
Acara lelang terus berjalan hingga barang legenda yang tidak berharga pun dilelangkan. Xiao Moon dengan kekuatan spiritualnya meneliti secara dalam apa yang ada disebuah kotak coklat itu.
'astaga kotak itu tidak bisa ditembus'batin Xiao Moon.
'Nona sepertinya aku sangat akrab dengan benda itu'balas Ji Hua(phoniex biru) dalam telepati.
'kekuatan spiritku juga tidak bisa meneliti hingga kedalam'telepati Xiao Moon.
'Nona sebaiknya menawar kotak itu, kita akan meneliti ketika di dimensi'telepati Ji Hua.
Xiao Moon menghentikan telepatinya lalu menatap kembali kotak itu serius. Permaisuri empu atas yang melihat Xiao Moon menatap kotak itu pun memegang pundak Xiao Moon.
“Moon'er, jika kau menginginkan kotak itu maka belilah”ucap permaisuri empu atas tersenyum. Xiao Moon mengangguk semangat. Sementara putri Si Yu yang melihat kesemengatan Xiao Moon terhadap kotak itupun menyeringai.
Berbeda dengan wanita yang diatas panggung. Dia masih mencoba membuka kotak itu agar tau isinya. Tapi percuma dia tidak bisa membukanya.
“Baiklah aku menyerah, barangkali tuan dan para nona ingin membeli kotak ini, aku tidak bisa membuka kotak ini tapi aku ingin memberi tau, bahwa kotak ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu, harga dimulai dari 500 koin emas”ucap wanita itu.
Ada yang ragu juga ada yang minat. Berbeda dengan Xiao Moon yang sudah dengan semangatnya untuk membeli kotak itu.
“600 koin emas!”teriak putri Si Yu.
“700 koin emas!”teriak putra mahkota Ming.
“800 koin emas!”
“900 koin emas!”tawar putri Si Yu.
Xiao Moon belum menawar karna dia menunggu harga tertinggi terlebih dahulu. Permaisuri empu atas yang menatap Xiao Moon biasa saja merasa bingung dan heran.
“Putriku, apa kau tidak ingin menawarnya?”tanya permaisuri empu atas.
“Lihat saja nanti ibunda”seringai Xiao Moon.
__ADS_1
Semua terus melelang hingga harga terakhir adalah 1500 koin emas yang merupakan tawaran putri Si Yu.
“3 batang emas!”teriak Xiao Moon membuat semua orang menatap kearah sumber suara. Mereka terkejut karna Xiao Moon mengeluarkan 3 batang emas hanya untuk kotak itu.
Wajah putri Si Yu menjadi pucat karna dia tidak membawa uang sebanyak itu. Dia lalu menatap ibunya yang hanya mengangkat bahunya acuh. Xiao Moon yang melihat itu tersenyum senang karna dia dapat mempermainkan seseorang.
“Baiklah 3 batang emas, apa ada yang ingin menawar lagi?”tanya wanita itu. Tidak ada yang menjawab, berarti tidak ada yang ingin menawar lagi.
“Baiklah kotak coklat ini jatuh kepada seorang gadis diruang VVIP”teriak wanita itu. Xiao Moon tambah senang saat melihat kotak itu telah jatuh ditangannya. Segera seorang pelayan masuk keruang VVIP dan menyerahkan kotak itu.
“Putri ini barangnya, anda bisa menyerahkan koinnya diruang lelang”ucap pelayan itu ramah. Xiao Moon mengangguk lalu mengambil kotak itu. Permaisuri empu atas mengeluarkan sebuah kantong besar dan memberikan pada Xiao Moon.
“Apa ini bunda?”tanya Xiao Moon.
“Ini 3 batang emas untuk kau membayar kotak ini”ucap permaisuri empu atas tersenyum. Xiao Moon menggelengkan kepalanya dan mengembalikan kantong itu pada permaisuri empu atas.
“Aku punya koin sendiri ibunda, ibunda tidak perlu khawatir”ucap Xiao Moon. Permisuri masih menatap bingung pada Xiao Moon, entah apa yang ada dipikirannya.
Xiao Moon masih menatap serius pada kotak coklat itu. Dia tidak peduli dengan lelang yang masih berlanjut.
.......
“Hmmm, sebaiknya aku masuk dimensi saja”gumam Xiao Moon. Xiao Moon lalu memakai kalunganya dan segera memusatkan pikiran.
Xiao Moon kini sampai di dimensinya dan mendapati Ji Hua (phoniex biru), Ji San (Rubah ekor sembilan) dan Ji Sue (beruang perak). Tapi dia tidak melihat Ji Han(beruang kecil perak dan emas).
“Ji Sue dimana Ji Han anakmu?”tanya Xiao Moon.
“Dia sedang tertidur nona”jawab Ji Sue.
Xiao Moon lantas mendekati Ji Hua dan Ji San yang sedang bermain. Dengan tidak sopannya Xiao Moon duduk diantara mereka.
“Aihh nona, aku dan Ji Hua itu sedang bermain”kesal Ji San.
__ADS_1
“Yayaya aku tau, tapi ini lebih penting”ucap Xiao Moon sambil mengeluarkan kotak coklat. Ji Hua, Ji San dan Ji Sue kaget dengan kotak yang berlapis Qi Spiritual yang sangat kuat.
Xiao Moon mengeluarkan Qi ditangannya dan mencoba membuka kotak itu, tapi apa yang terjadi kotak itu malah menghisap Qi milik Xiao Moon. Dengan cekatan Xiao Moon menarik tangannya kembali.
“Ada apa nona?”tanya Ji Hua.
“Kotak ini menghisap Qi milikku”ucap Xiao Moon was was. Qinya menjadi habis karna dihisap rakus oleh kotak itu. Untung dia masih mempunyai Qi cadangan, jadi meridiannya tidak habis dan kering.
Xiao Moon mencoba memikirkan cara lain untuk melihat isi kotak itu. Dia lalu mengeluarkan mata Tance qi miliknya itu. Perlahan-lahan Xiao Moon dapat melihat apa yang ada didalam kotak itu.
Dia melihat sebuah gulungan yang sepertinya sudah mencoklat dan seperti sudah lama dipendam. Xiao Moon memulihkan matanya kembali seperti semula dan menghembuskan nafas secara kasar.
“Apa yang ada didalam nona?”tanya Ji Sue
“Aku melihat gulungan kecil disana, tapi apa isi gulungan itu hingga dilindungi banyak Qi”heran Xiao Moon.
Sementara Ji Hua masih bingung dengan kotak coklat itu. Ji Hua berpikir jika dia sepertinya punya ikatan tertentu dengan kotak itu.
“Hais, aku akan membukanya besok saja, aku terlalu pusing”keluh Xiao Moon.
Para hewan spirit milik Xiao Moon mengangguk setuju. Jika dipikirkan sekarang mungkin itu akan terlalu merepotkan bagi mereka. Lagi pula masih ada hari-hari lain toh.
Xiao Moon keluar dari dimensi dan segera pergi mencuci kaki dan tangan. Lalu Xiao Moon segera pergi ketempat tidur menuju kemimpinya. Tapi tiba-tiba dadanya sakit, nafasnya tersengal sengal dan tidak beraturan.
'jantungku kumat lagi'batin Xiao Moon sambil menahan rasa perihnya. Dia segera menutup matanya agar tidak merasakan sakit di dadanya.
........
Xiao Moo melihat seorang laki-laki tampan berambut perak berjalan dengan wajah dingin. Dia memasuki kolam lava yang sangat panas. Laki-laki itu tidak merasakan panas saat berada dalam lava.Tapi ketika dia tersenyum ke arah Xiao Moon, dia merasakan panas yang luar biasa.
Dia bereteriak sejadi-jadinya, rasa sakit menjalar ditubuhnya. Dia masih berusaha fokus untuk menghapus semua pikirannya agar fokus.
Xiao Moon meneriaki laki-laki itu agar fokus pada kultivasinya. Sementara laki-laki yang diteriaki tersenyum. Tidak lama tubuhnya meleleh menyatu dengan lava.
__ADS_1
Xiao Moon berteriak dengan keras dan menagis sejadi-jadinya. Dia menangis dengan keras, sangat keras. Berharap tubuh laki-laki itu kembali.