Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 97. Happy reading ....


__ADS_3

Satu persatu kejadian, kini telah terungkap. Rasanya, jika Ellea bisa memutar waktu, ia ingin mengantisipasi semua kejadian ini, sebelum benar-benar terjadi dan merugikan banyak pihak. Andai saja ia bisa mencegah kejadian pahit ini terjadi, mungkin kehidupannya tak akan semenegangkan ini.


Semua telah mendapat karma atas perbuatannya masing-masing. Jordan Alexander, Dony dan Helda kini mendekam di penjara. Merry Alexander, mengalami penyakit kejiwaan, dan ia harus berada di Rumah sakit jiwa. Satu lagi, Hendrick Patrice, kini ia masih koma dan tak sadarkan diri di Rumah sakit.


Tuhan mungkin memberikan balasan yang setimpal atas perbuatan mereka. Semuanya adil, dan sama rata. Kini, Ellea dan Gavin, tinggal menata kehidupannya agar bisa menjadi lebih baik lagi.


Pertemuannya dengan Ellea, ternyata memberikan kesan baru dalam hidup Gavin. Tanpa ada perasaan menyesal ataupun sakit hati, Gavin merasa bahwa pertemuannya dengan Ellea adalah sebuah hikmah mendalam.


Ia tak menyesali masalah keluarganya yang terbongkar. Gavin justru bersyukur, karena kehadiran Ellea semuanya jadi terbongkar. Inilah hidup, inilah arti hidup yang sebenarnya. Tanpa Ellea, mungkin orang tuanya hanya akan larut dalam rasa tamak dan keserakahan.


Setelah kejadian ini, Gavin mulai menata semuanya dari awal. Ia berjanji, ia tak akan mengikuti jejak orang tuanya dalam membangun perusahaan. Semua kejadian itu, dijadikan contoh oleh Gavin, jika dirinya akan mengelola perusahaan dengan baik dan bersih.


Gavin bersungguh-sungguh akan menjalani kehidupannya mulai dari sekarang. Ada tanggung jawab yang harus ia lakukan. Menjadi seorang Ayah dan Suami untuk Daniel dan Ellea. Gavin kini juga mengambil alih perusahaan seorang diri. Ia bertanggung jawab penuh atas seluruh aset dan perusahaan Louvre gallery.


Gavin juga tak lupa, ia memberikan beberapa persen sahamnya untuk Daniel dan Ellea. Gavin sangat menyayangi mereka, karena itulah ia akan memberikan apapun yang telah menjadi miliknya.


Hari ini, adalah hari pertama bagi Gavin merasa benar-benar menjadi seorang Daddy bagi Daniel. Daniel mulai bersekolah di sekolah umum. Gavin ingin Daniel bersosialisasi bersama rekan-rekannya. Jika hanya home schooling di rumah, tentu saja akan sangat membosankan bagi Daniel.


Daniel sudah berangkat ke sekolah, diantar oleh supir pribadi kepercayaan Gavin. Ellea hari ini sibuk, karena ia harus ke Rumah sakit menemani Sang Ayah, Hendrick Patrice. Tiba-Tiba, saat Ellea tengah menebus obat di farmasi, ponselnya berdering.


Rupanya pihak sekolah Daniel menelepon. Ellea sedikit heran, ada apa ini? Baru saja Daniel satu minggu bersekolah di sana, tetapi pihak sekolah sudah meneleponnya. Ellea pun segera mengangkat telepon dari sekolah Daniel.


"Halo, selamat pagi," Sapa Ellea dari ujung gawainya.


"Halo, Selamat pagi. Apa benar ini dengan wali dari Daniel Elleazar Patrice?" tanya Sang guru.


"Ya, betul. Saya walinya, saya Ibundanya. Ada apa? Kenapa dengan Daniel?" Ellea mulai khawatir.


"Ah, tidak ada apa-apa, Bunda. Begini, saya Caroline, sebagai wali kelas dari Daniel. Ada beberapa hal yang akan saya beritahukan pada Anda sebagai walinya. Salah satunya perizinan untuk mengikuti sebuah perlombaan di ajang anak kreatif tahun ini. Setiap anak yang akan dilombakan, tentu saja kami harus meminta izin pada walinya, termasuk Anda Bunda." Jelas sang guru.


"J-jadi, Daniel anakku akan diikut sertakan dalam sebuah perlombaan?" Ellea sedikit tak percaya.


"Betul sekali, Bunda Daniel."


"Astaga, bukankah Daniel baru saja satu minggu masuk sekolah di sana? Apa tak terlalu cepat membuatnya ikut serta dalam sebuah perlombaan, Miss?"


"Tentu saja tidak, Ibunda. Melihat kemampuan dan kehebatan Daniel, tentu saja dia terlihat sangat siap, untuk mengikuti perlombaan ini. Nanti Bunda bisa melihat kemampuan Daniel dan keaktifannya. Apakah Bunda berkenan untuk datang ke sekolah saat ini?" tanya Sang Guru.


"Harus sekarang? Jika sekarang, so sorry to say, Miss. Saya tidak bisa, karena sedang berada di Rumah sakit. Bagaimana jika besok?"


"Apakah tak ada wali yang lain, yang bisa datang ke sekolah? Seperti Papanya Daniel, Bunda? Bukankah Papanya adalah pimpinan tertinggi di Louvre Gallery? Apakah Papanya tak memiliki waktu luang saat ini?"

__ADS_1


Guru di sekolah Daniel rupanya sudah tahu tentang siapa keluarga Daniel yang sebenarnya. Sang guru tahu, jika Daniel bukanlah anak orang sembarangan. Tentu saja ini keuntungan besar bagi sekolah, memiliki seorang anak konglomerat yang bersekolah di sekolah mereka.


"Ah, aku tak tahu, jika Papanya sibuk atau tidak. Yang jelas, dia sedang berada di kantornya. Baiklah, akan aku coba hubungi Papa Daniel terlebih dahulu. Nanti akan kuberi tahu pada Miss Caroline, tentang siapa yang akan datang ke sekolah Daniel."


"Baiklah Bunda. Semoga saja Papanya Daniel berkenan datang ke sekolah kami, ya." Ucapnya begitu semangat.


"Baik, akan ku usahakan."


"Terima kasih, Bunda ..."


Ponsel pun tertutup. Ellea sedikit kesal. Kenapa pula guru Daniel seakan ingin sekali Gavin datang ke sekolahnya. Seakan Gavin itu sudah terkenal dan dikenali semua orang. Terlihat sekali betapa Guru Daniel begitu mengharapkan kehadiran Gavin.


Mau tak mau, akhirnya Ellea pun menelepon Gavin. Ellea bukan tak sanggup datang ke sekolah, namun keadaannya begitu tak memungkinkan. Tak ada yang menunggu Hendrick Patrice saat ini, karena Sang Ibu tengah mendatangi sekolah batu Elsie, sang adik.


Elsie akan sekolah lagi, karena itulah Ellea meminta Wina untuk mendaftarkan Elsie sekolah. Hingga saat ini, tak ada yang menjaga Ayahnya. Keadaan inilah yang membuat Ellea terpaksa meminta Gavin untuk mau ke sekolah anaknya.


Ponsel pun tersambung, Gavin mengangkat panggilan dari Ellea.


"Hallo, istriku. Ada apa? Are you missing me?" Gavin langsung merayu Ellea tatkala panggilan tersambung.


"No. Kau terlalu percaya diri. Begini, Gavin, aku sedang berada di Rumah sakit. Aku sedang menunggu Ayah, dan beliau tak bisa ditinggalkan, karena sebentar lagi akan ada dokter yang memeriksa Ayah dan meminta bertemu denganku. Kebetulan barusan Miss Caroline, guru sekolah Daniel meneleponku. Dia berkata, jika Daniel akan diikutsertakan dalam sebuah perlombaan. Harus ada izin orang tua wali, dan kita diharuskan untuk datang ke sekolah sekarang juga. Sedangkan aku, aku tak mungkin bisa datang. Aku tak bisa meninggalkan Ayah. Aku juga tahu, kau pasti sibuk dan banyak urusan. Bagaimana jika sekretaris Aaron saja atau Pak Samuel yang datang sebagai wali dari Daniel? Aku tak enak, jika ingkar janji pada guru Daniel," Ujar Ellea panjang lebar.


"Siapa bilang aku sibuk? Jika untuk anakku, tentu saja aku takkan sibuk. Aku pasti bisa meluangkan waktuku untuk menjadi walinya. Aku saja yang akan datang sendiri ke sekolah Daniel. Kapan? Sekarang? Kalau begitu aku akan bersiap, Ellea."


"Syukurlah jika kau bisa meluangkan waktumu untuk anakmu." jawab Ellea.


"Apapun akan aku lakukan untuk kalian berdua. Ya sudah kalau begitu, akan menyudahi pekerjaanku, dan segera bergegas ke sekolah Daniel." Ujar Gavin.


"Eh, eh, t-tunggu dulu!" tahan Ellea.


"Kenapa? Ada apa istriku?"


"Pakai pakaian yang biasa saja, jangan terlalu formal dan jangan terlalu mewah. Biasa-biasa saja, ya?" pinta Ellea.


"Oke, baik. Memangnya kenapa?"


Karena nanti, jika kau tampil luar biasa di sekolah Daniel, kau pasti akan jadi pusat perhatian orang-orang di sekolah. Apalagi, di sekolah itu pasti banyak Mommy-Mommy juga yang mengantar anaknya. Dan aku ..., aku tak ingin mereka menatapmu! Mereka pasti curi-curi pandang pada Gavin, jika penampilan Gavin begitu memukau. Karena aku sadar, suamiku adalah pria yang tampan dan berkharisma. Batin Ellea dalam hati.


"Elleana! Kenapa kau diam?" Gavin mengagetkan Ellea.


"A-ah s-sorry, a-aku lupa jika aku sedang berbicara padamu. Tak apa, pokoknya kau jangan memakai pakaian terlalu mewah. Harus terlihat biasa saja, agar tak mencolok, dan mereka tak segan padamu!" Ellea beralasan.

__ADS_1


"Mm, bagaimana ya? Sebenarnya, mau aku mengenakan pakaian seperti apapun, aku akan tetap terlihat tampan dan berkharisma. Pakaian tak akan memengaruhiku, karena pada dasarnya ..., wajah tampanku lah yang membuatku terlihat begitu sempurna. Apa aku harus memakai topeng ke sekolah Daniel?" Gavin tertawa.


"Shut up! Ini bukan saatnya bercanda. Sudahlah, terserah kau saja! Segera ke sekolah Daniel, karena kau tengah ditunggu oleh guru Daniel!" Ellea kesal.


"Okay, Darling. See u, aku tak akan menebarkan kharismaku. Aku akan menyimpannya untukmu. Don't worry, baby ... okay?" seakan Gavin tahu, jika Ellea khawatir bahwa Gavin akan menjadi pusat perhatian orang-orang.


"Whatever!"


Tut, tut, tut ...


Ellea menutup ponselnya secepat kilat. Gavin hanya tersenyum kecil melihat tingkah Ellea yang seakan tak rela, jika Gavin akan menjadi bintang di sekolah Daniel.


Istriku, rupanya kau benar-benar cemburu padaku. Kenapa kau masih saja gengsi? Padahal, aku sudah membuka cinta dan hati ini untukmu. Kau hanya tinggal menangkapnya, dan mengakui, bahwa kau juga mencintaiku. Ucap Gavin dalam hatinya.


*Bersambung*


BACA YAAAA ...


Hai, hai, hai ...


Assalamualaikum ....


Maaf banget, maaf banget aku ingkar janji bahwa akan up di tanggal 1. Soalnya aku ada deadline di aplikasi sebelah.


Oh iya, sekedar pemberitahuan ... aku akan adakan give away untuk kalian yang suka membaca ceritaku. Ada syaratnya yaaa untuk dapatkan give away ini.


Syaratnya gampang kok, kalian hanya tinggal download aplikasi FIZZO di play store kalian. Fizzo itu aplikasi novel juga sama seperti noveltoon. Di sana bacaannya novelnya GRATIS ya gais, gak pake koin.


Nah, yang mau dapatkan give away dari aku, kalian cukup download aplikasi Fizzo, dan cari novel aku di sana. Mudah banget kan?


Novelnya berjudul : UNEXPECTED LOVE, nama penanya NARANA LUNA.


Itu novelku ya... novel yg ada di sini, dipindah ke sana. Ceritanya seru kok.


Nah, jadi, setelah kalian download FIZZO dan temukan novelku, kalian hanya tinggal baca dan masukan ke rak novelnya. Lalu, isi rating ulasan tentang novel aku itu. Isi rating atau ulasannya di bab terbawah ya, di scroll terus sampai akhir bab, nanti ada pengisian rating atau ulasan.


Jika ada yang bingung, bisa tanya-tanya bagaimana caranya ikut give away. Hubungi WhatsApp ini ya, 085559754723 ...


kalau bingung, gak ngerti caranya, tanya aja by Chat WA ya.


Yang berhasil masukan ke rak dan kasih ulasan, screen shoot ke WA, dan kirimkan buktinya. 5 Orang akan dapatkan hadiah pulsa yaaa...

__ADS_1


Masing-masing akan dapatkan 25 ribu pulsa, atau merchandise dari aku. Kuy aaah, ikutan. Mudah banget kan 🤗🤗🤗


__ADS_2