Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Ketenangan


__ADS_3

Sebuah tempat dengan jurang yang cukup dalam. Ditepi jurang itu, terdapat pohon sakura yang sedang bermekaran. Ditambah seorang gadis sedang memainkan bunga sakura yang berjatuhan dengan elemen anginnya.


“Tempat apa ini, ini terlalu bagus”ucap Xiao Moon tersenyum senang.


“Dulu disinilah tempat dewa singgah untuk beristirahat”ucap Ji Hua.


Xiao Moon mengangguk dengan masih memainkan elemen anginnya. Tiba-tiba angin berhembus kencang dari arah yang berlawanan. Itu membuat rambut Xiao Moon berkibar serta dijatuhi beberapa bunga sakura.


“Sepertinya ada sesuatu dari arah sana”ucap Ji San sambil melihat dari kejauhan.


“Kita harus sembunyi”ucap Xiao Moon.


Ji Hua dan Ji San masuk kedimensi. Sementara Xiao Moon saat ini menghilangkan bekas auranya. Lalu dia mentrasparankan dirinya agar tidak dilihat orang itu.


Tidak lama orang itu pun datang dengan keadaan yang cukup berantakan. Dia lalu singgah dibawah pohon sakura sambil mengambil nafas pelan-pelan.


“huuh, betapa si*lnya aku hari ini”ucap laki-laki itu ngos ngosan.


Jubah kebesarannya menampakkan bahwa dirinya bukan orang sembarangan. Wajahnya yang tampan itu hanya dimilki seorang dewa saja. Apakah dia dewa, karna tingkatannya berada diranah dewa-dewi level 6.


Xiao Moon berjalan pelan-pelan dan berhenti membelakangi laki-laki itu dengan halangan pohon sakura. Dia lalu mengintip kearah laki-laki itu.


“Apa yang terjadi?”bisik Xiao Moon ditelinga laki-laki itu. Mungkin saking lelahnya, laki-laki itu tidak sadar jika bisikan itu dari Xiao Moon. Dia mengira jika bisikan itu dari roh gentayangan.


“Aku melawan iblis yang saat ini meresahkan kekaisaran iblis, iblis itu iblis jahat dan dia bekerja untuk memasuki jiwa seseorang dan mengambil alih pikirannya, itupun agar dia bisa menguasai dunia”jelas laki-laki itu.


Xiao Moon menatap bosan laki-laki itu. Bagaimana dia bisa semudah itu percaya dengan bisikan asing. Laki-laki ini terlalu ceroboh, tapi karna kecerobohan laki-laki itu, mungkin Xiao Moon dapat mengorek informasi.


“Siapa kau, kenapa kau ditugaskan seperti ini?”bisik Xiao Moon lagi.


Laki-laki itu menutup mata lalu menatap langit. Dia lalu kembali menatap sekitar dan menatap sendu kebawah.


“betapa menyedihkannya diriku berbicara sendiri”ucap laki-laki itu.


Xiao Moon tersentak kaget.Ternyata dia sudah sadar kalau dia bicara sendiri. Dengan beraninya, Xiao Moon menampakkan dirinya dan menghampiri laki-laki itu. Tidak lupa dia juga memakai topeng.


“Siapa yang bicara sendiri”ucap Xiao Moon terbang dihadapan laki-laki itu.


Lantas laki-laki itu dengan sigap menjadi waspada dan memasang ancang-ancang. Dia menatap Xiao Moon dingin, tidak lama dia mengeluarkan petir dari tangannya.


“Siapa kau?!”tanya laki-laki itu.


Xiao Moon tersenyum menyeringai dan menatap laki-laki itu dingin. Setelah diperhatikan, dia adalah dewa petir yang selama ini mengatur petir-petir.


“Aku ratu dari istana neraka, ada apa?”tanya Xiao Moon datar. Dewa petir itu memasukkan kembali elemen petirnya dan berdiri tegak layaknya penguasa.


“ouh rupanya ratu neraka, ada apa ratu neraka kemari?”tanya dewa petir.

__ADS_1


“Aku hanya sekedar berjalan-jalan”ucap Xiao Moon santai.


Dewa petir pun menatap Xiao Moon curiga. Dia tidak cukup percaya jika Xiao Moon itu ratu neraka. Xiao Moon yang melihat itupun langsung mengangkat tangannya.


Tidak lama gelombang angin mengelilingi Xiao Moon dan perlahan berubah. Dari baju biru menjadi baju warna hitam dengan jubah kebesarannya. Wajahnya yang awalnya tertutup topeng pun terbuka dan menampakkan wajah cantiknya.


Rambutnya tergerai indah dipunggung Xiao Moon. Bahkan dewa petir mengaga tidak percaya akan kecantikan Xiao Moon.


“Bagaimana, kau percaya?”tanya Xiao Moon sambil menyilangkan tangan didada.


“Ka....kau mirip seseorang, kau lebih cantik dari seorang Dewi, tingkatanmu tidak bisa kudeteksi dan auramu begitu sangat kuat, kau pasti lebih dari sekedar ratu neraka”ucap Dewa petir terduduk lemah.


Xiao Moon menatap datar Dewa petir itu. Dia lalu menginjakkan kakinya ditanah dan mendekati Dewa petir.


“Sebaiknya kau pikir dulu, aku perintahkan kau untuk tidak memberitahukan kepada siapapun jika kau bertemu denganku”jelas Xiao Moon dengan wajah datarnya.


Dewa itu masih menatap kosong kebawah sambil mencengkram rumput. Dia tahu bahwa Xiao Moon adalah penerus dunia keabadian nanti.


“Hey bangunlah, jika kau seperti ini harga dirimu bisa turun”ucap Xiao Moon. Entah mengapa jika seorang Dewa bertemu dengannya akan seperti ini. Padahal selama didunia kebadian mereka berani membicarakannya.


“Maafkan hamba nona Xiao, hamba terlalu syok karna ini pertama kalinya bagi hamba bertemu dengan nona secara langsung”ucap Dewa petir membungkuk hormat.


Xiao Moon mengangguk lalu menatap langit. Hembusan angin menerpa wajahnya itu, membuat dia terkekeh.


“Aku harus pergi, aku titip salam untuk ibuku”ucap Xiao Moon lalu menghilang diudara. Dewa itu menatap kepergian Xiao Moon lalu terduduk sambil menyeka keringatnya.


Dia juga tersenyum kecut saat mengingat tingkahnya pada Xiao Moon tadi. Jika dia bertemu dengan seseorang, mungkin dia harus lebih sopan. Untung kepalanya masih menempel dileher, jika tidak utu akan sangat bahaya.


“Dia lebih cantik dari dewi kecantikan”gumam Dewa petir.


............


Berbeda dengan Xiao Moon yang saat ini sudah merubah penampilannya seperti biasa. Topeng polos yang tidak terlalu mencolok perhatian menempel pas diwajah Xiao Moon.


Xiao Moon berencana untuk membeli bahan-bahan obat persiapan perang nanti. Dia berjalan keluar hutan, dan sekarang dia sampai dibatas tepi hutan.


Tapi anehnya Xiao Moon melihat banyak warga yang bergerombol mengelilingi tempat Xiao Moon masuk sebelumnya.


'pasti salah satu dari mereka melihatku masuk tadi'batin Xiao Moon. Lalu Xiao Moon memutar arah untuk mencari tempat yang sedikit jauh.


Setelah lama mencari, Xiao Moon menemukan tempat yang tepat dan segera keluar. Disana, tempatnya cukup kotor dan tidak terawat.


“Ck, manusia disini sangat tidak peduli dengan lingkungan”ucap Xiao Moon sambil menaruh tangannya dipinggang.


Xiao Moon lalu mengambil kantong plastik. Dimasukkannya sampah yang berserakan disana. Tempat yang tadinya kotor menjadi rapi karna Xiao Moon.


Meskipun bau sampah belum menghilang, tapi mungkin nanti akan hilang dengan sendirinya. Tinggal sentuhan terakhir, yaitu Xiao Moon menambahkan bau mawar disana.

__ADS_1


“Dengan begini semua orang yang lewat tidak akan merasakan bau tidak enak”ucap Xiao Moon sambil menepuk-nepuk tangannya


Ya meskipun saat ini penampilan Xiao Moon dipenuhi keringat dan bajunya yang kotor, itu tidak membuat Xiao Moon terganggu. Dia segera menggulung rambutnya asal.


Setelah itu dia baru pergi, ketika sampai ditempat keramaian, Xiao Moon menjadi tempat perhatian. Ya karna lehernya terlihat sangat ramping.


Itu membuat para laki-laki bergairah. Apalagi kesan misterius saat Xiao Moon membawa topeng. Bagi laki-laki gagah, mungkin yang menarik dari penampilan Xiao Moon adalah keringatnya. Hal itu membuat Xiao Moon risih.


'aku menarik perhatian yah'batin Xiao Moon.


Xiao Moon lalu melesat dengan cepat bagaikan angin. Semua orang terkejut bahkan merasa syok. Mereka mulai berbincang-bincang mengenai Xiao Moon.


“Pasti dia bukan dari sini, dia pasti dari benua lain”ucap warga 1.


“Iyah, dia saja sepertinya setara dengan laki-laki”balas warga 2.


Semua orang membicarakan Xiao Moon dari sisi baik dan buruknya. Ya wajar, karna mereka ini hanya tukang gosip.


.........


Berbeda dengan Xiao Moon yang saat ini sedang mencari tempat yang indah. Dia sampai disebuah pantai yang sepi dan tidak ada orang.


Disana ombak yang tinggi dan angin berhembus menerpa tubuh Xiao Moon. Xiao Moon melangkah pelan mendekati air pantai. Pasang surutnya air disana sangat membuat kaki terasa nikmat.


“Tidak kusangka udaranya lebih segar dari pantai diduniaku dulu”ucap Xiao Moon. Dia lalu menatap kebawah yang dimana kakinya terkena pasangnya air.


Senyum tipis terukir dibibir Xiao Moon. Dia mendudukkan dirinya dipasir yang basah karna air pantai itu. Tatapannya menatap kearah ombak yang sangat besar.


Bagi Xiao Moon ini adalah pertama kalinya dia kepantai yang seperti ini. Tidak ada wanita telanjang, tidak ada sampah dan tidak ada kerusakan mahkluk hidup.


“Ji Hua, Ji San, Ji Sue, Ji Han keluarlah”panggil Xiao Moon pada hewan kontraknya.


Hewan Xiao Moon keluar, semua keluar dalam bentuk manusia kecuali Ji Han yang kekuatannya tidak mencukupi. Segera mereka berjejer disamping Xiao Moon dan menatap kearah depan.


“Nona, pantai didunia keabadian lebih indah daripada ini”ucap Ji Hua.


“Benarkah?”tanya Xiao Moon meyakinkan


“Yah, disana jika malam hari dan nona menyentuhkan diri nona dalam air, maka air itu akan mengeluarkan cahaya pelangi”jelas Ji Hua.


“Kalau begitu, aku pasti senang”balas Xiao Moon.


Dia tidak bisa pergi kedunia keabadian sekarang, dia harus menyeimbangkan dunia atas terlebih dahulu. Lalu dunia bawah dan iblis dan seterusnya. Dia harus menjadi calon penguasa yang baik dimata masyarakatnya.


***


Masikah ada pembaca setia:v, jangan lupa like komen and bantu share oke. Maaf kalau ada typo, bertele-tele, tidak nyambung dan kecepatan oke.

__ADS_1


__ADS_2