Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 70. Can you go?


__ADS_3

"Sekretaris Alex bukanlah orang baik-baik. Dia adalah orang jahat! Sekretaris Alex, adalah ..., supir yang dulu menculikku, dan membawaku ke rumah Uncle Eric. Kau harusnya sadar, Daddy! Kau harus cepat bertindak! Semua ini membahayakan. Tak mungkin dia di sini, jika tak ada maksud lain! Kau jangan diam saja, Daddy! Kau harus bisa bergerak cepat. Aku kesal padamu, karena kau selalu diam saja!" Daniel kesal pada Gavin, ia berlari meninggalkan Gavin sendirian.


Ucapan terakhir Daniel, membuat Gavin bertanya-tanya, benarkah itu? Banyak sekali hal yang belum Gavin ketahui. Dan ucapan Daniel kali ini, benar-benar mencengangkan baginya.


Gavin kecolongan. Ia kira, Alex bukanlah orang yang pernah berhubungan dengan insiden Daniel pada saat itu. Gavin mengira, jika itu adalah orang yang dipilih Merry. Ternyata, orang itu adalah suruhan dari Jordan juga. Alex memang orang-orang Jordan yang berada dibelakang layar.


Gavin mengantongi bukti baru. Ia harus berhati-hati pada Alex, karena memang Alex sepertinya informan untuk mengorek rahasia Gavin. Gavin memang diam, karena menurutnya ini bukan saatnya untuk bertindak.


Gavin sudah tahu, masa lalu Papanya, hingga menyebabkan Jordan Alexander balas dendam tiada ampun seperti itu. Semuanya karena dendam pribadi pada keluarga Ellea. Hal ini tak ada yang mengetahui. Baik Ellea maupun Sang Mama, tak ada yang mengetahui hal ini.


Jordan tahu, tapi ia enggan menyalahkan siapapun lagi. Ia hanya berniat untuk balas dendam dan membuat semuanya menjadi miliknya. Rasa sakit hatinya, tak akan pernah terbalaskan sampai kapanpun. Dendam mendalam, yang tak akan pernah bisa disembuhkan dengan apapun.


Setelah tahu bahwa Alex juga ternyata orang suruhan Jordan, Gavin meminta orang barunya untuk mengintai Alex dari jauh. Dibantu oleh Aaron, tentu saja semua ini harus berjalan dengan baik. Gavin bekerja dengan Aaron dari jauh, karena itulah, sekalipun mereka tak bersama, informasi akurat akan tetap Gavin dapatkan.


Gavin masuk kedalam rumah, berniat mengejar Daniel yang marah karenanya. Saat memasuki rumah, Gavin melihat Ellea masuk kedalam kamar Vanny. Ini adalah kali pertama Ellea masuk ke kamar adiknya. Gavin belum tahu, apa yang akan Ellea lakukan, kenapa Ellea dengan mudahnya masuk ke kamar Vanny.


Mungkinkah Vanny telah menerima kehadiran Ellea? Mungkinkah mereka sudah bersahabat? Tapi rasanya tak mungkin. Vanny terlihat masih tak menyukai Ellea. Lagipula, Ellea bukan tipe orang yang mudah untuk akrab dengan orang lain. Tapi sekarang, kenapa Ellea mau memasuki kamar Vanny dan mendekatinya? Istriku itu memang penuh teka-teki. Batin Gavin.


Gavin membiarkan Ellea yang memasuki kamar Vanny, adiknya. Gavin fokus untuk mencari Daniel. Gavin yakin, jika Daniel berada di kamarnya. Gavin harus segera membuat Daniel tenang, agar tak marah lagi padanya.


...........


Kembali pada Ellea, sesuai janjinya, ia akan memasuki kamar Vanny. Bukan hal yang mudah untuk bisa memasuki kamar Vanny. Kamarnya selalu dikunci dan tak pernah terbuka untuk siapapun. Kali ini, Ellea mempunyai cara agar ia bisa masuk dengan mudah ke kamar Vanny.

__ADS_1


Jadwal makan siang Vanny adalah pukul dua siang. Pembantu telah menyiapkan makanan untuk Vanny. Saat Vannya menyadari bahwa itu adalah jam makan siangnya, Vanny membuka kunci pintunya. Setelah kunci terbuka, dengan sigap Ellea masuk kedalam, sambil membawa nampan yang berisikan makanan.


Melihat Ellea yang masuk kedalam kamarnya, sontak saja membuat Vanny sangat kaget. Gadis itu tak menyangka, jika Ellea berani-beraninya masuk kedalam kamarnya. Semenjak Gilang berkata, jika semua ini karena Ellea, tentu saja Vanny semakin muak dan marah pada Ellea.


"Kenapa kau lancang sekali masuk kamarku, ha?" teriak Vanny pada Ellea.


"Maaf, aku hanya ingin bertanya padamu. Ada hal yang harus aku ketahui, Vanny." ujar Ellea.


"KELUAR!" Vanny benar-benar emosi.


"Aku akan tetap di sini." Ellea bersikeras.


"Pergi brengsek! Kau hanya benalu dalam kehidupanku!" teriak Vanny dengan wajah penuh amarah.


Ellea berjalan mendekat kearah ranjang. Dengan beraninya, Ellea duduk di samping ranjang. Padahal, Vanny menyuruhnya pergi berkali-kali. Ellea tak peduli jika Vanny mengusirnya. Yang jelas, Ellea hanya berharap, jika Vannya mau bercerita padanya.


"Apa yang Gilang dan Lay lakukan padamu?" tanya Ellea spontan tanpa basa-basi.


Vanny kaget mendengar ucapan Ellea yang terkesan spontan. Vanny heran, Ellea tahu darimana jika Gilang dan Lay melakukan sesuatu padanya? Kenapa tiba-tiba Ellea bertanya hal sensitif itu padanya?


Vanny tak mau menjawab, ia hanya diam dan menatap Ellea dengan tatapan yang tajam. Perasaannya kacau, hatinya sangat marah. Jika bukan karena Ellea, mungkin hidupnya akan tenang, dan tak harus terlibat seperti ini.


"Vanny, katakan saja padaku! Apa yang mereka lakukan padamu? Aku dan Kakakmu bisa melindungi dirimu, asal kau jujur padaku. Kau tak perlu takut, karena aku akan membongkar semuanya satu persatu, Vanny. Tenanglah, dan bekerja samalah denganku. Kau akan aman, karena ada Kakakmu yang akan melindungimu." Ellea merayu Vanny.

__ADS_1


Mata Vanny melotot tajam. Vanny menduga, bahwa Ellea ingin tahu apa yang terjadi antara dirinya dan Gilang juga Lay. Tak mungkin Vanny membongkar rahasianya, karena ia lebih takut jika Gilang dan Lay melakukan hal yang lebih kejam lagi.


"Vanny, kau tak perlu takut. Jangan takut untuk berbicara. Semuanya akan baik-baik saja. Kau hanya perlu mengatakan padaku, apa yang mereka lakukan? Kau takut, bukan? Kau bisa meminta perlindungan pada Kakakmu. Aku akan membantumu mengatakannya pada Kakakmu." Ellea terus merayu.


"Siapa kau? Kutanya siapa kau? Apa yang kau punya sehingga kau memintaku untuk jujur dan mengatakannya padamu?" sentak Vanny.


"Aku adalah Kakak Iparmu. Anggap aku ada, Vanny! Aku tak akan berbuat jahat padamu. Aku akan membantumu, karena aku tahu, kau tengah dalam masalah. Bukan begitu?"


Vanny memaki Ellea dalam hatinya. Justru, semua ini terjadi karena Ellea. Jika saja Ellea tak ada, mungkin saja masalah seperti ini tak akan terus muncul dan membuat Vanny kebingungan. Vanny sudah berjanji dalam hatinya, ia tak mungkin mengatakan apapun pada siapapun. Termasuk Ellea, dan juga Gavin sekalipun.


"Vanny, katakan. Kau tak sendiri, ada aku dan juga Kakakmu, yang akan melindungimu. Apa yang terjadi padamu?"


Vanny geram, karena Ellea terus memaksanya.


"Kau ingin tahu, apa yang terjadi padaku?" tanya Vannya.


Ellea mengangguk, ia mencoba mendengarkan Vanny.


"Ya, tentu saja. Aku ingin tahu. Kau tak perlu takut, Vanny." ujar Ellea.


"Aku diminta oleh Gilang dan Lay, untuk mengusirmu dari rumah ini! Kau, kau membuat aku terbawa-bawa masalah ini. Tahukah kau, wanita jal@ng? Aku sangat ingin menghancurkanmu! Semua ini terjadi, karena kau ada di sini, aku jadi terbawa-bawa masalah rumit seperti itu. Jika kau peduli padaku, bisakah kau pergi dari rumah ini dan meninggalkan Kakakku?" Vanny bertanya dengan nada sedikit mengancam.


"Vanny, k-kau!"

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2