
Xiao Moon melihat wajah yang tidak asing baginya. Tapi apa dia mengenali dirinya, akan dia buktikan.
“Pangeran Mo Wei?” pria yang di panggil Mo Wei tersentak, begitu juga dengan Ran Jisu.
“Me-mengapa kau memanggilku pangeran di tempat seperti ini?” gugup pria itu, Xiao Moon berpikir sejenak, jika dia mengatakan bahwa dia adalah Xi Mei yang bertemu dengannya waktu diperbatasan, maka rencananya akan sedikit gagal.
“Apa kau mengenalinya?” tanya Ran Jisu pada Xiao Moon dengan wajah terheran-heran.
“Tidak, tadi aku salah mengenalinya” tandas Xiao Moon yang membuat Mo Wei atau Xiao Moon biasa memanggilnya Wei gege merasa tenang. Dia sangat khawatir bahwa jati dirinya sebagai pangeran diketahui oleh Ran Jisu.
“Mengapa kau tadi menepis tanganku?” tanya Xiao Moon dengan dingin yang membuat Mo Wei menelan ludahnya. Dengan sedikit gugup Mo Wei menjawab.
“Kau menyentuh wanitaku, itu tidak boleh” ucap Mo Wei dengan percaya diri, hal itu membuat Ran Jisu memerah karna malu. Xiao Moom hanya bisa tertawa dalam hati, jadi dua sejoli yang ada di depannya saling jatuh cinta.
Karna tadi hanya kesalah pahaman, Ji Hua, Ji San, Ji Sue dan Ji Feng menurunkan kewaspadaan mereka. Lalu mereka berbincang dan tertawa bersama tanpa membongkar identitas masing-masing.
.....
Hari-hari telah berlalu, bulan purnama sudah tiba. Semua orang berkumpul pada titik dimana gerbang dimensi misterius akan dibuka. Xiao Moon yang sudah menantinya berhari-hari menjadi tidak sabar saat hari itu tiba. Ji Hua, Ji San, Ji Sue, Ji Feng dan Ji Han ikut menantikan gerbang dimensi itu. Tujuan Xiao Moon tidak sama seperti tujuan rombongan benua Timur.
Tujuannya masuk ke dimensi itu adalah untuk menjemput jiwa permaisuri empu atas yang saat ini terbaring lemah. Kaisar harus tidak fokus pada prajuritnya yang akan melaksanakan perang. Dan Xiao Moon juga harus berperan dalam perang besar ini.
Setiap kali Xiao Moon berpikir, takdir sedang bermain dengannya. Tapi hal itu membuat semangatnya semakin membara, lebih semangat dari sebelumnya dan mencapai tujuannya.
ctarr ctarrr
Petir menyambar pohon-pohon yang ada di sekitar mereka. Lalu tidak lama petir yang lebih besar diantara yang lainnya menyambar didepan mereka. Petir itu meninggalkan seseorang yang berdiri dengan wajah dingin. Orang itu adalah Dewa petir, entah apa yang membuatnya kemari untuk menyambut langsung para pengunjung.
“Suatu kehormatan bagi kami bisa bertemu dengan Dewa” ucap Putra mahkota Mo sambil membungkuk hormat di ikuti yang lainnya. Begitu juga Xiao Moon, dia tidak ingin di cap buruk oleh orang-orang benua Timur. Terkecuali Yanran, dia masih dengan arogannya berdiri sambil berkacak pinggang. Tapi wajahnya itu berkeringat dingin seperti ketakutan.
“Aku disini untuk menjemput seseorang, bukan kalian” tandas Dewa petir dengan nada sinis yang membuat Putra mahkota Mo ketakutan. Lalu dengan percaya dirinya, Yanran maju tepat berada di depan Dewa petir itu.
__ADS_1
“Aku tau kau menjemputku kan?” ucap Yanran dengan nada sombong. Xiao Moon sangat menyayangkan sifatnya yang sembrono itu, entah apalagi yang akan terjadi terhadapnya selanjutnya nanti.
“Mengapa aku harus menjemputmu?” tanya Dewa petir dengan wajah dingin. Lalu dengan pedenya Yanran melangkah dan berdiri tepat di depan Dewa petir.
“Karna aku adalah Xiao Yanran, aku keluarga Xiao” jawab Yanran yang membuat Dewa petir tersentak.
Dewa petir mengernyitkan dahinya saat mendengar perkataan Yanran. Dengan wajah dingin dia mencengkram dagu Yanran dengan sangat kuat hingga membuat Yanran ketakutan.
“Kau adalah manusia lemah, tidak pantas dibandingkan dengan keluarga Xiao” ucap Dewa petir dengan nada penuh penekanan. Yanran bergetar hebat, wajahnya pucat dan kulitnya mengerut. Darahnya seperti dihisap habis oleh sesuatu, lalu Yanran terjatuh.
Semua orang tersentak melihat penampilan Yanran kali ini. Tubuh kurus tanpa daging dan wajah pucat keriput seperti nenek tua. Yanran sendiri juga kaget melihat penampilannya, dia berteriak histeris.
“T-tidak k-kenapa tubuhku seperti ini!” teriak Yanran, dia lalu menatap Dewa petir dan menyentuh kakinya.
“D-dewa maafkan aku, a-aku salah” ucap Yanran sambil menangis tersedu-sedu. Dia lalu berdiri dan menatap semua orang disana, tatapannya terhenti pada Putra mahkota Mo. Tanpa basa-basi dia mendekatinya dan bergelayut di kakinya.
“Putra mahkota hiks, tolong aku...aku adalah tunanganmu, tolong maafkan aku huhuhu” Yanran terus menatap Putra mahkota dengan wajah pucat keriputnya. Hal itu membuat Putra mahkota Mo jijik dan menendangnya.
“Aku tidak menyangka kau menggunakan status yang palsu untuk menikah denganku, prajurit cepat penggal kepalanya!” teriak Putra mahkota Mo, lalu salah satu prajurit mengambil pedang dan hendak menebasnya.
Tapi Xiao Moon langsung cepat-cepat menghentikannya. Dengan kipas yang dia bawa, Xiao Moon menangkis pedang yang hendak memotong leher Yanran.
“Apa yang kau lakukan, apa kau ingin mati!” teriak prajurit itu, lalu pedang yang seharusnya dia ayunkan ke Yanran malah dia ayunkan ke Xiao Moon. Lalu Ji Hua segera melindungi Xiao Moon dengan kekuatannya.
“Hey hentikan, kalian tidak sopan ya didepan Dewa petir” bentak Putra mahkota Mo. Xiao Moon menghentikan Ji Hua yang mencoba menyerang kembali. Dengan menghembuskan nafas berat, Xiao Moon lalu meminta maaf pada Dewa petir.
“Mohon maafkan kami Dewa” ucap Xiao Moon sambil membungkuk, tapi melihat Ji Hua yang tidak membungkuk membuat Xiao Moon kesal. Lalu dengan tangannya dia menekan kepala Ji Hua, tidak sopan? Hahaha bagi Xiao Moon itu adalah candaan saja. Tapi saat ini mereka sedang menyamar kan.
Dewa petir tidak menjawab, matanya justru terus menatap Xiao Moon yang berkeringat dingin. Lalu Dewa petir menghembuskan nafasnya pelan dan mengangguk.
“Baiklah, kalian silahkan masuk ke dimensi yang hanya dibuka 1 tahun sekali, ingat kalian hanya boleh mengambil apa yang diperlukan” jelas Dewa petir.
__ADS_1
Oh iya hampir lupa, dimensi misterius ini juga ada kegunaan lain. Didalam dimensi itu terdapat banyak tumbuhan herbal langka dan juga banyak tempat yang indah. Dimensi misterius itu juga menjadi surga bagi hewan spirit. Mangkanya di dimensi misterius itu juga dapat mengontrak hewan.
“Baiklah terima kasih Dewa petir atas sambutannya” ucap Putra mahkota Mo yang hanya dibalas tatapan sinis oleh Dewa petir. Dia sangat tidak suka melihat sikap Putra mahkita dari benua Timur ini, meskipun dia sendiri juga kejam.
Lalu petir menyambar tubuh Dewa petir. Seketika dirinya menghilang dan menyisakan orang-orang dari benua Timur. Yanran yang sendari tadi menangis masih sedih meratapi nasib malangnya.
“Prajurit! kirimkan perintah kekaisaran untuk mengeksekusi keluarga Yanran” ucap Putra mahkota Mo, Yanran yang tadinya hanya meringkuk kesakitan kini semakin menangis. Dia memegang kaki Putra mahkota Mo, hal yang sama, putra mahkota Mo menendangnya dengan keras hingga wajahnya bengkak dan hidungnya berdarah.
“Aku mohon jangan Yang mulia, aku minta maaf, kau bisa membunuhku tapi jangan keluargaku huhuhu” ucap Yanran sambil memohon-mohon pada Putra mahkota. Tidak ada yang menolongnya, semua hanya melihat dan menyayangkan sikap Yanran.
Lalu Putra mahkota Mo mengajak semua untuk masuk kedalam gerbang dimensi itu. Setiap melewati Yanran mereka akan menendangnya dengan kaki hingga dia terjungkal. Xiao Moon yang melihat kekejaman ini mengasihaninya.
Xiao Moon mendekatinya dan berjongkok. Dia menyentuh tubuh kurus Yanran, Yanran sendiri tidak mengelak ataupun membalas.
“Kenapa kau tidak menendangku lalu pergi, bukankah kau juga membenciku?” ucap Yanran dengan lemah. Xiao Moon lalu duduk disebelah Yanran, dia menyuruh Ji Hua, Ji San, Ji Sue dan Ji Feng untuk pergi dulu di ikuti oleh Ran Jisu dan kekuarganya.
“Kenapa, apa kau tidak jijik padaku?” tanya Yanran yang membuat Xiao Moon terkekeh. Dia menatap langit yang penuh bintang. Melihat burung malam yang terbang bebas tanpa beban.
“Kau tau aku ini perempuan, dan sesama perempuan itu harus saling mengerti bukan?” ucap Xiao Moon untuk menenangkan hati Yanran. Bukannya tenang Yanran malah kaget, dia menatap Xiao Moon dan tertawa.
“Hahaha ternyata aku sadar, aku sadar bahwa ternyata selama ini sifatku sangat menjijikkan, melihat yang tampan sedikit saja langsung lulus” Yanran mengikuti Xiao Moon menatap langit. Dia merenungi kesalahannya selama ini.
“Hah keluargaku akan dibunuh, setidaknya mereka akan pergi ke dunia keabadian dan mendapat kebebasan” lanjut Yanran mengingat keluarganya yang menjadi korban atas kebohongannya itu.
Yanran memegang tangan halus milik Xiao Moon. Air matanya mengalir dengan deras, dengan tersedu-sedu dia menatap Xiao Moon.
“A-aku mohon, beri kebebasan untukku, aku tau kau bukan orang biasa jadi aku mohon berikan aku kebebasan meski itu harus menjadi roh gentayangan sekalipun” tangis Yanran mulai pecah, dia terus memohon-mohon pada Xiao Moon.
Karna tidak tega, akhirnya Xiao Moon mengangguk. Dia menggerakkan jarinya lalu keluarlah cahaya dari tangannya. Cahaya itu mengelilingi tubuh Yanran, lalu tidak lama tubuhnya menjadi butiran-butiran cahaya.
Sebelum benar-benar menghilang, yanran meneteskan air mata yang mengenai tangan Xiao Moon. Air mata itu menyerap ke dalam dan hilang tanpa bekas.
__ADS_1
“Baik-baik disana”