Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Pelayan baru


__ADS_3

Saat hendak menyelamatkannya Xiao Moon terhenti sejenak. Berpikir apakah perbuatannya ini menentang hukum alam atau tidak. Alhasil dia tidak jadi melakukan hal gila tadi. Dengan wajah yang muram dia berdiri dan menatap kaisar empu atas.


“Besok pemakaman permaisuri akan dilaksanakan....” ucap Xiao Moon pada kaisar empu atas yang hanya mengangguk lemah. Dia lalu menghampiri Yi Xuan dan memegang pundaknya.


“Kau bantu persiapan pemakamannya...” ucap Xiao Moon pada pangeran ke 2 yang terlihat berkaca-kaca. Xiao Moon tersenyum tipis lalu mengajak ketua Jin dan ketua Ying beserta pasukannya untuk pulang ke istananya.


....


Sesampainya disana Xiao Moon langsung disambut dengan baik meskipun wajahnya sembab. Ketua Li menghampiri Xiao Moon yang nampak sedih.


“Ada apa Q'Rose?” tanya ketua Li yang tidak dijawab oleh Xiao Moon. Dia menggigit bibir bawahnya agar tidak menangis. Karna tidak tahan dia segera memeluk ketua Li yang dulu merawatnya.


“Permaisuri hiks, permaisuri d-dia sudah t-tiada hiks, gara-gara aku yang t-telat” tandas Xiao Moon sambil menangis dan menenggelamkan kepalanya di pelukan ketua Li.


Ketua Li hanya bisa mengelus punggung Xiao Moon yang kecil itu. Bagaimanapun juga Xiao Moon masih berumur 16 tahun. Lalu ketua Li membawa Xiao Moon memasuki kamarnya “Q'Rose mandi dulu saja lalu istirahat, pasti Q'Rose lelah...” ucap ketua Li sambil mengusap kepala Xiao Moon yang hanya mengangguk.


Ketua Li menyiapkan air hangat dan membiarkan Xiao Moon mandi sendiri untuk menenangkan dirinya. Selesai mandi, Xiao Moon memakai hanfu putih polos berbahan ringan. Tidak lupa ketua Li juga membuatkan teh hangat.


“Tahun ini akan turun salju, sekitar 5 hari lagi...jadi kita harus pergi ke toko penjahit untuk memesan pakaian musim dingin” ujar ketua Li sambil meletakkan cemilan. Xiao Moon menatap dirinya di gelas “Apa kalian sudah punya pakaian musim dingin?” tanya Xiao Moon pada ketua Li.


“Sudah Q'Rose, kami memesan saat Q'Rose pergi” balas ketua Li sambil tersenyum hangat “kalau begitu saya pamit undur diri” ketua Li meninggalkan Xiao Moon yang sedang menyeruput tehnya. Xiao Moon terus menatap perapian yang ada di depannya itu.


'Hari ini Kaisar mengumumkan kematian Ratu, pihak pemberontak pasti akan mengirimkan utusannya, apa yang akan mereka rencanakan...' batin Xiao Moon dengan wajah yang serius. Dia harus melindungi kekaisaran empu atas, pihak pemberontak bisa sewaktu-waktu menyerang mereka.


“Ahhh sebaiknya aku tidur dulu” kesal Xiao Moon meletakkan gelasnya lalu berbaring. Dia menutup matanya yang terlihat lelah itu.

__ADS_1


.....


Hari sudah siang, suasana yang harusnya panas kini sangat dingin dari biasanya. Xiao Moon terbangun dari tidurnya dan segera mencuci muka. Melihat kantong matanya yang sudah hilang, dia segera pergi untuk menemui ke empat ketua.


“Ketua San...” sapa Xiao Moon yang kebetulan bertemu Ketua San di jalan “Ketua memberi salam pada Q'Rose” hormat ketua San yang diangguki oleh Xiao Moon.


“Apa Q'Rose baik-baik saja? saya dengar dari Ketua Li bahwa anda lelah” khawatir ketua San, Xiao Moon lalu tersenyum.


“Ahaha aku baik-baik saja, tolong kumpulkan ketua yang lain, kita akan mengadakan rapat” ucap Xiao Moon pada Ketua San “Kalau begitu saya pamit undur diri”


Xiao Moon menatap punggung Ketua San yang semakin lama semakin jauh. Dia lalu melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke ruang rapat. Sesampainya disana, Xiao Moon duduk di kursi pemimpin yang berada di pojok meja.


Beberapa menit kemudian datanglah Ketua San, Ketua Li, Ketua Jin dan juga Ketua Ying. Mereka lalu duduk di kursi masing-masing “Apa Q'Rose sudah menunggu lama?” tanya Ketua Li yang menarik kursi lalu duduk. Xiao Moon menggeleng dan terdiam sejenak.


“Pihak pemberontak pasti akan mengirimkan utusan untuk menghadiri pemakaman ratu, tapi bisa jadi keluarga kaisar sendirilah yang datang, aku harap kalian mempersiapkan semuanya dan melindungi kekaisaran empu atas” jelas Xiao Moon pada para ketua itu.


“Ah Q'Rose, kami baru saja membuat asap beracun yang sangat mematikan beserta penawarnya” ucap Ketua Ying dengan semangat.


“Apa itu mujarab?” tanya Xiao Moon yang mendapat kekehan dari Ketua Ying “Tentu saja karna kami menguji cobanya dengan manusia langsung” balas Ketua Ying yang membuat Xiao Moon mengangguk senang.


“Q'Rose, hamba sekalian ingin memberikan berkas dan dokumen, saya sudah memeriksa semuanya” ucap Ketua Li, lalu ekspresi Ketua Li nampak kesal “Q'Rose...tadi Putra mahkota Ming datang kesini ingin menemui Q'Rose secara langsung, saya sudah menghalangi tapi dia keras kepala” ucap Ketua Li dengan nada yang kesal.


“Kalau begitu nanti sore suruh dia kemari, aku akan menemuinya” ucap Xiao Moon dengan senyuman yang menyeramkan.


Lalu Xiao Moon mengakhiri rapatnya. Sebelum itu dia menghentikan Ketua Li sejenak “Ketua Li tolong carikan aku seorang pelayan pribadi” ucap Xiao Moon yang membuat ketua Li kaget “T-tapi Q'Rose...ada saya, saya bisa menjadi pelayan” ucap Ketua Li langsung menjawab, Xiao Moon menggeleng lalu memegang pundak Ketua Li.

__ADS_1


“Tidak...kau itu adalah ketua Li, Ketua dari kelompok informan, tidak ada yang bisa menduduki posisi itu, sangat disayangkan jika jadi pelayan” jelas Xiao Moon yang membuat Ketua Li lesu.


“T-tapi Q'Rose....”


“Tidak ada penolakan” ucap Xiao Moon memotong perkataan Ketua Li dan meninggalkannya, tapi langkah Xiao Moon terhenti lalu menatap kebelakang “Ketua Li kau itu keluargaku dan dulu adalah pelayan ibuku, kau bibiku juga, kau tidak bisa menjadi pelayanku” ucap Xiao Moon dengan tersenyum, hal itu membuat mata Ketua Li berkaca-kaca.


“Sudah besar ya....” gumam Ketua Li saat melihat punggung Xiao Moon yang semakin menjauh.


......


Xiao Moon masuk ke ruang kerjanya dengan membawa dokumen dan berkas-berkas penting. Dia duduk di kursi yang sudah lama tidak dia duduki itu. Ruangan yang sepi dengan banyak buku dan kertas. Tanpa pikir panjang juga Xiao Moon segera bekerja dan mengecek ulang dokumen dan berkas itu.


Tanpa terasa hari sudah sore, Xiao Moon meregangkan badannya dan terdengar suara tulang yang membuat badannya kembali segar.


Tok tok tok


“Siapa?” tanya Xiao Moon yang merasa heran “S-saya nona, s-saya pelayan yang dikirim oleh Ketua Li” ucap seorang wanita yang terlihat gugup dari balik pintu.


“Masuklah” wanita itu langsung masuk dengan nampan yang diatasnya ada gelas kecil berisikan teh. Wanita itu langsung membungkuk saat berhadapan dengan Xiao Moon. Dipandangan wanita itu, saat ini Xiao Moon bermata tajam, dan berwajah dingin. Tangannya tambah bergetar dan nyaris saja gelas itu jatuh.


“M-maafkan saya nona, s-saya akan segera pergi” tandas pelayan itu meletakkan nampan dan segera pergi “Tunggu...mau kemana?” ucap Xiao Moon menghentikan pelayan itu.


“Aaaakkkk! Nona maafkan saya, maafkan saya karna saya lancang, saya akan lebih berhati-hati lagi, tolong jangan bunuh saya kasihanilah saya, saya punya adik yang harus saya besarkan....”


Xiao Moon kaget karna perkataan wanita itu. Dia sedikit tertekan dengan wanita yang memohon-mohon padanya itu. Karna sangat kasihan, Xiao Moon segera berdiri dan menghampiri wanita itu. Tubuhnya tambah bergetar hebat saat Xiao Moon menyentuh pundaknya.

__ADS_1


“Siapa namamu?”


__ADS_2