Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
menuju benua timur


__ADS_3

gusy mungkin chapter kali ini membosankan


.


.


.


.


Xiao Moon juga putra mahkota Yi Sun berjalan berdampingan menuju kekediaman kaisar empu atas. Para prajurit dan pelayan yang melihat mereka bersama kaget.


Bagaimana tidak, putra mahkota Yi Sun juga Xiao Moon itu orang yang anti terhadap lawan jenis, tapi sekarang mereka berjalan berdampingan(?).


"lihat putra mahkota Yi Sun sudah dekat lagi dengan perempuan"ucap pelayan.


"benar aku harap nona itu tidak seperti putri Si Yu"jawab prajurit.


.........


Mereka berdua sudah sampai pada tempat tujuan, yaitu kediaman kaisar empu atas. Saat memasuki kediaman mereka melihat jika kaisar empu atas sedang mondar-mandir.


"ayah!"sapa Xiao Moon dengan berteriak.


"kenapa kalian berdua?"tanya kaisar empu atas saat melihat mereka berdua bersama.


"apa aku tidak boleh dekat dengan nona Moon?"ketus putra mahkota Yi Sun.


Kaisar empu atas nampak mengelus dagunya berpikir. Dia lalu menatap tajam putranya itu.


"iya, aku takut kau menyakiti putriku satu-satunya"ucap kaisar empu atas menatap tajam putranya.


Kedua ayah dan anak itu saling menatap tajam dan mengeluarkan aura. Itu menyebabkan orang disekitarnya bergetar hebat. Sementara Xiao Moon menatap mereka berdua dingin.


Itu menambahkan aura disekitar semakin menakutkan. Ayah dan anak itu yang merasakan aura lebih kuat dari mereka pun menghentikan perdebatan mereka. Dilihatnya Xiao Moon dengan wajah dingin dan mata tajam sedang menatap mereka.


"kalian ini seperti anak kecil, lebih baik kita urusi dulu urusan kita yang ini"ucap Xiao Moon sambil menyerahkan gulungan.


"urusan?"tanya kaisar empu atas.


Xiao Moon menghembuskan nafasnya lalu menjelaskan semuanya. Awalnya wajah kaisar empu atas biasa saja. Tapi semakin lama wajahnya berubah serius dan menjadi dingin.


"mereka ingin berperang ya"ucap kaisar empu atas dengan seringaiannya.


"ck katanya ayah tidak akan diberitahu"ucap putra mahkota Yi Sun.


"terlanjur"jawab Xiao Moon singkat.


Putra mahkota Yi Sun memutar bola matanya malas. Dia lalu beralih pada kaisar empu atas yang sedang berpikir sesuatu.

__ADS_1


"lalu, apa yang harus kita lakukan, aku tidak akan melibatkan kekaisaran lain dalam perang ini"ucap kaisar empu atas sendu.


Xiao Moon yang mendengar itu pun memegang pundak kaisar empu atas.


"istana neraka siap membantu"ucap Xiao Moon.


"maksudmu?"tanya putra mahkota Yi Sun.


"itu bukan urusanmu, lebih baik kalian latih prajurit yang dimiliki kekaisaran ini, kalian persiapkan semua dari sekarang, tugasku adalah menyamar menjadi salah satu prajurit disana"jelas Xiao Moon.


"tapi...


"ayah tidak perlu khawatir, kau taukan aku itu kuat"ucap Xiao Moon menyela.


Kaisar empu atas lalu mengangguk meskipun berat. Xiao Moon menatap putra mahkota Yi Sun dan kaisar empu atas secara bergantian.


"mungkin saatnya aku harus memulai perjalanan menuju kekaisaran Mo"ucap Xiao Moon.


"apa harus sekarang?"tanya kaisar empu atas.


Xiao Moon mengangguk pelan lalu dia memberikan gelang berukiran naga emas kepada kedua ayah dan anak itu. Lantas Xiao Moon menghilang begitu saja.


Putra mahkota Yi Sun dan kaisar empu atas melamun melihat gelang itu. Mereka juga baru sadar bahwa Xiao Moon sudah pergi, kepergian Xiao Moon membuat mereka berdua menjadi sendu.


..........


Berbeda dengan Xiao Moon yang kini sedang mengambil buah apel yang berada didepan gerbang utama. Buah apel yang sudah dipetik ditaruhnya dikeranjang.


"kenapa kalian keluar?"tanya Xiao Moon datar.


"kami bosan kalau didimensi terus"jawab Ji Hua.


Xiao Moon mengangguk paham. Sementara Ji San langsung mengambil apel tanpa ijin. Xiao Moon yang melihat itu memelototkan matanya.


"aku hanya mengambil satu"jawab Ji San takut.


Mereka bertiga melanjutkan perjalanannya melewati hutan-hutan yang lebat. Sesekali mereka beristirahat agar lelah mereka hilang.


"aku ingin tahu seperti apa benua timur itu"ucap Xiao Moon ditengah perjalanan.


"disana perempuan tidak boleh berkultivasi, karna itu adalah tradisi"jawab Ji Hua.


Xiao Moon mengangguk mengerti lalu melanjutkan langkahnya. Dia lalu berpikir untuk melanjutkan perjalanannya dengan berteleportasi, tapi apa Ji Hua dan Ji San bisa berteleportasi, pikirnya.


"mm kalian bisa berteleportasi?"tanya Xiao Moon pada Ji San dan Ji Hua.


"bisa"jawab mereka kompak.


Wajah Xiao Moon menggelap lalu melayangkan tangannya memukul kepala Ji Hua dan Ji San. Sementara yang dipukul mengelus kepalanya yang sakit.

__ADS_1


"kenapa tidak bilang?"marah Xiao Moon.


"iss kami hanya ingin berjalan-jalan, tapi sebaiknya nona naik kepunggungku saja, kita akan terbang"ucap Ji Hua.


"ide bagus"beo Xiao Moon.


Ji Hua lantas merubah dirinya menjadi phoniex biru. Dinaikinya punggung itu oleh Ji San dan Xiao Moon. Lalu Ji Hua mengepakkan sayapnya untuk terbang.


Mereka bertiga terbang membelah langit biru yang indah dengan awan putih disekitarnya. Xiao Moon menutup matanya dan bersandar didada bidang Ji San.


"kenapa nona bersandar?"tanya Ji San.


"aku hanya lelah Ji San"jawab Xiao Moon.


Wajahnya terkena angin hingga topengnya melayang. Dilihatlah wajah cantik melebihi dewi itu sedang tertidur. Bulu matanya yang lentik menambahkan kesan pada dirinya. Rambutnya terombang ambing terkena angin layaknya seperti ombak.


..............


Sudah 3 hari berlalu, Xiao Moon melakukan perjalanan dengan lancar. Kini dia sendiri sedang berada dipinggir sungai.


"huh akhirnya sampai, hanya tinggal menyebrang sungai itu saja"ucap Xiao Moon mendekati sungai itu dan meminumnya.


Sementara Ji San dan Ji Hua sudah memasuki dimensinya. Xiao Moon hendak ingin mandi, dia melepaskan pakainnya dan mencelupkan dirinya disungai.


"hmm segar, sudah lama aku tidak mandi"gumam Xiao Moon.


Dia membersihkan dirinya secara merata dari kepala sampai kaki. Selesai membersihkan diri, Xiao Moon memakai hanfu merah mudanya dan menggelung rambutnya dengan sumpit. Tidak lupa dia memakai topengnya yang indah.


skip


Xiao Moon mengumpulkan Qi dibagian kakinya dan mencoba berjalan diatas air. Dalam sekali percobaan, Xiao Moon berhasil menyeimbangkan dirinya dengan arus air yang cukup deras. Dia lalu berjalan menyebrangi sungai itu.


Setelah sampai, Xiao Moon melanjutkan perjalanannya memasuki hutan yang gelap itu. Suara hewan mulai bersahutan karna hari mulai sore, itu menambahkan kesan mistis dalam hutan itu.


Mungkin orang lain akan berpikir beribu-ribu kali untuk memasuki hutan itu. Tapi berbeda dengan Xiao Moon yang kini berjalan dengan santai seolah tidak ada apa-apa.


Tapi ketenangannya itu terganggu saat para bandit menghadangnya. Xiao Moon hanya diam, tapi dia bisa merasakan aura samar-samar yang memperhatikannya.


"hehehe mungkin aku akan berpura-pura takut"pikir Xiao Moon


"hey gadis, kau ingin pergi kemana, bersenang-senanglah dengan kami"ucap salah satu diantara mereka


Xiao Moon lalu berpura-pura takut dan gemetar. Keringat dingin mulai muncul dikening Xiao Moon. Sedangkan pria yang menatapnya nampak khawatir. Dia lalu keluar dari persembunyiannya dan membelakangi Xiao Moon.


"jangan sakiti gadis ini!"lantang pria itu.


Bersambung......


***

__ADS_1


Mkasih yang udah nunggu, jangan lupa like, komen, and sarannya, maaf baru up


__ADS_2