
Setelah melepaskan lelahnya, Moon kembali kekediamannya. Sesampainya disana, dilihatnya paman San dan bibi Li sedang berbincang.
"bibi, paman"teriak Moon.
"ah putri apa kau baik-baik saja?"tanya bibi Li.
"apa ada yang terluka putri?"tanya paman San.
Moon terssnyum"iya bibi, paman, aku tidak apa"ucap Moon sambil menatap keduanya.
"syukurlah"ucap mereka kompak sambil mengelus dada
Moon juga menceritakan kejadian tadi bahwa dia sudah menemukan markas yang tepat untuk tinggal, yaitu dihutan 'Neraka'. Mereka berdua awalnya terkejut, tapi setelah mendengar penjelasan Moon mereka setuju.
"uh bibi, aku lapar, belum makan dari tadi"keluh Moon.
"ah putri kau sangat lucu, ayo aku buatkan makanan"ujar bibi Li sambil mencubit pipi Moon.
"paman, apa kau mau makan bersama?"tanya Moon.
"tidak putri, hamba ingin menjaga gerbang terlebih dahulu"pamit paman San.
Moon mengangguk lalu meninggalkan paman San yang juga sudah beranjak pergi. Moon kini pergi untuk makan dengan bibi Li.
oO0Oo
Tidak terasa acara perjamuan tinggal besok malam. Sementara pasukan anggota bulan biru juga semakin kuat dan terkenal diseluruh penjuru. Dan kini saatnya pembalasan atas semua yang dilakukan oleh keluarga jendral.
..........
Disebuah taman, terdapat gadis cantik sedang duduk ditemani empat orang didepannya, yah itu adalah Moon dan para ketua organisasi.
"bagaimana perkembangannya?"tanya Moon.
"perkembangan yang sangat pesat putri"jawab paman San.
"oh iya putri, ketiga selir dan kedua putri itu akan pulang hari ini, sementara jendral Lue akan pulang esok hari"jelas bibi Li.
Moon menyeringai mengingat pembalasannya akan dimulai sebentar lagi.
"jangan beri sambutan saat pulang"dingin Moon.
Mereka berempat mengangguk mengerti. Untuk apa memberi penghormatan, kini mereka tidak lagi bekerja disini.
"kita buat rencana kita sekarang untuk memusnahkan kediaman ini"datar Moon.
Mereka lalu saling mendekat dan menyusun sebuah recana dengan sebuah gambaran dikertas. Bagaimanapun juga keluarga jendral juga dilindungi oleh kekaisaran.
........
Setelah beberapa saat menyusun recana, akhirnya mereka menyelesaikannya dengan cepat, lalu bubar.
.........
Malam harinya, dimana saat ketiga selir dan kedua putri itu pulang. Tidak ada penyambutan sama sekali, mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
"ibu dimana prajurit dan pelayan, knapa tidak ada penyambutan?"tanya putri Lue Sin.
"his dasar mereka semua mungkin ingin mati!"teriak selir pertama marah.
NOTE:
~selir pertama ibu dari putri Lue Sin, putri pertama anak kedua.
~selir kedua ibu dari pangeran Lue Kai, pengran pertama anak pertama.
__ADS_1
~selir ketiga ibu dari putri Lue Yue, putri ketiga anak keempat.
~permaisuri (Xiao)Mei ibu dari (Xiao)Moon, putri kedua anak ketiga.
back to topic
"hey keluar kalian!"teriak putri Lue Yue emosi.
Ketika mendengar teriakan, mereka semua lalu berkumpul dengan wajah datar tanpa hormat sama sekali.
"beraninya kalian tidak hormat!"teriak selir ketiga yang biasanya hanya diam.
Mereka semua diam tak berkutik. Karna hanya berdiri dan tidak ada yang bicara, akhirnya para pelayan dan pengawal pergi dari tempat. Itupun berhasil membuat ketiga selir dan kedua putri itu emosi.
"dasar kalian, akan aku hukum kalian besok!"teriak selir pertama.
.........
Sementara diatap seorang gadis tersenyum puas dengan kejadian ini. Karna sudah puas melihat, gadis itu pun tiba-tiba menghilang dan muncul lagi dipaviliun Moon, siapa lagi kalau Moon sendiri.
"bibi, kau tau tadi ada pertunjukan menyenangkan"seru Moon bahagia.
"khukhukhu kita akan memulai rencana saat perjamuan selesai"seringai bibi Li juga semangat.
Mereka berdua pun tertawa bersama membayangkan rencana nantinya. Tapi mereka juga tidak bisa meremehkannya, karna mereka juga tau diatas langit masih ada langit.
.
.
.
.
.
Disana sudah ada beberapa orang yang menyambut, siapa lagi kalau bukan ketiga selir dan kedua putri itu. Beberapa prajurit, mereka ingin memberikan penghormatan terkhir sebelum kehancuran.
Moon menatap mereka dingin, dia lebih baik menunggu disalah satu dahan dan memulai rencananya. Sekitar beberapa menit, rombongan Jendral Lue dan pangeran Lue Kai datang.
Mereka disambut dengan meriah tanpa ada yang kurang. Dan hari ini juga, Moon akan memberikan kejutan yang mengejutkan. Dia menatap mata kebahagiaan mereka tanpa ada yang kurang. Sebenarnya Moon ingin menangis, bagaimana bisa dirinya dilupakan. Tapi baginya tidak apa, bukan masalah.
"terima kasih atas sambutannya semua"ucap Jendral Lue dengan senyum berkembang. Sementara para pengawal dan pelayan hanya datar-datar saja.
"itu sudah kewajiban, suamiku"ucap selir pertama dengan wajah cemberut.
"knapa wajahmu seperti itu"ucap Jendral Lue dengan nada genit.
"semalam saat aku datang tidak ada sambutan"ucap selir pertama dengan tangan yang meraba-raba wajah Jendral Lue.
"apa, bagaimana bisa ha!"teriak Jendral Lue marah dan menatap para pengawal dan pelayan.
"kalian akan kuhukum, mulai sekarang bersujud dikaki para selir dan putri-putriku!"marah Jendral Lue.
"kami tidak akan melakukannya"datar paman San.
"dasar, sekarang kau kupecat!"teriak Jendral Lue.
Paman San kemudian pergi, tapi anehnya mereka juga ikut pergi.
"hey, kalian mau pergi kemana!"teriak Jendral Lue.
"satu pergi maka semua pergi"ucap salah satu pengawal atau lebih tepatnya ketua bayangan, Jin.
"bisakah kalian menuruti perintah"ucap pangeran Lue Kai.
__ADS_1
"kami tidak akan menuruti perintah apapun selain Queen Alexa kami"jawab paman San penuh penekanan.
Semua terdiam ketika mendengar nama itu, siapa dia?. Tempat penyambutan jadi sepi. Itu berhasil membuat Jendral Lue, ketiga selir, pangeran, dan kedua putri marah.
"hahahahaha!"tawa seseorang.
"siapa itu?!"tanya Jendral Lue langsung waspada.
Turunlah Moon dari pohon dengan hanfu putih polos serta topengnya. Mereka semua terkejut melihat seorang dari pohon, padahal mereka tidak bisa merasakan aura dari tadi.
"kau masih hidup"sinis pangeran Lue Kai.
"hah bagaimana bisa aku mati hanya masalah sepele"ucap Moon.
"baguslah, dengan itu aku tidak akan mendapatakan masalah dari kekaisaran"jawab Jendral datar.
"cuih"Moon meludah dengan santainya didepan mereka.
"dasar putri tak tau diri!"teriak putri Lue Sin marah.
"aku bukan keluarga kalian"ucap Moon dengan memutar ujung rambutnya.
"kalau bukan perintah dari kaisar Ming dan kaisar empu atas, aku akan membunuhmu dari dulu"jawab selir ketiga.
"apa perintahnya?"tanya Moon dengan datar.
"kau tidak perlu tau!"sinis putri Lue Yue.
"cuih"Moon meludah lagi dan meninggalkan mereka.
"sungguh tidak pernah diajarkan sopan santun"ucap selir kedua setengah berteriak.
Moon yang awalnya pergi dari tempat menghentikan langkahnya. Kini wajahnya sangat dingin dan sepertiga auranya keluar. Dia tidak bisa diseperti inikan.
"aku tidak pernah diajarkan ajaran itu karna aku besar dibesarkan oleh pelayan dan pengawal"ucap Moon penuh penekanan.
"ya, karna kau anak pembawa sial!"ucap selir pertama.
Moon lagi-lagi dibuat marah tapi dia tahan. Dia kemudia berbalik dan menyeringai menatap mereka dingin.
"camkan ini!(teriak), aku akan membalas doa kalian yang berkata aku adalah anak pembawal sial, dengan ini aku kabulkan, aku akan menghancurkan keluarga ini camkam!"teriak Moon penuh penekanan.
Lalu dia pergi meninggalkan mereka yang mulai terduduk lemah karna aura yang dikeluarkan Moon. Sementara pangeran Lue Kai mencerna semua perkataan Moon dan mulai ada rasa iba, tapi dia tepis semua itu.
.............
Moon berjalan dengan meneteskan air mata yang tak henti-hentinya mengalir.
"tidak, aku harus kuat"semangat Moon menyemangati dirinya.
Dia kembali berjalan menuju tempat dimana para anggotanya berkumpul. Sesampainya disana dilihatnya semua sudah siap untuk berpindah.
"ikuti aku"dingin Moon mulai menggunakan qing gongnya.
"haih, sepertinya aku akan mengajari kalian cara berteleportasi"gumam Moon saat tengah perjalanan.
.........
Sekian lama perjalanan, akhirnya mereka sampai diistana Moon. Mereka dibuat terkejut karna keindahannya.
"mulai sekarang kalian tinggal disini, dan kalian juga harus bergotong royong untuk membangun bangunan lainnya"jelas Moon.
"baik Queen Alexa!"ucap mereka kompak.
SAYA BUTUH SARAN DONG, KALAU ADA TYPO MAAFKAN YAH, LIKE AND KOMENT YAH, JANGAN LUPA MAKAN YANH BANYAK BIAR SEHAT😋😋😋😊😊
__ADS_1