
Happy reading
.
.
.
.
.
Disebuah gubuk yang sudah bobrok, terdapat seorang gadis yang sedang tidur dengan pulasnya. Tapi dia tiba-tiba bangun dan menatap sekitar.
"dimana aku"gumam Moon sambil menatap sekitar.
Yah gadis itu adalah Moon. Dia dibawa penolongnya kesini.
"bagaimana bisa dia menempatkanku digubuk jelek ini"keluh Moon saat melihat.
Lalu menoleh kemeja yang sudah terdapat makanan yang masih baru. Sepertinya baru pergi sebelum Moon bangun.
Karna memang Moon sangat lapar, dia turun dari ranjang dan menuju meja. Tapi saat hendak duduk, matanya disilaukan oleh cahaya. Moonpun menghampirinya, yang benar saja terdapat sebuah kalung giok yang sangat indah.
Diambilnya kalung itu dan dipakainya. Terlihat sangat cantik dileher Moon. Dia tersenyum saat melihatnya, tapi tidak lama wajahnya berubah menjadi dingin. Karna memang sangat lapar, Moon meredakan amarahnya dikala teringat kalungnya dan berjalan menuju meja untuk memakan makanan itu.
...........
Sementara ditempat lain seorang pemuda tampan sedang duduk dengan santai sambil melihat kalung yang dilehernya.
"hari ini kau akan mengikuti pertandingan, dan aku akan memberikan kalung yang satunya"ucap pemuda itu lalu tersenyum tipis.
Lalu dia merogoh sakunya mencari suatu benda, tapi tidak kunjung menemukannya. Pemuda itu menjadi panik, karna kalung itu hanya boleh digunakan oleh pasangannya mendatang.
Dan pemuda itu ingin Memberikannya pada seorang gadis yang dicintainya. Pemuda itu lalu memanggil bawahannya untuk mencari kalung itu.
"cari kalung itu secepatnya, jangan sampai jatuh ketangan orang lain!"tegas pemuda itu.
"baik!"ucap pengawal bayangan itu.
Pengawal bayangan itupun melesat pergi untuk mencari kalung yang hilang itu.
..........
Sementara Moon yang sudah menyelesaikan makannya, segera berteleportasi menuju istana neraka tempat organisasinya berada. Moon menghilang lalu muncul kembali dihalaman istana itu.
Semua orang kaget saat melihat junjungan mereka berpenampilan seperti pengemis. Baju robek, wajah kusam dan kotor dan rambut berantakan serta gembel.
"Queen!!"teriak para ketua kelompok.
"Queen kau kenapa"tanya ketua Jin dengan khawatir.
"sstt, Queen sedang lelah, sebaiknya kita biarkan Queen istirahat"ucap ketua Ying.
Mereka bertiga mengangguk lalu mengantarkan Moon masuk kedalam serta membantu untuk menyiapkan dirinya.
.........
Moon yang sudah berdandan cantik dengan baju ksatrianya yang berwarna biru bercampur putih itu. Rambut yang dihias ringan agar membantunya mudah bergerak. Baju bagian lengan panjangnya menempel dengan cantik ditangannya.
Bagian pinggang kebawah terdapat kain menjuntai yang indah dan tidak berat. Mereka berempat yang melihat penampilan junjungan mereka tanpa topeng terkagum dan terpesona.
"Queen kenapa kau berpakaian seperti itu?"tanya bibi Li.
"huh aku kan ingin pergi kepertandingan"ucap Moon datar.
Mereka semua terdiam, tidak biasanya Moon seperti ini kepada mereka.
"Queen apa kau baik-baik saja?"tanya paman San.
"kita ubah rencana, kita akan menyerang langsung kediaman Jendral setelah pertandingan, kita bunuh mereka semua"dingin Moon sambil menyilangkan tangannya didepan dada.
__ADS_1
"apa?!"teriak mereka berempat kaget.
"haiya knapa Queen tidak bilang, aku akan berlatih menjadi sadis untuk menghancurkan keluarga itu"ucap bibi Li dengan nada antusias.
Moon menghela nafasnya pelan, memang awalnya dia ingin membalaskan dendam setengahnya terlebih dahulu. Tapi mungkin akan lebih baik membalasnya dengan langsung tanpa ada setengah.
"apa laporan hari ini"ucap Moon sambil mengambil berkas yang ada dimeja tersebut.
"beberapa orang telah lulus dari ujian penerimaan anggota, tinggal Queen Alexa memberi simbol kesetiaan"ucap ketua San.
"lakukan tes sekali lagi, besok aku akan memberikan simbol pada mereka"ucap Moon.
"kami juga sudah membangun beberapa bisnis sesuai dengan keinginan Queen"ucap ketua Ying.
Moon mengangguk mengerti lalu meletakkan berkas itu dan menatap mereka.
"kalian belajarlah jurus ini, ini adalah jurus berteleportasi dan setelah kalian bisa, ajarkan ini keanggota lainnya"datar Moon sambil menyerahkan gulungan
"baik Queen!"ucap mereka kompak.
"baiklah bagus, sekarang aku pergi dulu"ucap Moon lalu pergi menghilang, tidak lupa dia memakai topengnya.
.............
Moon muncul dibelakang pohon yang dekat dengan tempat pertandingan. Moon melangkah pergi, dilihatnya banyak orang yang berkumpul untuk sekedar melihat pertandingan, ada juga yang ikut bertanding.
Moon melangkah untuk mencari tempat duduk yang tepat. Setelah menemukannya, Moon segera mendudukkan dirinya.
"hey, bukankah itu putra mahkota empu atas"
"wah apa dia bersama kekasihnya"
"tentu saja, siapa lagi kalau bukan kekasihnya, lagi pula wanita itu juga cinta pertamanya"
Moon menatap arah yang ditunjuk orang bergosip itu. Dilihatnya, putra mahkota empu atas sedang menggandeng seorang wanita cantik. Setau Moon, wanita itu dijuluki wanita Jendral pertama sebelum putri Lue Sin. Nama wanita itu kalau tidak salah adalah Si Yu. Merupakan putri kedua dari kekaisaran Si.
..............
"Yu'er, maafkan aku telah menghilangkan kalung pasangan giok pemberian ibuku"ucap pangeran mahkota empu atas yang bernama Yi Sun.
"tidak apa San'er, nanti kita cari bersama-sama"ucap putri Si Yu dengan nada lembut.
............
Moon menatap itu dengan sinis. Bagaimana bisa mereka bermesraan ditempat umum itu tidak adil.
"jiwa menyendiriku jadi bangkit"batin Moon.
Moon memutuskan untuk menutupi matanya dengan telapak tangannya yang mungil. Tapi dia membuka telapak tangannya saat mendengar suara.
"untuk apa kau menutupi matamu, apa ada hal yang menarik"ucap wanita itu sambil clingak-clinguk.
"tidak ada"ucap Moon datar.
"wajahmu sangat kaku"ucap wanita itu sambil menunjuk wajah Moon.
Moon terkekeh saat melihat wanita itu dan kemudian fokus pada pertandingan yang akan segera dimulai.
"siapa namamu?"tanya wanita itu.
"Moon"balas Moon singkat.
"ah kau putri Moon yang itu ya, maukah kau menjadi teman pertamaku?"ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya.
Moon membalasnya dengan senyuman tipis. Dia mungkin akan membukakan hatinya untuk wanita ini.
"aku Si Yan"ucap wanita itu.
Moon mengangguk, Si Yan adalah putri ketiga dari kekaisaran Si. Dia anak yang pintar tapi juga berhati-hati dalam memilih teman, dan sekarang dia menemukan yang tepat, yaitu Moon.
"baiklah, mari kita mulai pertandingan ini!"lantang panitia itu.
"juara ketiga akan mendapatkan 3 batang emas, juara kedua akan mendapatkan 2 batang emas dan pil kultivasi tingkat menengah dengan kemurnian 50%, juara pertama akan mendapatkan pil penyembuh tingkat tinggi dengan kemurnian 65% serta pedang surgawi!"lantang panitia itu.
__ADS_1
Semua penonton bersorak gembira saat mendengar hadiahnya. Apalagi saat mendengar pedang surgawi, yaitu pedang terkuat kedua setelah pedang abadi, pedang yang dibawa Moon.
"eits jangan terkejut dulu, kali ini kalian akan tambah terkejut, karna juara kedua dan pertama akan bebas memilih salah satu pangeran atau putri!!"lanjut panitia itu.
Semua orang kembali terkejut bahkan sudah membicarakan pangeran atau putri yang akan mereka pilih.
gong gong
Suara gong, menandakan bahwa pertandingan dimulai. Semua peserta mulai bertarung dan memenangkan pertandingan. Kini putra mahkota Ming maju kedepan dengan seringaiannya.
"baiklah kali ini putra mahkota Ming yang akan melawan seseorang pilihannya!"
"aku akan melawan putri sampah itu"ucap putra mahkota Ming sambil menunjuk Moon.
Semua orang membelalakkan mata tidak percaya. Mereka sudah tau pasti jika putra mahkota Ming yang akan menang. Cemohan dari penonton mulai dilontarkan.
Dan kini Moon maju dan membentuk posisinya. Tangan kanan Moon memanjang agak ditekuk, tangan kirinya mendekat dada dan ditekuk, kaki kirinya kebelakang lurus dan kaki kanannya kedepan sambil ditekuk.
"aku yang maju dulu"ucap pangeran mahkota Ming percaya diri.
Lalu putra mahkota Ming mengeluarkan bola api sebesar bola kasti. Dilemparnya bola api itu kearah Moon. Dengan sigap Moon melapisi kakinya dengan Qi lalu melompat dan menendang bola api itu dengan kaki kirinya.
"hah bagaimana bisa putri itu mengalahkannya"
"aku tidak tau, kita lihat saja, kalau putri Moon yang menang aku akan mendukungnya"
"aku juga seperti itu saja, tapi kalau sebaliknya kita akan mendukung yang lain"
Karna sangat marah, putra mahkota Ming mengeluarkan dua api ditelapak tangannya dan melemparkannya pada Moon.
Moon dengan santainya memberhentikan api itu. Dia memasukkan tanah didalam api itu yang berbentuk seperti bola. Moon kembali melemparkannya keatas, Moon melompat dan menendang kedua bola tanah api itu.
Dia mendarat dengan sempurna, tapi anehnya saat mendarat dia melakukan segel ganda untuk menggandakan api itu. Yang benar saja, api bola tanah itu menjadi banyak dan membentuk jarum.
Dia juga mengunci pergerakan putra mahkota Ming agar tidak bergerak. Jarum api bertanah itu melesat dengan cepat kearah putra mahkota Ming.
duar duarr duarrr
Jarum api bertanah itu menabrak tubuh putra mahkota empu atas. Putra mahkota empu atas terluka tidak cukup parah tapi mampu membuatnya menyerah.
"baiklah pemenangnya kali ini adalah putri Moon!"ucap panitia itu.
prok prok prok prok
Tepukan terdengar dari penonton yang bersorak kagum.
"aku tidak percaya mantan tunanganku sangat kuat, tapi wajahnya..."batin putra mahkota Ming.
"lihat saja putri Moon menang"
"iya, sekarang aku akan mendukungnya"
"apa kalian tidak kecewa bila nanti saat babak kedua"
"tidak akan, aku tidak akan kecewa, aku percaya pada putri Moon"
Itulah ucapan dari para penonton. Moon pun tersenyum senang karna bisa mengembalikan reputasinya yang buruk. Dia kemudian duduk dibangku semula dan berbicara dengan teman barunya.
"wah putri Moon, kau sangat hebat"ucap putri Si Yan bangga.
"setidaknya aku mengembalikan reputasiku"ucap Moon dengan bangga.
Moon menatap Si Yan, sementara yang ditatap sangat merasa risih.
"ada apa?"tanya Si Yan.
"maukah kau bekerja sama denganku?"tawar Moon.
"tentu saja kita itu teman"ucap senang Si Yan.
Moon kemudian tersenyum tipis. Dia bisa melihat mata kesetiaan dari Si Yan. Moon mengajak kerja sama juga beralasan, dia juga tau jika Si Yan adalah putri yang pintar dan pandai.
MKASIH YG UDAH MAMPIR LIKE AND KOMENT, LIKE AND KOMENT LAGI YAH, JANGAN LUPA SARANNYA ☺
__ADS_1