
Alexa seorang gadis berumur 20 tahun. Dia yatim piatu. Hanya satu peninggalan dari orang tua kandungnya, yaitu sebuah kalung permata biru. Didalam kalung itu ada sebuah huruf bertuliskan 'Xiao' dengan warna emas.
skip
Alexa sedang mencari-cari mobilnya dibagasi. Sampai ada salah satu pelayannya yg lewat.
"nona, nona sedang mencari apa"tanya pelayan itu menunduk.
"apa kau tau mobilku dimana bi?"tanya Alexa dengan dingin.
"maaf nona bibi ini tidak melihatnya, nona didalam rumah juga barang2 pada kosong"jawab bibi sopan.
"oh, kalau begitu aku pergi dulu sudah terlambat"ucap Alexa pergi.
Alexa menaiki motornya dengan kecepatan tinggi menuju kegedung pernikahan. Sesampainya disana Alexa langsung turun dan masuk.
Bukannya menikmati acara Alexa malah melamunkan apa yg dikatakan bibinya. Alexa bingung dimana dia menaruh 3mobilnya dan apa maksud dari rumahnya kosong.
Alexa berkecamuk dengan pikirannya. Salah satu anggota bulan biru memperhatikan atasannya yang melamun.
"nona, maaf nona apa yang sedang nona fikirkan, kita harus fokus untuk tugas kali ini"tegur salah satu member anggota bulan biru.
"aku hanya berfikir saja"ucap Alexa singkat nan dingin.
Anggota itu hanya diam akan aura yg dikeluarkan.
Alexa masih fokus pada sekitar hingga acara hampir selesai. Alexa tiba2 menajamkan matanya dan mengeluarkan auranya saat melihat salah satu pembunuh sedang bersiap-siap menembakkan anak panah
"putriku jangan skarang, acara belum selesai sepenuhnya, tariklah auramu...lihat pada terduduk lemas"ucap Alex halus sambil menatap putrinya.
"tapi ayah dia sudah ber....
Tanpa menyelesaikan kata-katanya, alexa lari dan menangkap anak panah itu. Beruntung acara sudah selesai. Seketika keadaan jadi ricuh dan tegang. Para anggota bulan biru mulai bereaksi.
Tendangan demi tendangan, pukulan demi pukulan Alexa lakukan dengan sempurna.
dorr
dorr
Dua tembakan dari Alexa mengenai perut dan dada ketua pembunuh itu. Alexa akhirnya bisa bernafas lega, tapi tidak dengan aura dinginnya.
Bahkan para anggota bulan biru sudah terduduk. Alex, Alexander, dan Sania yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng.
"putriku sebaiknya kau tarik a....
dorr dorr
Alex menghentikan bicara dan membelalakkan mata. Alexa terjatuh tersungkur ketanah dan terbatuk.
"Alexa!!!"ucap mereka bertiga kompak.
"putriku, putriku bertahanlah"ucap Alex sambil menepuk-nepuk pipi Alexa.
"Alexa, jangan pergi Alexa"ucap Sania ditengah-tengah tangisnya.
"Adikku, jangan pergi...dasar kau laki-laki bren*sek!" teriak Alexander.
Alexander lalu mengambil pistol dan menembakkannya pada kepala laki-laki itu. Kemudian kembali menatap Alexa.
Para anggota bulan biru hanya menagis dalam diam.
"kakak, kakak ipar, ayah, aku ingin memberi gelang dimensi buatanku, kakak ipar..kau taukan cara menggunakannya"jawab Alexa lemah sambil mengeluarkan 3 gelang giok.
Sania yang disebut kakak ipar sangat terharu dan kemudian mengangguk. Alexa kemudian tersenyum.
"ayah, terimakasih telah merawatku, kakak jaga kakak ipar ya, kakak ipar aku percayakan organisasinya kepadamu, kakak apa posisiku sebagai dokter dirumah sakit akan digantikan?"tanya Alexa dengan tersenyum.
"tidak jika kau bertahan adik"ucap Alexander ditengah-tengah tangisnya.
Alexa membalasnya dengan senyuman.
"kakak ipar...latihlah anggotanya dengan baik ya"ucap Alexa dengan menggegam tangan Sania.
"tidak jika kau masih hidup huhuhu"tangis Sania mulai pecah dan menenggelamkan kepalanya kedada Alexander.
"a..ayah a..aku pamit dulu yah, ja...jaga di..diri kalian ba..baik-baik"bata Alexa lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
"tidak, tidak Alexa bangun, ayah blm siap huhuhu!!"tangis Alex sambil memeluk putrinya.
Semua yang ada diruangan menangis histeris. Sania pingsan digendongan Alexander dan Alex hanya diam. Alex atau ayah angkat Alexa trauma, dia merasa kehilangan.
......... ............
Alexa membuka matanya pelan. Saat matanya benar-benar terbuka, dia berada diruang hampa dan melihat sosok wanita yang sangat cantik bak dewi.
"kau siapa?"tanya Alexa bingung sambil memegang kepalanya.
Wanita itu menghembuskan nafasnya lalu tersenyum kemudian berkata.
"kau akan bertramigasi ketubuh aslimu, perkenalkan aku dewi langit yang selama ini berada diragamu, skarang kau harus mengambil kembali tubuh aslimu"ucap Dewi langit sambil tersenyum.
"lalu apa yang harus aku lakukan?"ucap Alexa dingin.
Bahkan Alexa mengeluarkan auranya karna curiga. Dewi bahkan menggigil dibuatnya tapi mencoba dirahasiakan.
"kau harus membalas keluarga yang sudah menyiksa tubuhmu dan mencari jati dirimu yang asli"ucap Dewi langit santai.
"jati diriku?"ucap Alexa sambil menunjuk dirinya.
"yah, cih jangan basa-basi"ucap Dewi langit mulai kesal.
ctak
Dewi langit menjitak dahi Alexa. Seketika Alexa tertidur dan mendapatkan bayangan tentang perlakuan keluarganya terhadap tubuh ini.
..................
Alexa terbangun dari tidurnya. Tapi anehnya dia terbangun ditempat yang pengap dan lusuh.
"uukkh dimana ini, kenapa pengap sekali"ucap Alexa sambil menutup hidungnya.
"oh iya, aku berada ditubuh asliku yang bernama Moon tapi...knapa aku tak punya marga?, dan aku disiksa bahkan wajahku jelek karena racun, ohh tiiidaaak!!"teriak Alexa atau skarang Moon histeris.
__ADS_1
Moon segera menuju ke cermin yang kumuh dan melihat wajahnya.
"ck, liat saja wajahku, wajahku lebih buruk daripada iblis, hey liat ini dipipiku ada luka seperti terbakar, padahal karna racun, cih"histeris Moon berbicara sendiri.
Moon terdiam sejenak mencoba mengingat-ingat sesuatu.
"oh tidak hari ini aku harus pulang kekediamanku!"teriak Moon lalu pergi beres-beres.
Beberapa lama kemudian, sebuah kereta kuda kecil berhenti dirumah gubuk Moon (tempat pengasingan). Dengan tidak hormat pelayan itu menendang pintu sampai roboh.
bruuk
"hey sampah bisakah cepat sedikit ha!"teriak pelayan itu.
"apa tidak bisa halusan dikit ni orang dah"batin Moon.
Moon tidak menghiraukan semua itu. Dia berjalan menuju kereta kuda. Saat hendak masuk tiba-tiba ada tarikan dari belakang.
"hey sampah kau tidak boleh naik, hanya aku saja"ucap Pelayan itu angkuh.
Moon hanya diam, tapi tatapannya teralih pada pengawal yang menepuk-nepuk sebelah tempat duduknya. Moon tersenyum tipis lalu duduk disebelah kusir pengawal itu.
"terimakasih paman"ucap Moon dingin tapi terdapat kelembutan dimatanya.
"putri tidak perlu memanggil paman, pengawal ini tidak ber....
"karna kau lebih tua dariku"potong Moon.
Pengawal itu tersenyum lalu mengangguk. Dia menjalankan kudannya. Moon memikirkan cara untuk membalas pelayan angkuh yang ada didalam itu. Tiba-tiba Moon menyeringai.
"paman bisa kau bantu aku"ucap Moon dengan menggerak-gerakan alisnya.
"sebisa pengawal ini putri"ucap pengawal sopan.
Moon berbisik ditelinga pengawal itu. Pengawal itu lalu mengangguk setuju. Lalu mereka menghentikan kudanya. Pelayan yang ada didalam heran.
"knapa keretanya berhenti?"heran pelayan itu.
"oh ini rodanya ada yang rusak, aku akan memperbaikinya"jawab pengawal itu.
"cepatlah aku tidak betah"perintah pelayan itu.
Tapi apa yang dilakukan pengawal itu lain. Pengawal itu melepaskan pegangan kudanya, kebetulan kudanya ada dua. Semua pegangannya dilepaskan.
Alexa sudah naik dikuda satunya begitu juga dengan pengawal. Mereka melajukan kudanya dengan cepat meninggalkan tempat itu.
..............
"tadi ada suara langkah kuda tapi knapa kereta ini tak kunjung jalan"ucap pelayan itu sambil mengipas-ngipas tangannya.
Pelayan itu keluar dari kereta kuda. Tapi apa yang dia liat, kudanya tidak ada. Pelayan itu berteriak histetis karna tidak tau jalan pulang.
............
Alexa melambatkan jalan kudanya. Dia menatap pengawal itu dalam-dalam lalu bertanya.
"paman ceritakan semua tentang keluargaku, siapa saja mereka, dan apa yang mereka lakukan, aku sempat lupa karna terbentur dinding disana"dingin Alexa, dia mencoba untuk tidak mengeluarkan auranya.
"putri mempunyai seorang ayah sebagai jendral Lue, permaisuri sudah meninggal saat anda lahir, dan ayah anda memiliki 3 selir. Setiap selir mempunyai satu anak, anda memiliki kakak perempuan dia selalu menyiksa anda, kakak laki-laki yang juga menyiksa anda, dan adik perempuan juga sama"ucap pengawal itu sembari menunduk.
"lalu apa yang ayahku lakukan?"tanya Moon.
"ayah putri selalu membela kakak perempuan anda dan adik anda, meskipun anda tidak salah, malahan putri tak pernah melakukan kesalahan, ayah anda juga pernah......
Pengawal itu menjeda omongannya. Moon masih setia mendengarkan.
"Ayah anda juga pernah ingin membenggal kepala putri"ucap pengawal itu sudah menitikkan air mata.
Moon menoleh dan menatap tajam pengawal itu. Pengawal itu menggigil ketakukan, bahkan hampir terjatuh dari kuda. Itu semua karna aura milik Moon. Pengawal itu menarik nafas lalu berkata.
"jika bukan karna pengawal lain yang menyelamatkan putri, mungkin putri sudah tiada, dan sebagai gantinya pengawal itu yang terbenggal kepalanya"ucap pengawal itu.
"lalu siapa saja yang memperhatikanku, kemana pelayanku, dan knapa aku tidak memiliki marga"ucap Moon dingin.
"menjawab putri, hanya para pelayan dan pengawal yang memperhatikan putri, kalau pelayan putri....putri tak memiliki pelayan, tapi kami berjanji setelah putri kembali kami akan menjaga putri dan merawat putri, dan putri tidak memiliki marga karena ayah anda tidak memperbolehkannya"ucap pengawal itu sedih tapi antusias saat membahas pelayan.
Moon terdiam sejenak. Dia tak menyangka akan sesulit ini.
'sebenarnya mana keluargaku dan mana pelayan'batin Moon.
Selang beberapa lama kemudian mereka sampai didepan gerbang kekaisaran. Mereka disambut oleh dua pengawal.
"selamat datang putri Moon"ucap penjaga gerbang menunduk.
"bangunlah, buka gerbangnya"ucap Moon datar.
Gerbang besar itu segera dibuka. Didalam sudah terdapat para pelayan dan pengawal berbaris untuk menyambut Moon. Tapi keluarganya tidak. Moon tersenyum tipis, dia akan membawa pelayan yang setia untuk menemaninya, pengawal juga.
"Selamat datang putri..."ucap mereka serempak sambil menunduk.
"bangunlah, knapa pelayannya sedikit?"tanya Moon karna hanya melihat 10 pelayan dan 10 pengawal.
"pelayan ini menjawab putri, para pelayan sedang menyiapkan acara untuk nanti malam,
dan kami semua yang akan berada dikediaman putri"ucap salah satu pelayan itu antusias.
"memang ada acara apa hari ini?"tanya Moon lagi.
"menjawab putri, nanti malam akan ada acara ulang tahun putri Lue sin(kakak perempuan), dan kebetulan juga kekaisaran tetangga pada datang"ucap pelayan itu.
"oh, baiklah ayo kita kekediaman"ucap Moon dingin.
Mereka ber21 berjalan kepaviliun milik Moon. Sampainya disana yang pertama kali dilihat adalah tempat kumuh seperti tempat pembuangan sampah.
"kami para pelayan akan membersihkannya putri"ucap salah satu pelayan.
"baiklah, para paman silahkan jaga didepan dulu, aku mau membuat cemilan untuk kita"ucap Moon beranjak pergi.
Para pengawal bingung dipanggil paman. sampai ada salah satu yang menjelaskan itu semua. Ya, pengawal itu adalah yang menjemputnya.
............
Moon pergi kedapur khusus paviliunnya dan mulai membuat cemilan kue. Kebetulan semua bahan ada disana. Selang beberapa lama kemudian para pelayan selesai membersihkan paviliunnya, begitu juga Moon yang selesai membuat kue.
__ADS_1
Moon membawa kue itu ketaman dan duduk disana tanpa tikar, hanya ada rumput yang didudukinya. Moon memanggil para pelayan dan pengawal. Awalnya mereka menolak karna tidak sopan.
Hasutan demi hasutan Moon lontarkan pada mereka, akhirnya mereka menurutinya. Mereka makan, bercanda, tertawa bersama layaknya keluarga.
"bibi, knapa kekaisaran lain juga ikut acara nanti malam"ucap Moon heran.
"menjawab nona, jadi setelah acara ulang tahun putri Lue Sin, 1minggu lagi akan ada ulang tahun Putra mahkota, dan 2minggu lagi akan ada pertandingan"ucap bibi Li yang sendari tadi mewakilkan pembicaraan.
"oh, putra mahkota?"tanya singkat Moon.
"putra mahkota dulu adalah tunangan putri, akan tetapi putra mahkota tak sudi dengan putri karna.....wajah putri, dan memutuskan pertunangannya, maaf pelayan ini lancang putri"ucap pelayan itu bersujud.
"sudahlah berdiri, kalian sudah aku anggap sebagai keluarga"ucap Moon tersenyum tipis.
Semua pelayan dan pengawal terharu dengan ucapan Moon. Mereka semua kembali bercanda dan tertawa hingga sore mendatang.
Mereka semua bubar sementara Moon pergi membersihkan diri. Selesai membersihkan diri dia memakai hanfu yang sederhana.
"mmm bibi apa aku pergi keacara nanti?"tanya Moon sambil menyeruput tehnya.
"menjawab putri, sepertinya putri tidak diperbolehkan datang"ucap bibi Li menunduk.
"bagus, mm ini tempat penyimpanan uangku kah bi?"tanya Moon saat melihat sebuah tempat uang.
"iya putri, apa yang putri akan lakukan?"tanya bibi Li sopan.
"beli bahan-bahan yang ada dikertas ini dan kalau uangnya kurang bisa kau berikan ini"ucap Moon sambil memberikan 1batang emas yang kebetulan dia dapat dari pelayan yang tadi dia jebak. Dan pelayan itu dapat dari bonus.
"baik putri, darimana putri mendapatkan 1batang emas ini?"tanya bibi Li sambil memegang 1batang emas itu.
"kau tidak perlu tau, skarang cepat belikan"tegas Moon. Bibi Li hanya gemetaran lalu pergi begitu saja.
Moon menghembuskan nafasnya pelan. Saat sedang duduk dalam diam, tiba-tiba pintunya ditendang oleh seseorang.
"eh sampah jangan pernah kau datang dipesta ulang tahunku mengerti"teriak putri Lue Sin.
Moon hanya menyeruput tehnya memandang keluar jendela. Lue Sin yang hanya didiamkan segera menjambak rambut Moon. Moon meringis, karna tidak tahan akhirnya dia menendang perut Lue Sin sampai terjatuh.
"jangan pernah menggangguku!"teriak Moon penuh penekanan.
"cih, aku akan datang kesini untuk mempermalukanmu lagi, ingat itu!"teriak Lue Sin kesal lalu beranjak pergi.
Moon menghela nafasnya pelan. Dia sudah tau kalau dia bisa masuk karna dia melontarkan ancaman pada pengawal.
Sore menjelang malam, bibi Li telah sampai dengan membawa bahan-bahannya.
"bibi, letakkan saja diatas kasur"pinta Moon.
"baik putri"kata bibi Li sambil meletakkan tas belanjaannya.
Bibi Li kemudian pergi meninggalkan Moon yang sendiri. Moon mengambil bahan-bahan itu lalu membuat obat penghilang racun.
.....
Selesai membuat obat Moon segera meminumnya. Badan Moon seketika sakit dan memuntahkan darah hitam. Moon kemudian memeriksa kembali tubuhnya dan memeriksa wajahnya. Moon puas akan hasil obatnya.
Moon pergi kecermin dan berkaca. Perubahan yang mengesankan. Muka oval, putih, halus, mata hitam kecoklatan, bulu mata lentik, alis yang tidak terlalu tebal tidak, bahkan wajahnya menyamai dewi, tidak bisa digambarkan.
"cih, ternyata aku cantik juga, kecantikanku bahkan bisa menghancurkan sebuah kekaisaran bahkan benua"gumam Moon tidak jelas.
Moon lalu tersenyum tipis dan segera memakai cadarnya. Moon memakai hanfu putih polos, rambutnya diikat setengah dan setengahnya digerai, diberi tusuk konde bermotif bunga tanpa bedak ataupun polesan apapun.
"sempurna Moon, aku bangga padamu"ucap Moon sambil berkacak pinggang didepan cermin.
tok tok tok
"masuk, bibi"ucap Moon.
Bibi Li masuk sambil membawa nampan makanan. Bibi Li kaget apa yang dilihat didepannya.
"hah ada dewi turun, hidup dewi, hidup dewi"ucap bibi Li kowtow ditanah setelah meletakkan nampan itu.
"hey bibi Li, ini aku putri Moon, bangunlah"ucap Moon yang kaget karna ulah bibinya.
"dewi pasti bercandakan?"tanya bibi Li.
"tidak bibi, ini aku Moon, aku sudah membersihkan racun dalam tubuh"ucap Moon.
Ya memang Moon masih menggunakan cadarnya. Akan tetapi kecantikannya tidak bisa dipungkiri.
"maafkan saya putri, mm putri anda sangat cantik"puji bibi Li dengan mata berbinar.
"hehe mkasih, skarang mana makanannya"tanya Moon tersenyum tipis sambil memegang perutnya yang kecil.
Bibi Li tersenyum lalu membawa nampan yang dia bawa. Moon lalu makan dengan lahap. Suasana sangat hening.
"mm putri, tadi ada berita dari pelayan lain, katanya putri Lue sin jg bertunangan dengan putra mahkota yue"ucap bibi Lin sambil menunduk.
"biarkan"ucap Moon singkat sambil makan.
Bibi Li kaget bahwa Moon tidak mengamuk seperti biasa. Tapi bibi Li juga bahagia karna nonanya tidak sedih.
NOTE:
Didunia ini benua dibagi menjadi 3:
Benua barat, tengah, timur. Benua yang ditinggali Moon adalah benua tengah.
Setiap benua mempunyai 4 kekaisaran dan masing2 kekaisaran terdapat 10 kerajaan kecil.
Didunia ini dibagi menjadi 5 dunia:
Dunia bawah, atas, iblis, dewa-dewi, dan dunia keabadian. Moon tinggal didunia atas, dunia para makhluk hidup.
Setiap dunia terdapat pemimpin atau pemilik dunia tersendiri. Setiap pemilik dunia masing-masing dijuluki sang empu seperti:
Empu bawah, empu atas, empu dewa-dewi, dan empu keabadian
Sang Empu sendiri adalah seorang pemilik dunia masing2
jiah susah jelasinnya.
kalau ada kekurangan boleh kasih saran ya, jujur ini ada karya buatan saya, kalau ada typo maafkan jangan lupa tinggalkan jejak, saran juga
__ADS_1