Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
chapter 31


__ADS_3

Xiao Moon menyantap cemilan yang ada didepannya dengan tenang. Begitu juga dengan yang lainnya.


“Moon'er, malam ini aku dan para permaisuri dikekaisaran benua tengah akan berkumpul, mereka membawa putrinya, maukah kau ikut ibunda?”tanya permaisuri empu atas.


“Baik ibunda permaisuri”jawab Xiao Moon tersenyum tipis.


“Kalau begitu, kau harus siap-siap”ucap Permaisuri empu atas senang lalu pergi.


Xiai Moon mengikuti permaisuri dari belakang. Tapi dia menghentikan langkahnya lalu menatap kedua pria itu.


“Ayahanda, putra mahkota empu atas Yi Sun, aku pamit undur diri”ucap Xiao Moon kemudian pergi.


Xiao Moon melanjutkan perjalanannya di ikuti para pelayan karna permaisuri empu atas sudah pergi terlebih dahulu. Sesampainya di kediaman, disana sudah terdapat permaisuri empu atas yang sedang memilih-milih baju.


“Ibunda permaisuri?”tanya Xiao Moon untuk meyakinkan dirinya sendiri.


“Eh, putriku sudah datang”ucap permaisuri empu atas tersenyum. Xiao Moon lantas menghampiri permaisuri yang sedang mengotak-atik pakaian.


“ibunda perlu bantuanku?”tanya Xiao Moon.


“tidak usah, kau pergi mandi saja”balas permaisuri masih fokus dengan pakaian yang dia pilih. Xiao Moon hanya mengangguk kemudian pergi ketempat pemandian.


Sesampainya ditempat pemandian, XiaoMoon segera melepas hanfunya lalu mencelupkan dirinya dikolam renang yang luas itu.


Aroma bunga mulai menggelitik hidung Xiao Moon. Rasa damai, tenang dan senang yang saat ini Xiao Moon rasakan. Tapi karna tidak ingin membuat permaisuri empu atas menunggu, Xiao Moon segera menyelesaikan ritual mandinya dan memakai handuk yang sudah disiapkan.


Ketika keluar, dia hanya melihat permaisuri empu atas disana. Sementara para pelayan sudah pergi untuk menyiapkan semuanya. Ya karna setiap sebulan sekali permaisuri dari setiap benua akan berkumpul dan mengajak putrinya.


Mereka harus menggunakan hanfu putih. Lalu mereka akan pergi ketempat pelelangan malam yang juga diadakan sebulan sekali.


“Ibunda permaisuri”sapa Xiao Moon.


“Segeralah kau pakai pakaian ini”ucap permaisuri empu atas memberikan pakaian warna putih. Pakaian itu tidak bisa dibilang seperti hanfu karna jauh berbeda.


“Mmm, pakaian ini berbeda dengan hanfu”ucap Xiao Moon heran.


“ya, karna pakaian ini didesain oleh orang yang sangat terhormat”ucap permaisuri empu atas. Permaisuri empu atas yang awalnya hanya mengamati pakaian langsung menatap Xiao Moon.


degg


Jantungnya serasa berhenti saat melihat wajah Xiao Moon. Cantik, putih dan halus bagaikan awan. Dia mengelus wajah Xiao Moon dengan menitikkan air mata.


“Euum, ibunda kenapa?”tanya Xiao Moon.


“Kau....mengingatkanku pada sahabatku”lirih permaisuri empu atas masih dengan menatap wajah Xiao Moon. Xiao Moon lalu mengambil tangan permaisuri empu atas lalu meletakkannya pada hatinya.

__ADS_1


“Jika memang ibunda rindu dengan sahabat ibunda, maka bersamalah denganku agar rasa rindu itu terpuaskan”ucap Xiao Moon dengan lembut. Lalu dia meletakkan tangannya dan tangan permaisuri empu atas dihati permaisuri empu atas.


“Sesuatu yang berharga itu sangat sulit dilupakan, maka dari itu simpanlah sesuatu yang berharga dihati kita masing-masing”ucap kembali Xiao Moon.


Permaisuri empu atas tersenyum lalu memeluk tubuh Xiao Moon yang masih basah itu. Rambut Xiao Moon yang tergerai panjang membasahi lengan permaisuri empu atas.


“Ibunda, kau akan sakit jika terus memelukku”ucap Xiao Moon.


“Oh iya aku lupa, sebaiknya kau segera pakai ini” balas permaisuri empu atas memberikan pakaian yang ada dikasur. Xiao Moon mengangguk kemudian pergi ketempat untuk berganti pakaian.


.........


Setelah itu Xiao Moon keluar dengan pakaian putih yang sangat pas ditubuhnya. Modelnya sangat sulit untuk diutarakan dengan kata-kata.



(model pakaian yang Xiao Moon pakai)


Ketika Xiao Moon keluar, dia hanya menemukan satu pelayan saja. Dia lalu mendekati pelayan yang masih menyiapkan semuanya.


“Bibi, dimana ibunda permaisuri?” tanya Xiao Moon.


“Eh putri, permaisuri sedang bersiap-siap” Kaget pelayan itu masih menunduk. Xiao Moon mengangguk kemudian duduk dimeja rias di ikuti pelayan itu.


Pelayan tadi yang menunduk lantas menatap Xiai Moon lewat cermin. Sungguh kaget, dia melihat wajah Xiao Moon yang sangat indah itu.


Pelayan itu terduduk lemas dengan nafas yang ridak beraturan. Dia merasakan aura agung menghiasi ruangan ini. Xiao Moon yang melihat pelayan itu jatuh segera menghampirinya.


“Bibi, bibi baik-baik saja?”tanya Xiao Moon.


“Ma....maafkan hamba dewi”ucap pelayan itu bersujud. Xiao Moon menggeleng lalu membantu pelayan itu berdiri.


“Sudah bibi, kau tidak perlu bersikap seperti ini”ucap Xiao Moon.


“Hamba tidak berani dewi” gemetar pelayan itu. Xiao Moon menghembuskan nafasnya pelan lalu kembali menatap pelayan itu.


“Aku perintahkan bibi untuk meriasku”ucap Xiao Moon. Pelayan itu mengangguk lalu segera merias Xiao Moon.


Jika Xiao Moon tidak melakukan cara ini, mungkin tidak akan kelar-kelar. Pelayan itu terus merias wajah Xiao Moon yang terkesan natural tapi sangat cantik.


Tidak berselang lama, Xiao Moon telah selesai dirias. Wajahnya yang sangat cantik bahkan tambah cantik dengan riasan natural. Rambutnya yang sudah dihiasi dan ditata sedemikian rupa menambahkan kesan pada diri Xiao Moon.


Hiasan dikepala Xiao Moon tidak banyak, Mungkin hanya ada tusuk konde dan hiasan menjuntai kebawah. Perhiasan yang menggantung ditelinganya tidak begitu besar.


Sementara kalung lionting biru yang Xiao Moon pakai sudah dia simpan dengan baik diauatu tempat. Berbeda dengan kalung giok yang dia temukan itu, Xiao Moon masih setia memakainya.

__ADS_1


skip


Xiao Moon kemudian berdiri dan memakai cadar yang sudah disiapkan itu. Setelah itu dia pergi keluar di ikuti pelayan itu.


Ketika dia keluar dia sudah diambut dengan barisan pelayan yang berjejer-jejer rapi dan berlawanan. Dan yang paling ujung Xiao Moon melihat permaisuri empu atas sedang menatapnya, permaisuri sudah siap dengan hanfu putih dan jubah ratunya.


Mahkota ratu menempel dengan pas di atas kepala permaisuri empu atas. Xiao Moon juga masih bingung dengan 1 pelayan disebelah kanan dan kiri yang membawa sebuah kotak, bahkan permaisuri juga membawanya. Bahkan masing-masing kotak kaca itu berbantal warna merah.


“Kemari Moon'er”ucap permaisuri empu atas tersenyum. Xiao Moon mengangguk kemudian berjalan pelan dengan rasa kebingungan.


Ketika sudah sampai dihadapan permaisuri empu atas, Xiao Moon lantas membungkuk hormat. Berbeda dengan permaisuri empu atas yang membuka kotak kaca itu lalu menyerahkan kotak itu pada salah satu pelayan.


Akan tetapi permaisuri sudah mengambil isinya yang berupa jubah warna putih dengan sulaman warna emas serta bulu disekitar jubah itu.


Dipakaikan jubah itu kepada Xiao Moon. Yang pertama Xiao Moon rasakan adalah jubah itu sangat berat. Lalu permaisuri empu atas mengambil kotak kaca selanjutnya.


Kali ini isinya adalah sebuah kalung dengan liontin warna putih. Ketika hendak memakaian liontin itu pada Xiao Moon, permaisuri empu atas melihat kalung giok itu.


'Bukankah ini kalung giok pasangan itu, tapi....ouh ternyata giok ini sudah menemukan pasangannya' batin permaisuri empu atas terkekeh.


Dia lalu melanjutkan untuk memasang kalung itu keleher Xiao Moon yang ramping itu. Setelah itu permaisuri empu atas mengambil kotak kaca yang terakhir.


Diambilnya mahkota kecil berlian putih itu yang sangat indah. Permaisuri segera memakaikannya pada Xiao Moon. Xiao Moon dengan menunduk menerima mahkota itu.


clingggg


Ketika mahkota sudah dipakaikan, cahaya putih mengelilingi Xiao Moon hingga dia mengambang diudara. Cahaya itu terus memutari tubuh Xiao Moon hingga benar-benar menutupi tubuh Xiao Moon.


Semua pelayan yang ada disana kaget juga heran. Mereka sangat khawatir dengan keadaan Xiao Moon. Berbeda dengan permaisuri empu atas yang tersenyum.


“Sudah terlahir kembali, ratu untuk seluruh pertiwi”ucap permaisuri yang membuat para pelayan tambah heran.


Tapi mereka kembali beralih pada cahaya yang makin lama berangsur-angsur menghilang. Dan nampaklah Xiao Moon yang penampilannya lebih bagus daripada yang sebelumnya.


Wajahnya yang meskipun tertutup cadar sangat dingin. Semua orang mulai bergetar dengan aura agung yang dikeluarkan oleh Xiao Moon.


“Moon'er, ayo kita pergi” ajak permaisuri empu atas. Xiao Moon mengangguk dengan wajah datar kemudian mengikuti permaisuri empu atas dari belakang.


Jubahnya bergerak sesuai irama kaki Xiao Moon. Rambutnya berkibar terkena angin dimalam hari. Wajahnya yang terturup cadar terkena sinar bulan. Penampilannya sungguh memukau para pelayan dan orang yang dilewati


“Ibunda, kenapa tadi saat ibunda memakaikan mahkotanya kepadaku, serasa ada ikatan yang sangat tidak asing?”tanya Xiao Moon.


“Kau akan mengetahuinya jika sudah saatnya”ucap permaisuri empu atas tersenyum.


**

__ADS_1


Oke maaf kalau ada typo tidak nyambung atau membosankan, jangan lupa like komen and sarannya


__ADS_2