
BAGI YANG DI BAWAH UMUR, MOHON SKIP YA, LEWATI SAJA BAGIAN INI. INI ADEGAN SUAMI ISTRI. SEMOGA DAPAT MEMAHAMI ๐ค
Bagi yang tidak suka, jangan dibaca ya. Ini novel hanya untuk hiburan semata, jika mencari pembelajaran atau ilmu, bukan di novel ini. Karena ilmunya dikit, banyakannya hanya untuk menghibur kalian๐
..........
Hubungan Gavin dan Ellea kini semakin membaik. Tak ada lagi beban yang membelenggu mereka. Rasa sakit, luka, tangis, dan kesedihan yang telah lalu, kini telah terbalaskan dengan kebahagiaan yang tak terkira.
Ibunda Gavin, Merry Alexander pun kini tengah menjalani pengobatan. Adik Gavin, Vanny, telah mengetahui semua tentang keluarganya. Vanny memahaminya, walau terasa sulit baginya untuk menerima semua ini.
Perlahan-lahan, Vanny mulai bisa menerima Hendrick sebagai Ayahnya, walau Hendrick sudah tak berdaya dan tak bisa mengenali Vanny. Kondisi Hendrick sudah sangat memprihatinkan, tapi Vanny beruntung, di masa-masa menyakitkan ini, ia masih bisa mengetahui siapa sosok Ayahandanya.
Waktu terus berlalu, kini Gavin dan Ellea telah menjalankan tugasnya sebagai orang tua. Daniel yang cerdas, kerap kali membuat mereka bangga. Semakin ke sini, Gavin semakin yakin dengan cintanya pada Ellea. Ellea pun sebaliknya, ia mulai tak malu-malu lagi untuk mengungkapkan perasaan sayangnya pada Gavin.
Hari ini, mereka tengah berlibur bersama di sebuah pantai yang indah nan cantik. Gavin sengaja mengajak Vanny, dan juga Elsie, adik Ellea, karena Gavin sudah punya rencana untuk liburan kali ini. Gavin tak ingin Daniel mengganggunya.
Daniel akan tidur bersama Baby sitternya. Gavin sudah menyewakan sebuah kamar untuk Daniel dan juga kedua adiknya. Secara gamblangnya, Gavin akan melakukan bulan madu dengan Ellea. Sulit sekali menagih hak nya pada Ellea, karena jika di rumah selalu saja ada alasan bagi Ellea untuk menghindar.
Jinak-Jinak merpati, itulah yang dirasakan Gavin pada Ellea. Ellea sangat sulit untuk didekati. Bahkan, menghadapi Ellea, seakan menghadapi seorang perawan yang takut untuk ditiduri. Padahal, dahulu ia dan Ellea pernah tidur bersama. Kini, kenapa Ellea harus takut?
Siang hari, sudah mereka habiskan untuk bermain bersama di pantai. Kini, waktunya mereka semua untuk beristirahat di kamar hotel masing-masing. Saat memasuki kamar hotelnya, Ellea terkaget-kaget dengan pemandangan yang ada di depan matanya.
Kamar hotelnya begitu mewah, ada lilin di setiap sudut, ada hiasan berbentuk hati di ranjangnya. Seakan mendapat kejutan dari Gavin, hal ini benar-benar membuatnya jatuh hati. Tak Ellea sangka, ternyata Gavin memang telah menyiapkan semua ini.
"Sayang, apa ini?" Ellea melihat ke semua arah di kamar hotelnya, yang telah didekorasi dengan sangat romantis.
Gavin melingkarkan tangannya di pinggang Ellea, "Tonight, will be the second night for you and me. Do you remember about our first night?"
(Malam ini, akan menjadi malam kedua bagi kita. Apakah kamu ingat tentang malam pertama kita?)
"Oh My God," Ellea menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Why? Kenapa wajahmu tegang sekali, sayang? Sampai kapan kau akan menghindar dariku? Bukankah kewajibanmu adalah memberikannya padaku? Bukankah kita memang harus melakukannya? Apa kau tak akan memberikannya? Alasan apalagi yang akan aku dengar kali ini?" Gavin memberikan pertanyaan yang membuat Ellea tak bisa menjawabnya.
"Nothing!" balas Ellea. (Tidak ada)
"So?" Gavin mengangkat kedua alisnya.
"Just do it!" jawab Ellea. (Lakukan saja)
__ADS_1
"Are you seriously?" Gavin mendekati Ellea. (Apakah kamu serius)
"Ya. Aku tak bisa menghindar, tak ada alasan juga untukku mengelak. Tapi, aku takut ..." Ellea menggigit bibir manisnya.
"Don't do it, Baby! Kau membuatmu gemas. Aku jadi ingin menggigit bibirmu juga." Gavin memegang bahu Ellea.
Ellea hanya menunduk malu. Ini memang menjadi yang kedua bagi mereka. Tapi, yang pertama pun Ellea lupa bagaimana rasanya. Sudah bertahun-tahun berlalu. Mana ia ingat rasanya ditiduri oleh Gavin? Pelan-Pelan, Gavin menidurkan Ellea di ranjang. Ia melakukannya dengan sangat lembut dan manis.
Kini, mereka berdua sudah berada di ranjang yang sama. Mereka berdua sama-sama gugup, namun kali ini, Gavin benar-benar akan memberanikan diri untuk melakukan apa yang semestinya mereka lakukan. Sudah lama sekali Gavin menantikan momen indah seperti ini, dan inilah ... waktu yang tepat bagi mereka.
"Apakah aku boleh melakukannya sekarang, Baby?" tanya Gavin serius.
"Hmm?" Ellea sangat gugup, tangannya bergetar.
"Milikmu ..., bolehkah aku mendatanginya lagi?" tanya Gavin seperti anak muda yang tengah di masuk asmara.
Ellea menatap Gavin sangat pekat. Ia benar-benar takut dan tak siap. Walau ia sudah menyetujuinya, namun, dalam suasana dan kondisi seperti ini, tetap saja rasa takut dan gugup masih menghampiri dirinya. Hal ini seakan menjadi yang pertama lagi bagi mereka.
"Aku takut, Gavin ..." ucap Ellea masih saja menggigit bibirnya lagi.
"Apa yang kau takutkan, sayang? We play slowly, Oke?"
"Tenang saja, aku tak akan menyakitimu, aku akan mencobanya perlahan. Tahukah kau sudah berapa lama aku menantikan malam ini? Apa kau akan mengecewakan aku lagi Darling?" Gavin mulai mendekati Ellea, dan menidurkan Ellea perlahan.
"Baby, kumohon, aku takut," Ellea benar-benar takut.
"Calm, I'll do it slowly, baby!" Gavin mencium kening Ellea.
Gavin mulai beraksi secara perlahan. Ia mulai mencium Ellea dengan lembut. Ia selalu teringat akan malam panas mereka beberapa tahun silam. Ia akan melakukannya sama persis seperti yang telah ia lakukan dahulu pada Ellea.
Ciuman Gavin membuat Ellea memejamkan matanya. Hangat, nyaman, dan lembut. Bibir mereka saling bersentuhan kali ini. Gavin terus memainkan bibirnya di bibir manis Ellea. Mereka mulai larut dalam asmara yang sesungguhnya.
Beberapa saat kemudian, Gavin dengan lihai mulai bermain-main menuju leher dan telinga Ellea. Gavin mulai menciumi leher Ellea, membuat sekujur tubuh Ellea bergetar hebat, karena sentuhan Gavin benar-benar membuat dirinya menggeli@t tak nyaman.
Ellea pasrah, ia tak bisa menolak lagi, sebenarnya ia ingin berontak, namun ia tak sanggup, rasa geli dan kenikmatan bercampur menjadi satu. Rasa gugup dan rasa takutnya seketika hilang, karena Ellea pun perlahan-lahan menikmatinya. Walau masih malu-malu, ******* dan lenguhan indah terdengar dari mulut manis Ellea.
"Baby, apa boleh aku memegang ini sekarang? Ada yang bulat, tapi bukan tekad. Bola dunia indahmu, aku sangat merindukannya, Ellea ..., aku ingin membukanya, dan melahapnya. Sepertinya ini akan menjadi obat perangsang yang alami untukmu ..." ucap Gavin sambil perlahan ia memegang gundukan kenyal pada tubuh Ellea.
"Gavin, aku benar-benar takut. Kenapa rasanya jadi gugup begini? Kenapa hal ini seperti baru pertama kali aku melakukannya?" Ellea terus-terusan menggigit bibirnya.
__ADS_1
"Aku tak bisa menghentikannya. Aku sudah mulai menikmatinya, sayang. Anggap saja ini adalah yang pertama lagi bagi kita. Lagipula, kau pasti sudah lupa rasanya, kan? Maka kali ini, izinkan aku, untuk mendapatkan tubuh indahmu ..." Gavin terus menggoda Ellea.
Gavin tak mendengarkan ocehan Ellea. Walau Ellea seakan tak siap, tapi Gavib terus bertindak. Gavin mulai membuka piyama Ellea, dan melihat buah dada Ellea yang besar dan menggiurkan. Benar-Benar segar dan kenyal.
Gavin mulai merabanya, memegangnya perlahan-lahan, hingga membuat perisainya berdiri dan tegang. Gavin mulai mendekatkan mulutnya pada buah indah milik Ellea. Gavin mengh1sapnya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hal itu membuat Ellea kaget, dan memohon pada Gavin untuk menghentikannya, namun Gavin terus memainkan gundukan itu, hingga Ellea bergetar hebat.
"Aaaahhh, mmmhhh, Gavin, cukup ... stop it! hentikan, aku geli, aku tak sanggup." Ellea terus meracau.
Pemanasan yang lumayan bagi Gavin dan Ellea. Setelah puas bermain-main dengan buah dada Ellea, kini Gavin segera membuka bagian inti dari tubuh Ellea. Ellea tersentak kaget. Benar-benar memalukan, dan menakutkan. Gavin mencoba mendekatkan perisainya pada milik Ellea. Hal itu membuat Ellea mengejang hebat, ia takut, benar-benar takut.
Racauan dan ocehan Ellea, tak diindahkan oleh Gavin, saking takut Ellea menolak lagi, Gavin segera mengarahkan perisainya pada bagian sensitif milik Ellea. Sempit, masih terasa sempit. Berkali-kali Gavin mencobanya, begitu sulit sekali. Ternyata, jika melakukannya dengan perlahan, tak akan bisa membobol gawang Ellea.
"Susah, sekali sayang. Milikmu telah kembali seperti virgin." Ucap Gavin sambil mengecup bibir Ellea yang basah.
"Aaasshhhh, sakit Gavin. Aku tak bisa meneruskannya. Jangan diteruskan saja, aku takut ..." Ellea menutup wajahnya, karena ia malu melihat perisai Gavin yang besar bak jagung afrika selatan.
"Maafkan aku, mungkin kali ini aku tak bisa melakukannya dengan slowly, aku akan mencoba memasukannya secara quickly, Ellea. Milikmu terlalu sempit. Hear me, are you Ready? Aku sudah tak tahan ..." Gavin lagi-lagi mengarahkan perisai panjangnya pada bagian inti Ellea yang sudah mulai basah.
Gavin menghentakkan miliknya sekaligus, dengan sedikit paksaan, karena amat sulit menerobos pertahanan milik Ellea. Karena dilakukan secara paksaan, akhirnya Ellea refleks menjerit kesakitan. Gavin telah berhasil menerobos pertahanan istrinya untuk yang kedua kalinya.
"AAAARRRRRGGGGHHHH, Gavin, stop it! Ini sangat menyakitkan. Hentikan!" Ellea meringis menahan sakit dan kenikmatan yang bercampur menjadi satu.
Gavin terus menghentakkan perisainya. Bermain maju mundur dengan penuh kenikmatan. Gavin sudah tak bisa menghentakkan dengan pelan lagi. Beginilah rasanya, kenikmatan surga dunia yang selalu di impi-impikan setiap insan yang telah menikah.
Akhirnya ..., akhirnya Gavin mendapatkannya lagi. Kenikmatan yang sempat tertahan bertahun-tahun lamanya. Akhirnya Gavin mendapatkan Ellea. Malam ini, tak akan ada ampun bagi Ellea. Gavin akan memainkan tubuh Ellea sampai pagi.
TAMAT .....
Selesai sudah malam kedua dan kebahagiaan Gavin Ellea ya... Semoga kalian terhibur dengan cerita ini yang walau lama banget updatenya. Maaf banget, aku gak bisa rutin update kemarin, karena bingung nerusinnya. Jadi, aku buat kisah ini selesai di malam panas mereka ya hehehe
Oh iya, jangan bosan untuk baca karya-karyaku yang lain ya. Ada novel baru yang berjudul SUGAR BABY DUDA TAMPAN, yang baru saja publish hari ini....
Kalian boleh baca karya baruku, dan dukung juga. Klik profilku aja ya, biar ketemu judul itu.
novel itu akan rutin update, karena ikut event Noveltoon. Bantu dukung dan beri semangat yaa, dijamin gak kalah menarik dari cerita-cerita yang lainnya.
Untuk Beberapa pemenang pulsa, aku belum putuskan ya... InsyaAllah nanti tahun baru aku kabari pemenang-pemenangnya. Terima kasih ๐ค๐ค๐ค
__ADS_1