Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Dia Ibuku!


__ADS_3

Pelukan yang diberikan ketua Ying akhirnya terlepas. Xiao Moon mencoba mengambil nafas pelan-pelan. Ketua Li yang melihat itu hanya menggeleng dan mendekati mereka berdua.


“Queen Alexa kau semakin tinggi dan semakin cantik, tidak biasanya kau tidak memakai topeng”ucap ketua Li keheranan.


“Aku hanya ingin beradaptasi tanpa menggunakan topeng meskipun itu sedikit risih”balas Xiao Moon.


Xiao Moon lalu mengajak ke empat ketua itu dan Jendral pasukan iblis untuk pergi. Dia ingin membicarakan tentang permaisuri empu atas sekaligus peperangan.


Sesampainya mereka di Aula rapat, mereka duduk sesuai tempat yang sudah disediakan. Xiao Moon mengambil lima gulungan dan menuliskan sesuatu di masing-masing gulungan.


Tidak membutuhkan waktu lama, Xiao Moon selesai menuliskan sesuatu digulungan. Lalu dia membagikan masing-masing gulungan itu kepada kelima orang yang ada dihadapannya.


“Ketua Ying kau aku tugaskan untuk menjaga permaisuri, ketua Li dan ketua San tetap di istana untuk berjaga, ketua Jin bawa pasukanmu dan bantu kekaisaran empu atas untuk berjaga, sementara Jendral pasukan iblis ikut denganku”jelas Xiao Moon pada mereka.


Mereka berlima juga cukup heran, Xiao Moon ingin pergi lagi? tapi ingin pergi kemana. Apalagi disini yang menjadi masalah inti adalah permaisuri, apa yang terjadi pada permaisuri?


“Queen aku ingin bertanya, apa yang terjadi?”tanya ketua San memberanikan diri.


“Permaisuri dalam keadaan kritis dan jiwanya sedang berada didimensi lain, aku harus turun tangan langsung jika tidak permaisuri bisa meninggal dan tidak bisa berengkarnasi”ucap Xiao Moon datar.


Semua orang yang ada disana kaget dan tidak menyangka. Jika seperti ini maka tidak bisa jika tidak membantu. Xiao Moon lalu membubarkan mereka untuk bersiap-siap. Xiao Moon akan berangkat sekarang juga.


“Nona apa anda tidak beristirahat terlebih dahulu?”tanya Jendral pasukan iblis yang khawatir.


“Tidak, tidak perlu aku tidak le....”ucapan Xiao Moon terhenti karna dadanya merasa sakit. Apakah jantungnya melemah lagi, maka itu akan berbahaya.


“Ah i....iya a....aku ha...harus beristirahat”ucap Xiao Moon dengan wajah pucat.


“Nona, apa dada anda sakit lagi, nona sebaiknya beristirahat”ucap Jendral pasukan iblis.


Xiao Moon mengangguk kemudian pergi dengan dipapah untuk menuju ke kamarnya. Wajah yang tadinya cantik kini berubah menjadi pucat. Xiao Moon saat ini tampak lemah.


“Jendral, panggil Ji Hua dan Ji San kemari, dua pria yang datang kemarin”ucap Xiao Moon lemah.


“Baik Nona”


NOTE: Ji Hua burung phoniex biru sementara Ji San rubah ekor sembilan


Jendral pasulan iblis segera pergi menuju keruang kerja milik Xiao Moon. Disana Ji Hua dan Ji San berada, karna mereka berdua pernah mengatakan jika ingin mencarinya cari saja diruang kerja milik Xiao Moon. Sesampainya disana, Jendral pasukan iblis membuka pintu.


“Hais kau ini mengangetkanku, tidak bisakah kau permisi terlebih dahulu”maki Ji San tidak senang.

__ADS_1


“Bukan waktunya untuk permisi, Nona sudah kembali dan jantungnya melemah”ucap datar Jendral pasukan iblis.


“Tunjukkan jalan”balas Ji Hua yang khawatir.


Jendral pasukan iblis mengangguk kemudian memimpin jalan menuju kekamar Xiao Moon di ikuti Ji Hua dan Ji San. Lalu sampailah mereka dikamar Xiao Moon.


Disana Xiao Moon sudah menutup mata dengan tubuh yang lemah. Ji Hua dan Ji San segera mendekati Xiao Moon dan memeriksanya. Ji Hua bisa menyimpulkan bahwa jiwa Xiao Moon saat ini sedang berada dialam mimpi.


“Ji San, berikan pil itu”ucap Ji Hua. Segera Ji San mengambil pil yang dimaksud Ji Hua dari dalam dimensi kalung Xiao itu.


Ji San meminumkan pil itu pada Xiao Moon. Tidak lama keringat yang berada didahi Xiao Moon sedikit mengering. Jendral pasukan iblis sedikit heran, sebenarnya apa yang terjadi?


“Hey burung, bisa kau beritahu apa yang terjadi pada nona?”tanya ketus Jendral pasukan iblis.


“Pertama-tama jangan panggil aku burung namaku Ji Hua, ingat namaku Ji Hua”kesal Ji Hua karna dia sangat tidak suka dengan panggilan burung.


“Yang kedua, nona dalam keadaan baik-baik saja”lanjut Ji Hua.


Jendral iblis hanya mengangkat bahunya acuh karna mendapat jawaban yang tidak memuaskan. Lagi pula nonanya baik-baik saja bukan, jadi dia tidak perlu khawatir.


...........


“Jadi kau ingin menyelamatkan permaisuri empu atas?”tanya suara seorang wanita yang datang entah darimana.


“Ya, itu pasti”jawab Xiao Moon tanpa rasa takut, karna dia sudah sering mendengar suara asing. Tapi meskipun seperti ini dia tetap harus waspada.


“Kau ini terlalu kaku”suara wanita itu kembali terdengar. Lantas tepat didepan Xiao Moon samar-samar terdapat seorang wanita.Wajah wanita itu tertutup oleh kain terbang dari bajunya sehingga membuat Xiao Moon tidak dapat melihat wajahnya.


“Jadi...aku harus apa?”tanya datar Xiao Moon.


Wanita itu mengangkat tangannya dan meluncurkan serangan kecil pada Xiao Moon. Dengan cepat Xiao Moon menghindar dan menajamkan indra penglihatannya.


“Pertahananmu cukup bagus nak, perkenalkan aku berasal dari dunia keabadian, aku disini ingin mengambil Jiwa permaisuri empu atas untuk dibawa kedunia keabadian, tapi sepertinya kau tidak setuju”jelas wanita itu.


Xiao Moon tampak mengerutkan keningnya. Jadi wanita ini dari dunia keabadian, apakah berarti dia termasuk keluarganya ataukah jiwa yang ditugaskan untuk mengambil jiwa permaisuri empu atas.


Berbagai macam pertanyaan muncul dikepala Xiao Moon. Wanita itu tau bahwa saat ini Xiao Moon sedang kebingungan, tapi mau bagaimana lagi dengan cara ini dia dapat menguji kekuatan Xiao Moon.


“Hah...aku adalah Ratu empu keabadian, aku ibumu”ucap wanita itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah ibunya sendiri.


Xiao Moon membulatkan matanya kaget dan tidak menyangka. Jadi wanita yang ada didepannya adalah ibunya sendiri. Pantas saja sejak tadi Xiao Moon merasa kekuatannya lebih rendah daripada wanita itu.

__ADS_1


“Jadi kau ibuku?”tanya Xiao Moon halus.


Ibu Xiao Moon hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka sifat Xiao Moon berubah drastis setelah mengetahui siapa dirinya.


“Ya aku ibumu, tapi bukan saatnya untuk berpelukan ataupun bersedih, aku disini ingin bertanya, apa kau ingin mengambil kembali jiwa permaisuri empu atas?”tanya sekali lagi ibu dari Xiao Moon.


'Cih kejam sekali'batin Xiao Moon.


Ternyata ibunya ini juga dapat mengetahui apa yang akan Xiao Moon lakukan selanjutnya. Tapi perkataan ibunya benar juga, saat ini keadaan permaisuri empu atas juga penting.


“Lalu bagaimana caranya untuk mengambil kembali jiwa ibunda permaisuri empu atas?”bukannya jawaban tapi Xiao Moon melontarkan pertanyaan.


Ibu dari Xiao Moon terlihat terdiam sejenak. Mungkin saat ini hatinya sedang dalam dilema karna dirinya cemburu. Xiao Moon mengerti ibunya sedang cemburu dalam hal apa meskipun dia tidak dapat melihat raut wajahnya.


“Jadi aku harus memanggilmu Ibunda Xiao?”tanya Xiao Moon hangat.


Samar-samar ibu dari Xiao Moon terlihat tersenyum lalu mendekati Xiao Moon. Tangannya menyentuh kepala Xiao Moon dan mengelusnya.


“Namaku Xiao Fang, panggil aku Ibunda Fang, nama Ayahmu Xiao King panggil dia Ayahanda King”jelas Xiao Fang yang merupakan ibu Xiao Moon.


Kali ini kain yang menutupi wajah Xiao Fang menghilang. Nampaklah wajah cantik, wajah ini hampir mirip dengan Xiao Moon, yang membedakan hanya saja wajah Xiao Fang lebih tua.


“Emm baiklah Ibunda Fang, apa yang harus aku lakukan agar aku mengambil kembali jiwa Ibunda permaisuri empu atas?”tanya kembali Xiao Moon.


Bukannya tidak sopan ataupun tidak rindu. Didalam hati Xiao Moon sebenarnya dia merasa ingin memeluk dan menumpahkan semua air mata. Tapi tadi Xiao Fang mengatakan bukan saatnya.


“Untuk mengambil kembali jiwa permaisuri empu atas, kau harus melawanku terlebih dahulu”ucap permaisuri empu atas tersenyum licik.


Melawan ibunya sendiri apakah ini gila? Xiao Fang jelas-jelas lebih kuat dari Xiao Moon sendiri, apalagi dia ibunya. Xiao Fang yang mengerti pikiran Xiao Moon pun menggeleng pelan.


“Moon'er, untuk mengalahkan lawanmu...kau tidak hanya menggunakan kekuatan tapi juga pikiran, jika keduanya disatukan maka kau tidak akan terkalahkan, kuncinya satu...ketenangan”jelas Xiao Fang.


Xiao Moon merenungi perkataan Ibunya itu. Setelah lama merenung, dia memikirkan satu hal. Perkataan Ibunya memang benar, selama ini Xiao Moon mudah lelah dan mudah gelisah karna dia tidak berpikir ataupun bersikap tenang.


“Baik Ibunda Fang, dengan ini aku akan melakukannya dengan baik”ucap Xiao Moon percaya diri. Xiao Fang nampak bangga dengan perkataan anaknya sendiri.


***


Oke gaes sampai disini dulu :), maaf bila ada kesalahan berupa typo, tidak jelas, atau semacamnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like and komen, bantu share juga yah.

__ADS_1


__ADS_2