Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Pertandingan


__ADS_3

Vote yuk biar menang lomba dan Author semangat update. Jangan lupa juga baca karya 'Luo Yi the white dragon demon' atas nama pena Boru_kun ~_~


..........


Pertandingan pun dimulai, semua orang yang ada disana bertepuk tangan dengan meriah. Pemain musik mengelilingi tempat pertandingan yang cukup besar itu.


50 peserta turun dari kursi dan berbaris dilapangan itu. Mereka semua terlihat bersemangat dan tidak sabar. Dalam pertandingan terdapat 3 babak dan 1 final. Di final itulah akan ditentukan juaranya.


Dilapangan itu penuh meja yang berjumlah 50 dengan beberapa herbal disana. Disitu para peserta di jelaskan bahwa harus memisahkan mana herbal beracun dan mana yang tidak.


“Pertandingan babak pertama dimulai!”teriak kepala desa.


Xiao Moon memilih meja yang dekat dengannya. Bukankah ini tantangan yang mudah bagi Xiao Moon sendiri, dia sudah mempelajari banyak buku herbal. Ini hanya seperti hal sepele bagi Xiao Moon. Xiao Moon sudah mengenali semua herbal itu jadi cukup mudah.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Xiao Moon mengangkat bendera hijau yang berarti sudah selesai. Semua orang menatap Xiao Moon tidak menyangka, bagaimana bisa dengan waktu yang singkay diabisa menyelesaikan itu babak pertama.


Para panitia disana juga tidak percaya, mereka menghampiri meja Xiao Moon dan mengecek semuanya. Yang benar saja Xiao Moon menyelesaikan babak pertama dengan sempurna.


“Haha nona kami tudak percaya, kau sangat pintar”ucap salah satu panitia sambil mengotak-atik herbal itu.


“Nona serahkan plakat nama nona”ucap panitia itu dengan ramah.


Xiao Moon mengangguk kemudian menyerahkan plakat namanya itu. Panitia itu membawa plakat milik Xiao Moon menuju tali yang terbentang. Plakat itu di ikat ditali yang sudah disiapkan, itu menunjukkan bahwa plakat nama yang di ikat disana berarti dia akan masuk babak kedua.


“Nona bisa duduk terlebih dahulu sambil menunggu peserta yang lainnya”ucap panitia yang masih bersama Xiao Moon.


Xiao Moon meninggalkan mejanya lalu duduk ditempatnya tadi. Dia menatap Fi Yuzu yang nampak biasa-biasa saja. Bukankah berarti dia tidak kesulitan, kalau begitu ini bagus bagi Xiao Moon.


Sesuai yang diharapkan oleh Xiao Moon, dengan begini rencananya akan berjalan lancar. Satu persatu para peserta telah menyelesaikan babak pertama dan banyak plakat nama yang di ikat di tali terbentang itu. Begitu juga dengan plakat nama Fi Yuzu.


“Sepertinya kita akan menuju kebabak kedua Xi Mei”ucap Fi Yuzu dengan tersenyum.


“Ya tentu aku berharap kita masuk babak final”ucap Xiao Moon.


Fi Yuzu mengangguk dengan polosnya, mereka berdua masih menunggu-nunggu babak selanjutnya. Tidak lama seorang panitia mengumumkan bahwa 35 peserta maju kebabak dua.


Di babak ini dijelaskan bahwa mereka harus memanah. Banyak peserta yang ragu karna kebanyakan dari mereka tidak ahli dalam memanah. Xiao Moon juga nampak cemas jika Fi Yuzu tidak mahir memanah. Karna tidak ingin cemas, Xiao Moon mencoba bertanya pada Fi Yuzu.


“Fi Yuzu apa kau mahir dalam memanah?”tanya Xiao Moon.


“Uhm, dari kecil aku sudah diajari memanah”ucap Fi Yuzu dengan mengangguk.


Xiao Moon menghembuskan nafasnya lega, masih ada kesempatan untuk mereka berdua masuk kebabak selanjutnya. Peserta yang lulus diarahkan untuk mengambil busur dan panah mereka. Disaat panitia mengangkat tangan maka disaat itu juga para peserta harus meluncurkan anak panah mereka.


Beberapa anak panah mengenai lingkaran dan beberapa anak panah juga tumbang. Yang mengenai lingkaran lah yang akan lolos. Bagi yang lolos maka plakat nama mereka akan dikembalikan pada pemilik.

__ADS_1


Dan sekarang adalah giliran Xiao Moon yang menembak anak panah. Nampak Xiao Moon yang santai dan fokus terhadap titik pada lingkaran itu. Samar-samar ekor matanya melihat sang panitia mengangkat tangannya, saat itu juga Xiao Moon melepaskan anak panahnya.


Anak panah yang diluncurkan Xiao Moon menancap tepat pada titik lingkaran itu. Semua orang menatap tidak percaya karna dapat menemui wanita jenius seperti Xiao Moon. Dari aura Xiao Moon mereka dapat mengetahui bahwa dibalik topeng itu ada wajah yang sempurna.


“Apa dia pendatang baru itu?”tanya salah satu peserta yang lulus


“Sepertinya begitu, aku juga dengar empat pendatang baru itu sangat tampan dan salah satunya sangat cantik”jawab peserta disampingnya.


Semua orang mulai membicarakan Xiao Moon yang terkenal misterius itu. Dia hanya acuh, toh semua orang juga pernah membicarakannya. Jika Ibu-Ibu dari jaman Xiao Moon pasti sudah membicarakan hal buruk, tapi berbeda dengan jaman ini.


“Nona”ucap seseorang dari belakang.


Itu adalah Ji Hua, Ji San dan Jendral Iblis yang juga lulus dari babak kedua. Mereka bertiga menghampiri Xiao Moon dengan maksud tertentu.


“Sebaiknya kita duduk dulu”ucap Xiao Moon yang sudah mengetahui maksud dari mereka bertiga.


Setelah mereka duduk baru mereka membicarakan apa maksud dari mereka menemui Xiao Moon.


“Nona apa kami akan memiliki tuan?”tanya Ji San spontan. Nampak Xiao Moon yang terkekeh geli dengan pertanyaan aneh Ji San.


“Ya nona, tapi bukankah kita harus menjemput jiwa permaisuri dulu sebelum nona menikah”tandas Jendral Iblis.


“Nona Fi Juang juga bukan lelaki kuat dan hanya bisa bergantung pada diri nona”lanjut Ji Hua.


Xiao Moon hanya memijat pelipisnya saat ketiga pria dewasa yang ada didepannya ini mengutarakan pendapatnya. Bukankah Xiao Moon masih sangat gadis untuk membicarakan pernikahannya. Apakah orang-orang memandangnya sebagai wanita berumur 20 tahun?


“Lalu apa yang harus kita lakukan?”tanya Ji Hua.


“Hmm Ji San bisakah kau mengalah dibabak ketiga?”tanya Xiao Moon.


“Ya nona aku bisa”ucap Ji San dengan semangat, karna dia tau nonanya pasti mempunyai rencana matang.


“Bagus, kalian berdua Ji Hua dan Jendral Iblis, kalian akan mengalah saat final sedangkan aku akan membantu pria itu”ucap Xiao Moon datar sambil melihat pria yang nampak serius dengan pertandingan.


Ji Hua, Ji San dan Jendral Iblis setuju dengan Xiao Moon. Tidak lama Fi Yu, datang dengan keringat yang ada didahinya. Dia duduk disebelah Xiao Moon dan meminum air yang ia bawa dari rumah. Fi Yuzu belum menyadari jika ada ketiga pria yang bersama Xiao Moon.


“Kau sangat lelah Fi Yuzu?”tanya Xiao Moon.


“Ya ya lawan dari babak kedua sedikit berat jadi aku harus sedikit berusaha”jawab Fi Yuzu sambil menyeka keringatnya.


Dan saat itulah dia sadar bahwa ada ketiga pria itu. Raut wajah Fi Yuzu berubah menjadi gelap dan memandang tidak suka kearah Jendral Iblis. Mereka saling menatap dengan tatapan tajam. Merasa ada aura yang bermusuhan Xiao Moon segera memecahkan suasana itu.


“Hey lihatlah pertandingan babak ketiga akan segera dimulai”ucap Xiao Moon sambil menunjuk ketempat pertandingan.


Yang benar saja aura permusuhan itu seketika hilang digantikan dengan semangat. Peserta yang lulus hanya sebanyak 15 orang, memang benar sebagian besar dari peserta tadi tidak ahli dalam memanah.

__ADS_1


Pertandingan babak ketiga dijelaskan bahwa masing-masing peserta harus memperlihatkan bakat mereka. Bukankah pertandingan kali ini sangat menyenangkan. Para peserta tidak harus tegang saat memperlihatkan bakat mereka.


“Xi Mei bakat apa yang akan kau tunjukan?”tanya Fi Yuzu.


“Kau lihat saja”ucap Xiao Moon.


Fi Yuzu hanya mendengus kesal saat mendengar jawaban Xiao Moon yang tidak memuaskan. Tapi tidak apa, ia akan melihat saat pertandingan itu dimulai bukan.


“Para peserta silahlan kalian turun dan mengambil nomor kalian!”teriak kepala desa.


Semua peserta satu persatu turun dan mengambil nomor urut mereka. Fi Yuzu mendapatkan urutan nomor 5 sedangkan Xiao Moon mendapatkan nomor urut 15 yang artinya tampil diakhir. Tidak selamanya orang yang tampil pertama adalah yang paling bagus pasti yang diakhir juga.


“Sekarang peserta nomor urut pertama silahkan maju!”teriak kepala desa.


Tidak disangka peserta nomor urut pertama adalah Ji San. Bukankah sangat disayangkan jika Ji San harus mundur bukan? tapi ini adalah rencana Xiao Moon. Ji San berdiri dan menatap datar kearah lapangan pertandingan itu.


“Emm aku ada urusan jadi aku harus mengundurkan diri dari babak ketiga”ucap Ji San mencari alasan.


“Baiklah-baiklah mari kita lanjut peserta nomor 2”ucap kepala desa.


Masing-masing peserta menunjukkan bakat mereka, dan ini adalah giliran Fi Yuzu untuk menunjukkan bakatnya. Fi Yuzu turun dengan mantap, semua orang menatap Fi Yuzu dengan terkagum-kagum.


“Nona bukannya aku iri ataupun tidak suka, tapi bukankah Fi Yuzu terlihat arogan dan sombong?”bisik Ji Hua.


“Uhuk, mungkin istilah 'setiap orang pasti mempunyai sifat Yin dan Yang' berlaku untuk Fi Yuzu”ucap Xiao Moon terbatuk sesaat.


Ji Hua nampak berpikir sejak kapan nonanya menggunakan istilah. Tidak ingin memikirkan itu Ji Hua beralih pertanyaan, dalam pikiraanya apa maksud dari istilah itu. Xiao Moon mengetahui jika Ji Hua sedikit bingung.


“Ji Hua Yin itu bisa disamakan keburukan dan Yang itu disamakan kebaikan, sebaik apapun manusia pasti mempunyai keburukan”jelas Xiao Moon singkat.


Ji Hua mengangguk dan mencerna semua perkataan Xiao Moon. Mereka berdua beralih lagi pada Fi Yuzu, tidak disangka dia menunjukkan tarian bangau yang sangat indah. Tariannya menghipnotis semua orang yang ada disekitarnya kecuali Xiao Moon, Ji Hua, Ji San dan Jendral Iblis.


Dipikirannya Xiao Moon bahwa Fi Yuzu juga mengeluarkan aura kecantikannya. Bukankah itu berlebihan, Fi Yuzu seperti wanita bermuka tebal jika dipikir-pikir. Tapi lamunan mereka buyar saat Fi Yuzu menyelesaikan tariannya yang indah itu. Semua orang bertepuk tangan dengan meriah.


“Tarian nona Fi Yuzu memang tidak diragukan”ucap salah satu penonton.


“Bukankah kau mengira dia akan menang nanti?”tanya penonton yang lain.


“Ya itu pasti, tapi hadiah apa yang akan diberikan padanya?”tanya penonton itu lagi.


“Entahlah”jawab penonton lain.


Xiao Moon sempat mendengar pembicaraan mereka, dia tidak akan membiarkan Fi Yuzu juara pertama di babak final nanti.


***

__ADS_1


Vote novelnya biar menang lomba, like, komen, saran dan share. Maaf bila membosankan ataupun banyak typo, kalau boleh sarankan untuk chapter berikutnya ~_~


__ADS_2