Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 74. The fact, Ellea.


__ADS_3

"Jika mereka ada di rumah kali ini, aku pastikan mereka tak akan bernyawa lagi! Lihat saja nanti, aku benar-benar akan membuat mereka habis tak tersisa! Benar-benar bajingan biadab!" Gavin mengepalkan tangannya sembari mengemudikan mobil.


Ya Tuhan ..., beginilah sifat asli Gavin? Dia menakutkan. Amarahnya benar-benar luar biasa. Ternyata, jika dia bertindak seperti ini, membuatku sangat takut. Aku pernah salah menilainya. Kukira, dia cuek dan tak peduli. Tapi nyatanya, sekalinya ia marah, aku tak tahu apa yang akan terjadi. Tuhan, jangan biarkan Gavin gelap mata. Kumohon, sadarkan dia ... buat dia menyelesaikan semua ini dengan kepala dingin, Tuhan. Aku sangat memohon untuk hal ini. Batin Ellea yang mulai cemas.


Gavin mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Ellea hampir spot jantung karena Gavin mengendarai mobil begitu membabi buta. Rasanya, seperti sedang menyaksikan acara motogp secara langsung dan Ellea benar-benar jadi orang yang mengemudikannya.


"Kau gila! Kau marah pada dua sekretaris Papamu, tapi kau tak mementingkan nyawaku! Kau ingin aku mati, ha?" Ellea mulai kesal karena Gavin terlalu mementingkan amarahnya.


"Kau harus mengerti. Adikku jadi korban kebiadaban mereka! Aku sangat marah kali ini!"


"Tapi kau harus sadar; di sampingmu adalah seorang wanita! Dan kau tak bisa berbuat seenaknya. Aku takut, aku ketakutan, Gavin! Dasar kau gila!"


Gavin sama sekali tak memedulikan ucapan Ellea. Ia terlanjur marah, dan ingin segera menemui orang-orang Papanya. Mungkin ini, yang Aaron maksud bahwa Gavin tak akan gegabah dalam melakukan sesuatu. Jika ia sudah sangat marah, maka semuanya tak akan lagi bisa dipikirkan dengan kepala dingin.


Harusnya, Gavin tetap sabar dan bisa mengatasi semua ini dengan baik. Sayangnya, Gavin terlalu emosi dan tak menggunakan akal sehatnya. Ellea berpikir, Ellea ingin Gavin sadar, jika berkendara terlalu cepat seperti ini juga pasti akan membahayakannya.


"Kau memang bodoh! Kau bisa marah dan emosi pada Gilang dan Lay, sementara kau, kenapa tak berpikir dulu sebelum bertindak? Apa kau tak berpikir, kenapa mereka seberani itu melakukan hak keji pada adikmu? Apa kau tak mengira, bisa saja Papamu mengizinkan mereka untuk melakukannya. Ini memang mustahil, tapi masuk akal, Gavin! Apa kau tak sadar juga? Jika Papamu itu sebenarnya monster!" teriak Ellea saking kesalnya karena Gavin terus saja mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.


Mendengar ucapan Ellea, Gavin tiba-tiba mengerem mobil secara mendadak. Gavin sangat tercengang mendengar ucapan Ellea. Bukan marah karena Ellea terus menyinggung Papanya, tapi Gavin mencoba menyatukan kemungkinan-kemungkinan yang ada.


Gavin mulai sadar, ia pun meminggirkan mobilnya dan menatap Ellea begitu tajam. Mungkin inilah saatnya, Ellea harus tahu semua keadaan yang terjadi antara keluarga mereka.


"K-kenapa berhenti?" Ellea sedikit takut.


"Apa kau tahu, apa alasan Papaku menghancurkan perusahaan milik keluargamu?" tanya Gavin serius.

__ADS_1


Ellea terdiam sejenak. Ellea memang tak tahu pasti apa alasan Jordan menghancurkan perusahaan keluarganya. Yang Ellea tahu, Jordan hanya rakus dan berniat untuk menghancurkan perusahaan milik keluarganya. Apakah ada alasan lain selain itu?


"Karena Papamu memang rakus! Bukan pada keluargaku saja ia melakukannya, tapi pada perusahaan lain juga, 'kan?"


Gavin menghela napas. Memang benar, Jordan sangat rakus. Setelah kejadian akuisis perusahaan milik keluarga Ellea, Jordan jadi gelap mata, dan terus-menerus melakukan kejahatan keji itu. Hingga akhirjya Jordan menguasai sekuanya, dan paling di takuti di seluruh negeri ini.


"Ada dendam mendalam, pada keluargamu, Ellea! Papaku sakit hati, pada Papamu!"


Ellea mengernyitkan dahinya, "Sakit hati? Apa maksudmu?"


Gavin diam-diam mencari tahu semua ini, hingga akhirnya terbongkarlah masa lalu mereka yang begitu kelam. Karena kejadian masa lalu, Jordan dendam bukan kepalang, dan dia begitu membenci Ayah Ellea.


"Hendrick Patrice, adalah Ayahmu, kan? Dia adalah pria yang sangat dicintai Mamaku! Mamaku dan Ayahmu, dulu pernah saling mencintai. Hingga akhirnya, Mamaku dijodohkan dengan Papaku, karena keadaan keluarga Papa yang memang berasal dari kalangan orang berada. Dan tahukah, kau? Ayahmu marah, ia mengira semua ini adalah perselingkuhan. Diam-diam Ayahmu menikahi Ibumu, yang notabene adalah kekasih Papaku! Wina Patrice, adalah wanita yang sangat dicintai Papaku sebelum dia menikah dengan Mamaku!"


"Ayahmu marah pada Papaku, hingga dia menikahi wanita yang dicintai Papaku, yaitu Ibumu. Padahal, Papaku dan Mamaku dijodohkan. Mereka tak saling mencintai. Namun Ayahmu terlalu egois, mengira bahwa Papaku dan Mamaku berselingkuh. Padahal, semua ini terjadi karena perjodohan. Memang sangat rumit. Padahal, Papa sudah meminta maaf pada Ayahmu. Namun, Ayahmu marah dan malah berbalik menyerang, untuk menikahi wanita yang sangat dicintai Papaku, yaitu Wina Patrice, yang kini ia adalah Ibumu. Terkesan sepele, tapi urusan hati, tak ada seorang pun yang bisa mengatasinya."


Ellea terdiam membisu. Masalah ini baru saja ia ketahui. Ellea belum mengetahui sebelumnya. Benar-benar rumit dan memusingkan. Ellea yakin, jika semua kebangkrutan keluarganya, bukan hanya karena ulah Jordan, tapi karena ulah Ayahnya juga.


"Kau tahu dari mana soal ini?"


"Aku mencari jejak lama mereka semua, dengan bantuan Samuel, akhirnya aku berhasil mendapatkan informasi lama ini. Yang semakin membuat Papaku marah pada Ayahmu adalah, saat dulu aku masih kecil, ternyata Ayahmu dan Mamaku sering berduaan, bahkan mereka tak peduli dengan istri atau suami masing-masing. Padahal, Papaku sudah menerima semua ini. Ia mencoba menjalani takdir yang telah digariskan. Namun, Ayahmu dan Mamaku berulah, mereka berselingkuh dibalik Papaku, dan Ibumu. Menyakitkan, karena Ayahmu terus saja menggoda Mamaku. Hingga tahukah, kau? Papaku marah besar, dan berniat menghancurkan keluargamu dengan kedua tangannya! Papaku benar-benar dendam. Papaku sakit hati, karena kelakuan Ayahmu. Padahal, dulu Papa sudah mulai mencintai Mama karena kehadiranku. Tapi, sayangnya Ayahmu dan Mamaku sudah gelap mata, mereka berselingkuh dibelakang Papa. Hingga, terjadilah tragedi hancurnya perusahaan keluargamu. Dendam itu memang sudah lama, tapi Papa baru mengetahuinya, hingga ia tak bisa mengontrol dirinya lagi." jelas Gavin.


Mulut Ellea bungkam sudah. Ia tak bisa berbicara apapun. Ia tak pernah menyangka, jika kejadian masa lalu orang tua mereka begitu menyeramkan. Ayah yang Ellea hormati dan sayangi, ternyata pernah menoreh luka di hati Papa Gavin. Ellea kira, jika Jordan berbuat seperti itu karena memang rakus dan menginginkan harta keluarga Ellea. Nyatanya ..., semua ini berawal dari perlakuan Ayah Ellea.


"Bagaimana Ellea? Apa yang ingin kau katakan? Memang Papaku salah besar, karena telah menghancurkan keluargamu. Tapi, apa Ayahmu pernah berpikir tentang bagaimana menjaga perasaan orang lain?" Gavin membuat Ellea tak bisa berbicara.

__ADS_1


"Aku tak menyangka, jika kejadiannya rumit seperti ini."


"Aku juga. Aku tak pernah mengira, masalah ini akan kita alami. Kini, tinggal satu keraguanku!" ucap Gavin.


"Apa itu?"


"Vanny!" jawab Gavin.


"Vanny?"


"Vanny selalu dibedakan denganku sejak dulu. Papa mengistimewakan aku daripada dia. Awalnya, aku berpikir bahwa semua perbedaan itu karena aku adalah anak laki-laki.Tapi, melihat rekaman tadi, perlakuan sekretaris Papa pada Vanny, membuatku teringat sesuatu, dan itu ..."


"Apa? Katakan yang jelas!" Ellea pun penasaran.


"Kemungkinan besar jika Papa tak peduli pada Vanny, karena Vanny ..., bukanlah anak kandungnya!"


"Kau gila!" Ellea kaget setengah mati mendengar ucapan Gavin.


*Bersambung*


Untuk part ini, coba baca dengan teliti ya Kak 😁


soalnya agak belibet juga, agak rumit gitu hehe


InsyaAllah hari ini next lagi, bantu like dan dukungannya ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2