Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Memberi kejutan


__ADS_3

Malam hari pun tiba, Xiao Moon dengan berpakaian rapi menuju ketempat kudanya. Malam Ini dia berencana untuk pergi berkeliling hingga pagi tiba dia akan pulang kepenginapan.


Xiao Moon hanya ingin menghabiskan malam ini untuk mengenal lebih dalam benua Timur. Siapa tau dia akan menemukan sesuatu yang menarik.


“Perlihatkan aku kota ini Zen”ucap Xiao Moon datar.


Zen mengangguk lalu menundukkan badannya agar Xiao Moon bisa naik dengan mudah. Setelah Xiao Moon naik, Zen melangkah pelan untuk menjauhi penginapan.


Setibanya dijembatan melengkung, Xiao Moon turun dari Zen dan menatap kebawah. Disana para warga satu persatu melepaskan teratai biru didanau. Xiao Moon yang melihat itu cukup heran.


“Untuk apa mereka melakukan itu?”tanya Xiao Moon pada Zen.


“Nona ini adalah danau suci, semua orang berendam dan berdoa disini, rumor mengatakan para dewa akan membalas mereka”ucap Zen menjelaskan.


Xiao Moon mengangguk acuh lalu mengambil jubah biru dari punggung Zen. Karna dia sudah sangat risih menjadi perhatian para warga disekitar. Lalu dia kembali menaiki Zen dan segera pergi dari sana. Diperjalanan, Zen cukup bingung arah, dia tidak tau tujuan sebenarnya Xiao Moon.


“Nona, apa nona tidak ingin melepaskan teratai?”tanya Zen.


“Aku akan melepaskan teratai, tapi dengan cara yang unik”jawab Xiao Moon tersenyum tipis.


Zen tidak bertanya banyak, dia hanya ingin berpikir positif bahwa Xiao Moon akan melakukan hal yang dapat membuat orang lain bahagia. Selama ini dia sering membaca raut wajah Xiao Moon yang seperti sedang menanggung beban yang sangat berat. Tapi dia tidak berani bertanya, Zen hanya bisa membantu saja.


Tidak lama, Xiao Moon memberhentikan Zen dan turun dari punggungnya. Dia menghampiri toko bunga yang menjual banyak bunga disana. Terutama berbagai macam warna teratai.


Bunyi lonceng berbunyi saat Xiao Moon membuka pintu itu. Seperti penampilan diluar, bagian dalam toko bunga ini sangat indah dan bagus karna berbagai bunga berjajar rapi dipinggir. Bahkan wangi berbagai macam bunga mulai memasuki hidung Xiao Moon.


“Selamat datang nona ditoko bunga kami”sambut seorang wanita paruh baya dengan ramah.


Xiao Moon mengangguk pelan, dia berpikir wanita itu adalah pemilik toko ini. Dia lalu mendekati pemilik toko itu dan mencopot tudung jubahnya. Sang pemilik toko mengaga tidak percaya dapat melihat bidadari cantik didepannya, apa ini mimpi?.


“Maaf bibi, apa disini ada bunga teratai?”tanya Xiao Moon ramah.


“A...ah iya nona, disini ada berbagai macam teratai, silahkan ikuti saya”ucap sang pemilik toko itu gugup, karna dia pertama kali bertemu dengan seorang seperti Xiao Moon.


Cukup risih jika Xiao Moon ditatap seperti itu. Tapi bagaimana lagi, dia sangat bosan jika harus memakai topeng dan bersikap dingin. Semua orang akan menganggapnya tidak normal.

__ADS_1


Xiao Moon terus mengikuti pemilik toko itu hingga tiba disuatu tempat. Disana sangat banyak teratai dikolam yang sudah disediakan. Bahkan jika dilihat tempat ini sangat besar dibanding toko-toko biasa. Toko ini bisa dibilang besar dan sukses.


“emm, no…nona mau beli berapa?”ucap sang pemilik toko.


“Saya beli semua ini”ucap Xiao Moon dengan enteng. Padahal kata-kata itu berhasil membuat sang pemilik toko sesak nafas. Bahkan hampir terjatuh jika Xiao Moon tidak menopang tubuhnya.


“Bibi apa baik-baik saja?”tanya Xiao Moon.


“Toko kami sudah bangkrut lama, dan ini adalah pertama kalinya bagi kami menjual bunga sebanyak ini”ucap pemilik toko.


Xiao Moon menghembuskan nafasnya pelan lalu memberikan air pada pemilik toko. Setelah pemilik toko kembali tenang, Xiao Moon melanjutkan pembelian teratai.


“Jadi bibi berapa harga semua teratai ini?”tanya Xiao Moon.


“Karna teratai yang sebanyak ini aku akam menjualnya 50 koin emas”ucap sang pemilik. Xiao Moon memberikan satu kantung besar yang berisi 60 koin emas pada pemilik toko.


“Nona, ini terlalu banyak”gumam sang pemilik toko.


“Sebagian untuk bibi”ucap Xiao Moon.


Xiao Moon lalu keluar dari toko dan menghampiri Zen. Xiao Moon lalu menaiki Zen dan kembali ketempat jembatan tadi. Dia akan memberikan sesuatu yang tidak akan pernah dilihat warga dikota ini.


Sesampainya dijembatan, Xiao Moom segera turun dari punggung Zen dan bersandar pada pinggiran jembatan itu. Perlakuan Xiao Moon membuat Zen heran dan terkekeh. Karna ini pertama kali baginya bertemu dengan nona seperti Xiao Moon.


“Katanya nona ingin memberikan sesuatu untuk warga dikota ini?”tanya Zen.


“Aku bertanya dulu, kapan mereka semua berkumpul?”tanya Xiao Moon bertanya balik.


Zen bergerak dan duduk didepan Xiao Moon persis. Wajah kuda itu menatap langit yang indah dengan bintang bertebaran disana, sungguh perilaku Zen itu seperti manusia normal.


“Mereka sangat menanti jawaban dari para Dewa dan Dewi, tapi setiap kali mereka mengharapkan sesuatu dari Dewa tidak pernah diberikan kepastian, padahal sepanjang malam mereka selalu berkumpul disungai ini untuk menunggu jawaban”cerita Zen sedih.


Xiao Moon yang mendengar penjelasan Zen sedikit terkejut dan marah. Bagaimana bisa para Dewa dan Dewi bersikap acuh pada penghuni didunia atas. Sepatutnya itu yang tertinggi harus membantu yang rendah. Jujur, kali ini Xiao Moon sangat kecewa.


“Tengah malam akan memakan waktu sangat lama, Zen disini apakah ada kuda putih?”tanya Xiao Moon.

__ADS_1


“Nona tidak perlu mencari, karna aku bisa merubah diriku menjadi warna putih”ucap Zen berdiri membanggakan dirinya. Xiao Moon terkekeh geli dan menepuk-nepuk punggung Zen.


“Zen, bawa aku ketepi danau bagian hutan disana”ucap Xiao Moon sambil menunjuk kearah tepi danau yang berlawanan dengan tempat berkumpulnya warga.


Zen sempat bingung, tapi dia tidak banyak bertanya. Pasti nanti Xiao Moon akan melakukan hal yang menarik. Tidak ingin lama-lama, Zen segera melangkah menuju tempat yang ditunjuk Xiao Moon tadi.


Ketika sampai disana suasanany tidak cukup mendukung. Jika manusia biasa mungkin akan mati kedinginan karna tepi danau itu bagaikan es. Karna saking kedinginannya, Xiao Moon melapisi dirinya menggunakan Qi panas agar tidak membeku.


“Zen kau tidak kedinginan?”tanya Xiao Moon pada Zen.


“Tidak nona, tempat ini tidak akan berpengaruh bagi hewan”ucap Zen.


Xiao Moon mengangguk kemudian dia memulai rencananya. Dia menyuruh Zen untuk menjadi kuda putih. Zen dengan setujunya merubah dirinya menjadi kuda putih yang dikelilingi cahaya terang. Xiao Moon berdecak kagum karna tidak menyangka akan bertemu kuda seperti Zen.


“Kau lebih cocok jika menjadi kuda putih Zen”ucap Xiao Moon sambil terkekeh geli.


“Tidak bisa seperti itu, aku ini kuda raja iblis, jadi harus berwarna hitam”ucap Zen sambil membanggakan dirinya.


Xiao Moon mengangkat bahunya acuh, dia tidak peduli itu putih atau hitam, yang penting bagi Xiao Moon adalah itu berguna. Lalu dengan kekuatan cahayanya, Xiao Moon merubah dirinya menjadi seorang Dewi.


Gaun warna putih dengan jubah menjuntai kebawah. Rambut berwarna putih bersinar layaknya bulan. Ditambah mahkota yang ada dikepala Xiao Moon. Anting Xiao Moon yang panjang sampai keleher menambah kesan pada dirinya.


Bulu mata lentik itu berwarna hitam pekat. Bola matanya berwarna emas menyala. Zen yang melihat itu tidak bisa jika tidak terkejut. Kali ini penampilan Xiao Moon tanpa menggunakan tudung ataupun topeng.


Bibirnya yang mungil berwarna pink mampu membuat semua laki-laki terpesona. Didahi Xiao Moon tergambarkan trisula emas yang sama persis dengan matanya.


Jika bisa dibilang, itu sungguh memukaukan. Tapi ini belum apa, ketika Xiao Moon merubah dirinya menjadi Ratu didunia keabadian, maka akan lebih memukaukan.


“Bagaimana Zen, apa ini sudah bagus?”tanya Xiao Moon.


“No...nona sa...sangat cantik hari ini”ucap Zen sambil terbata.


Xiao Moon mencoba menggerakkan bibirnya untuk menyunggingkan senyum semanis mungkin. Dia melakukan ini agar sempurna didepan para warga nanti.


**

__ADS_1


Halo wkwkwk, maaf telat update yah author sibuk, tapi jangan lupa like komen and sharenya biar makin rame dan banyak like. Maaf kalau ada kesalahan kata, nama tempat, nama tokoh, typo atau pun tidak nyambung :)


__ADS_2