Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Memulai perjalanan


__ADS_3

Sementara diluar perisai ajaib itu benar benar bersuasana sepi. Pasalnya mereka menunggu orang yang tadi menghilang tiba-tiba entah kemana.


“Apa nona masuk ke dimensinya?”tanya Ji Sun dengan tatapan polosnya.


“Sepertinya dia meminta bantuan pria rumah tangga itu”ucap Ji Hua, barusan dia memanggil pria rumah tangga pada Ji Sue. Hey, tidak ada istilah seperti itu pada rumah tangga. Memangnya Ji Hua tau apa tentang rumah tangga jika Ji Sue tidak mengajarinya.


Secara tiba-tiba mereka semua dikagetkan dengan datangnya Xiao Moon dan seorang pria tampan. Para gadis akan sedikit iri dengan Xiao Moon, dia terlalu dikelilingi banyak laki-laki tampan.


“Sudah kuduga si banci itu yang akan keluar, humph!”kesal Jendral Iblis, ah jika Xiao Moon mendengar ini mungkin dia akan menghukumnya. Tapi Jendral Iblis sedang beruntung jadi dia selamat.


“Nona siapa wanita itu?”tanya Ji Sue yang melihat seorang wanita terkapar dengan keadaan yang mengenaskan. Xiao Moon menjawabnya dengan tatapan tidak peduli terhadap wanita itu. Dia mengibaskan tangannya sebagai tanda itu tidak penting. Ji Sue yang peka segera mengangguk sekali dan fokus terhadap tujuan mengapa dia keluar.


Xiao Moon membentuk posisi lotus dengan tangan di depan perut membentuk segitiga terbalik. Posisi lotus ini sama seperti saat dia sedang berkultivasi. Ji Sue memutar tangannya dengan aura yang terlihat jelas. Dengan Qi penuh ditangannya, dia menyalurkannya ke punggung Xiao Moon.


Sempat memuntahkan darah karna sihir hitam yang berada di tubuh Xiao Moon memberontak. Kini dia akan lebih disulitkan dengan adanya sihir hitam. Memang firasat Xiao Moon benar, dari awal firasatnya sudah memperingatinya. Tapi tidak apa, dia tidak selemah yang orang bodoh pikirkan.


Dengan dukungan dari keluarga dan teman terdekat Xiao Moon, dia akan melewati semua ini. Perlahan tubuh Xiao Moon memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata, sehingga memungkinkan semua orang untuk menutup mata.


Blarrr


Ledakan yang keras terdengar sangat nyaring bunyinya. Semua orang membuka mata dan melihat apa yang terjadi. Perisai yang tadinya berdiri kokoh kini telah hancur menjadi kepingan kaca yang akan melukai siapapun.


“Nona! kau berhasil!”Ji Sun berlari menghampiri Xiao Moon hendak memeluknya. Tapi hal itu tidak terjadi karna tangan Ji Sue lebih dulu menangkapnya. Dengan wajah yang gelap dia menatap Ji Sun yang kini berwajah polos.


“Kau semakin lama seperti anak kecil, humph! sepertinya aku harus mengajarimu sopan santun”ucap Ji Sue pada Ji Sun yang saat ini tidak bisa apa-apa. Semua orang terlihat lega saat melihat nona mereka baik-baik saja.


“Hey hey hey lihat, aku belum mendapat penjelasan dari pasukan serba hitam yang tiba-tiba datang kemari”ucap Xiao Moon yang membuat pasukan serba hitam itu takut.

__ADS_1


“Ketua San kau disini juga, ah kebetulan sekali apa ketua San bisa menjelasan kenapa mereka tiba-tiba datang?”lanjut Xiao Moon pada ketua San. Ketua San mengangkat sebelah alisnya.


“Aku tidak tau Queen, tapi sepertinya mereka dari kelompok bayangan milik ketua Jin”jawab ketua San dengan sopan. Benar dugaan Xiao Moon, karna saat mereka bersembunyi di kegelapan seperti sudah sangat terlatih.


“Ketua San, ketua Li kalian boleh kembali dengan anggota bulan biru, ah sekalian tolong bawa nona yang terkapar itu ya...”Xiao Moon memohon layaknya anak kecil, sikap yang seperti ini membuat semua orang kebingungan.


Ketua San dan ketua Li memberi penghormatan sebelum mereka pergi, “Sesuai perintah nona”ucap ketua San lalu bersiap-siap untuk pergi. Seluruh anggota bulan biru pergi terlebih dahulu kecuali pasukan serba hitam itu. Ketika ketua San dan ketua Li hendak pergi, Xiao Moon menghentikannya.


“Ketua San, ketua Li! maaf telah merepotkan!”ucap Xiao Moon lalu dengan spontan dia membungkukkan badannya 90°. Ketua San dan ketua Li tidak tau harus bereaksi seperti apa. Ketua Li lalu menyentuh pundak Xiao Moon untuk membantunya berdiri tegak.


“H-hey Queen, tidak perlu bersikap seperti seorang putri, Queen adalah nona kami, Ratu dari istana neraka”tandas ketua Li dengan senyum yang melekat di wajahnya. Xiao Moon mengangguk lalu melambaikan tangan saat ketua San dan ketua Li pergi.


Lalu Xiao Moon mendekati pasukan serba hitam itu untuk bertanya, “coba aku tebak, kalian kesini karna tanda dikening kalian berkedip-kedip, dan kalian pasti kesini karna suruhan dari ketua Jin?”ucap Xiao Moon, salah satu pasukan serba hitam itu mengangguk lalu berlutut.


“Maaf Queen, tanpa perintah Queen kami bertindak semena-mena”salah satu pasukan serba hitam itu meminta maaf dengan serius. Xiao Moon dapat melihat ketulusan di matanya. Dia mengangguk lalu membantu orang itu berdiri. Dia tidak bisa menyalahkan orang yang berniat baik padanya


Xiao Moon kembali menatap ke empat pria yang masih terdiam. Mungkin mereka merasa terkejut dengan sikap Xiao Moon yang seperti sedang belajar untuk lebih formal.


“Nona...”Ji Hua memanggil Xiao Moon dengan lirih. Xiao Moon hanya menunduk, dia lalu mengangkat kepalanya dan tersenyum. Dia teringat jika dia harus pergi sekarang.


“Sudah lama kita berada disini bukan? kita akan melanjutkan perjalanan lagi”ucap Xiao Moon, lalu dia berjalan dengan di ikuti ke empat pria itu. Mereka akan menuju ke rumah kepala desa sekalian mengambil kuda dan berpamitan.


Tapi ditengah perjalanan tiba-tiba Ji Han si beruang kecil itu keluar dengan membawa keranjang makanan. Dia terlihat sangat lucu dengan tampang polosnya.


“Ji Han mengapa kau keluar?”tanya Ji Sue yang sebagai ayahnya. Lalu Ji Sue mengambil keranjang makanan yang di bawa oleh Ji Han beruang kecil itu.


“Ayah aku sangat bosan berada di dalam dimensi, aku ingin melihat dunia luar juga”keluh Ji Han, selama ini dia hanya meningkatkan kekuatannya di dimensi. Tapi memang benar, sudah seharusnya Ji Han melihat dunia luar.

__ADS_1


“Baiklah kemari Ji Han, kau akan ku gendong”ucap Xiao Moon lalu mengangkat tubuh Ji Han yang kecil tapi berat. Pasti di dalam dimensi dia makan sangat banyak sehingga perutnya buncit. Hey tapi bukankah perut anak beruang memang buncit.


“Tapi kenapa kau membawa makanan beruang kecil?”tanya Ji Sun lalu merebut keranjang makanan yang dibawa Ji Sue itu. Dia mengintip ke dalamnya dan mendapati banyak jenis makanan yang sudah dibungkus dengan sedemikian rupa.


“Itu untuk kita makan saat kelaparan nanti”jawab polos Ji Han yang berada di gendongan Xiao Moon. Karna takut akan lebih terlambat lagi, mereka menghentikan pembicaraannya dan kembali ke rumah kepala desa.


Sesampainya mereka di rumah kepala desa, mereka langsung menemui Fi Juang dan kepala desa. Mereka bertemu dengan pelayan saat ingin memasuki gerbang. Pelayan itu membawanya masuk ke halaman kepala desa.


“Nona silahkan masuk”ucap pelayan itu, tapi Xiao Moon menolak karna dia terburu-buru ingin keluar dari desa ini. Lagi pula jarak dari Desa Gong ke hutan Surgawi cukup dekat.


“Baiklah kalau begitu hamba akan panggilkan tuan muda Fi Juang”lanjut pelayan itu sopan, lalu dia meninggalkan Xiao Moon dan ke empat lelaki itu. Tidak lama kemudian datanglah Fi Juang dengan wajah yang sedikit pucat. Dia tau apa maksud Xiao Moon datang kemari. Tapi tatapannya jatuh pada beruang yang dibawa Xiao Moon.


“Maaf tuan ada apa?”tanya Xiao Moon sambil melambaikan tangannya di depan wajah Fi Juang. Fi Juang terkejud lalu kembali menatap Xiao Moon.


“M-maaf nona, tapi ada perlu apa anda kemari, jika ingin menginap lagi maka silahkan masuk”ucap Fi Juang dengan tersenyum. Xiao Moon menjawabnya dengan menggeleng.


“Tuan, aku memaafkanmu, kau tidak akan dibawa oleh pasukanku mengingat kau mempunyai ayah yang harus kau urus, tapi ingat jika kau melakukan hal ini untuk kedua kalinya maka jangan harap aku mengampunimu”jelas Xiao Moon dengan nada datar, dia tidak tega jika harus membawa Fi juang dan meninggalkan ayahnya di rumah sendirian mengurus desa.


“T-tapi bagaimana dengan adikku, apa yang harus aku lakukan jika ayahku bertanya?”tanya Fi Juang dengan wajah lesu. Jika dia mengatakan yang sebenarnya kepada ayahnya, bukankah itu hanya akan membuat keadaan menjadi lebih serius.


“Kau bisa mengatakan pada ayahmu bahwa adikmu sedang dalam masa pensucian diri selama beberapa bulan, mungkin bisa lebih”Xiao Moon berkata dengan mata tanpa berkedip. Tidak ada senyum ataupun tawa jika berhadapan dengan Fi Juang.


“Aku harus segera melanjutkan perjalanan, maaf jika merepotkan”Xiao Moon lalu melangkahkan kakinya pergi untuk mengambil kudanya. Fi Juang juga mengikuti Xiao Moon dari belakang untuk mengantarkannya.


Saat sampai di kandang kuda Xiao Moon dibantu untuk mengeluarkan kudanya. Tapi karna kudanya kurang satu untuk Ji Sue, jadi Fi Juang meminjamkan satu kudanya. Xiao Moon menaiki kuda Zen lalu pergi dari sana di ikuti ke empat pria yang setia menjadi teman Xiao Moon.


“Sampai jumpa nona”ucap Fi Juang dengan tatapan yang tidak rela melihat punggung Xiao Moon semakin jauh. Tatapan itu menunjukkan tatapan yang sangat sedih. Apa karna Xiao Moon yang cantik itu Fi Juang jadi mencintainya. Tapi Fi Juang bukanlah masa depan Xiao moon.

__ADS_1


__ADS_2