Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Kudeta


__ADS_3

Tidak lupa, sebelum duduk Xiao Moon menghampiri Ji Hua, Ji San, Ji Sue dan Ji Feng. Xiao Moon menyuruh mereka untuk masuk dimensi tapi mereka menolak, jadi Xiao Moon menyuruh mereka untuk bergabung pesta di luar. Akhirnya dia bisa tenang dan kemudian duduk di sebelah Ran Jisu.


“Nona maaf ya karna telah membuatmu dalam masalah” ucap Ran Jisu meminta maaf. Xiao Moon membalasnya dengan tersenyum dan mengangguk. Tiba-tiba terdengar suara gelas yang dipukul dengan sendok. Xiao Moon mengalihkan perhatiannya pada Yanran sebagai dalang dari suara pukulan gelas.


“Aku Xiao Yanran nona dari keluarga mulia ingin memberitahu kalian soal kudeta yang sudah direncanakan dengan sangat matang, kudeta ini akan memberi keuntungan untuk kita apa kalian setuju? ” jelas Yanran yang membuat semua orang kaget. Tapi mereka harus mengiyakan ucapan Yanran karna saat ini mereka hanya tau bahwa dia seorang Xiao.


“Kalau begitu apa ada pertanyaan?” tanya Yanran yang membuat suasana hening. Lalu ayah Ran Jisu mengangkat tangan untuk bertanya.


“Apa pertanyaanmu Jendral Ran?” Yanran memanggil ayah Ran Jisu sebagai seorang jendral, berarti dia adalah pion benua Timur. Apa berarti ketika Ayah Ran Jisu setuju maka Xiao Moon sendiri harus melawannya?


“Selama ini kaisar Mo hanya menjelaskan tentang persiapan kudeta, tapi kami tidak tahu kudeta ini dilakukan untuk siapa?” tanya Jendral Ran yang merupakan ayah Ran Jisu. Nampak Yanran menghela nafas dan kembali duduk. Melihat kekasihnya lelah, putra mahkota Mo segera mengambil alih untuk menjelaskan semua ini.


“Kita akan melakukan kudeta pada kekaisaran empu atas” ucap putra mahkota empu atas yang membuat semua orang terkejut bukan kepalang. Mulailah bisikan-bisikan dari para pejabat untuk berdiskusi tentang kudeta ini.


“Siapa yang masih tidak setuju silahkan berdiri” tegas putra mahkota Mo yang membuat semua orang terdiam dan tidak berkutik. Mereka masih ragu untuk menentukan setuju atau tidak. Hal ini membuat putra mahkota Mo menjadi tidak sabar.


“Kalian tidak perlu takut kalah, kita mempunyai sekutu kekaisaran Ming dari benua Tengah, kekaisaran Bo dari benua Timur dan katanya kaisar Ming dari benua tengah sudah menyewa organisasi bulan biru, organisasi yang kuat dan tak terkalahkan” jelas putra mahkota Mo yang membuat semua orang merasa lega.

__ADS_1


Mereka semua dengan wajah cerah mengangguk setuju. Lagi pula jika mereka menang, mereka bisa naik jabatan. Tapi tidak semua orang senang, Jendral Ran dan kakek Ran Jisu berdiri. Hal itu membuat semua orang terheran-herang. Lalu disusul Ran Jisu yang juga ikut berdiri dan mengapa tidak Xiao Moon tidak ikut berdiri? Tubuh Xiao Moon yang semula duduk langsung berdiri mengikuti Ran Jisu.


“Berikan alasan mengapa kalian tidak setuju!” teriak Yanran marah, semua orang segera terdiam dan hanya menunduk terkecuali Xiao Moon yang masih percaya diri. Karna tidak ada suara, Xiao Moon memberanikan dirinya untuk bertanya.


“Aih kekaisaran empu atas itu kuat lo...dan jika tidak ada kekaisaran itu mungkin dunia manusia sudah hancur, jadi apa kudetanya masih berlanjut, dan belum pasti juga kan organisasi bulan biru setuju hanya untuk kudeta” perkataan Xiao Moon membuat semua orang yang mulanya percaya diri menjadi lebih ragu. Hal itu membuat putra mahkota Mo sendiri menjadi bingung.


“Kalian tidak perlu khawatir, sesudah melakukan kudeta kekaisaran kita akan menguasai dunia atas, dengan adanya Xiao Yanran maka kekaisaran lainnya tidak akan berani melawan kita” jelas putra mahkota Mo dengan lantang.


Tapi mendengar penjelasan itu, Jendral Ran tidak kunjung duduk membuat semua orang semakin heran. Mungkin masih banyak pertanyaan di pikiran mereka.


“Tuan, apakah kita benar-benar harus percaya bahwa nona Xiao Yanran dari keluarga Xiao, matanya tidak berwarna biru” tandas kakek Ran Jisu yang sendari tadi hanya diam tak berkutik. Semua orang terdiam, dapat dilihat dengan jelas bahwa wajah Yanran sudah menggelap.


“Putri Yanran, kau bukan berasal dari keluarga Xiao karna kau tidak memiliki mata biru!” tandas Ran Jisu yang membuat darah Yanran semakin naik sampai ke ubun-ubun.


“Lancang! seret keluar Jendral Ran dan pukul dia 100 kali, kalau perlu pukul sampai mati!” Yanran tidak bisa jika tidak marah, meskipun putra mahkota Mo sudah menghentikannya tapi tetap saja tidak kunjung reda. Ran Jisu menggertakkan giginya, dia mengacungkan jari telunjuknya pada Yanran.


“Aku bersumpah! suatu saat nanti salah satu dari keluarga Xiao lah yang membunuhmu Yanran!” seketika suara petir menggelegar dengan keras. Semua orang tersentak mendengar sumpah dari Ran Jisu. Yanran mulai sedikit takut dan menciut, tapi tampang itu tidak bisa diperlihatkan di depan umum.

__ADS_1


'Hehe permintaan teman adalah perintah bagiku' batin Xiao Moon dalam hati sambil menyeringai diwajahnya yang tertutup kipas. Ran Jisu segera berlari keluar karna mendengar teriakan kesakitan dari ayahnya.


“Nona terhormat dari keluarga Xiao...tidak kusangka ternyata kau sekasar ini, aku harap kau tidak kecewa putra mahkota Mo yang terhormat” ucap Xiao Moon dengan nada sinis yang membuat semua orang menahan tawa, tapi apalah daya mereka yang merasakan aura membunuh dari Yanran dan putra mahkota Mo.


Xiao Moon melipat satu tangannya dibelakang dan keluar dengan langkah kaki yang wibawa. Dia hendak menghampiri Ran Jisu dan ayahnya. Tapi dia tidak menemukannya. Ji Hua yang tadi menunggu di luar segera mengikuti Xiao Moon.


“Nona Ada apa?” tanya Ji Hua yang melihat Xiao Moon sedang kebingungan. Dia segera menoleh dan mendapati Ji Hua serta yang lainnya.


“Apa kalian melihat Ran Jisu dan ayahnya?” Xiao Moon bertanya pada Ji Hua.


“Mereka memasuki tenda berlambang kuda, barusan dia pergi ingin mengobati ayahnya yang terluka” jelas Ji Hua pada Xiao Moon yang diangguki oleh Ji San, Ji Sue San dan Ji Feng.


Xiao Moon segera menghampiri tenda itu. Dari luar bisa terdengar bahwa ayah Ran Jisu terdengar khawatir. Jendral Ran yang sering menjadi pion kekaisaran dalam perang sedang dalam dilema. Di satu sisi kesetiannya pada kekaisaran Mo, disisi lain juga kesetiannya pada kekaisaran empu atas.


Ditambah kakek Ran Jisu adalah penasehat kaisar Mo, yang pastinya dia tidak bisa berkhianat. Karna mendengar debat itu Xiao Moon memutuskan untuk pergi dari tenda itu. Dia duduk di batang pohon depan api unggun. Xiao Moon termenung hingga seseorang datang menemuinya.


“Tuan, aku tau tadi aku sedikit kasar, tapi tolong maafkan aku” ucap seseorang, Xiao Moon segera mendongak dan mendapati seseorang yang paling dia kesali.

__ADS_1


***


*Jangan lupa masukin Yanran di lis****t wanita jal*ng terbodoh*** >_<


__ADS_2