
Di dalam perjalanan, Xiao Moon masih tetap menggendong Ji Han yang kini sedang menikmati pemandangan dengan naik kuda. Dia terlihat sangat senang saat dirinya kini bisa melihat dunia yang sesungguhnya, dunia yang sangat luas. Tapi mengesampingkan hal itu bukankah Xiao Moon belum mengganti bajunya yang sudah kotor.
“Nona apa nona tidak ingin mengganti penampilan nona?”tanya Ji Hua yang sedang naik kuda. Xiao Moon tersentak lalu melihat penampilannya. Dia sedikit berpikir lalu dia menggelengkan kepalanya.
“Nanti saja saat kita sudah sampai di gerbang dimensi itu”jawab Xiao Moon, Ji Hua lalu mengangguk dan memperlambat kudanya agar berada dibelakang Xiao Moon.
Gerbang dimensi itulah yang akan menyambungkan Xiao Moon ke alam dimana jiwa permaisuri empu atas berada disana. Akan tetapi jika sampai di hutan Surgawi yang merupakan tempat gerbang dimensi itu berada, mereka harus menunggu beberapa waktu lagi agar gerbang itu terbuka.
Dan gerbang dimensi itu akan terbuka saat bulan purnama 3 hari lagi. Tapi bukankah Xiao Moon harus kembali ke benua Timur untuk kembali bekerja kepada si putra mahkota kekaisaran Mo bukan. Tidak masalah, Xiao Moon sudah mengumpulkan banyak informasi, jadi dia tidak akan kembali.
“Nona kau akan dianggap sebagai pengkhianat jika tidak datang kepada putra mahkota Mo, nanti kau akan dicari di seluruh benua kan?”ucap Ji Hua yang merasa khawatir pada Xiao Moon. Yang di khawatirkan hanya terkekeh geli saat mendengar perkataan konyol Ji Hua.
Xiao Moon menaik turunkan telapak tangannya sebagai tanda tidak apa-apa. Ji Hua akhirnya mengerti dan kembali fokus pada perjalanan. Sekian lama berkuda, akhirnya mereka sampai di hutan di mana Xiao Moon berada di titik dimana gerbang dimensi itu akan muncul.
Mereka mengikat kuda mereka ke pohon-pohon disana. Xiao Moon turun dari kuda dengan meloncat dengan Ji Han yang ada digendongannya. Ji Sue lalu menggelar karpet yang sudah dipersiapkan dan membangun tenda disana. Tidak lupa dia juga menyediakan makanan yang tadi dikeranjang. Xiao Moon berpikir ini seperti piknik saja.
“Nona biar aku yang menggendong Ji Han”ucap Ji Sue lalu menggendong Ji Han yang sedang terlelap. Xiao Moon dengan santainya meregangkan otot-ototnya yang kaku karna seharian tidak bergerak dengan benar. Dia jadi teringat jika dia belum mandi dan mengganti baju, jadi Xiao Moon memutuskan untuk mencari sungai.
“Ji Hua aku pergi dulu untuk mandi”ucap Xiao Moon yang diangguki oleh Ji Hua. Lalu dengan riangnya Xiao Moon berlari kecil dan mengikuti suara aliran sungai yang tadi dia dengar. Saat sampai di sumber suara, dia melihat banyak wanita yang mencuci baju dan juga mengobrol. Ada juga yang mandi bersama dengan tawa.
“Aihh jadi banyak yang menunggu gerbang itu terbuka ya”ucap Xiao Moon lalu mendekati sungai itu. Ketika semua wanita mendengar langkah kaki, mereka langsung menatap sumber suara.
Xiao Moon yang ditatap secara bersamaan merasa canggung, “Ada apa kalian menatapku?”tanya Xiao Moon, semua wanita langsung tersentak dan tertawa bersama-sama. Salah satu wanita yang sedang mandi naik ke permukaan. Tentu saja dia tidak telanjang, dia memakai kain yang membalut tubuhnya. Wanita itu dengan senang menghampiri Xiao Moon yang masih terdiam.
“Wanita cantik sepertinya berpenampilan seperti ini? mari mandi bersama”ajak wanita itu sambil menarik tangan Xiao Moon. Karna Xiao Moon sedikit memberontak jadi terpaksa para wanita itu mendorong Xiao Moon perlahan ke sungai.
byuurrrr
Seketika Xiao Moon basah kuyup karna para wanita yang jahil itu. Xiao Moon tersenyum dia tidak bisa jika dingin terhadap mereka, maka hari ini dia akan sedikit bersenang-senang. Tapi kesenangan itu menjadi pudar karna dia merasakan sesuatu.
__ADS_1
“Apa kalian tidak takut kalau ada yang mengintip?”tanya Xiao Moon pada mereka semua. Salah satu wanita yang mendengar itu langsung mendekat dan tertawa kecil.
“Ya sebenarnya kami sedikit ragu, tapi wanita yang disebelah sana, itu yang sedang dikerumuni banyak wanita, di sanalah seorang wanita sombong yang sok kuat bilang jika tidak ada yang mengintip”jelas wanita itu sambil berbisik. Wanita yang tadi menjelaskan adalah wanita yang mengajak Xiao Moon masuk sungai. Wanita itu sangai baik dan ramah terhadap Xiao Moon.
“Ah apa kita bisa melihatnya?”tanya Xiao Moon sambil menunjuk kerumunan itu. Wanita itu mengangguk, tapi sebelum pergi wanita itu menjabat tangan Xiao Moon terlebih dahulu.
“Namaku Ran Jisu, siapa namamu?”tanya wanita itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ran Jisu. Xiao Moon membalasnya dengan tersenyum lalu mempererat jabatan Ran Jisu.
“Namaku Xi Mei”ucap Xiao Moon, tidak mungkin jika dia mengatakan bawa dia Xiao Moon, karna orang yang bermarga Xiao adalah orang penting, sangat penting dari keluarga kaisar. Apalagi Xiao murni yang merupakan penguasa dunia keabadian.
“Mari kita mendekat, tapi kau jangan pernah menghina dia karna dia berasal dari keluarga Xiao”bisik Ran Jisu, hal itu membuat Xiao Moon menaikkan sebelah alisnya. Jadi apakah benar dia keluarga Xiao atau hanya jadi-jadian. Semua itu akan terjawab setelah dia melihatnya.
Mereka berjalan mendekat kearah kerumunan itu. Di tengah-tengah kerumunan terdapat wanita yang membelakangi Xiao Moon. Xiao Moon tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya. Bahkan dia harus terdorong karna desakan dari orang-orang sekitarnya.
Dorongan itu membuat Xiao Moon terjatuh di air yang tidak dalam. Ran Jisu dengan segera menarik tangan Xiao Moon.
“Xi Mei kamu tidak apa-apa?”tanya Ran Jisu yang terlihat khawatir. Xiao Moon menggeleng dengan wajah yang menggelap. Dia lalu menerobos kerumunan itu seperti mereka yang mendorong dirinya. Seketika semua orang terjatuh ke air seperti dia jatuh ke air. Dengan begitu Xiao Moon dapat melihat wanita itu.
“Siapa yang mengataiku Xiao jadi-jadian?! ”tanya wanita itu sambil berteriak dengan marah. Ran Jisu berlari menghampiri Xiao Moon berharap dia tidak dalam masalah sebesar ini.
“Xi Mei bagaimana ini, wanita itu marah”Ran Jisu menarik-narik kerah Xiao Moon agar berlari bersamanya. Tapi hal itu terlambat, wanita itu dengan kekuatannya menahan pergerakan Xiao Moon dan Ran Jisu. Terlihat dengan jelas oleh Xiao Moon bahwa dia masih di ranah bawah. Berbeda jauh dengan Xiao Moon tapi dia sesombong itu.
Mungkin bagi para kaum seperti mereka itu sudah bisa dibilang jenius. Tapi apa kabar jika mereka tau bahwa Xiao Moon berada di ranah abadi.
(buat yang lupa tingkatannya :v)
Semua orang mencemoh Ran Jisu dan Xiao Moon karna mereka akan dipermalukan. Mereka berpikir Xiao Moon tidak akan hidup karna membuat masalah dengan wanita itu. Tapi hal itu hanya sepele untuk Xiao Moon. Karna merasa kasihan dengan Ran Jisu, Xiao Moon mengibaskan tangannya untuk memutuskan kekuatan yang menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
Ran Jisu terbatuk karna kekuatannya tidak bisa menghentikan Xiao Moon dan Ran Jisu yang kini semakin manjauh. Sementara Xiao Moon hanya acuh dan melangkahkan kakinya pergi. Tapi lagi-lagi wanita arogan itu meluncurkan sebuah bola air dengan Qi yang besar.
Xiao Moon berbalik lalu menangkap serangan air dan melemparkannya ke arah pohon-pohon. Seketika lima orang pria yang tadinya mengintip terjatuh kebawah. Semua wanita yang tadi mandi disana kaget dan langsung menutup tubuh mereka dengan kain.
“A-apa mereka sudah mengintip kita dari tadi...”
“Tapi kata nona Xiao tidak ada yang mengintip kok”
“Ah jangan-jangan dia benar-benar Xiao jadi-jadian, jika bukan karna nona baik itu tubuh kita sudah ternodai karna ditatap pria bej*t itu”
“Iya nona itu sangat baik, bahkan lebih cantik dari nona Xiao jadi-jadian itu”
Itulah ucap dari para wanita yang mandi disana. Xiao Moon hanya menyeringai menatap wanita yang mengaku sebagai Xiao itu, “Hey kalian! namaku adalah Xiao Yanran, aku dari keluarga Xiao!”ucap wanita yang mengaku Xiao itu yang tidak lain namanya adalah Yanran.
“Dan kau wanita jal*ng! aku akan mengadu pada ayahku, malam ini pergilah ketempat perkemahanku karna kami akan mengadakan pesta, disitulah aku akan mempermalukanmu!”lanjut Yanran dengan marah.
Sementara lima pria yang mengintip segera berlari sebelum nasibnya buruk. Tapi Yanran tidak membiarkan itu, dia menyuruh pengawal bayangan wanitanya untuk menyeret kelima pria itu. Bagaimanapun juga mereka sudah melihat tubuhnya saat sempat telanjang tadi.
Lalu Yanran pergi meninggalkan sungai itu bersama pengawalnya. Xiao Moon menghembuskan nafasnya sediki lega. Beberapa wanita melanjutkan mandi beberapa juga menghampiri Xiao Moon.
“Terima kasih nona telah menyelamatkan kami, pergilah ke pesta nona Yanran kami akan melindungimu, jangan takut”ucap salah satu wanita. Xiao Moon tersenyum tipis lalu menatap Ran Jisu yang mengangguk-anggukkan kepalanya. Xiao Moon menyetujui ajakan itu karna dia ingin melihat bagaimana Yanran akan mempermalukannya.
Xiao Moon lalu meninggalkan sungai dengan penampilan yang masih berantakan. Ran Jisu sudah menawarkan pakaian untuknya tapi Xiao Moon sendiri yang menolak.
“Xi Mei kau tau, kami itu sebenarnya datang sebagai rombongan, dan Yanran adalah bangsawan paling kaya didalam rombongan kami”ucap Ran Jisu ditengah perjalanan.
“Kalau begitu kalian datang darimana?”tanya Xiao Moon pada Ran Jisu. Ran Jisu nampak berpikir sejenak, dia lalu kembali merangkul lengan Xiao Moon dan bergelayut manja disana layaknya anak kecil.
“Kami datang dari benua barat, dari kekaisaran Bo, kekaisaran terbesar di benua Barat”ucap Ran Jisu, seketika Xiao Moon terhenti. Ran Jisu merasa heran, ada apa dengan Xiao Moon. Mungkin dia berhenti karna mendengar nama kekaisaran Bo, kekaisaran yang juga akan bersekongkol untuk memberontak pada penguasa dunia atas.
__ADS_1
***
Segini dulu ya ntar lanjut, tapi gak janji :V