
Xiao Moon berjalan dengan raut wajah dingin. Semua orang memperhatikan Xiao Moon aneh. Pasalnya kini dia berdandan seperti seorang gelandangan. Tapi Xiao Moon hanya cuek, dia hanya ingin kembali keistananya.
...........
Sesampainya disana, dia disambut hangat meskipun yang menyambut itu khawatir.
"Queen, apa yang terjadi denganmu?"khawatir ketua Li.
"siapkan aku air saja"jawab Xiao Moon singkat.
"baik Queen"ucap ketua Li lalu pergi.
Xiao Moon menunggu dengan sabar. Dia juga memikirkan ingin menjelajah diseluruh dunia ini.
........
Ditempat lain, putra mahkota Ming sedang menghadap pada kaisar. Mereka saling menatap satu sama lain.
"ayah aku meminta kalung yang kau ambil dari Moon"ucap putra mahkota Ming.
"ayah tidak membawanya, saat ini kalung itu diambil oleh kaisar empu atas untuk diamankan"jawab kaisar Ming.
Putra mahkota Ming mendengus kesal. Dia harus menemukan cara lain agar mendapatkan kalung itu.
"jangan bahas masalah itu, kita akan bahas tentang menguasai kekaisaran empu atas, dengan itu kita akan jadi penguasa dunia atas"ucap kaisar Ming.
"baiklah kita sudah merencanakan ini dari dulu dengan kekaisaran Mo dari benua timur dan kekaisaran Bo dari benua barat"lanjut putra mahkota Ming.
"yah, ketiga kekaisaran besar dari benua yang berbeda-beda akan menghancurkan sang penguasa dunia atas hhahahahh"tawa seram kaisar Ming saat membayangkan kekaisaran empu atas hancur.
Putra mahkota Ming juga tersenyum sinis. Mereka pada intinya akan berkhianat dan menjadi pemberontak.
"bagaimana jika dengan bantuan Moon, dia sudah mendapatkan pedang surgawi dan tadi aku melihat dia membawa busur legenda"jelas putra mahkota Ming.
"benarkah, dengan itu kita pasti menang, kau harus mencuri hatinya kembali"tegas kaisar Ming.
"hanya dengan kalung itu ayah"balas putra mahkota Ming kesal.
"akan aku usahakan untuk mendapatkannya kembali"balas kaisar Ming.
Kedua ayah dan anak itu tertawa senang. Mereka sudah membayangkan masa depan mereka yang cerah secerah matahari.
...........
"Queen air sudah siap"ucap ketua Li.
"baiklah, oh iya kita akan adakan pertemuan diaula utama, panggil ketiga ketua itu"ucap Moon lalu beranjak pergi.
Ketua Li mengangguk, begitu juga dengan Xiao Moon yang pergi kepemandian. Disana dia melepas bajunya dan berendam.
Setelah selesai berendam, Xiao Moon memakai hanfu kuningnya serta rambut yang dihias sederhana. Wajahnya tidak dipoles apapun, alami.
Xiao Moon segera pergi menuju aula, dimana disana akan diadakan pertemuan.
...........
Sesampainya diaula, Xiao Moon melihat jika mereka sedang bercanda.
"ekhem"deheman Xiao Moon sukses membuat mereka diam. Mereka tau persis bagaimana suara dari Queen mereka.
Xiao Moon tidak ambil lama, dia langsung duduk melingkar. Dia menatap mereka serius, yang ditatap hanya berkeringat dingin.
"aku ingin kalian menjaga dengan baik istana dan organisasi ini, aku akan pergi menjelajah sebentar"ucap Xiao Moon mengawali pembicaraan.
"lalu bagaimana Queen memantau kami?"tanya ketua Ying.
"aku akan memantau kalian dari jauh"balas Xiao Moon singkat.
"apa Queen ingin memberikan tugas pada kami?"tanya ketua San.
"yah, kalian cari para pelayan dan prajurit yang siap mengisi istana ini, aku juga mendapat plakat ini"ucap Xiao Moon menunjukkan sebuah plakat emas.
"plakat apa itu Queen?"tanya ketua Li.
"plakat ini menunjukkan bahwa aku sudah mendapatkan 1000 prajurit dari kaisar empu atas"ucap Xiao Moon.
"wah Queen hebat"senang ketua Jin.
"kalian latih prajurit itu atas perintahku, juga kembangkan bisnis kita sesuai dengan yang aku ajarkan"jelas Xiao Moon.
Mereka semua mengangguk mengerti.
"ketua San, aku percayakan pemberian simbol padamu, kau bisa memberikan tapi tidak bisa menghilangkan simbol kesetiaan, aku harap kau tidak mengecewakanku"lanjut Xiao Moon.
"baik Queen Alexa"jawab ketua San.
Mereka semua lalu bubar dan melanjutkan pekerjaan masing-masing. Begitu juga dengan Xiao Moon yang mempersiapkan dirinya untuk pergi besok harinya.
__ADS_1
........
Dimensi Xiao Moon
Kini Xiao Moon bercanda dan tertawa bersama keempat binatang kontraknya itu.
"nona terimakasih, berkat nona aku dipertemukan kembali dengan anakku"ucap Ji Sue(beruang perak).
"yah itu bukan apa-apa, kita pikirkan keesokan harinya saja"balas Xiao Moon.
"aku tidak sabar ingin menjelajah, nona biarkan aku keluar"mohon Ji San.
"helleh kau nanti jadi sorotan orang banyak"ucap Xiao Moon.
"tapi nona, aku bosan disini"rengek Ji San.
"baiklah, bagaimana dengan kalian Ji Hua, Ji Sue, dan Ji Han?"tanya Moon.
"aku ikut"jawab Ji Hua.
"aku dan anakku disini saja"balas Ji Sue.
Xiao Moon mengangguk laku keluar dari dimensinya. Kini dia bersiap-siap untuk menjelajah jauh disana. Dia juga berpikir untuk berpamitan dengan kaisar empu atas.
...........
Keesokan paginya
Xiao Moon dengan riangnya beranjak dari tidur dan segera membersihkan diri. Selesai membersihkan diri, Xiao Moon segera memakai hanfunya.
........
gerbang utama istana
Semua organisasi bulan biru disana berkumpul. Begitu juga dengan para ketua kelompok.
"kalian baik-baik ya, aku akan merindukan kalian, ingat kalian aku pantau dari jauh"ucap Xiao Moon.
"selamat tinggal Queen Alexa!"ucap mereka tersenyum.
Lalu Xiao Moon tersenyum manis. Senyuman itu membuat orang yang melihatnya terpana akan kecantikan meskipun tertutup topeng.
"ingat pesanku kalian para ketua!"teriak Xiao Moon lalu menghilang. Semua anggota menagis entah kenapa. Mereka segera membubarkan diri untuk keperkejaan masing-masing.
.............
Xiao Moon kini muncul didepan gerbang kekaisaran empu atas. Kekaisaran ini sangat dijaga dengan ketat, mungkin tidak ada celah.
"bisa perkenalkan diri nona?"tanya penjaga gerbang itu sopan.
"aku putri Moon dari kekaisaran Ming, dan ini(mengeluarkan giok)"ucap Xiao Moon.
Penjaga gerbang itu menatap kaget dan gelagapan. Dia segera menyuruh Xiao Moon untuk masuk.
"mari nona saya antar"ajak penjaga gerbang itu.
Xiao Moon mengangguk mengerti lalu mengikuti penjaga gerbang itu. Disana dipampangkan pemandangan yang menyejukkan mata dan hati. Bagaimana tidak, disetiap jalan tepatnya dipinggiran jalan terdapat berbagai bunga yang langka.
"indah"lirih Xiao Moon.
Tapi lamunannya itu buyar saat penjaga gerbang memanggilnya.
"nona, apa anda baik-baik saja?"tanya penjaga gerbang itu.
"iya"jawab Xiao Moon singkat.
"baiklah nona bisa masuk dulu, didalam sedang diakan rapat"ucap penjaga itu lalu mempersilahkan Xiao Moon masuk.
Ketika pintu aula dibuka, terlihatlah para pejabat sedang mengadakan pertemuan. Begitu juga kaisar empu atas dan putra mahkota Yi Sun, mereka juga ada disana.
Xiao Moon tersenyum lalu berjalan mendekat kerah kaisar empu atas. Sesampainya didepan, Xiao Moon memberi hormat dengan bertekuk lutut. Bagaimanapun juga kaisar empu ataslah telah berjasa padanya.
"maaf mengganggu waktu ayahanda, tapi apakah aku boleh berbicara dengan ayah?"tanya Xiao Moon pada kaisar empu atas.
"tentu saja putriku, mari kita bicarakan ini dikediamanku"ajak kaisar empu atas.
Sementara putra mahkota Yi Sun heran. Sejak kapan ayahnya jadi seperti ini, bahkan menganggap Xiao Moon sebagai putrinya.
............
Kediaman kaisar empu atas
Kini Xiao Moon beserta kaisar empu atas sedang berbincang-bincang.
"ayah aku ingin pamit untuk berpetualang"ucap Xiao Moon.
"hemm, ternyata putriku sudah dewasa"ucap kaisar empu atas sambil mengelus kepala Xiao Moon.
__ADS_1
Xiao Moon tersenyum senang lalu mengangguk pelan. Tapi kesenangannya itu pergi saat melihat prajurit membawa gulungan.
"maafkan hamba kaisar, saya datang kesini dengan membawa pesan dari kekaisaran Mo"tunduk prajurit itu menyerahkan sebuah gulungan.
"kau boleh pergi"ucap kaiar empu atas.
Prajurit itu hormat lalu pergi. Kaisar empu atas membuka gulungan itu dan membacanya. Xiao Moon heran dengan isi suratnya.
"ayah apa isi suratnya?"tanya Xiao Moon.
"hanya undangan ulang tahun kaisar Mo 2 bulan lagi"jawab kaisar empu atas.
Xiao Moon lantas merebut gulungan itu dan membacanya. Tapi anehnya, Xiao Moon samar-samar melihat tulisan kecil dipojokan kertas itu. Lalu Xiao Moon mencondongkan gulungan itu kearah matahari.
Yang benar saja, dipojokan kertas terdapat tulisan bertuliskan 'salam perang dari kekaisaran Mo'. Tulisan itu hanya bisa dilihat bila diarahkan kearah cahaya. Wajah Xiao Moon pun menjadi dingin.
"ayah, siapa saja yang mengirimkan pesan kepadamu?"tanya Xiao Moon dingin.
"akhir-akhir ini 3 kekaisaran terbesar dibenua yang berbeda sering mengirimku pesan"jelas kaisar empu atas.
"maksud ayah kekaisaran Mo(dari benua timur), kekaisaran Ming(benua tengah), dan kekaisaran Bo(benua barat)?"ucap Xiao Moon.
"iya"jawab singkat kaisar empu atas.
"serahkan semua surat dari kekaisaran itu"dingin Xiao Moon.
Kaisar empu atas mengangguk lalu pergi mengambil gulungan itu. Kaisar empu atas kembali dengan banyak gulungan ditangannya. Itu membuat wajah Xiao Moon menggelap dan bertambah dingin sampai-sampai mengeluarkan auranya.
"apa kau baik-baik saja putriku?"tanya kaisar empu atas.
"iya, berikan gulungan itu, ayah duduk disini saja ya"ucap Xiao Moon lalu mengambil alih beberapa gulungan itu.
Xiao Moon berlari dengan membawa gulungan banyak ditangannya. Dia sekarang hendak mencari putra mahkota Yi Sun.
"dimana putra mahkota Yi Sun?"tanya Xiao Moon pada prajurit didepan aula utama.
"putra mahkota empu atas sedang ada didalam dengan para pejabat"jawab prajurit itu.
Xiao Moon lantas menendang pintu aula itu. Semua orang yang ada didalamnya kaget saat melihat seorang gadis membawa tumpukan gulungan ditangannya. Xiao Moon cuek saja, dia menghmpiri putra mahkota Yi Sun dan menaruh gulungan itu dimeja.
"apa yang kau lakukan?"tanya dingin putra mahkota Yi Sun.
"sstt, baca ini!"perintah Xiao Moon.
Putra mahkota Yi Sun lantas membaca semua gulungan itu. Setelah membaca putra mahkota Yi Sun menatap tajam Xiao Moon karna surat itu tidak ada yang penting.
"kau mempermainkanku"ucap putra mahkota penuh penekanan.
"hilih bodoh"ucap Xiao Moon lalu mengambil salah satu surat disana.
Disodorkannya gulungan itu disalah satu obor disana. Dilihatnya tulisan yang sama tapi beda kekaisaran. Putra mahkota Yi Sun pun terkejut.
"i.....ini"ucap putra mahkota Yi Sun.
"sepertinya 3 kekaisaran itu berkhianat"ucap Xiao Moon dengan seringaiannya.
"hmm, mau bermain-main dengan seorang penguasa dunia atas ini"gumam putra mahkota Yi Sun.
"dimohon untuk para pejabat bubar terlebih dahulu, pertemuan dilanjutkan besok"ucap Xiao Moon percaya diri.
Putra mahkota Yi Sun menatap heran Xiao Moon. Para pejabat juga sudah bubar sesuai perintah.
"huh semua surat ada tulisan seperti ini"ucap Xiao Moon.
"ketika ayah mendapatkan surat sebaiknya kau yang mengambil alih surat itu"lanjut Xiao Moon.
Putra mahkota Yi Sun mengangguk mengerti. Dia menatap Xiao Moon yang fokus pada surat-surat itu. Tanpa disadari putra mahkota Yi Sun tersenyum saat melihat wajah Xiao Moon.
"iya aku tau aku cantik, tapi jangan memperhatikanku berlebihan seperti itu"ucap Xiao Moon datar.
"ekhem, lalu apalagi yang harus kita lakukan?"tanya putra mahkota Yi Sun.
"bagaimana jika aku menjadi mata-mata dikekaisaran Mo, sepertinya kekaisaran itu adalah tuan rumahnya, dan kau melatih beberapa prajurit menjadi kuat, juga suruh para pejabat untuk bersiap-siap"jelas Xiao Moon.
"ide bagus, tapi jika kau ketahuan bagaimana? "khawatir putra mahkota Yi Sun.
Xiao Moon menatap putra mahkota Yi Sun heran. Barusan dia mengkhawatirkannya, keberuntungan yang indah.
"aku ini dari kekaisaran Ming, mereka pikir aku ini utusannya kan"jawab Xiao Moon.
"hmm, lalu apa kita harus membicarakan ini pada ayahanda?"tanya putra mahkota Yi Sun.
"iya, aku juga berharap kau menjaga ayah dengan baik"jawab Xiao Moon.
Putra mahkota Yi Sun mengangguk. Dia melihat Xiao Moon yang juga menatapnya, lalu mereka tersenyum.
Disinilah petualangan Xiao Moon yang sebenarnya. Kali ini Xiao Moon akan memulai aksinya yang sebenarnya. Dan disini juga cerita Xiao Moon dimulai, dimana dia memulai semua hal baru.
__ADS_1
Bersambung......
Hallo baik kan?, disini saya author berterima kasih atas suport kalian sebagai teman, terima kasih yang like and komen, jangan lupa sarannya yah ☺☺