
Xiao Moon mengusap air matanya dan menatap bingung ke arah depan. Dia bingung kenapa dia menangis hanya karna laki-laki itu(?). Sekarang dia harus melupakan itu, dia harua fokus pada kolam lava itu.
Tubuh laki-laki itu kembali seperti semula tapi dengan wajah dingin. Rambut hitam serta pakaian yang sangat indah. Xiao Moon terbelalak kaget saat melihat mata laki-laki itu.
“Hey kau, kenapa kau menatapku dengan dingin, bahkan tadi kau tersenyum dan membuatku menangis”teriak Xiao Moon memaki laki-laki itu. Tapi tidak berlangsung lama pandangannya menggelap dan terlihat buram.
'apa yang terjadi'batin Xiao Moon.
Ketika dia membuka mata, dia sudah berada disebuah ruang gelap gulita yang tidak bertepi. Xiao Moon mencoba berlari hingga nyaris jatuh dijurang dengan aliran air yang sangat deras.
Samar-samar Xiao Moon dapat melihat birunya air yang ada disana. Xiao Moon mundur selangkah agar tidak terjatuh kejurang itu.
Tapi saat mundur, tanah disekelilingnya bergetar hebat dan runtuh membentuk sebuah jurang berisi lava yang panas. Dan kini Xiao Moon menginjak tanah pembatas antara lava dan air.
“Ada apa ini?”gumam Xiao Moon. Dia mencoba untuk mengumpulkan Qi ditubuhnya tapi tidak bisa karna diruang yang satu ini dapat menyerap Qi dari tubuh seseorang.
“Gadis kecil, kau itu adalah perantara dari api dan air”suara seseorang yang menggema diseluruh ruangan gelap yang terang karna lava.
“Siapa kau?”tanya Xiao Moon waspada.
“Kau tidak perlu takut gadis kecil, aku hanya ingin mengujimu sebentar, aku ingin kau memisahkan air dan lava ini tanpa pembatas”ucap suara itu.
Tidak lama tanah pembatas yang di injak Xiao Moon bergetar dengan hebat kemudian runtuh. Xiao Moon jatuh diketinggian 200 meter.
“Ji Hua, Ji San, Ji Sue”teriak Xiao Moon. Tapi tidak ada balasan apa-apa. Sepertinya ruangan ini cukup kuat.
Xiao Moon lalu mencoba berpikir jernih. Dia lalu menutup mata meski dia sedang keadaan terjatuh dari ketinggian. Segera dia merasakan Qi yang sangat banyak mengumpul ditubuh Xiao Moon.
'Aku akan mengambil Qi ini saja, daripada aku mati dalam keadaan lemah dan konyol'batin Xiao Moon.
Dia lalu dengan cepat dan rakus tapi tetap fokus menyerap Qi yang mengumpul ditubuhnya. Sementara kolam lava dan kolam air belum menyatu karna masih ada tanah penghalang.
__ADS_1
Tidak lama tanah penghalang itu hancur berkeping-keping. Tapi anehnya dua kolam itu tidak menyatu. Lebih anehnya lagi Xiao Moon malah mengambang dengan bersila bukannya terjatuh.
Xiao Moon tersenyum menyeringai dalam keadaan menutup mata dan badan yang masih mengambang. Ditangan sebelah kanan, Xiao Moon gunakan untuk menyerap lava. Sementara kanan kiri Xiao Moon, dia gunakan untuk menyerap air.
Semua lava dan air yang diserap Xiao Moon telah habis tidak tersisa. Xiao Moon kemudian terbang dengan bebas kesana kemari layaknya kupu-kupu.
“Akhirnya aku berhasil melakukannya”senang Xiao Moon. Hanya satu cara yang dilakukan Xiao Moon, yaitu beradaptasi dengan ruangan gelap itu.
Dengan kekuatan cahaya milik Xiao Moon, dia membuat ruangan yang gelap menjadi terang. Dengan begitu Xiao Moon dapat melihat dengan jelas.
“Jangan senang dulu gadis kecil”suara itu mulai muncul kembali.
“Hey bukan hakmu melarangku untuk senang, lagi pula aku juga sudah berhasil”maki Xiao Moon tidak terima.
ctarr
Tapi tiba-tiba ada petir yang menyambar tubuh Xiao Moon dan menyebabkan Xiao Moon terjatuh diudara.
Matanya menutup dengan perlahan dan mulai menggelap “Apa aku tidak bisa bahagia sedikit saja” gumam Xiao Moon lemah.
Xiao Moon terbangun dengan keringat yang deras didahinya. Nafasnya terputus-putus akibat mimpi itu. Segera Xiao Moon menyeka keringatnya dan pergi kepemandian.
Air yang masih dingin dihangatkan dengan kekuatan api milik Xiao Moon. Segera Xiao Moon menyemplungkan dirinya diair hangat itu.
“Astaga mimpi itu seperti nyata”ucap Xiao Moon frustasi. Dia lalu menghentikan aktivitas mandinya dan segera memakai handuk.
Dia memilih gaun warna biru (hanfu dan gaun beda yah). Kemudian pergi kemeja rias dan menatap pantulan dirinya dalam cermin.
“Siapa laki-laki itu, matanya menakutkan”gumam Xiao Moon. Dia lalu merias dirinya sendiri dengan riasan yang tidak tebal. Tidak lupa dia memakai topeng dan mengikat rambutnya seperti ekor kuda.
Xiao Moon lantas berdiri dan hendak menuju pintu. Akan tetapi langkahnya terhenti saat dia merasakan ada perubahan dalam tubuhnya. Dia merasakan ada kekuatan aneh yang sangat kuat.
__ADS_1
'sebentar, kenapa aku tiba-tiba berada diranah abadi level 7?'batin Xiao Moon.
'Nona, nona sudah mendapat petir kedua'balas Ji Hua dalam telepati.
Xiao Moon bertambah bingung, seharusnya dia pergi kedunia bawah untuk mendapat petir itu. Tapi hanya dalam ruang itu dia mendapatkannya. Bahkan berkat ruang itu, elemen api dan air milik Xiao Moon bertambah kuat.
'Nona tenang saja, nona tidak perlu khawatir, semalam jiwa nona pergi kedunia bawah dan mendapatkan petir itu, itu berkat bantuan dewa takdir'ucap Ji Hua dalam telepati.
Wajah Xiao Moon kembali dingin dan segera pergi keruang makan. Tapi dia juga heran, kenapa dewa takdir membantunya, mungkin itu sebagai tanda maaf karna keteledorannya.
Xiao Moon terus berjalan hingga dia telah sampai dipintu besar itu. Dia membukanya dan menampakkan jika kaisar empu atas, permaisuri empu atas dan putra mahkota empu atas Yi Sun sudah berkumpul.
“Maaf ayah ibunda aku telat”ucap Xiao Moon.
“Tidak apa Moon'er, sekarang duduklah”ucap permaisuri empu atas. Xiao Moon mengangguk kemudian duduk disebelah permaisuri empu atas. Xiao Moon mengambil lauk dan nasi yang sudah disiapkan lalu memakannya dengan lahap.
Sementara putra mahkota empu atas sesekali melirik kearah Xiao Moon. Sungguh perilaku putra mahkota empu atas membuat Xiao Moon risih.
“Ada apa putra mahkota empu atas?”tanya Xiao Moon datar.
“Aku ingin berbicara denganmu sebelum aku pergi”jawab putra mahkota empu atas.
Xiao Moon mengangguk kemudian menyelesaikan aktivitas makannya. Dia berpamitan dengan kedua orang tua angkatnya lalu pergi di ikuti putra mahkota empu atas Yi Sun.
.......
Xiao Moon kini berada di taman bersama putra mahkota empu atas Yi Sun. Mereka berdua sama sekali tidak angkat bicara, sehingga membuat keduanya merasa canggung.
“Jadi ada apa?”tanya singkat Xiao Moon.
“Apa kau ingin memberikan sesuatu untukku sebelum aku pergi?”tanya putra mahkota empu atas. Xiao Moon tersenyum lalu mengeluarkan sebuah seruling warna biru dengan hiasan burung merpati menggantung disana.
__ADS_1
“Ambillah seruling ini, ini adalah seruling kesayanganku”ucap Xiao Moon sambil menyerahkan seruling itu.
“Tenang saja, seruling ini tidak akan hilang saat aku menyempurnakan kekuatanku”ucap putra mahkota empu atas tersenyum. Xiao Moon mengangguk senang, setidaknya dia harus memberi barang kenangan agar mempermudah putra mahkota empu atas untuk mengingat semua.