
Semua orang mencoba untuk menghancurkan perisai biru transparan itu. Bahkan kekuatan mereka sudah menipis hanya untuk menghancurkan perisai itu.
“Mengapa sulit sekali”gumam Ji Hua sambil melemparkan Qi nya pada perisai itu. Mereka benar-benar dibuat kewalahan. Tapi mereka juga tidak menyerah untuk itu.
.........
Perlahan Xiao Moon membuka matanya, samar-samar dia dapat melihat cahaya dan itu membuatnya bernafas lega. Samar-samar juga dia bisa mendengar suara berisik dari luar perisai itu.
“Sepertinya diluar berisik ya”ucap Xiao Moon lemah. Dia mencoba menggerakkan badannya tapi dia tidak kuat. Dia hanya bisa menggerak-gerakkan jarinya itu.
“Apa aku akan mati untuk yang kedua kalinya?”tandas Xiao Moon sambil menatap kedepan. Tubuhnya masih tengkurap dengan tangan membentang. Wajah cantiknya terkena tanah yang seharusnya menjadi tempat pijakan kaki. Dia menatap seorang wanita yang juga terbaring ditanah.
“Nona nona!”teriak Jendral Iblis memanggil Xiao Moon. Xiao Moon dapat mendengar suara itu meskipun samar. Dia lalu kembali ingin membangunkan tubuhnya tapi tidak bisa.
“Oh iya ilmu hitam yang aku serap tadi bukannya menyerang jantungku”lirih Xiao Moon pada dirinya sendiri. Badannya sungguh nyeri dan sakit, bahkan lebih sakit dari kematiannya.
Organnya serasa dicabik-cabik dengan pisau. Dan tiba-tiba saja jantungnya berdebar dengan kencang seakan-akan meledak kapan saja. Tangannya bergerak mencoba untuk memegang dadanya yang sakit itu.
“Bagus-bagus selain hatiku dadaku pun akan berlubang”ucap Xiao Moon sambil memegang dadanya.
Ji San melihat pergerakan tangan Xiao Moon, dia sangat merasa lega karna Xiao Moon tidak mati, “Ayo cepat kita keluarkan nona!”teriak Ji San.
Xiao Moon benar-benar seperti diambang kematian. Disatu sisi dia bisa membuka mata tapi disisi lain jantungnya akan meledak. Tidak lama dimulutnya keluar darah yang benar-benar cukup banyak.
“Nona bertahanlah!”teriak Ji Hua, dia mengeluarkan semua kekuatannya untuk menghancurkan perisai itu.
Berbeda lagi dengan suasana di desa Gong. Di istana neraka benar-benar damai seperti biasa. Tapi suasana damai itu sirna saat salah satu organisasi bulan biru masuk.
Tanda dikeningnya terus berkedip tiada henti, “Ketua San, ketua Li!”teriak salah satu anggota organisasi itu. Dia tidak puas karna tidak ada jawaban dari atasannya “Ketua San, ketua Li!”teriak lagi anggota organisasi itu.
“Jangan berteriak, ketua yang kau cari sedang berada di aula utama”ucap salah satu pasukan Iblis yang berjaga disana.
Orang itu segera berlari untuk menuju diaula utama istana neraka. Saat sampai didepan pintu dia mendorongnya hingga menampakkan anggota organisasi yang lain. Mereka semua menoleh pada pintu yang dibuka itu.
Hal yang sama, tanda dikening mereka juga berkedip-kedip, “Ada apa, bukankah kau salah satu dari mereka yang harus melihat keadaan nona?”Tanya ketua San.
__ADS_1
“Ketua San, ketua Li Queen Alexa....nyawanya sedang terancam karna ilmu hitam”ucap anggota bulan biru itu dengan nafas yang naik turun.
Ketua San dan ketua Li kaget bukan kepalang, bagaimana bisa nona mereka sekarat. Begitu juga anggota lainnya yang ikut berkumpul. Apakah itu sebab dari tanda dikening mereka terus berkedip-kedip?.
“Apa sekarang Queen Alexa baik-baik saja? apa sudah sadar? apa sakitnya parah?”tanya ketua Li bertubi-tubi.
“Tidak ketua, Queen sekarang terjebak di dalam perisai yang dia buat untuk melindungi warga dari desa itu”jelas anggota itu.
Tanpa basa-basi lebih lanjut ketua San langsung pergi menggunakan teleportasinya. Begitu juga yang lainnya, mereka dengan menggunakan teleportasi menyusul ketua San.
..........
Di desa Gong masih dalam keadaan mencekamkan. Pasalnya perisai yang diserang dari tadi tidak kunjung pecah juga. Lalu tiba-tiba sampailah ketua San, ketua Li beserta rombongannya.
“Bagaimana? apa kita tidak bisa masuk kedalam perisai menggunakan teleport? ”tanya ketua San tiba-tiba.
“Jika itu bisa aku akan melakukannya dari tadi”ucap Ji Hua merasa kesal. Tapi dia tidak bisa kesal sekarang, dia harus menyelamatkan nonanya terlebih dahulu.
Melihat mereka terus menyerang perisai itu membuat Xiao Moon tersenyum hangat, “Hais bagaimana bisa aku sebagai keluarga Xiao harus selemah ini, benar-benar sampah”
“Si*l ilmu hitam itu sungguh-sungguh membuatku sakit”lirih Xiao Moon, dia tidak menyerah sampai disitu. Dia berdiri dengan sekuat tenaganya, itu membuat semua orang yang berada diluar perisai itu kaget.
“Nona bertahanlah!”ucap ketua San dan ketua Li. Xiao Moon mengerutkan keningnya heran, pasalnya apa dia akan mati begitu saja? oh tidak semudah itu. Akhirnya dia berhasil berdiri dengan sisa tenaganya.
“Ckckck hanya perisai selemah ini kalian tidak bisa menghancurkannya?”ejek Xiao Moon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Semua orang membelalakkan matanya kaget. Apakah mereka tidak salah dengar? Xiao Moon bilang ini perisai lemah? jangan bercanda! sudah berjam-jam mereka menghamcurkannya tapi tidak bisa.
“Nona apa kau meremehkan kami?”tanya Jendral Iblis. Xiao Moon mengangkat sebelah alisnya lalu menyeringai, “Daripada berbasa-basi kalian berlindunglah, aku akan menghancurkannya”ucap Xiao Moon sambil mengambil ancang-ancang.
Seakan-akan ingin bergulat, dengan sisa kekuatannya dia melayangkan tinjuannya pada perisai itu. Bukannya hancur tapi perisai itu hanya menimbulkan retak.
“Ini benar-benar kuat bahkan tanganku terasa sakit”gumam Xiao Moon sambil melihat tangannya yang merah. Tidak seperti Xiao Moon yang keheranan, justru semua orang yang berada diluar benar-benar kaget melihat perisai itu retak.
Berjam-jam mereka mengerahkan semua kekuatannya tapi hasilnya nihil, tapi nona mereka bisa hanya dengan sekali tinjuan. Hey bukankah takdir ini tidak adil?
__ADS_1
“Nona kau hanya mampu meretakkan perisai ini!”teriak Ji San dari luar. Xiao Moon mengangguk mengerti, dia lalu berpikir-pikir apa yang harus dia lakukan.
Selang beberapa detik dia teringat dengan Ji Sue, beruang berbulu emas yang saat itu dia temui dihutan, tapi dia lupa.
NOTE: Aku lupa dia berbulu perak atau emas jadi tebak-tebak aja :)
Lalu dia masuk ke dimensinya dan mencari keberadaan beruang dan anaknya itu. Sekian lama dia tidak pernah masuk ke dimensinya, sekarang tempat ini sudah seperti desa dengan rerumputan yang indah.
“Eh nona, ada apa dengan penampilannya nona?”tanya seseorang dengan suara kecilnya. Xiao Moon menoleh dan mendapati beruang kecil dengan bulu perak bercampur emas.
“Ji Han kau....kau sudah besar ya”ucap Xiao Moon lalu menggendong Ji Han, beruang kecil itu.
“Uhh kau berat sekali, dimana ayahmu?”tanya Xiao Moon heran. Ji Han turun dari gendongan Xiao Moon dan berlari dengan meloncat-loncat. Sepertinya beruang kecil itu ingin menunjukkan sesuatu.
“Kemari nona, ayahku sedang memasak di dapur buatannya”ucap Ji Han tersenyum. Xiao Moon melangkahkan kakinya menuju ke dapur yang dibangun oleh Ji Sue disana.
Lalu dia melihat dapur yang tidak pada umumnya. Dapur diluar ruangan, apalagi dapur itu tidak berada didalam rumah. Saat itu Ji Sue dalam bentuk manusianya tidak menyadari keberadaan Xiao Moon.
“Ayah payah, bahkan saat nona datang ayah tidak menyedarinya”kesal Ji Han sambil menarik baju Ji Sue.
“Heh nona datang, ah maaf nona aku tidak menyadari kedatangan nona”ucap Ji Sue membungkukkan badannya. Dia seperti Ibu rumah tangga ketika sedang memasak, lalu secara spontan Xiao Moon terkekeh.
“Eh nona kenapa penampilan nona berantakan dan.....noda darah”gumam Ji Sue saat melihat noda darah pada Xiao Moon. Lalu dia meletakkan panci yang tadi dia bawa dan menghampiri nonanya dengan panik.
“Apa nona baik-baik saja? kenapa nona bisa terluka? kemana Ji San, Ji Hua dan Jendral Iblis pergi?!”tanya Ji Sue panik.
“Tenanglah aku akan ceritakan padamu”Xiao Moon lalu menceritakan semuanya pada Ji Sue agar dia tidak terlalu khawatir. Setelah menceritakan semua nampak Ji Sue menghela nafasnya pelan.
“Aku akan membantu nona untuk menghancurkan perisai itu, Ji Han kau makanlah dulu dan jaga dimensi ini”ucap Ji Sue lalu memberi amanat pada Ji Han.
“Uhm, dah ayah dah nona”ucap Ji Han melambaikan tangan mungilnya menatap kedua orang itu pergi.
***
Selamat Hari natal bagi umat kristiani 😉 telat yah:v
__ADS_1