Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
kepedihan


__ADS_3

Moon menatap para putri itu jijik. Bagaimana tidak, mereka memperlihatkan belahan dadanya. Karna saking jijiknya Moon hendak membanting meja, tapi dihentikan karna keningnya bercahaya, lalu terdengar telepati.


"*Queen..apakah ketua Li ikut bersamamu"telepati paman San.


"iya paman, ada apa?"telepati Moon.


"kami membutuhkan ketua Li untuk mencari informasi, karna hanya dia yang dapat melakukan tugas ini"jawab paman San dalam telepati.


"baiklah"jawab Moon*.


Kemudian Moon menatap bibi Li yang sedang memakan cemilan kue. Bibi Li yang merasa ditatap pun risih.


"ada apa putri?"tanya bibi Li ragu.


"bibi ada tugas diorganisasi, sebaiknya kau kembali"jelas Moon.


"bagaimana dengan putri?"tanya bibi Li.


"aku itu sudah besar dan kuat bibi"jawab Moon sambil menatap halus kebibi Li.


Bibi Li mengangguk kemudian pergi dari aula menuju keistana dihutan neraka itu. Dan kini Moon kesepian, dia mencoba mencari teman yang memang menerima dirinya apa adanya, bukan ada apanya.


Tapi saat tengah asik, terdengar suara seorang gadis yang sedang seperti memperebutkan sesuatu.


"aku yang akan menari terlebih dahulu!"teriak seorang gadis.


"aku saja, aku lebih pandai"teriak lawannya.


Sang kaisar empu atas pun pusing akan permasalahan ini, untuk menyelesaikannya masalah ini dia pun berkata.


"duduklah kalian berdua"tegas kaisar sehingga kedua gadis itu terdiam lalu duduk.


"aku akan mempersilahkan seorang gadis yang dijuluki dewi kecantikan"tegas kaisar.


Seketika semua orang menatap wanita bercadar, itu bukan Moon. Sementara Moon hanya diam, ternyata ada orang lain juga yang bercadar selain dirinya.


"bukankah itu gadis paling cantik disini?"


"iya itu dia, dia itu paling cantik disini"


"wah kesempatan menarik"


Itulah kata-kata orang yang ada disekitarnya. Karna Moon heran, dia mencoba membaca pikirannya, yang benar saja dia itu ular bermuka dua, munafik.


"cih, jatuh dalam perangkap"gumam Moon.


..........


Sementara gadis itu berjalan dengan anggun dan sesekali melirik putra mahkota empu atas. Dan kemudian berhenti didepannya tepat.


"biarkan hamba menari untuk yang mulia"ucap gadis itu halus dan membungkuk.


"silahkan"dingin putra mahkota empu atas.


Kemudian dia membuka cadarnya dan terlihat wajah cantiknya yang dapat membuat semua orang kagum. Sementara Moon hanya menatap bosan.


..........


Selesai gadis itu menari langsung saja terdapat masalah lainnya, yah kini Lue Sin sedang mengeluhkan sesuatu.


"hormat hamba pada kaisar Ming dan seluruh keluarganya, hormat hamba pada kaisar empu atas dan keluarganya"bungkuk Lue Sin.


"ada apa?"tanya kaisar Ming.


"saya ingin melaporkan jika mei mei Moon telah mecuri plakat giok yang diberikan oleh kaisar Ming"ucap Lue Sin dengan nada memelas.


"plakat giok 1000 prajurit itu ya"ucap kaisar Ming.


"iya kaisar"ucap putri Lue Sin memulai ektingnya.

__ADS_1


Sementara Moon membelalakkan matanya tidak percaya, itu fitnah. Moon menatap putri Lue Sin dingin.


"buktinya?"tanya Moon dingin.


"ada disakumu"jawab putri Sin tersenyum sinis.


Semua orang kaget, mereka berpikir jika Moon memiliki tekad yang sangat besar yaitu mencari mati.


"geledah dia"dingin kaisar Ming.


"tapi aku tidak mencuri!"teriak Moon.


Para prajurit tidak menghiraukan teriakan itu, mereka tetap menggeledah moon bahkan menyobek-nyobek hanfunya.


"hentikan!!"teriakan putra mahkota empu atas.


"ayahanda ini tidak adil, tidak bisakah dilakukan secara normal seperti biasa"dingin putra mahkota empu atas.


"benar suamiku"lanjut permaisuri empu atas.


Sementara kaisar empu atas terdiam saat mendengar keluhan anak beserta istrinya.


"ini bukan urusan ayah"ketus kaisar emlu atas.


"tapi ayah..


"tidak!"tegas kaisar empu atas


Kini Moon seperti orang gi*a dengan pakaian compang camping dan rambut berantakan. Matanya sudah memerah menahan amarah, tapi dia seperti sangat susah untuk melawan, ya ini adalah takdir.


Moon bahkan sudah terkena cambuk beberapa kali. Putra mahkota empu atas bahkan hendak menolong tapi sering dihentikan oleh kaisar. Dan saat itu juga jantung Moon berdetak sangat lambat.


"kaisar kami menemukan gioknya, kami juga menemukan kalung bermarga xiao disini"teriak prajurit itu.


Moon membelalakkan matanya kaget saat kalung itu ketemu, tapi mungkin lain yang dipikirkan Moon. Dia berpikir statusnya akan terbongkar tapi dia salah


"kau pasti mencurinya kan!!"teriak selir pertama Jendral Lue.


"lalu apa itu ha!"teriak pangeran Lue Kai.


Semua orang mulai mencemoh Moon yang kini seperti orang gi*a. Moon hanya menatap mereka datar.


"aku akan membalas semua ini"ucap Moon lemah sambil memegang dadanya yang sakit.


"*Ji Hua, Ji San, Ji Han keluarlah kalian"telepati Moon.


"oh gawat mereka sedang bermeditasi"batin Moon*.


Kini Moon mencoba menegakkan dirinya meskipun dadanya sangat sakit. Dia lalu menatap tajam kaisar Ming yang membawa kalungnya.


"kembalikan!"seru Moon.


"itu kalung curian bagaimana bisa dikembalikan!"teriak putri Lue Sin.


bruuk


Dengan menggunakan Qinya, Moon melempar putri Lue Sin hingga menabrak tembok.


"beraninya kau menghajar adikku!"teriak pangeran Lue Kai.


Moon menatap dingin pangeran Lue Kai, kini dia mengeluarkan setengah auranya. Mata merahnya menatap tajam semua orang disana.


"aku bilang kembalikan!"teriak Moon yang mencoba meredakan emosinya.


"jangan bentak ayahku"ucap putra mahkota Ming lalu mengeluarkan kekuatannya untuk menghempaskan Moon.


bruuk


Sudut bibir Moon berdarah saat dirinya menabrak tembok, entah kenapa hari ini dia tidak bisa mengendalikan takdir. Tapi semua itu tidak menyulutkan semangatnya.

__ADS_1


"kau kembali kepaviliunmu, aku akan menghukummu dan memberimu pelajaran karna sudah mencelakai mei mei Sin!"teriak pangeran Lue Kai marah lalu melempar Moon keluar.


Moon terpental sangat jauh, bahkan jauh dari istana Ming. Kini dia sudah mendarat dan jatuh terbanting.


"hiks hiks, knapa Moon, knapa hari ini kau lemah, kau ceroboh!!!!!"teriak Moon menatap langit dengan tetesan air mata.


Seketika suara petir berbunyi dan mulai menurungkan hujan beserta angin kencang.


"knapa?, aku bertanya padamu dewa takdir!!!"teriak Moon dengan tangis yang belum selesai.


Tanpa sadar kini matanya berwarna merah menyala, itu sangat menakutkan.


"kau tau dewa takdir, karnamulah aku seperti ini!!, kau memberiku takdir yang salah!!!"teriak Moon, bahkan suaranya kini mulai serak.


"aku akan menemuimu dan menghukummu dewa takdiiirr, aku tidak terimaa!!!"tangis Moon dengan teriakan yang pilu.


Moon sesekali mengusap wajahnya yang terkena air hujan dan menyingkirkan rambutnya yang berantakan.


"dan kau dewi langit!!!"teriak Moon masih dalam tangisnya.


"aku juga akan menemuimu dan menghukummu!!!!!"marah Moon.


Dia menundukkan kepalanya dan menatap tanah yang mulai basah karna hujan. Dia melepas cadar yang menganggunya dari tadi.


"kau dewi langit, seandainya kau tidak ceroboh, aku tidak akan seperti ini!!!"teriak Moon kembali.


Dia kemudian menyeringai dan menatap tajam langit.


"camkan ini para dewa-dewi!, aku tidak akan tunduk pada kalian ataupun hormat!, aku benci kalian, terutama aku benci dewa takdir dan dewi langit, aku bencii kalian!!!"tangis Moon pilu.


"terserah diriku jika aku jadi pembangkang, aku hanya akan tunduk pada tuhan!, aku akan bilang padanya, aku akan minta ijin padanya untuk memusnahkanmu dewa takdir, dewi langit!!!!"teriak Moon mulai lemah.


Dia mulai menidurkan dirinya dari derasnya hujan. Sayup-sayup dia melihat ada seseorang yang menggendongnya tapi dia acuh, kini badannya mulai lemah karna jantungnya yang berdetak lambat.


"aku harap kau jangan berlebihan Moon"ucap pria asing itu.


............


Sementara didunia dewa-dewi sedang diadakan rapat penting. Semua anggotanya datang dan merapat.


"huh... aku sudah mendengar keluhan putri Xiao Moon tadi"ucap ketua rapat disana.


"dia marah pada kita dan akan mengadukannya ketuhan, bagaimana ini"ucap salah satu dewa disana.


Semua orang terdiam dan menatap tajam kearah dewa takdir dan dewi langit. Sementara yang ditatap diam takut.


"itu semua karna kalian"ucap seorang pria tampan bergandengan dengan wanita cantik serta disebelahnya terdapat wanita paruh baya tak kalah cantik.


"tapi aku hanya menggeser 1 inci takdir saja, aku tidak tau kalau akan sefatal ini"keluh dewa takdir.


"kau ini ceroboh, seharusnya kau menuruti apa kata tuhan, kau bisa diberhentikan sebagai dewa"ucap wanita paruh baya itu.


Yah mereka bertiga adalah keluarga, pria tampan itu adalah kaisar empu dewa-dewi. Yang digandengnya adalah permaisuri empu dewa-dewi. Serta wanita paruh baya adalah dewi peguasa.


"maafkan hamba"ucap dewa takdir menunduk.


Kaisar empu dewa-dewi menggelengkan kepalanya pelan. Dia lalu menatap dewi langit yang kini juga menunduk takut.


"apa yang kau buat dewi bulan?"tanya kaisar empu dewa-dewi.


"hamba tidak bisa menguasai seluruh tubuh putri Xiao Moon, jadinya seperti ini"jawab dewi langit takut.


Wanita paruh baya itu menggeleng kepala lalu menatap keduanya itu.


"dewi langit, kau mempunyai tugas, bila bertemu dengan putri Xiao Moon kau harus menjelaskannya, dan kau dewa takdir, kau harus meminta maaf atas kecerobohanmu"ucap wanita paruh baya itu.


Dewa takdir dan dewi langit mengangguk setuju dengan usul itu. Lalu semua bubar menuju kepekerjaan masing-masing.


MAAF YAH KALAU DA TYPO, JNGAN LUPA LIKE AND KOMENT, SARANNYA JUGA YA KAK, MAAF KALAU CERITANYA BERTELE-TELE JUGA MAAF KALAU KECEPETAN.

__ADS_1


Author mau ganti ending dari chapter ini, tapi alurnya tetap sama, mengingat jika beberapa readerz tidak terima, tapu author butuh beberapa wqaktu dulu agar mempunyai ide, sekian


__ADS_2