Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Apa nona akan baik-baik saja?


__ADS_3

Fi Yuzu menggertakkan giginya saat melihat Xiao Moon dilindungi oleh banyak orang. Dia juga semakin kesal saat melihat para panitia yang berusaha menghentikannya.


“Kalian jangan mengangguku”Fi Yuzu menatap tajam kearah panitia yang sekarang berada dibelakangnya.


Fi Yuzu mengangkat tangannya lalu keluar cahaya beserta asap berwarna hitam. Cahaya hitam itu mengurung para panitia yang berusaha menghentikan aksi Fi Yuzu. Begitu juga para penonton, sebagian dari mereka berlari sebagian juga ikut terkurung di lingkaran hitam.


“Kau menggunakan ilmu hitam?!”tanya Xiao Moon dengan tatapan dingin. Dia dari awal sudah merasakan aura hitam yang mengelilingi Fi Yuzu.


“Ternyata kau wanita yang cerdas, memangnya kenapa jika aku menggunakan ilmu hitam”Fi Yuzu menatap Xiao Moon dengan tatapan sinis.


Xiao Moon menggertakkan giginya lalu mengangkat tangannya perlahan. Saat tangan Xiao Moon diatas wajahnya menjadi gelap dan menatap tajam Fi Yuzu.


“Tangkap dan bawa ke istana neraka”ucap Xiao Moon menunjuk Fi Yuzu dengan nada yang penuh penekanan.


Setengah pasukan serba hitam itu dengan kompak meloncat dan berputar di udara. Lalu mereka mendarat dan mengepung balik bawahan Fi Yuzu.


“Cih, kalian benar-benar sampah, bunuh sekarang!”Fi Yuzu berteriak dengan sangat keras.


Bawahan Fi Yuzu menyerang pasukan yang melindungi Xiao Moon, tapi dengan mudahnya pasukan Xiao Moon mengalahkan mereka hanya dengan sekali tinjuan. Satu persatu bawahan Fi Yuzu mulai gugur, Fi Yuzu menggertakkan giginya marah melihat bahwa dia diambang kehancuran.


Lalu tidak lama dia berusaha kabur dengan berbalik, tapi siapa sangka dia juga dikepung oleh pasukan Xiao Moon. Akhirnya Fi Yuzu ditangkap oleh salah satu pasukan Xiao Moon.


“Bahkan kalian tidak memberi kami kesempatan untuk melawan”protes Jendral Iblis.


“Setidaknya tenaga kita tidak terbuang hanya untuk pe*acur kecil ini”tandas Ji Hua. Xiao Moon sengan santainya mendekat dan mencangkup dagu Fi Yuzu.


“Kau telah menantang orang yang salah”Xiao Moon lalu melepaskan cangkupan tangannya dengan kasar. Dia menatap dari kejauhan yang terlihat Fi Juang berdiri dengan kaku.


Fi Juang kaget saat melihat banyak orang yang terkapar ditanah banyak juga yang sedang berdiri memakai baju serba hitam. Dia lalu mengalihkan pandangannya pada adiknya yang sekarang sedang ditangkap.


“Kalian telah berani menyentuh adikku, lepaskan dia!”teriak Fi Juang lalu melemparkan sebuah bola cahaya kearah pasukan Xiao Moon yang memegang Fi Yuzu.


Tapi bola cahaya itu terhenti ditengah jalan, pasti ada yang menghentikannya. Seseorang tiba-tiba muncul dari belakang Fi Juang dan mencekiknya. Orang itu adalah Ji San yang ingin bermain sebentar, dia sudah lama tidak melakukan hal ini.


“Huaahhh sudah lama aku bersikap bodoh, mungkin hari ini aku harus mengeluarkan sisi lain dari diriku”ucap Ji San dengan menyeringai.


Dia mengangkat tubuh Fi Juang dengan satu tangan. Fi Juang nampak kaget saat dirinya melayang dengan cara dicekik dari belakang. Dia meronta-ronta untuk dilepaskan.

__ADS_1


“Ji Sun lepaskan dia, dia tidak bersalah”ucap Xiao Moon. Ji Sun sengan segera melepaskan cekikannya dan menjatuhkan Fi Juang dengan sengaja.


“Kau lolos, lain kali aku tidak akan mengampunimu”ucap Ji San lalu pergi meninggalkan Fi Juang yang terduduk lemas karna kehabisan nafas.


Xiao Moon menatap Fi Juang dengan tatapan dingin. Bisa-bisanya dia yang sebagai kakaknya memperbolehkan adiknya sendiri untuk belajar ilmu hitam.


“Kau juga harus bertanggung jawab untuk ini”Xiao Moon menatap Fi Juang lalu beralih pada Fi Yuzu.


Keadaan Fi Yuzu sudah sangat tidak terkendali karna ilmu hitam itu. Diwajahnya terdapat akar berwarna hitam yang setiap saat akan melahap Fi Yuzu. Tapi Xiao Moon tidak akan membiarkan hal itu terjadi, jari telunjuk dan jari tengah milik Xiao Moon menyentuh kening Fi Yuzu secara bersamann.


Dia berusaha mengeluarkan ilmu hitam yang berada di dalam tubuh Fi Yuzu. Saat berusaha mengeluarkannya, Fi Yuzu meronta-ronta layaknya iblis saat ilmu hitam itu berusaha dikeluarkan. Hal itu membuat orang yang memegang Fi Yuzu agak kesusahan.


“Nona, apa nona perlu bantuan?”tanya Ji Hua khawatir. Karna bagaimanapun juga Ji Hua harus menghindarkan Xiao Moon dari ilmu hitam, jika tidak maka akan berakibat fatal.


“Kau sebaiknya bawa para penduduk untuk berlindung”ucap Xiao Moon yang masih tetap fokus menyerap ilmu hitam.


“Ini akan berbahaya, Ratu Xi....eh maksud hamba Ibu nona menyuruh saya untuk....”ucapan Ji Hua harus terpotong saat tangan kiri Xiao Moon terangkat.


“Pergilah aku baik-baik saja”ucap Xiao Moon dengan nada penuh penekanan. Ji Hua menunduk lalu mengangguk setuju. Dia percaya begitu saja bahwa nonanya akan baik-baik saja.


“Kau benar-benar ingin membunuh orang yang tidak bersalah”gumam Xiao Moon pada Fi Yuzu. Fi Yuzu membalasnya dengan tawa iblis miliknya. Dia menatap tajam Xiao Moon, matanya berangsur-angsur berwarn hitam.


“Memangnya kau siapa yang berani-beraninya menyentuhku, lepaskan tanganmu dari kepalaku!”teriak Fi Yuzu marah karna ilmu hitamnya akan hilang.


Tapi Fi Yuzu tidak kehilangan akal, dia akan mengerahkan seluruh kekuatannya. Tiba-tiba dari tubuh Fi Yuzu keluar kekuatan aneh yang sewaktu-waktu bisa meledak. Itu membuat Xiao Moon, Ji Hua, Ji San, Jendral Iblis dan pasukan serba hitam itu melotot tidak percaya.


“Menyingkirrr!”teriak Xiao Moon sekeras-kerasnya. Lalu orang yang memegang Fi Yuzu segera berlari, begitu juga semua orang kecuali Xiao Moon.


Duaaarrrrrrrr


Suara ledakan yang meninggalkan efek samping yaitu gelombang ledakan. Tapi karna perlindungan dari Ji Hua, Ji San dan Jendral Iblis, gelombang ledakan itu tidak terlalu besar.


“Queen!”teriak salah satu pasukan yang tadi memegang Fi Yuzu. Teriakannya membuat semua orang mencari keberadaannya.


Mata mereka tertuju pada asap yang masih berkumpul dimana disana tempat titik peledakan itu. Saat asap itu perlahan memudar terlihat perisai biru transparan setengah gelembung yang berukuran sedang.


“No....Nona”gumam Ji Hua lalu berlari menuju kearah perisai itu. Saat melihat apa yang ada didalam seketika kaki Ji Hua lemas. Terdapat dua gadis yang satunya cantik dengan pakaian yang berantakan sedang terkapar ditanah.

__ADS_1


Tanpa sadar Ji Hua menitikkan air matanya meskipun itu sesaat. Dia memegang kepalanya frustasi karna melihat gadis itu. Tiba-tiba kakinya lemas dan dia terduduk dengan meratapi kubangan besar itu.


“Seharusnya aku memberitau ini dari dulu, ini mungkin tidak akan terjadi”lirih Ji Hua, dia saat ini benar-benar merasa bersalah.


“Aku...aku benar-benar bodoh”lanjut Ji Hua. Semua orang menjadi heran apa yang terjadi pada Ji Hua. Karna mereka tidak ingin mati keheranan, akhirnya mereka mendekati perisai itu dan melihat apa yang terjadi di kubangan itu.


Hal yang sama, mereka semua terduduk lemas dan melihat apa yang terjadi. Ji San dan Jendral Iblis mendekati Ji Hua dan juga melihat apa yang berada di kubangan besar itu.


“Apa no....nona bercanda?”tanya Ji San pada dirinya sendiri. Begitu juga Jendral Iblis dia memukul-mukul perisai itu berharap itu akan runtuh.


“Seharusnya aku mengatakan ini dari awal bahwa keluarga Xiao harus menjauhi ilmu hitam”lirih Ji Hua yang masih frustasi.


Perkatannya membuat Ji San dan Jendral Iblis menoleh kearahnya, “Mengapa kau tidak bilang dari awal?!”teriak Ji San pada Ji Hua. Dia tidak berpikir bahwa Ji Hua juga akan seceroboh ini.


“A...aku aku sunguh ceroboh”tanpa sadar air mata Ji Hua jatuh lagi. Dia tidak menyangka di masa depan akan terjadi hal seperti ini.


“Aku yakin nona akan baik-baik saja, ilmu hitam itu tidak terlalu kuat, kita harus membuka perisai ini”ucap Jendral Iblis sambil mengerahkan semua kekuatannya.


Perkataan Jendral Iblis diangguki oleh Ji San. Tapi sebelum itu Ji San menoleh pada Ji Hua. Tidak ada reaksi apapun, Ji Hua terus saja menangis dan terus menangis.


“Ji Hua kita harus menghancurkan perisai ini”ucap Ji San sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ji Hua.


“Sekuat-kuat apapun keluarga Xiao mereka akan bisa kalah jika ditandingi dengan ilmu hitam”jawab Ji Hua dengan lesu. Perkataannya tidak akan didengar pasukan serba hitam karna dia berbicara pelan.


“Apa kau bercanda! kau tidak seperti Ji Hua yang aku kenal! kau lebih seperti anj*ng yang kehilangan majikannya! aku tau nona tidak akan menyerah! maka dari itu kau juga harus bijak Ji Hua!”teriak Ji San marah, dia tidak menyangka Ji Hua akan serapuh ini.


Teriakan itu membuat para pasukan serba hitam kembali bersemangat dan juga ingin menghancurkan perisai biru transparan itu. Hal itu membuat Ji Hua kembali teringat akan sesuatu, dia harus percaya mereka jika ingin dipercaya juga.


Dengan kaki yang lemas Ji Hua berdiri lalu menyerang perisai itu dengan seluruh kekuatannya. Sungguh perisai yang Xiao Moon buat sangat kuat sehingga ingin menghancurkannya pun hanya menjadi harapan.


“Salah satu dari kalian kembali dan melapor pada ketua”ucap Ji Hua, lalu salah satu dari pasukan serba hitam pergi dengan menggunakan teleport.


Xiao Moon memang kuat, tapi dia tidak tau jika akan kalah dengan ilmu hitam. Mengapa Ji Hua tidak mengatakan itu dari awal? apa mungkin Ji Hua lupa apa menyepelekan hal itu. Tapi yang pasti Xiao Moon tidak akan pernah menyerah.


***


Vote Author ya kalau poinnya nganggur 😉

__ADS_1


__ADS_2