
Semua orang kembali sadar seperti semula dan melanjutkan pertandingan. Tidak terasa hari mulai siang dan pertandingan akan segera dibubarkan.
"baiklah kali ini yang akan masuk ke babak semi final adalah, putri Si Yu, putri Lue Sin dan putri Moon!"lantang panitia itu.
prok prok prok
Semua orang bertepuk tangan karna idola mereka masuk dalam babak semi final. Babak yang akan menentukan juara pertama, kedua dan ketiga.
"babak semi final akan diadakan ketika sore mendatang, kalian bisa menunggu dengan beristirahat, dengan ini pertandingan dibubarkan!"lantang panitia itu lagi.
Semua orang segera bubar, begitu juga dengan Moon yang masih berdua dengan teman barunya, Si Yan.
"Si Yan kau pulanglah, aku ada urusan"ucap Moon.
"baiklah jaga dirimu"balas Si Yan kemudian beranjak pergi.
Sementara Moon menatap kepergian Si Yan dengan wajah datar kemudian menghilang.
...........
Istana neraka
Moon muncul kembali dihalaman istananya dan segera menemui keempat ketua kelompok.
Sekian lama mencari, Moon menemukan mereka yang sedang mempelajari cara berteleportasi. Tapi mereka hanya bertiga saja.
Moon menghampiri mereka dan duduk dikursi yang sudah disediakan.
"hah Queen Alexa!"kaget ketua Jin lalu menunduk.
"dimana ketua Ying?"tanya Moon saat menemukan mereka yang hanya bertiga saja.
"ketua Ying masih ada urusan Queen"balas ketua Li(bibi Li) lalu duduk disebelah Moon.
"lanjutkan latihan kalian, dan ketua San kau ikut aku untuk menemui anggota baru"ucap Moon kemudian pergi diekori ketua San.
Mereka pergi untuk keruang dimana tempat anggota baru berada. Sesampainya disana, sudah terdapat beberapa anggota yang menunggu.
Moon menatap mereka dingin lalu menjentikkan jarinya. Seketika simbol bulan sabit warna putih muncul didahi mereka.
"kalian sudah tau semua kan tentang organisasi ini?"tanya Moon dingin.
"sudah Queen Alexa!"jawab mereka kompak.
"bagus, jika kalian ingin informasi yang lebih lanjut, silahkan ditanyakan pada ketua kelompok kalian masing-masing"jelas Moon kemudian beranjak pergi.
Moon kemudian pergi diikuti ketua San menuju ketempat ketua Li dan ketua Jin berada. Saat sampai disana, Moon melihat jika mereka belum selesai berlatih.
"Queen aku sudah selesai berlatih, bagaimana jika aku memperlihatkannya padamu!"seru ketua Jin lalu pergi menghilang dari tempat.
Mereka semua bingung, dimana ketua Jin sekarang. Moon menggelengkan kepala lalu mencoba untuk melacaknya.
"aaaaaaa!!!!!"teriak seseorang.
Moon lalu berlari menuju kearah suara itu diikuti ketua Li dan ketua San. Suara itu berasal dari kamar ketua Ying.
"ketua Ying!"teriak mereka bertiga kompak.
"Queen Alexa, ketua Jin tiba-tiba masuk kesini saat aku berganti baju"ucap ketua Ying yang masih menyelimuti dirinya dengan selimut.
Moon menatap tajam ketua Jin, sementara yang ditatap masih menatap dengan polosnya.
"Queen lihat aku berhasil"senang ketua Jin.
Moon mengelus dadanya pelan. kemudian dia menghampiri ketua Jin dan memegang pundaknya erat.
"sebelum kau berteleportasi kau pasti membayangkan kamar ketua Ying"ucap Moon sambil menatap ketua Jin.
"iya, dan tiba-tiba aku sampai disini"polos ketua Jin.
Moon menghela nafasnya pelan dan menatap ketua Jin.
"jika kau ingin berteleportasi kau jangan ceroboh, karna tempat yang kau bayangkan itu adalah tempat yang akan kau tuju, mengerti?"jelas Moon.
"oh begitu ya, baiklah ketua Ying aku minta maaf"ucap ketua Jin sambil mengulurkan tangannya.
"ya aku maafkan"ucap ketua Ying ketus sambil membalas uluran tangan.
Mereka kembali keperkejaan masing-masing. Begitu juga dengan Moon, kini dia sedang berjalan dipasar untuk membeli beberapa cemilan. Saat dijalan, dia melihat kaisar empu atas yang sedang menyamar.
Karna heran Moon pun mengikutinya. Dia melihat kaisar empu atas sedang mencari seseorang.
"his dimana nona Xiao, padahal aku sudah berhasil membawa kalungnya"gumam kaisar empu atas.
Moon yang mendengar gumaman itu pun lari dan memeluk kaisar dari belakang.
"terimakasih kaisar"ucap Moon yang masih memeluk kaisar empu atas.
Hati kaisar empu atas menghangat saat dipeluk Moon. Moonpun melepaskan pelukannya dan menatap kaisar hangat.
"ah ini nona Xiao"ucap kaisar empu atas sambil mengeluarkan kalung permata biru milik Moon.
__ADS_1
"ini kalungku....."lirih Moon mengambil kalung itu dan memakainya.
Seketika mata Moon menjadi biru langit yang sangat indah. Rambutnya yang terurai menambahkan kesan kecantikan dalam dirinya meskipun memakai topeng.
"terimakasih kaisar"lirih Moon.
"sama-sama nona Xiao"ucap kaisar empu atas dengan senyuman.
Moon mengangguk lalu merubah matanya menjadi coklat kehitaman dan menyembunyikan kalungnya didalam bajunya.
"kaisar....apa aku boleh memanggilmu ayah?"tanya Moon pada kaisar empu atas.
"tentu saja boleh putriku, selama ini aku hanya punya satu anak"ucap kaisar lalu memeluk Moon.
Moon membalas pelukan itu, lalu melepaskannya. Mereka berdua pergi bersama menuju ketempat pertandingan. Sesampainya disana, Moon menatap kaisar empu atas.
"ayah, sebaiknya kau cari cara untuk menghibur putra mahkota empu atas nanti"ucap Moon.
"memangnya ada apa, jika putraku sedang bersedih aku akan menyuruh putri Si Yu untuk menghiburnya"jawab kaisar empu atas.
"ayah, apakah ada alasan lain selain putri Si Yu, nanti ayah akan mengerti apa yang aku maksud"ucap Moon lalu pergi meninggalkan kaisar.
Sementara kaisar bingung dengan perkataan Moon. Karna bingung dia pun berusaha menepis pikiran itu.
.......
Kini Moon sedang mencari Si Yan. Dilihatnya Si Yan yang sedang bersama keluarganya. Moon pun menghampirinya.
"Si Yan!"teriak Moon.
Si Yan yang mendengar teriakan itupun menoleh dan mendapati Moon yang menatapnya. Si Yan lalu berlari dan memeluk Moon erat.
"hey, jangan erat-erat"ucap Moon.
Si Yan melepaskan pelukannya lalu menggeret Moon untuk duduk ditempat yang sudah dia pilih.
Setelah duduk, Si Yan menatap Moon dari atas sampai bawah.
"kau tau, putri Lue Sin dikenal seorang putri yang dikenal sebagai putri dengan hewan spiritnya yang langka"ucap Si Yan.
Moon menyipitkan matanya, hewan spirit yang langka(?).
"apa itu?"tanya Moon.
"beruang perak"jawab Si Yan.
Moon membelalakkan matanya kaget, beruang perak. Beruang perak itu hanya ada satu dan sekarang anaknya berada dalam pengawasannya.
"*Ji Hua(phoniex), Ji San(rubah ekor 9), Ji Han(beruang)"panggil Moon dalam telepati.
"nanti aku jelaskan, sekarang bagaimana keadaan Ji Han?"tanya Moon.
"Ji Han aman bersamaku nona"jawab Ji San*.
Moon lalu mengangguk lega karna Ji Han dalam keadaan baik-baik saja. Dia menatap Si Yan lalu berkata.
"kau tenanglah, aku punya rencana"ucap Moon dengan seringaiannya.
Mereka berdua menatap pertandingan yang dimulai. Disana panitia itu berbicara panjang lebar sehingga membuat Moon bosan.
"baiklah, kita panggilkan peserta yang masuk dalam babak semi final, yaitu putri Si Yu, putri Lue Sin, dan putri Moon!"lantang panitia itu.
prok prok prok prok
Moon langsung turun dan membentuk posisinya. Dilihatnya dua orang itu yang akan bekerja sama untuk menyingkirkan Moon. Sementara Moon mengambil pedang yang sudah disarungkannya.
sring
Moon mengeluarkannya dengan mantap. Dia menatap mereka dengan tajam.
gong gong
Lue Sin dan Si Yu mulai menyerang Moon secara bersamaan menggunakan pedangnya. Sementara Moon kini mulai menangkis dan menyerang. Moon melapisi pedangnya dengan Qi yang samar.
Moon menebaskan pedangnya di angin yang membuat Si Yu dan Lue Sin terpental kebelakang dan menbrak tembok.
Lue Sin marah dan mulai mengeluarkan beast spiritnya. Keluarlah beruang perak yang besar dan terlihat ganas. Moon menyeringai lalu mendekati beruang itu, bagaimanapun juga dia sudah menjadi ratu beast spirit.
Moon mengeluarkan aura ratunya yang membuat beast spirit itu ketakukan dan menundukkan dirinya. Semua orang kaget dengan perilaku beast spirit itu.
"jadi kau ayahnya"ucap Moon sambil mengelus kepala beruang perak itu.
Mungkin dimata orang lain Moon seperti sedang mengelusnya. Tapi sebenarnya Moon memutuskan kontrak beruang perak itu dengan putri Lue Sin.
Ketika kontrak darah itu sudah putus, dikening beruang perak itu terdapat gambar trisula yang berarti sudah menjadi hewan kontrak Moon. Berbeda dengan Lue Sin yang mulai lemah dan pingsan.
"Ji Sue"gumam Moon.
"apa maksud ratu?"
"pergilah kedimensiku dan kau akan mengetahuinya"ucap Moon lalu memasukkan beruang perak itu.
__ADS_1
Semua orang kaget, apa Moon yang sudah memutuskan kontraknya, tapi itu tidak mungkin, pikir semua orang.
"apa yang kau lakukan?!"teriak Si Yu.
"hanya tugas"singkat Moon.
Moon mulai menyerang kembali Si Yu hingga Si Yu lelah. Tapi dia tidak pernah menyerah, karna terlalu lama Moon pun mengeluarkan jurus terkhirnya.
Moon memutar pedangnya sebelah kanan dan kiri, lalu dia berputar kekanan dan melompat. Saat diudara Moon mengibaskan pedangnya diudara. Yang dilakukan Moon membuat semua orang kagum karna itu seperti tarian. Tapi mereka juga merasa aneh dengan yang dilakukan Moon.
Moon mendarat sempurna, dia melakukan kembali gerakannya. Memutar pedangnya dari sebelah kiri lalu kanan dan berputar kekiri. Moon melompat tinggi dan menebaskan pedangnya diudara. Tidak terjadi apa-apa.
Tapi tiba-tiba putri Si yu mengerang kesakitan dan mampu membuatnya menyerah. Jadi pertandingan kali ini dimenangkan oleh Moon.
"baiklah pemenangnya adalah putri Moon!!!!"lantang panitia itu.
Semua orang bersorak gembira karna idola mereka menang dalam pertandingan ini.
"baiklah kita umumkan juaranya kali ini, juara ketiga dimenangkan oleh putri Lue Sin, juara kedua dimenangkan oleh putri Si Yu, dan juara pertama dimenangkan oleh putri Moon!"lantang panitia.
"hadiahnya bisa diambil dimeja sebelah sana(menunjuk kiri), untuk putri Moon dan putri Si Yu dimohon untuk memilih salah satu pangeran!"lanjut panitia.
Moon mengangkat tangannya bertanya. Semua orang mengalihkan perhatian mereka pada Moon.
"aku yakin putri Moon, kau akan memilihku, karna kau mencintaiku"gumam putra mahkota Ming.
"ada apa putri Moon?"tanya panitia.
"bolehkah aku tidak memilih pangeran?"tanya Moon.
"hmm, boleh tapi kau harus meminta satu permintaan"ucap panitia itu.
"aku meminta peta keseluruhan dari dunia atas"ucap Moon.
Semua orang kaget saat Moon meminta peta. Bagaimana bisa, mungkin mereka akan memilih untuk memilih pangeran daripada hanya sebuah peta.
"apa, ini tidak boleh!"teriak putra mahkota Ming.
"memangnya kenapa?"tanya Moon ketus.
"Moon'er, ini kesempatan bagimu untuk memilihku, bukannya kau cinta mati padaku? "ucap putra mahkota Ming.
"tidak, aku tidak mencintaimu atas apa yang kau lakukan padaku"balas Moon jujur.
"lagi pula kau juga sudah bertunangan dengan putri Lue Sin"lanjutnya.
Putra mahkota Ming tidak percaya dengan ucapan Moon. Bagaimana bisa dia berubah sedrastis ini, dulu dia sering mencari perhatiannya.
"baiklah putriku, kau bisa mengambil peta nanti"ucap kaisar empu atas.
Semua orang kaget, apa 'putriku'(?).
"baik ayah"balas Moon.
Keluarga Jendral Lue tidak bisa menahan amarahnya. Mereka mulai memelototi Moon tapi tidak dihiraukannya.
"baiklah putri Si Yu, kau ingin memilih siapa?"tanya panitia
"Yu'er tidak perlu memilih, dia pasti akan memilihku"ucap putra mahkota empu atas(Yi Sun).
Si Yu menyingkirkan tangan putra mahkota Yi Sun dari tangannya. Semua orang menatap tidak percaya.
"aku akan memilih kaisar empu bawah"ucap Si Yu lalu mendekati kaisar empu bawah.
Memang kaisar empu bawah juga menonton pertandingan tadi.
"apa maksudmu Si Yu!"teriak putra mahkota Yi Sun marah.
"ck bodoh, aku itu tidak mencintaimu, aku hanya mencintai kaisar empu bawah"ucap Si Yu sambil meraba dada kaisar empu bawah.
"benar, kami itu saling mencintai satu sama lain"balas kaisar empu bawah.
Putra mahkota memegang dadanya yang sakit. Dia lalu menatap Moon yang menatapnya sekarang. Moon mengangkat bahunya tidak tahu. Putra mahkota empu atas lalu mengeluarkan pedang yang sudah dilapisi dengan api.
Moon yang melihat itu menepuk dahinya pelan. Dia melihat jika putra mahkota Yi Sun akan menebas leher kaisar empu bawah. Moon menjentikkan jarinya dan seketika pedang itu hilang.
"kendalikan dirimu putraku"ucap kaisar empu atas.
Putra mahkota Yi Sun kemudian pergi dengan amarah yang meledak-ledak.
"dasar kau Si Yu, apa yang kau katakan!"bentak kaisar empu atas.
"sudah ayah, kita tidak perlu mengurusi orang yang tidak penting"ucap Moon mencoba menenangkan kaisar.
"aku bilang bubar!"teriak Moon.
Semua orang lalu lari terbirit-birit karna takut jika Moon akan mencelakai mereka. Lalu Moon mengajak kaisar empu atas untuk pergi darisana.
"ayah apa kau sudah punya ide"ucap Moon.
"kau benar putriku, aku akan membujuknya"ucap kaisar empu atas.
__ADS_1
Moon membiarkan kaisar pergi untuk menemui putra mahkota Yi Sun.
MAAF YAH KALAU BANYAK TYPO DAN KESALAHAN, KALAU CERITANYA KURANG MENARIK, TAPI JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN, OH IYA JANGAN LUPA BERI SARAN