Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Berhasil


__ADS_3

Xiao Moon gadis yang pemberani dan pintar. Tapi sifat itu akan kalah jika berhadapan dengan Ibunya. Maka dia harus berpikir berkali-kali lipat dari biasanya.


“Ayolah Moon'er katanya kau itu sangat kuat dan cerdik jangan diam saja hahaha”tawa kejam dari Xiao Feng.


Kali ini sifat Xiao Feng sangat bertentangan dari yang tadi. Tawanya membuat nyali Xiao Moon ciut dan pikirannya berkecamuk. Bagaimana jika dia kalah, apa dia akan mati?


'Aku tidak boleh mati'batin Xiao Moon dengan tekad yang kuat.


Xiao Feng melancarkan jurus pisau angin yang kecepatannya melebihi kecepatan Xiao Moon. Xiao Moon segera bergegas menghindar tapi pisau angin itu tetap menggores tangannya. Lukanya cukup dalam tapi luka itu tidak menimbulkan darah.


Xiao Moon masih tetap fokus kedepan dan belum menyerang. Dia harus mempunyai rencana yang benar-benar matang. Tidak lama Xiao Feng kembali menyerangnya dengan jurus pisau angin, tapi kali ini jumlah pisau itu sangat banyak.


Xiao Moon berhasil menghindari beberapa pisau angin, tapi beberapa pisau angin juga melukai tubuhnya. Dia merasakan sakit yang luar biasa, jika seperti ini jiwanya akan terkoyak.


'Ayolah otak berpikirlah, apa aku perlu mengeluarkanmu agar bisa berpikir'batin Xiao Moon.


Xiao Feng nampak menunggu pergerakan Xiao Moon. Xiao Moon yang mempunyai kesempatan menyerang pun segera mengeluarkan jurusnya. Dia mengeluarkan jurus penembak air dan api. Meskipun ini adalah jurus dasar tapi sangat berbahaya.


Alhasil jurus itu tidak mengenai Xiao Feng karna Xiao Moon tidak benar-benar fokus saat menembak. Jika seperti ini terus Xiao Moon akan kehabisan Qi nya. Tidak ingin lama-lama Xiao Moon mengeluarkan semua jurusnya dan tetap fokus.


Suara ledakan terus-menerus terdengar dan pertarungan sengit diantara kedua wanita itu tetap berlanjut. Keadaan Ibu dan anak itu sama-sama mengkhawatirkan. Banyak luka yang dihasilkan dari pertarungan itu.


“hah hah hah, Ibunda Fang aku tidak bisa melawanmu lagi”ucap Xiao Moon sambil mengatur nafasnya.


“Moon'er kau terlah berhasil melukaiku, jangan pernah menyerah karna aku tau kau belum mengerahkan semua kekuatanmu”ucap Xiao Fang yang masih tenang.


Xiao Moon mencoba berpikir keras, dengan apa dia akan melawan Ibunya. Tapi tidak lama Xiao Moon menyeringai dan mengatur nafasnya. Keluarlah cahaya dikedua tangan Xiao Moon, cahaya itu berubah menjadi sebuah pedang.


Ya, pedang itu adalah pedang Abadi yang berada ditangan kanan Xiao Moon dan pedang surgawi yang berada ditangan kiri Xiao Moon. Tidak lupa Xiao Moon juga mengeluarkan mata Tance qi miliknya untuk melawan Xiao Fang.

__ADS_1


NOTE: Mata Tance qi adalah mata yang sangat langka.



Xiao Feng sangat terkejut melihat mata langka yang bernama Tance qi ini. Dia tidak menyangka Xiao Moon putrinya akan melampui batas. Apalagi ditambah dengan kedua pedang itu.


Karna Xiao Feng sedang terkejut ini adalah kesempatan Xiao Moon untuk menyerang. Xiao Moon berlari sangat cepat dan menebas jaringan Qi yang dibuat oleh Xiao Feng. Jaringan Qi itulah yang membuat Xiao Moon tidak bisa melawan Xiao Feng. Tapi dengan bantuan mata Tance qi, Xiao Moon dapat melewatinya.


Xiao Feng yang tadinya melamun segera mengambil kesadarannya kembali dan menatap terkejut kepada Xiao Moon yang sudah berjarak beberapa centi darinya. Tebasan pedangpun tidak terhindarkan, Xiao Moon berhasil menebas kepala Xiao Feng.


Senyuman bangga pun terukir dibibir Xiao Moon itu. Dia berhasil mengalahkan ibunya meski itu hanya tubuh palsunya. Ya, Xiao Moon sudah mengetahui jika yang dia serang adalah tubuh palsu Xiao Feng, sementara yang asli entah dimana.


Tubuh palsu Xiao Feng semakin lama semakin memudar dan menghilang tanpa meninggalkan jejak. Akhirnya Xiao Moon bisa menyeka keringat yang membasahi dahinya. Apalagi sekarang dia sudah kehabisan Qi.


“Bagus-bagus putriku, kau sudah bisa melawanku, tapi ingat tadi aku hanya ceroboh karna melamun saja”ucap suara yang entah berasal darimana.


“Ternyata ruangan ini bisa hujan”ucap Xiao Moon dengan terkekeh. Tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan sangat berat. Secara perlahan juga Xiao Moon menutup matanya dan jatuh pingsan.


.....


Xiao Moon terbangun dengan tubuh yang penuh perban. Perban itu meninggalkan bekas darah yang sangat banyak. Ji Hua, Ji San dan Jendral Iblis yang mengetahui Xiao Moon sudah bangun segera memberikan air putih.


“Nona sudah sadar, apa yang terjadi nona?”tanya Ji San.


“Tadi aku hanya melawan Bunda Feng, tapi aku heran kenapa tubuhku dibalut perban?”tanya Xiao Moon.


“Ketika jiwa nona tersayat atau terluka maka tubuh nona juga akan terluka”jelas Ji Hua.


Xiao Moon mengangguk pelan lalu turun dari ranjang. Dia tetap ngotot untuk turun meskipun sudah dihalangi ketiga orang itu. Setelah ini dia berencana untuk menjemput jiwa permaisuri empu atas sepeti yang dijanjikan Xiao Feng tadi.

__ADS_1


“Ji Hua, Ji San dan Jendral Iblis kita akan berangkat untuk mengambil jiwa permaisuri empu atas”ucap Xiao Moon sambil memeriksa barang-barang.


Mereka bertiga membungkuk hormat dan segera pergi keluar kamar. Mereka juga tahu bahwa Xiao Moon juga ingin bersiap. Apalagi kali ini akan menjelajahi dimensi.


Tidak lama kemudian Xiao Moon keluar dengan baju Jendral dari dunianya dulu. Berwarna putih dan terdapat kain menjuntai berwarna merah dibagian pundak sampai betis.


Pedang biasa yang terikat dipinggang, tidak lupa sepatu putih yang menambah kesan indah. Rambut yang di ikat kuda tanpa topi. Hari ini Xiao Moon tidak akan memakai topeng sama sekali. Tidak lupa dia merubah matanya kembali menjadi coklat.


Dipintu luar sudah terdapat Ji Hua, Ji San dan Jendral Iblis yang menunggu. Seperti biasa, mereka akan selalu terpukau dengan penampilan Xiao Moon.


“Dimana para ketua?”tanya Xiao Moon datar.


“Sesuai perintah nona, para ketua sudah melaksanakan tugas mereka masing-masing”jawab Ji Hua.


Xiao Moon mengangguk lalu memimpin jalan untuk menuju ketempat tujuan. Sebelumnya saat Xiao Moon berhasil mengalahkan Ibunya, dia mendapatkan gulungan biru. Gulungan itu adalah petunjuk jalan dan kunci untuk masuk ke dimensi lain. Mereka berangkat menggunakan kuda masing-masing dan Xiao Moon membawa Zen kali ini.


Xiao Moon membuka gulungan itu yang menggambarkan peta bahwa mereka harus melewati hutan terlebih dahulu. Hutan yang akan dilewati bukanlah hutan neraka, akan tetapi hutan surgawi yang disana banyak binatang surgawi.


Tidak banyak juga orang yang masuk kesana, karna disana terdapat perisai yang sangat kuat untuk dilewati. Tapi jika bisa masuk terkadang mereka tidak akan keluar. Yang pasti tujuan mereka untuk mengontrak beast spirit yang kuat.


“Nona, hutan Surgawi itu tidak akan menerima nona dengan begitu saja”ucap Ji Hua.


“Ya aku tau, aku akan berusaha”jawab Xiao Moon.


Mereka kembali berjalan untuk menuju kehutan Surgawi. Ditengah perjalanan Xiao Moon dan ketiga pria yang menemani Xiao Moon menjadi sorotan masyarakat. Karna tampang dan pakaian mereka yang terbuat dari bahan yang mahal.


Apalagi penampilan Xiao Moon yang benar-benar seperti pendekar wanita. Wajahnya yang putih serta tirus dan bulu matanya yang lentik dan banyak. Tatapan matanya yang tajam mampu membuat semua orang ketakutan.


Kuda Zen yang ditunggangi Xiao Moon nampak gagah perkasa saat Xiao Moon menungganginya. Semua orang menduga mereka ber empat adalah Dewa dan Dewi yang diutus dari surga.

__ADS_1


__ADS_2