Antara Aku Dan Suamiku

Antara Aku Dan Suamiku
Serangan balik


__ADS_3

Saat aku berjalan masuk ke ruangan kerja Mas Dipta, mendadak suhu ruangan menjadi lebih dingin. Ini hanya perasaanku saja atau memang suhu pendingin ruangan begitu rendah?


Aku meletakkan cangkir kopi di samping laptopnya. Dia tetap tak bergeming. Aku kemudian melangkah mendekatinya dari arah belakang dia duduk.


"Gak capek Mas?" Tanyaku sambil ku pijit pelan- pelan bahu suamiku itu. Tuh.. kurang apa aku ini sebagai istri aku itu udah cantik, pinter, sayang suami di tambah servis puoolll.. jadi tukang urut pun aku rela.


"Hemm.. sedikit sih. Di sini nih Nia, agak pegel." Jawabnya dengan menunjuk ke tengkuknya agar ku pijit. Baiklah paduka.. istrimu ini siap melayanimu.


Baru sebentar aku memijitnya, namun aku sudah melancarkan aksiku. Ku lingkarkan lenganku di lehernya dan meniup perlahan leher belakangnya. Seketika dia langsung tersentak.


"Nia.. apa yg sedang kamu lakukan?" Tanyanya yg akhirnya menoleh ke arahku.


"Aku? Memijatmu." Jawabku tanpa merasa bersalah, dan ku lanjutkan saja dengan menjilat cuping telinganya dari belakang.


Sepertinya dia sudah kehilangan fokusnya. Punggungnya yg tadinya tegak, sekarang di sandarkan di sandaran kursi. Wajahnya bingung dan penuh tanya menatapku. Karena ada sela di depannya aku berjalan dengan tanganku tak lepas darinya menuju pangkuannya.


Aku duduk dengan pose manja di pangkuannya. Ku lihat layar laptopnya masih menyala menampilkan grafik dan angka- angka yg terus bergerak. Dengan melihatnya saja aku sudah pusing duluan.


"Aku sedang bekerja Nia.." suara Mas Dipta sudah mulai rendah dan sedikit menggeram. Itu ku artikan bahwa dia sudah mulai terpancing.


"Aku juga sedang bekerja.." jawabku memiringkan posisiku sehingga aku bisa mengalungkan lenganku ke lehernya.


"Bekerja memberi pelayanan yg terbaik untuk suami." Lanjutku berbisik di dekat telinganya, lagi- lagi ku hembuskan nafas pelan di sana dan di akhiri dengan jilatan sambil sedikit menggigit kembali telinganya.


Oh God.. aku sendiri kaget dengan keahlian tersembunyiku ini. Apakah aku sedang kerasukan setan cabul? Entah kenapa aku melakukannya begitu natural.


Mas Dipta terhenyak dan menatapku dalam. Karena dia hanya diam saja, maka aku meneruskan memprovokasi dirinya melalui *******- ******* kecil di lehernya. Ku dengar nafasnya sudah mulai pendek- pendek.


"Kania stop it...!" Dia malah mendorongku menjauh dengan mencengkeram kedua bahuku. Mukanya sudah merah, entah karena marah atau karena sudah mulai berhasrat.


"Biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu, sebentar saja.." lanjutnya mengatur nafas.


Aku terpaksa turun dari pangkuannya, bukan untuk mundur tapi sedang mengatur strategi. Sudah kadung seperti ini masa' menyerah.


Dia menghela nafas dalam, sebelum fokus kembali ke layar laptop. Aku akan menggunakan jurus terakhirku, kalo ini tak membuatnya berpaling dari pekerjaanya maka fix dia tak tertarik lagi denganku.

__ADS_1


Ku tarik simpul tali kimono yg dari tadi ku pakai, bagian depan langsung terbuka. Ku biarkan kimononya melorot sampai lenganku. Aku menekukkan kakiku hingga menampilakan pahaku.


"Di minum dulu mas, kopinya." aku mengatakan dengan suara sengau yg ku buat- buat. Aku sendiri bahkan jijik mendengarnya.


"Oh iya.." jawab Mas Dipta, tangannya meraih cangkir kopi. Namun pandangan matanya melirik ke arahku. Aku langsung pasang pose seksi bak model majalah dewasa.


Mata Mas Dipta langsung melotot, seperti mau keluar dari tempatnya. Mulutnya melongo, dan detik setelahnya ku lihat jakunnya naik turun menelan ludah.


Tatapannya naik turun dan kembali naik lagi berhenti tepat di bagian tubuhku yg menonjol. Yg di sana tak tertutup sempurna dengan pakaian yg ku kenakan. Bahkan puncaknya tampak menyembul keluar.


Aku berjalan berlenggak- lenggok bak model menjauh darinya menuju pintu keluar. Saat di ambang pintu, aku kembali berbalik ke arahnya. Wajahnya masih sama, melongo dan mengikuti kemana aku pergi.


"Aku akan ke kamar duluan. Ku hitung sampai 3, kalo kamu tak mengikutiku maka pintu kamar akan aku kunci." Kataku dan mulai berjalan mundur masih menatap ke arahnya.


"Satu..." ucapku, dan ku lihat dia gelagapan seperti kesadarannya mulai kembali.


"Dua.."


Dia mulai berdiri, kursi yg dia duduki njeplak begitu saja ke belakang. Laptopnya dia tutup tanpa mematikannya dulu.


Aku sudah sampai kamar hendak menutup pintu kemudian menguncinya. Tak mau tahu, biar dia sekalian pusing deh tuh kepalanya nyut- nyutan.


Namun kemudian pintu di dorong dengan begitu kencangnya hingga aku ikut terhuyung ke belakang. Beruntung aku gak njungkel, gak epic banget kan, sudah pakai baju yg hot begini malah njungkel.


Mas Dipta muncul dengan nafas yg ngos- ngosan seperti habis lari marathon saja. Padahal cuma dari ruangan sebelah yg jaraknya tak lebih dari 1 meter.


Dia mulai berjalan mendekat dengan tatapan yg liar bagai binatang buas mendapatkan mangsa.


"Sudah mulai pintar menggoda, huh?" Katanya mulai menarik pinggangku. Dan itu malah membuatku menciut gaes.. aku seperti mau di makan hidup- hidup.


Menarik dengan kasar kimono yg dari tadi masih nyangkut di lenganku. Dan melemparnya asal. Tangannya mulai merayap dari atas ke bawah di punggungku.


Aku terkesiap saat tangan itu mendarat di bokongku dan meremasnya. Wajahnya mendekat ke arahku dan mengecup sekilas bibirku. Dia menyeringai gitu, duh.. aku kok jadi yg ketar ketir. Sepertinya aku salah strategi deh, kayak lagi bangunin singa kelaparan yg sedang tidur.


Tangannya mulai merayap menelusuri belahan rokku yg sampai paha dan terus ke atas menelusup ke dalam baju semrawang yg tembus pandang.

__ADS_1


Bibirnya mulai meraup bibirku dengan ganas, aku sampai kehabisan nafas di buatnya. Dan saat bibirku hampir kebas, bibirnya mulai merayap ke bawah. Menjilati leherku dan sesekali **********. Yg membuatku semakin menggeliat bagai cacing kepanasan kali ini ketika mulutnya mulai menyedot bagian dadaku kiri kanan dengan pakaian yg masih melekat disana membuat baju yg ku pakai basah oleh salivanya.


Tangannya bahkan sudah mengubek- ubek tubuh bagian bawahku, membuat dengkulku lemas seketika.


"Mau di lanjutkan?" Tanyanya menatapku dengan seriangaian di bibirnya menghentikan aktifitasnya di saat aku berada di puncak.


Jadi berasa aku yg sedang di kerjai sekarang. Kena mental aku gaes... sudah kadung pengen lebih malah tiba- tiba berhenti.


Baiklah, rasakan pembalasanku!


Ku dorong tubuh Mas Dipta ke arah kasur hingga dia jatuh telentang di atas nya. Sebelum dia bergeser, segera ku tindih tubuhnya. Aku langsung menyerang bibirnya, menyedot bagai alat sedot debu. Ku lumati lehernya, mencoba membuat tanda di sana namun sepertinya tak berhasil.


Tak lama- lama di leher, aku menarik baju Mas Dipta ke atas dan ku gigit perlahan benda yg bentuknya mirip kismis di kiri dan kanan. Ku mainkan sesekali lidahku di sana. Ku dengar dia menggeram.


"Ehm... Nia.."


Tak puas membuat dia merasa keenakan di sana, aku menarik pakaian bagian bawahnya. Dan seketika ku lihat sudah ada yg tegak di sana tapi bukan keadilan.


Ku pegang benda yg sudah tegang tersebut, ku mainkan sebentar dengan gerakan naik turun. Dia kembali mendesah dengan mata yg terpejam.


"Ahh.. Kania.."


Dan kali ini ku gesek- gesekkan bendanya itu ke arah intiku yg tentu saja juga sudah basah. Dia menanti apa yg akan ku lakukan selanjutnya, dia sudah di ujung ingin segera masuk. Ku posisikan diri seperti siap memasukkan punyanya ke arahku.


Namun pada kenyataanya aku malah turun dari atas tubuhnya. Membenahi pakaianku yg tadi ku singkap sendiri. Dia menatapku tak percaya, bingung dan setengahnya lagi masih di awang- awang.


"Nia, apa yg terjadi? Ada apa?" Tanyanya.


"Bisakah Mas Dipta mengajakku ke rumah Mama? Aku sungguh penasaran apa yg terjadi di sana." Ucapku mengutarakan maksudku.


Mas Dipta beringsut duduk, dan mengusap wajahnya kasar.


"Oh Nia..." dia menggeram frustasi.


"Harus sekarang? Tak bisakah menunggu besok? Ada yg lebih penting dari itu, sekarang ayo selesaikan apa yg sudah kamu mulai!"

__ADS_1


Dia menarik tanganku, hingga aku sudah berada di bawahnya. Keadaan sudah berbalik sekarang, sepertinya dia akan melancarkan serangan balik yg akan berlangsung sampai pagi.


__ADS_2