Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Perjamuan


__ADS_3

Happy reading😴


.


.


.


.


.


Setelah mengantar para anggotanya, Moon segera menuju ketempat kerja yang sudah disediakan. Ditempat itu ruangannya sangat mendominasi, sangat indah. Moon menduduki kursinya sambil sesekali menutup mata untuk menghilangkan lelah.


Tapi waktu santainya terganggu saat Jin datang membawa laporan dari anak buahnya.


"hormat hamba pada Queen Alexa"hormat Jin(ketua bayangan) sambil bertekuk lutut.


"berdirilah"ucap Moon kesal.


"maafkan hamba menganggu Queen, tapi dikediaman Jendral, para selir sedang menuju kepaviliun anda"ucap Jin menjelaskan.


"baiklah aku pergi, panggil bibi Li dan paman San"datar Moon.


"baik Queen"jawab Jin.


Kemudian Jin melesat pergi untuk menemui bibi Li dan paman San.


..........


Sesampainya Jin disana, dilihatnya bibi Li dan paman San sedang berbincang, entah kenapa mereka sering bersama.


"ketua Li, ketua San!"sapa ketua Jin.


"ada apa ketua Jin?"jawab paman San.


Ketua Jin mencoba mengatur nafasnya yang terkuras habis karna menggunakan qinya tadi, bagaimanapun juga istana ini sangat besar dan luas.


skip


"ini hah.....Queen Alexa memanggil kalian"ucap ketua Jin.


"oh iyakah ayo pergi!"seru bibi Li panik.


Dia segera menggeret tangan paman San untuk segera pergi menemui Queen mereka.


"oh iya dimana Queen Alexa berada?"tanya bibi Li menghentikan langkahnya.


"huh..Queen ada di ruang kerja"jawab ketua Jin kesal.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan ketua Jin yang masih kesal ulah mereka berdua.


..........


Sementara diruang kerja, Moon yang sedang menutup mata dikagetkan dengan kehadiran bibi Li dan paman San.


"hormat hamba pada Queen Alexa"ucap mereka kompak.


"berdirilah"jawab Moon datar.


Mereka pun berdiri dan saling menatap kemudian kembali menatap Moon yang sedang menatap datar.


"ada apa Queen?"tanya paman San.


"aku akan kembali dengan bibi Li kekediaman, sementara paman San tolong jaga sementara istana dan organisasinya"jelas Moon.


"perintah kami laksanakan"jawab mereka kompak.


Moon menganggukkan kepala kemudian melesat pergi diekori bibi Li meninggalkan paman San.


.........


Moon melesat dengan kecepatan penuh, begitu juga bibi Li yang mengikuti dari belakang. Mereka membelah hutan dengan santainya hingga sampai dipaviliunnya.


Waktu yang sangat tepat, dilihatnya ketiga selir dan kedua putri itu datang dengan angkuh.


"Moon keluar kau!"teriak putri Lue Sin.


Moon lalu keluar dengan wajah dingin dengan diikuti bibi Li dengan wajah datar.


"apa?"tanya singkat Moon.


"kau diundang untuk perjamuan nanti malam"jelas selir kedua.


"baiklah"singkat Moon lalu hendak menutup pintu tapi ditahan selir pertama.


"jangan berharap kamu akan bebas disana"ucap selir pertama. Moon hanya diam menatap bosan.


"aku akan mempermalukanmu jala*g"tambah putri Lue Yue.


Mereka lalu pergi meninggalkan Moon yang hanya diam. Tapi selir ketiga tidak ikut pergi, dia malah menatap Moon jijik.


"aku harap kau tidak mempermalukan keluarga ini"ucap selir ketiga penuh penekanan.


Moon lalu membanting pintunya hingga membuat selir ketiga kaget. Dia lalu pergi dengan marah yang siap meledak kapan saja.

__ADS_1


Sementara Moon kini sedang tertawa terbahak-bahak dengan perilakunya sendiri.


"uhuhk uhuk uhuk"batuk Moon, kini wajahnya sudah merah.


"aduh putri, ini minum"ucap bibi Li sambil menepuk-nepuk punggung Moon.


Moon segera meminum air itu hingga kandas tidak tersisa.


"sudah baikan putri?"tanya bibi Li khawatir.


"hais aku tak apa, apa ini karma ya, aku tidak boleh ceroboh"ucap Moon mengelus dadanya yang masih sakit.


"lebih baik kita memilih sesuatu untuk acara nanti, putri juga belum memberi hadiah saat acara ulang tahun putra mahkota kan?"tanya bibi Li pada Moon.


Moon mencoba mengingat sesuatu, ya dia belum memberikan hadiahnya. Diapun mencoba berpikir hadiah apa yang cocok.


"putra mahkota Ming memang suka apa?"tanya Moon pada bibinya itu.


Bibi Li mengetuk-ngetuk dagunya berpikir. Sesuai informasinya, putra mahkota Ming itu suka sesuatu yang fantasti.


"sesuatu yang luar biasa"jawab bibi Li.


Moon kini kembali berpikir sesuatu yang luar biasa ya. Setelah sekian lama berpikir dia pun ada ide.


"aku akan memberikannya sesuatu nanti"ucap Moon.


"baik putri, sekarang kita harus menyiapkan pakaiannya dulu"ucap bibi Li.


Setelah bersiap-siap mereka pun mulai bersantai. Biasanya mereka akan bersantai dengan pengawal dan pelayan lainnya, tapi mereka sedang tidak ada disini.


...............


Malam hari pun tiba, kini Moon sedang memakai hanfu putih indahnya disertai rambut yang setengah digurai setengah tidak. Beberapa perhiasan menempel dirambutnya dan polesan tipis menempel diwajahnya.



(seperti ini penampilan Moon, oh iya abaikan sekitarnya yah)


Tapi sayang kecantikannya itu harus ditutupi dengan cadar berwarna putih. Sementara kalungnya, Moon simpan disakunya karna mungkin sewaktu-waktu akan terlihat.


"bagaimana penampilanku bibi?"tanya Moon sambil membentuk posenya.


"ah putri sangat cantik bak dewi, oh tidak bahkan melebihinya"jawab bibi Li senang.


"hahahah terima kasih bibi, ayo sekarang kita berangkat"ucap Moon kemudian pergi diikuti bibi Li dibelakangnya.


Saat sampai didepan gerbang, disana terdapat para selir, putri, pangeran juga Jendral. Moon hanya acuh saat melihat hanya ada dua kereta disana. Oh iya, Jendral Lue juga sudah merekrut beberapa anggota prajurit.


"kau jangan berharap bisa naik kereta, kau lebih baik jalan kaki"sinis putri Lue Sin.


"kau tidak diijinkan"jawab pangeran Lue Kai dingin.


Moon menggertakkan giginya kesal. Dia ingin mengeluarkan air mata yang sedari tadi ingin keluar.


"*knapa sekarang aku cengeng"batin Moon.


"kau berhak menangis nona"jawab Ji Hua(phoniex).


"ada apa dengan nona?"tanya Ji San(rubah ekor 9)


"akan aku ceritakan"jawab Ji Hua(phoniex*)


Moon hanya terdiam saat mendengar telepati mereka, jadi mereka juga bisa mendengarkan batinnya. Moon ingin melupakan yang tadi saja, sekarang dia ingin berjalan saja.


"ayo bibi"ucap Moon datar sambil menggeret lengan bibinya itu.


Mereka berdua pergi menjauh dari keluarga Lue itu. Moon tidak ingin mencari masalah terlebih dahulu. Sekarang dia berjalan berdampingan dengan bibinya itu.


"putri apa kita harus lari?"tanya bibi Li.


"iya ayo"jawab Moon kemudian menggunakan qing gongnya.


Dia sedikit kesulitan karna memakai hanfu. Sekian lama perjalanan, akhirnya mereka sampai dikekaisaran Ming. Disana sangat ramai dengan para putri dan pangeran yang berdatangan. Kini Moon sedang didahan pohon sambil menatap dengan dingin.


Mereka berdua menunggu kedatangan Jedral Lue dan keluarganya, bagaimanapun juga dia tidak bisa masuk jika tidak ada keluarga itu. Setelah lama menunggu, akhirnya keluarga Lue datang.


"lambat"gumam Moon.


Lalu dia berjalan dari belakang dan menghampiri keluarga Lue itu. Moon hanya mendengus sabar saat dirinya seperti orang hilang yang dipungut, tapi dia tepis pikiran itu.


"hehe apa kau tidak lelah?"tanya sinis putri Lue Yue.


"tidak"jawab singkat Moon.


Lue Yue mendengus kesal saat melihatnya tidak lelah. Sementara yang lain hanya menatap acuh pada Moon yang mungkin akan mempermalukan keluarganya.


Kini mereka memasuki aula, seorang kasim memberitahukan kedatangan mereka.


"keluarga Jendral Lue datang!"teriak kasim.


Seketika pintu terbuka dan terlihat jika mereka menatap rendah keluarga jendral itu. Tapi mereka lebih menatap rendah pada seorang gadia berhanfu putih serta bercadar itu, mereka tau jika itu adalah Moon si sampah itu.


"*nona jangan nyerah yah, hidup itu adil"telepati seorang seperti bayi.


"kau kah itu Ji Han(bayi beruang)"balas Moon.

__ADS_1


"iya nona itu Ji Han(bayi beruang"jawab Ji Hua*.


Moon tersenyum saat melihat Ji Han(bayi beruang)baik-baik saja. Tapi kesenangannya terganggu saat ada suara cemohan.


"itukah putri sampah itu"


"iyah, dia memakai cadar karna wajahnya buruk rupa"


"sungguh dia hanya mempermalukan keluarga"


Itulah cemohan dari mereka, Moon hanya acuh, tapi tidak dengan Jendral Lue yang sudah menahan malu.


"kau jangan duduk bersama kami, kau hanya membuat malu, pergi"ucap selir kedua mengusir Moon.


Moon menghembuskan nafasnya pelan dan mencari tempat duduk yang jauh dari kursi para putri dan pangeran.


Setelah menemukan tempat duduk yang menurut Moon pas dia segera mendudukinya dengan mata tajam bak pedang dan elang.


"putri...apa lebih baik kita pulang"ucap bibi Li.


"tidak bibi, kita harus melakukan rencana kita yang ini"ucap Moon halus.


Semua orang yang ada disana tersenyum bahagia akan perjamuan ini dan pertandingan esok harinya.


"keluarga kekaisaran Ming datang!"teriak kasim.


Seketika semua berdiri dan membuat hormat begitu juga dengan Moon yang hanya menundukkan kepalamya sedikit.


"hormat kami kepada kaisar juga permaisuri dan para selir semoga hidup seribu tahun!"seru mereka semua kecuali Moon yang hanya diam.


"hormat kami pada pangeran dan putri semoga hidup seribu tahun"ucap mereka hormat.


"duduklah"ucap kaisar Ming.


Semua orang kemudian duduk dan melanjutkan acara masing-masing. Sementara Moon masih dengan wajah dinginnya. Tapi lamunannya buyar saat ada teriakan seorang kasim.


"keluarga kekaisaran empu atas datang!"teriak kasim.


Seketika semua bertekuk lutut, hanya Moon yang menunduk, tapi itu bukan masalah karna dia duduk ditempat gelap.


"knapa kau tidak berlutut?"ucap permaisuri dengan halus menatap dua orang yang menunduk


"maafkan kami permaisuri, kami hanya akan tunduk pada atasan kami, dan kami akan bersujud pada tuhan"jawab bibi Li dengan wajah datar.


"lalu kalian tetap menghormati kami, tapi kenapa?"tanya kaisar mulai heran.


"kami menghormati yang lebih tua"jawab Moon singkat.


Keluarga kaisar empu atas sangat kagum dengan Moon yang jawabannya pasti. Kaisar dan permaisuri tersenyum, sementara putra mahkota empu atas hanya tersenyum tipis.


"kau hebat nak, siapa namamu, dimana keluargamu?"tanya kaisar heran.


"nama saya Moon, keluarga saya berada didunia keabadian"jawab Moon tanpa ragu.


Dia bilang seperti itu karna dia berpikir, mungkin mereka pikir keluarganya sudah mati karna memang dunia keabadian adalah tempat orang yang sudah mati.


"maafkan Zhen nak, kau tidak perlu sedih kau masih punya kami"ucap kaisar empu atas sambil menepuk pundak Moon.


"terima kasih"ucap Moon terharu meski wajahnya dingin.


Sementara keluarga jendral yang melihat Moon diseperti itukan cemburu. Bagaimana bisa, mereka dianggap bukan keluarganya.


"maafkan hamba kaisar empu atas, dia adalah anakku, putri kedua anak ketiga dari keluarga kami"ucap selir pertama mencoba menarik perhatian.


"oh kau adalah putri yang berumor.....


Kaisar menjeda kalimatnya"sampah"lanjut Moon. Kaisar hanya menatap sendu pada Moon, dia berharap agar Moon diberi keadilan


"tidak apa"ucap Moon dengan senyum terpaksa.


Mereka pun memulai acara dengan baik dan bahagia. Bahkan para putri mulai menggoda putra mahkota empu atas yang sangat tampan, sementara yang digoda hanya diam.


"*ah iya, aku baru sadar, bukannya baju itu adalah baju didunia modern, pakaiannya bahkan bukan hanfu"heran Moon dalam batin.


"dia memakai celana dan baju kebesarannya"lanjut Moon*.


Karna dia cukup heran, dia mencoba bertanya pada bibinya itu.


"bibi, dia dapat baju itu darimana?"tanya Moon sambil menunjuk putra mahkota empu atas.


"kan sudah saya bilang putri, ada seorang desainer terkenal, tapi dia sering menutup dirinya sendiri"jelas bibi Li.


"ohh seperti itu"gumam Moon.


Moon menatap putra mahkota empu atas yang memijat pelipisnya karna pusing dengan gadis yang menggodanya.


Oh iya gambaran putra mahkota empu atas hari ini sangat tampan dengan jubah berbulu disekitar leher, jubah itu sangat berat, dengan baju yang indah berwarna b


putih gelap, tampan sekali.



(penampilan putra mahkota empu atas malam ini dengan baju kebesaran modern ala desainer terkenal)


**MKASIH YANG UDAH MAMPIR, YANG UDAH LIKE, YANG UDAH KOMENT, YANG UDAH SEGALANYA, MKASIH YAH.

__ADS_1


SARAN DONG, LIKE AND KOMET, KALAU VOTE GK PERLU KARNA AUTHOR BUAT INI HANYA UNTUK HIBURAN, KALAU ADA TYPO MAAFKAN YAH**


__ADS_2