanya tahu itu saja, kan? Tapi, aku kau pernah berpikir, apa penyebab Papamu melakukan rahasia besar itu? Kenapa ia susah payah melakukan hal yang tidak bermanfaat. Apa kau pernah terpikirkan kearah sana? Apa yang menjadi latar belakang Papamu melakukan hal itu? Bantu Kakakmu, Vanny, bantu dia. Jangan membuang-buang waktu untuk membenciku, karena kau dan aku, adalah kunci, yang bisa membuka semua rahasia besar ini." tegas Ellea membuat hati kecil Vanny sedikit terbuka.


Vanny terdiam berpikir, "Apa semua ini ada hubungannya dengan Om yang dulu sering bersama Mama?"


Ellea kaget, "Om, Om apa maksudmu?"


*Bersambung*


Hai all readers ...


makasih udah setia baca cerita ini


Bantu Like, Komen, dan Vote-nya juga ya 🥰🥰🥰


Terima kasih banyak atas apresiasinya pada cerita ini 🤗


Jika kalian suka cerita ini, kalian bisa bantu rekomendasikan cerita First Night with Arrogant CEO ini pada teman-teman kalian ya, baik di sosmed maupun teman dekat 😁😁


Aylapyu pul gengssss 🥰😘🥰😘🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2