Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Pengabdian


__ADS_3

Dengan spontan orang itu memegang tangan Xiao Moon dan mengelusnya. Perlakuan itu membuat jijik Xiao Moon segingga dia menepis tangan orang itu dengan kipas.


“Aduh, tuan mengapa kau seperti ini padaku, mengapa kau menyukai Ran Jisu yang pangkatnya rendah, kau tau kan aku ini dari keluarga Xiao, aku akan meninggikan derajatmu suatu hari nanti!” teriak orang itu sedih, orang itu adalah Yanran. Dia menutupi wajahnya sambil menangis.


“Kau ingin tau alasannya? alasannya karna dia tulus....tidak sepertinya yang begitu sombong dan terobsesi” tandas Xiao Moon dengan wajah yang dingin dan tatapan tajam menusuk Yanran. Dia hanya bisa bergetar ketakutan, lalu dengan percaya diri Yanran menggandeng tanganmu.


“Tuan aku akan menikah denganmu, aku akan membatalkan pernikahanku dengan putra mahkota Mo setelah perang, dengan begitu kita bisa menguasai dunia atas” ucap Yanran dengan air mata buayanya itu. Tanpa dia sadari terdapat putra mahkota dibelakang yang menatap kejadian itu.


Putra mahkota Mo lantas menampar Yanran yang menggandeng tangan Xiao Moon. Dengan wajah penuh amarah, dia menunjuk Yanran.


“Kau! jangan harap kau dapat menguasai dunia atas bersamanya!” teriak putra mahkota Mo. Xiao Moon hanya diam dan menyaksikan apa yang akan terjadi berikutnya.


“Maka aku tidak akan segan untuk mengambil kursi kaisar empu atas karna aku adalah Xiao Yanran!” Yanran berdiri dari duduknya lalu menampar balik putra mahkota Mo. Lalu mereka berdua sama-sama akan menyerang menggunakan kekuatan mereka.


“Ck, kalian bicara seolah-olah dapat mengalahkan kekaisaran empu atas” ucap Xiao Moon menyindir kedua orang bodoh yang ada didepannya. Mereka berdua terdiam mendengar perkataan Xiao Moon.


Yanran melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. Lalu tersisalah Xiao Moon dan putra mahkota Mo. Dia terus saja menatap sinis kearah Xiao Moon seolah-olah sedang mengejeknya. Lalu dia pergi begitu saja tanpa pamit.


Perkelahian mereka tidak mengundang perhatian, karna para bangsawan yang berpesta di luar sedang berada di tenda. Sekarang Xiao Moon hanya sendiri, tapi tidak lama kemudian datanglah Ji San.


“Nona, Ran Jisu ingin bertemu dengamu” ucap Ji San pada Xiao Moon yang memijat keningnya. Lalu Xiao Moon mengikuti Ji San dari belakang untuk pergi ke tenda tempat Ran Jisu berada. Sesampainya disana, terdapat banyak orang, tidak banyak hanya ada Ji Hua, Ji Sue, Ji Feng, Ran Jisu, ayah Ran Jisu dan kakeknya.


Mereka seperti sedang mengobrol sesuatu. Saat Xiao Moon masuk perhatian mereka langsung menuju padanya. Jendral Ran yang awalnya duduk langsung membungkuk memberi hormat.


“Jendral Ran dari kekaisaran Mo sebelah Timur memberi hormat pada putri dari kekaisaran empu atas” hormat Jendral Ran yang membuat Xiao Moon kaget. Dia lantas membangunkan Jendral Ran.

__ADS_1


“Eyyy tidak perlu memberi hormat, aku hanya putri angkat saja” ucap Xiao Moon yang sudah mengerti keadaan. Dia menatap Ran Jisu dengan tatapan kesal, tapi yang ditatap pura-pura tidak melihat.


Tiba-tiba saja kakek Ran Jisu datang lalu memegang tangan Xiao Moon. Dengan mata yang sayu itu dia menatap wajah Xiao Moon lekat. Lalu air mata yang sendari tadi ditahan lolos dari matanya yang sipit itu.


“Aku tidak menyangka bahwa aku akan bertemu dengan putri sepertimu, ternyata kebenaran masih berpihak pada kami” ucap kakek Ran Jisu dengan lega, semua beban dipundaknya seakan hilang begitu saja.


Xiao Moon hanya tersenyum dan mencoba menghibur kakek Ran Jisu, orang yang sudah tua tapi harus menanggung tanggung jawab yang berat bagi orang yang seumurannya. Ran Jisu yang hanya menyaksikan segera memeluk kakeknya dari belakang.


“Kakek...Ran Jisu berjanji akan menjadi hebat seperti kakek dan ayah, sehingga Ran Ran lah yang menjadi tulang punggung keluarga” ucap Ran Jisu pada ayah dan kakeknya. Tunggu sebentar, apa mereka melupakan tujuan mereka memanggil Xiao Moon? Tapi adegan keluarga ini sangat disayangkan jika harus dihentikan.


“Kalian ini, Yang mulia putri masih disini, itu tidak sopan!” marah Jendral Ran yang membuat Ran Jisu melepas pelukannya pada kakeknya. Lalu Jendral Ran memberikan tempat duduk pada Xiao Moon agar sedikit merasa nyaman. Tidak lama teh datang dan diserahkan pada Xiao Moon.


“Yang mulia putri, apa kekaisaran empu atas sudah mendengar pemberontakan ini?” tanya Jendral Ran pada Xiao Moon.


“Tenang saja Jendral Ran, kami sudah menyiapkan semuanya dari awal” ucap Xiao Moon tersenyum lalu menyeruput tehnya. Nampak Jendral Ran bernafas lega sambil mengelus dada. Lalu dia menatap kembali Xiao Moon.


“Jendral Ran jangan terlalu kaku santai saja, untuk masalah pertemuan ayah kaisar, Jendral Ran bisa pergi ke pesta ulang tahun kaisar Mo” jelas Xiao Moon pada Jendral Ran yang membuat wajahnya tercerahkan.


“Putri apa tindakan kami tidak salah, kami mengabdikan diri pada kekaisaran Mo, apa kami disebut sebagai pengkhianatan?” tanya kakek Ran Jisu, Xiao Moon sempat kaget karna penasehat kekaisaran seperti dia bisa bingung karna hal ini.


“Eyy kakek penasehat tidak perlu khawatir, kakek kan mengabdikan diri pada kekaisaran Mo, bukan pada kaisarnya kan, maka apa yang dilakukan kakek penasehat adalah untuk kebaikan kekaisaran Mo” jelas Xiao Moon lagi, kakek Ran Jisu mengelus jenggotnya sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


Karna sudah lama berada di tenda Jendral Ran, Xiao Moon harus pergi agar tidak menimbulkan kecurigaan. Xiao Moon berpamitan pada Jendral Ran dan kakek Ran Jisu. Sementara itu, Ran Jisu sendiri ingin mengajak Xiao Moon ke suatu tempat.


Karna Ran Jisu sudah tidak segan pada Xiao Moon, jadi dia membawa Xiao Moon dengan menariknya. Hal itu membuat Jendral Ran dan kakek Ran Jisu kaget serta malu. Ji Hua, Ji San dan yang lainnya seperti biasa, mereka mengikuti Xiao Moon dari belakang.

__ADS_1


Sampailah mereka di tempat yang dituju Ran Jisu. Tempat itu ramai, banyak yang minum, bermain judi, ataupun menari dan bertaruh. Sempat heran karna Ran Jisu membawanya ke tempat ini.


“Emm tempat apa ini Ran Jisu?” tanya Xiao Moon pada orang yang hanya terdiam seperti sedang mencari seseorang. Karna tidak ada jawaban, alhasil Xiao Moon menyenggolnya dengan sikutnya.


“Aduhhh jangan begitu, ini adalah pesta untuk warga yang ikut rombongan, aku sedang mencari seseorang dan ingin mengenalkannya padamu” ucap Ran Jisu dengan wajah yang senang. Sementara Xiao Moon hanya menatap Ran Jisu dengan wajah bertanya-tanya.


“Aihh apa kau tau, orang yang akan ku kenalkan padamu adalah orang yang kusuka, dia sangat tampan tapi dia sering ditindas, aku sangat kasihan padanya” jelas Ran Jisu dengan wajah yang tiba-tiba sedih. Xiao Moon menepuk-nepuk pundak Ran Jisu untuk menenangkannya.


Lalu seseorang tiba-tiba datang dan menepis tangan Xiao Moon. Hal itu membuat Ji Hua menarik Xiao Moon kebelakangnya. Sementara Ji San dan Ji Sue sudah siap dengan pukulan. Untuk Ji Feng, dia mengeluarkan pedangnya hendak memotong tangan orang itu.


“E-e-ehhh h-hentikan kalian ini” panik Ran Jisu yang melihat semua orang bersikap waspada pada orang kenalan Ran Jisu. Xiao Moon mencoba menenangkan Ji Hua, karna merasa keadaan sudah sedikit aman, Ji Hua melepaskan Xiao Moon.


'Dia menepis tenganku! aku tidak akan melepaskannya' batin Xiao Moon dengan amarah yang membara. Dia melangkahkan kakinya untuk melihat wajah orang itu.


“Kamu?!”


***


Vote


like


komen


follow

__ADS_1


setia terus meski author gak ada niat buat novel :V BTW mksh udah baca :3


__ADS_2