Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 66. Big Trouble


__ADS_3

Keringat dan air mata bercampur menjadi satu. Vanny ketakutan, ia tak ingin Lay terus melakukan hal ini padanya. Vanny memang tahu, apa yang terjadi pada Papanya. Namun, ia akan pura-pura tak tahu, karena Vanny pun tak ingin terbawa-bawa masalah ini.


Lay sengaja terus mencumbu Vanny, selain ia juga memang bergairah saat menatap Vanny, ini juga merupakan sebuah kesempatan besar baginya, karena kapan lagi bisa mencumbu gadis secantik Vanny.


"Kau gila! Lepas bajingan! Jangan berani-berani menyentuhku!" Vanny terus berteriak.


"Kapan lagi aku bisa mencumbu gadis manis sepertimu. Ini adalah hukuman, karena kau telah mengetahui semua kebohongan yang dilakukan Papamu sendiri. Jika tidak seperti ini, apa kau akan tutup mulut?" Lay melepaskan ciumannya.


"Sekalipun kau tak melakukan ini padaku, aku akan diam! Aku tak akan banyak bicara. Aku bersumpah, cukuplah! Aku tak akan membuka mulut. Aku tak mungkin membocorkan semua ini, Lay!" Vanny berteriak.


"Aku tak mungkin membiarkanmu, Nona. Aku juga suka dengan tubuhmu. Tentu saja aku akan memanfaatkan keadaan ini dengan sebaik mungkin." Lay menyeringai.


"Aarrgghh, lepas! Aku akan melaporkan kau pada polisi, jika kau berani macam-macam!"


"Silakan saja, jika Nona berani melaporkanku. Karena polisi mana yang tak bekerja sama denganku? Mereka semua kolegaku, kau tak akan bisa memenjarakan aku. Hanya satu pintaku, kau tetap tutup mulut, dan jangan banyak bicara. Jaga rahasia Papa Anda sendiri. Layani saja aku dan Gilang, maka kau akan tetap berada dalam posisi aman!" Lay melepaskan cengkeramannya, ia kembali membereskan pakaian Merry Alexander.


"Aarrrgghh, brengsek!" Vanny menepis mulutnya berkali-kali. Ia merasa jijik pada Lay yang telah menciuminya secara brutal.


Lay pura-pura tak terjadi apa-apa. Ia kembali mengerjakan tugasnya. Lay hanya menakut-nakuti Vanny, sesuai yang diperintahkan oleh Jordan. Vanny menghapus air matanya, karena ia pun takut dengan ancaman yang dikatakan oleh Lay.


Vanny akan tutup mulut, daripada Lay terus menggerayangi dirinya. Ia takut, Lay berani melakukan hal yang lebih ekstrim dari ini. Apalagi Vanny mendengar, jika ia harus melayani Gilang juga. Benar-benar harga diri Vanny hilang di mata mereka.


Tak mungkin Papa meminta mereka melakukan hal gila ini padaku, kan? Tak mungkin kan Papa meminta mereka agar seperti itu? Aku tak percaya! Aku harus segera menanyakan semua ini pada Papa. Aku benci Lay! Aku harus meminta pertanggung jawaban atas perlakuannya padaku! Batin Vanny amat sangat geram.


Vanny menatap Lay penuh dengan kebencian. Ia segera meninggalkan kamar hotel itu, dan membanting pintu dengan sangat keras. Lay hanya tersenyum kecil melihat Vanny yang marah. Ia justru senang, karena bisa mencium wanita secantik Vanny.


Dengan emosi, Vanny keluar dari hotel dan segera bergegas ke ruangan tempat Papanya dirawat. Vanny harus melaporkannya pada Jordan. Ia ingin kejelasan, apa memang semua itu diperintahkan oleh Jordan?


Dalam hatinya, Vanny amat tak percaya, jika Jordan tega menyuruh Lay untuk berbuat seperti itu padanya. Vanny begitu menghormati sosok Jordan, tak mungkin pria yang selama ini ia hormati, akan menyuruh managernya untuk berbuat gila seperti itu.

__ADS_1


Sesampainya di ruang rawat Jordan, ternyata ada Gilang yang tengah berbincang bersama dengan Jordan. Dengan tatapan kesal, Vanny menatap Gilang, dan memerintahkannya untuk pergi dari ruangan.


Gilang menatap Jordan, dan Jordan pun memberi anggukan pada Gilang, agar ia meninggalkan ruangan. Jordan seakan tahu, apa yang akan dibicarakan oleh Vanny. Terlihat dari wajahnya yang marah, Vanny pasti akan mengatakan hal itu padanya.


Apa yang Lay lakukan padanya sehingga gadis berisik ini terlihat begitu murka? Batin Jordan.


"Ada apa?" Jordan membuka percakapan.


"Apa benar yang Lay katakan? Apa kau tega, membiarkan aku diperlakukan seperti itu, ha?" keluh Vanny.


"Apa? Lay mengatakan apa? Katakan yang jelas, kau bukan lagi anak kecil!" sentak Jordan.


"Kenapa aku harus melayaninya, ha? Apa kau sudah gila? Sekalipun aku tahu tentang kebohonganmu, aku tak akan membocorkannya Papa! Jangan mengancamku dengan hal tak masuk akal seperti itu!" teriak Vanny marah.


"Oh, rupanya Lay telah melakukan sesuatu padamu. Apa yang telah dia lakukan padamu?" tanya Jordan.


"Kau tanya saja padanya sendiri! Jangan bertanya dulu, sebelum kau menjawab pertanyaanku! Apa semua yang Lay lakukan, adalah perintahmu, Papa?" Vanny menegaskan kembali.


"Kau hanya cukup tutup mulut, dan nikmati apa yang mereka lakukan padamu. Jika tidak seperti itu, kau pasti akan banyak mulut. Diamlah, dan menurut padaku, jika kau tak ingin semua fasilitasmu aku cabut!" Jordan mengancam Vanny.


Hati Vanny sakit mendengar penjelasan Jordan. Benar, ternyata benar ..., ini semua adalah perintah Jordan, dan Lay menuruti apa yang diperintahkan oleh Jordan. Vanny berlari keluar rumah sakit sambil menangis tersedu-sedu saking shocknya mendengar penjelasan Jordan.


Gilang menatap Vanny yang berlari sambil menangis. Gilang sepertinya tahu, apa yang dialami Vanny. Ia pun kembali masuk kedalam ruangan Jordan, dan tak berani bertanya sedikitpun pada Jordan. Gilang sudah tahu, untuk apa Vanny datang ke ruangannya.


"Segera siapkan untuk kepulanganku. Sesampainya di rumah, banyak berkas yang harus aku lihat."


"Baik, Tuan." jawab Gilang.


"Oh iya, jangan permainkan Vanny terlalu kejam. Hanya takut-takuti saja dia! Mengerti?" ancam Jordan.

__ADS_1


"B-baik, Tuan." Gilang melebarkan senyumnya.


"Gilang, untuk mengantisipasi semuanya, segera lakukan rencana B. Lebih cepat lebih baik. Aku tak ingin ada kecacatan lagi." pinta Jordan.


"Baik, Tuan besar. Saya akan melakukannya sekarang." Gilang menunduk, dan pergi meninggalkan Jordan seorang diri.


...........


Beberapa saat kemudian ...,


Kediaman Cellyn ....


Semenjak kejadian pernikahan antara Gavin dan Ellea, Cellyn benar-benar menutup dirinya. Ia tak bersemangat menjalani hidup. Cellyn hanya berharap, jika Gavin bisa menjadi miliknya, bagaimabapun caranya.


Sudah berbulan-bulan, tak ada kabar dari Gavin atau bahkan keluarganya, namun tiba-tiba, Cellyn mendapat sebuah surel dari sekretaris pribadi Keluarga Alexander, yaitu Gilang Andrew.


Bak pucuk dicinta, ulam pun tiba, Cellyn mendapat sebuah surel yang berisikan halnyak terduga dari orang kepercayaan Keluarga Gavin. Cellyn yang masih sakit hati, memang antara percaya dan tidak, pada kabar yabg beritahukan padanya saat ini.


From : Andrew.Gilang11@gmail com.


To : Cellyn_Callista@gmail.com


Selamat siang, Nona Cellyn. Apa kabar? Semoga kabar Anda baik-baik saja. Maafkan atas respon kami yang telat pada Anda. Kami mengalami berbagai insiden dan tragedi yang tak bisa diatasi dengan sangat cepat. Menindak lanjuti hubungan Anda dengan Tuan Gavin, bisakah Anda menimang dan memikirkannya kembali? Istri kontraknya saat ini, Elleana Patrice, ternyata telah bersekongkol dengan keluarganya untuk meraup keuntungan besar dari pernikahan ini. Elleana mengambil beberapa aset perusahaan dan sejumlah saham yang tak ternilai besarnya. Hal itu diduga karena Elleana diperintahkan oleh keluarganya. Karena insiden inilah, kami akan menceraikan Nona Elleana secara sepihak, karena hal ini, maukah Nona Cellyn kembali masuk kedalam keluarga Alexander, dan bersanding kembali dengan Tuan Gavin? Kami berjanji, akan melakukan yang terbaik. Karena Nona Cellyn, jelas yang terbaik selama ini ... semoga Anda dapat segera membalas surel penting ini.


Betapa mencengangkannya pesan email yang dikirimkan oleh Gilang. Cellyn berpikir, benarkah gadis miskin itu hanya ingin meraup keuntungan besar dari keluarga Alexander?


Benar dugaanku. Gadis miskin itu hanya menginginkan uang. Gavin, Gavin ..., bodoh sekali dirimu! Haruskah aku menerima semua pinangan ini? Batin Cellyn.


Cellyn terpengaruh dengan pesan yang dikirimkan oleh Gilang. Rencana B dilakukan. Bukti di ruang rahasia, tak ditemukan sama sekali. Sulit mencari jejak Ellea yang telah memasuki ruangan itu. Ditambah lagi, tak ada berkas yang hilang karena perbuatan Ellea.

__ADS_1


Rencana B, adalah fitnah untuk Ellea, agar secepat mungkin, Ellea bisa pergi dari kehidupan Gavin. Bisakah Gavin menghentikan sikap keji Jordan Alexander?


*Bersambung*


__ADS_2