Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 83. Where's?


__ADS_3

Keesokan harinya ....


"Kita sudah menemukan orang yang bersih dalam negara ini. Jika Tuan memang menghendaki semua ini, maka berkas ini akan segera di proses, Tuan." ucap Aaron yang mendatangi Gavin di Rumah sakit.


"Proses saja, aku yakin dengan semua ini." jawab Gavin.


"Kau yakin akan menjebloskan Papa Anda sendiri, Tuan?" tanya Aaron.


Gavin terdiam sejenak. Sebenarnya, dalam lubuk hati terdalam, anak mana yang tega menjebloskan Papanya sendiri kedalam penjara. Tapi, perlakuan Jordan sudah bukan perilaku manusiawi lagi.


Pertama, walau ini adalah kasus balas dendam, tapi sebenarnya dendam Jordan bisa dilakukan dengan cara yang lain, bukan dengan cara seperti ini. Jelas, jika ia melakukan akuisisi perusahaan secara ilegal, maka sudah masuk dalam tindak pidana.


Kedua, Jordan melegalkan pelec3han untuk anaknya sendiri. Tak mungkin ada orang tua yang tega membiarkan anaknya dijamah sebelum waktunya, tapi Jordan seakan membiarkan hal ini terjadi. Masih jadi pertanyaan bagi Gavin, tentang siapa Vanny sebenarnya.


Gavin belum bisa memastikan, karena hasil tes DNA baru akan turun hari ini. Tapi ia akan tetap membuat laporan dan menyerahkannya pada pihal berwajib. Gavin sudah yakin, karena perbuatan Jordan selama ini sudah sangat fatal dan kriminal.


Perihal keluarga Ellea, Gavin sesegera mungkin akan segera menghubungi mereka. Mau tidak mau, Ellea harus siap memberi tahu keluarganya perihal semua ini. Selama ini, Ellea teras berjuang sendiri demi membalas sakit hati keluarganya.


Semua memang berawal dari Hendrick, Ayah Ellea. Gavin akan mencoba mendamaikan mereka semua, tapi tetap hukum harus berjalan sebagaimana mestinya. Mungkin saja, jika kasus ini telah naik ke pengadilan, Hendrick dan Merry akan dimintai keterangan sebagai saksi.


"Tuan, kau sungguh? Dia Papamu, dia adalah orang yang sangat menyayangimu. Tak bisakah kau meminta maaf pada Ellea dan keluarganya? Lalu anggap semua masalah ini selesai?" Aaron mencoba memberikan solusi.


"Maaf saja tak cukup menghilangkan rasa sakit dan kekecewaan keluarga Ellea. Mungkin, hukuman sosial akan berlaku untuk Mama dan Ayahnya Ellea. Tapi, untuk Papa, berlaku hukuman pidana dan perdata sekaligus. Dia telah melakukan beberapa kejahatan dalam dunia bisnis. Bukan hanya keluarga Ellea yang ia hancurkan, tapi banyak. Memang, semua itu karena Papa gelap mata, Papa terlalu kecewa dan akhirnya ia terjun dalam perbuatan keji itu." jelas Gavin.


"Kau yakin, atas nama Gavin Alexander sebagai pelapornya?"


"Aku yakin. Walau bagaimanapun, keadilan harus tetap ditegakkan. Biar Papa merasa bersalah atas semua ini. Aku akan mengusut tuntas semuanya, dan mengganti semua kerugian yang telah disebabkan oleh Papa." tegas Gavin.

__ADS_1


"T-tapi, bagaimana dengan nasib perusahaan kita, Tuan? Louvre group pasti akan hancur. Jika kita melakukan semua itu, habis sudah perusahaan kita yang dibangun oleh Tuan besar dengan susah payah." ucap Aaron..


"Selama aku masih berdiri kuat, sehancur apapun perusahaan Papa, aku akan membangunnya kembali, dengan bersih dan jujur!" tegas Gavin saat menatap Aaron yang terlihat khawatir.


"Anda memang panutan, Tuan."


Selang beberapa menit, Dokter Vann datang. Gavin sengaja menunggu kehadiran sang Dokter, guna melihat hasil test DNA atas Vanny dan Papanya. Ada kecurigaan mendalam tentang semua ini, karena Gavin tak mengetahui rahasia tentang ini.


"Selamat pagi, Tuan. Ini hasil tes DNA yang Anda inginkan." ucapnya.


"Baik, Dokter. Terima kasih banyak atas kerja samanya."


Dokter Vann mengangguk lalu ia berlalu dari hadapan Gavin dan Aaron. Gavin mengajak Aaron untuk duduk di kursi tunggu. Tangan Gavin sedikit gemetar, karena pada dasarnya ia juga takut untuk mengetahui fakta yang terjadi.


Perlahan-lahan, amplop itu dibuka dan siap tak siap, Gavin harus siap, karena semua ini demi masa depan Vanny. Selama kehidupannya, Gavin memang cuek pada Vanny, tapi hal itu bukan berarti Gavin tak menyayangi Vanny. Gavin sangat menyayanginya, namun Gavin memang pribadi yang cuek dan sulit mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.


Saat perlahan-lahan hasil itu dibuka, betapa kagetnya Gavin, hasil tes DNA antara Vanny dan Jordan ternyata tidak cocok. Ini berarti, bisa dipastikan, jika Vanny bukanlah anak Jordan. Lalu, Vanny anak siapa? Gavin mengepal hebat.


"Aaron, l-lihatlah ini! Ini hasil tes DNA antara Vanny dan Papaku. Aku tak menyangka, bahwa dugaanku selama ini benar. Vanny bukan anak Papaku. Pantas, pantas saja ... jika Papa selama ini tak pernah terlihat begitu menyayangi Vanny. Papa sangat cuek padanya. Dia memang jago memendam semuanya selama ini. Tak bisa kubayangkan, betapa hancurnya hati Papaku kala itu. Dia sudah tahu semuanya sejak dulu, Ron. Dan semua ini, pasti terjadi karena perbuatan Mamaku, dan ..., Ayahnya Ellea!"


Deg. Fokus Aaron pun jadi pada Ayahnya Ellea. Aaron juga mempunyai pemikiran yang sama dengan Gavin. Jika kekacauan yang ditimbulkan Jordan, pasti karena rasa sakit hatinya yang mendalam, diselingkuhi dan disakiti oleh Merry dan juga Hendrick.


Belum pernah ada yang tahu tentang kisah ini. Beruntung, Gavin sebagai anak tak pernah langsung menyalahkan Jordan ketika itu. Saat Ellea terus memaksa ingin membuat Jordan hancur, Gavin pun mengumpulkan bukti nyata, Gavin harus bisa benar-benar mencari jalan keluar dari masalah ini.


Berkali-kali Gavin tak dipercaya oleh Ellea. Gavin disangka pria bodoh yang tak mau bertindak. Padahal, semua itu salah. Diam-Diam Gavin berusaha menemukan titik terangnya. Gavin tahu, Papanya itu seperti apa. Tak mungkin jika tak ada sebab akibat, semua hal itu terjadi.


Benar saja, sebabnya adalah, perselingkuhan Merry dan Hendrick, akibatnya adalah ..., Jordan gelap mata, dan membulatkan tekad untuk menghancurkan perusahaan Hendrick sampai ke akar-akarnya. Ellea dan keluarganya lah yang menjadi korban atas semua ini.

__ADS_1


Semua ini sudah digariskan, karena inilah ..., Ellea dan Gavin dipertemukan. Berharap bahwa Gavin bisa seadil-adilnya menuntaskan semua masalah besar ini. Gavin dituntut agar tak berat sebelah, baik pada keluarganya, maupun pada keluarga Ellea.


"Aaron, kita temui Mamaku sekarang! Dia yang bisa menjawab semua ini. Kita harus segera perlihatkan tes DNA ini pada Mama!" tegas Gavin.


"Baik, Tuan. Tapi, kurasa Nyonya dan Tuan kemarin terlibat pertengkaran hebat. Apakah semua ini pasti menyangkut tentang hasil tes DNA ini?"


"Aku masih belum bisa menjawab semua ini. Sepertinya, baru-baru ini Mama tahu, jika sebenarnya Papa telah menyimpan dendam ini sejak lama. Maka, terjadilah pertikaian hebat itu. Kau lihat, kan mata tadi pagi? Matanya sembab dan wajahnya sangat lesu." ucap Gavin.


"Kau benar, Tuan. Semua itu pasti terjadi karena mereka bertengkar hebat."


"Aaron, ngomong-ngomong, di mana Papaku? Kenapa aku tak melihat dia hari ini? Apakah kemarin dia ada di rumah?" Gavin jadi teringat pada Papanya.


"Astaga, kenapa aku melupakan hal ini. Aku tak mengecek kondisi Tuan Jordan. Tapi, tak ada yang dia lakukan, bukan? Nonna Ellea dan Daniel, ada di Rumah sakit kan?" Aaron takut jikalau Jordan melakukan sesuatu pada anak dan istri Gavin.


"Ellea dan Daniel tengah bersama dengan Mama, mereka sedang menemani Vanny. Lantas, Papaku tak datang ke sini? Apa dia mengunjungi kedua sekretarisnya?" tanya Gavin.


"Tuan, silakan Anda temui Nyonya dan istri Anda. Aku akan memastikan keberadaan Tuan saat ini. Aku tak akan ikut Anda, aku akan menghubungi Samuel kali ini. Bagaimana?" Aaron memberi usul.


"Ya, kau cari tahu, apakah dia ada di rumah? Jika iya, pastikan Papaku agar tidak melakukan apapun. Aku melupakannya karena lebih mengutamakan Vanny. Kuharap, dia tak berulah lagi!"


"B-baik, Tuan."


*Bersambung*


Nanti malam aku update lagi ya ... siapa yang udah gak sabar ingin lihat romance-nya Ellea dan Gavin? Aku! Aku juga! Hehe, sabar ya ... ini tengah dalam proses penyelesaian, kok. Bukan bermaksud melama-lamakan, tapi biar kalo dibaca dr awal sampe akhir, feel ceritanya tetap ada. Gak rusuh-rusuh kayak terburu-buru gitu.


Nanti malam aku update lagi, biar semakin cepat selesai masalahnya. doakan jari dan otakku bisa diandalkan ya 😀😁

__ADS_1


makasih semuanya...


Tak lupa juga, bantuan dan dukungannya untuk cerita ini. Dengan like, vote dan komentarnya yaaaa 🥰🥰🥰


__ADS_2