
Hallo jangan lupa like and komen ya:)
.
.
.
.
.
.
.
Setelah keluar dari dimensinya, Moon segera berlari menggunakan qing gongnya dengan cepat menulusuri dahan-dahan hutan itu. Tapi, tiba-tiba Ji Hua berbicara dengan bertelepati.
"*nona, knapa tidak berteleportasi?"tanya Ji Hua dalam telepati.
"oh iya, aku lupa"kekeh Moon*.
Lalu dia menggunakan telerportasi untuk kelapangan latihan prajurit dikediaman Jendral Lue.
oO0Oo
Sesampainya dilapangan pelatihan prajurit, Moon segera menghampiri pengawal San selaku pemimpin prajurit.
"paman!"teriak Moon sambil melambaikan tangannya.
"putri, kau kembali!"jawab pengawal San senang.
Karna pengawal San berteriak, semua menjadi berkumpul dan melihat apa yang terjadi.
......
Pengawal San kemudian berlari lalu memeluk Moon diikuti oleh pengawal dan pelayan yang lewat termasuk bibi Li.
"putri, apa kau baik-baik saja?"tanya bibi Li khawatir.
"aku tak apa bibi"ucap Moon tersenyum tipis sambil memegang pundak pelayan Li.
"syukurlah"jawab pelayan Li mengelus dadanya.
Moon lalu menatap sekitar, dia mendapati hanya sedikit pengawal dan pelayan. Dikediaman ini sangat sepi seperti tidak ada orang. Karna penasaran Moon pun bertanya.
"dimana yang lainnya?"tanya Moon pada pengawal San.
"seperti ini putri, Jendral Lue dan pangeran Lue Kai pergi berperang kedaerah perbatasan, akan kembali sebelum acara pertandingan dengan membawa 15 prajurit terkuat"jelas pengawal San.
"lah, apa pertandingan diundurkan?"heran Moon sambil menaikkan sebelah alisnya.
"iya putri, karna akhir-akhir ini ada acara mendadak"jawab pengawal San.
"lalu, dimna para putri dan ketiga selir itu?"tanya Moon heran.
"Mereka pergi keistana untuk menginap disana karna ada beberapa perjamuan"jelas pelayan Li.
"perjamuan?"tanya singkat Moon.
Pelayan Li menghembuskan nafasnya pelan. Dia takut akan membuat putri Moon marah. Dia menatap putri Moon dalam-dalam.
"apa putri tidak akan sakit hati?"tanya pelayan Li memastikan.
"ceritakan saja"tegas Moon.
Seketika semua yang ada disana merinding ketakutan karna aura yang dikeluarkan Moon. Beberapa ada yang terduduk karna tidak kuat.
"itu putri, pangeran kedua juga ditunangkan oleh putri Lue Yue saat ulang tahun putra mahkota"tunduk pelayan Li mulai genetaran.
"hanya itu tidak apa"singkat Moon.
Lalu Moon menyuruh mereka bubar. Setelah berbicara cukup lama, Moon menyuruh pelayan Li untuk menyiapkan air serta makanan.
..............
Sesampainya dipaviliun, Moon segera merebahkan diri untuk melepaskan rasa lelah. Dia menutup matanya untuk menestralirkan pikirannya.
Sudah lama Moon rebahan hingga pelayan Li datang.
"putri air sudah siap dengan taburan 7 warna bunga mawar"ucap bibi Li senang karna dapat melihat nonanya seperti semula.
Moon menganggukkan kepala lalu beranjak dari ranjang menuju ruang pemandian. Dilepaskan pakaiannya, dia mencelupkan diri dibak mandi tersebut lalu menutup mata.
..........
Selesai mandi, Moon mengganti pakaiannya dengan hanfu dibantu oleh pelayan Li. Selesai berpakaian, Moon segera makan ditempat seperti biasa.
"bibi Li, lalu siapa yang bertugas dikediaman ini?"tanya Moon untuk mengawali pembicaraan.
"tidak ada putri, beberapa tugas dari putra mahkota juga sudah menumpuk"tunduk pelayan Li.
"putra mahkota, tapi knapa dia?"tanya Moon menghentikan aktivitasnya.
"itu putri, kaisar akhir-akhir ini ada rapat, jadi yang menjalankan semua tugas adalah putra mahkota"jelas bibi Li.
Moon mengangguk"oh iya, knapa tadi kalian gemetaran saat aku bertanya tentang perjamuan?"tanya Moon melanjutkan aktivitas makannya.
"sebenarnya putri dulu juga mencintai pangeran kedua"jelas bibi Li sambil menunduk.
"uhuk, uhuk minum, air mana air"ucap Moon tersedak makanan sambil mengelus dadanya.
"ini putri"ucap bibi Li khawatir sambil menyodorkan segelas air.
Moon meneguk habis air itu lalu mencoba menyesuaikan diri. Setelah bernafas dengan tenang, kemudian melanjutkan makannya.
"putri pelan-pelan...."lirih bibi Li tapi masih didengar Moon.
........
Selesai makan, Moon lalu berdiri memakai topengnya dan menggeret bibi Li untuk ikut dengannya. Mereka berjalan menyusuri koridor yang panjang.
"paman kau tau dimana paman San?"tanya Moon pada salah satu pengawal disana.
"menjawab putri, pengawal San sedang berjaga digerbang utama"jawab pengawal itu hormat.
Hanya anggukan kepala untuk menjawab jawaban itu. Lalu dilanjutkannya perjalanan Moon dan bibi Li ke depan gerbang utama.
oO0Oo
Sesampainya disana, dilihatnya pengawal San dan pengawal satunya sedang menenangkan kericuhan. Karna heran, Moon menghampiri mereka.
"ada apa?!"tanya Moon dingin.
Langsung saja, semua orang yang ada disana terdiam merasakan aura yang mendekat. Mereka melihat kearah asal suara tersebut.
Didapatinya seorang gadis dengan aura yang sangat kuat ditambah mata tajam bak elang menghampiri mereka.
"me...menjawab pu..putri, para pedagang menagih hutang putri Lue Sin dan putri Lue Yue"jawab pengawal San gemetaran.
"hutang?"tanya Moon heran dengan kedua putri itu.
__ADS_1
"putri Lue sin dan putri Lue Yue membeli beberapa perhiasan hingga mencapai 1000 koin emas, dan sampai sekarang tidak dibayar!!"teriak salah satu pedagang dengan berani.
"aku tidak bertanya denganmu, bisa kau diam"jawab Moon penuh tekanan.
Pedagang itu terdiam, dia tidak menyangka akan semenyeramkan ini.
"ini"ucap Moon sambil melemparkan 1 kantong besar.
Semua pedagang mengangguk senang lalu pergi. Moon menatap pengawal San meminta penjelasan atas semua ini, dari knapa pengawal dan pelayan sangat sedikit dan lainnya.
Pengawal San menatap Moon yang meminta penjelasan hendak membuka mulut. Akan tetapi dihentikan oleh Moon.
"keruang kerja jendral Lue"ucap Moon lalu beranjak pergi dengan diekori pengawal San.
.
.
.
.
.
Sesampainya disana, Moon segera membuka pintu. Apa yang didapati Moon adalah sebuah ruangan kerja yang berantakan dengan berkas-berkas berjatuhan. Moon menghela nafas lalu membersihkan tempat itu dibantu pengawal San.
........
Selesai membersihkan, Moon mendudukkan dirinya dikursi kerja lalu menatap pengawal San hendak bertanya.
"kemana sisa prajurit dan pelayan?"tanya Moon dingin dengan tatapan tajam.
"beberapa hari lalu setelah kepergian jendral Lue dengan pangeran terjadi pencurian dan pemberontakan, beberapa pengawal dan pelayan menjadi korbannya"jelas pengawal San sambil menyerahkan salah satu berkas.
Moon mengambil berkas itu dan membacanya. Disitu terdapat kejadian yang terjadi. Sisa pengawal dan pelayan yang ada disitu adalah 65 pengawal dan 55 pelayan.
15 pengawal dibawa keperbatasan dan 5 pelayan dibawa keistana yang merupakan pelayan pribadi kedua putri dan ke3 selir.
"lalu, knapa kalian tidak melawan?"tanya Moon datar.
Pengawal San menunduk, dia tidak tau harus menjawab apa. Kemudian pengawal San mengangkat kepala hendak menjawab.
"menjawab putri, sudah berhari-hari jendral Lue tidak melatih kami, jadi kami lalai"jawab pengawal San ketakutan.
Moon menghembuskan nafasnya pelan, dia mengambil salah satu berkas yang ada disitu. Dilihatnya laporan keuangan kerajaan. Moon mengernyitkan dahinya heran.
"knapa ada disini berkasnya, harusnya ditangani oleh menteri keuangan"heran Moon menatap tajam pada pengawal San.
"i..itu di...dikirim oleh pu..putra mahkota"gugup pengawal san.
"huh...kalau begitu kirim kementri keuangan"ucap Moon dingin lalu menyerahkan pada pengawal San.
"baik putri, hamba mohon undur diri"ucap pengawal San sambil bertekuk lutut.
Seharian Moon menghabiskan dirinya diruang kerja kediaman Jendral Lue. Sebenarnya dia tidak mau melakukan ini, tapi ini adalah tempat dia dilahirkan, dan tempat ini lah para pengawal dan pelayan tinggal.
"hais, hitung-hitung pengalaman lah aku melakukan tugas ini"keluh Moon setelah menyelesaikan setengah tugasnya.
Moon menutup matanya dan memakan cemilan yang dibawa bibi Li tadi. Moon mencoba menenangkan pikirannya. Tiba-tiba ketenangannya terganggu karna kedatangan pengawal San yang terburu-buru. Saat itu sudah malam hari.
"putri, putri, maaf kelancangan hamba nona, disana ada pemberontak yang hendak mencuri!"teriak pengwal San terengah-engah.
Moon segera beranjak dari duduk lalu menghampiri pemberontak itu. Sesampainya disana terlihat para pemberontak sedang berkumpul bodohnya.
"oh ternyata putri Moon yang sampah itu kembali"ucap salah satu ketua pemberontak itu.
Moon hanya diam menyaksikan kebodohan mereka yang salah memilih lawan.
"kenapa hanya diam!, serang sekarang kediaman ini!"perintah ketua itu.
"cukup!"lantang Moon dengan menaikkan salah satu tangannya.
Sontak semua orang menatap Moon lalu memberi jalan. Moon menatap tajam ketua itu lalu mengeluarkan auranya yang sangat menyeramkan.
"hadapi aku"ucap Moon dingin dengan penuh penekanan.
"hah, sampah mana bisa melawan kami bodoh!"marah ketua itu lalu menyuruh semua membunuh Moon.
Para prajurit hendak melindunginya, akan tetapi dihentikan oleh Moon. Moon menatap sinis kearah mereka lalu memulai penyerangan.
Moon hanya mengibaskan tangannya lalu semua tubuh pemberontak seketika terbelah menjadi dua(teknik pisau angin), tersisa ketuanya.
Semua yang ada disana menatap takjub pada Moon dengan membuka mulutnya. Moon hanya acuh lalu melangkahkan kakinya menuju ketua pemberontak. Hanya 2 langkah yang memisahkan jarak antara Moon dan ketua pemberontak itu.
Ketua pemberontak itu terdiam dengan keringat dingin melihat iblis sudah ada didepannya.
"kau mau menyerangku"ucap Moon dengan tersenyum devil.
"pa..pasti"ucap ketua itu menggigil.
"dengan beladiri"ucap Moon lalu membentuk posisinya.
"ayo maju"lantang Moon.
Ketua itu tidak ambil basa-basi langsung menyerang Moon. Pertarungan sengit pun terjadi pada malam hari. Ketua itu kewalahan, padahal Moon belum menyerang.
"his, kau sudah lelah, maafkan aku karna tadi hanya pemanasan saja"ucap Moon polos.
Semua orang yang ada disana kaget. Apa, yang dia bilang hanya pemanasan!.
"sekarang giliran aku"ucap Moon menatap dingin ketua itu lalu mulai menyerang.
Moon meluncurkan pukulan, sebelum sampai ketubuh ketua itu, Moon menghilang dan muncul dibelakang. Langsung saja ditendang keras hingga terpental jauh dan menabrak tembok.
Salah satu prajurit melihat ketua itu lalu menggeleng, menandakan ketua itu mati. Para prajurit sangat bangga dan kaget akan perubahan putri Moon, entah harus bahagia atau sedih.
Bahagia karna putri mereka sudah berubah tapi juga sedih akan ada banyak yang mencelakainya.
"bersihkan mayatnya dan bakar"perintah Moon.
"baik putri"ucap prajurit dan pelayan kompak.
"Besok pagi kalian semua berkumpul dilapangan prajurit sebelum matahari terbit, tidak ada pengecualian"lantang Moon.
"ba..baik putri"ucap mereka semua kompak lalu pergi membersihkam sisa kekacauan.
Moon dan bibi Li pergi kepaviliunnya. Sesampainya disana, Moon segera meminta bibi Li untuk menyiapkan air.
"putri air sudah siap"ucap bibi Li.
Moon melepaskan hanfu polosnya lalu pergi berendam. Dia menghilangkan semua pikirannya. Karna bosan, dia mencoba bertelepati pada Ji Hua.
"*Ji Hua, aku hendak mendirikan organisasi apa kau menyetujuinya?"tanya Moon dalam telepati.
"sepertinya ide bagus putri, tapi apa nama organisasinya putri?"tanya Ji Hua dalam telepati.
"organisasi bulan biru seperti kehidupanku dulu"balas Moon.
"nama yang bagus"ucap Ji Hua*
Selesai mandi, Moon segera memakai hanfu merah mudanya lalu merebahkan diri dikasurnya.
__ADS_1
"huh lapar, knapa mkanan disini hambar dan asin"keluh Moon sambil memegang perutnya.
Setelah mengeluh panjang bibi Li datang dengan makanan. Ditaruhnya makanan dimeja lalu menyuruh Moon untuk makan.
.........
Selesai makan Moon lalu tidur lagi dan pergi kealam mimpi hingga esok pagi.
.
.
.
.
.
.
.
Dini hari Moon sudah terbangun, dia mulai melakukan olahraga karna badannya sedikit kaku. Moon tidak lupa melakukan pemanasan seperti push up, sit up, dan lain-lain.
.......
Setelah melakukan pemanasan, para pelayan juga prajurit berdatangan. Mereka kemudian berbaris rapi untuk mendengarkan pengumuman dari Moon.
"apa semua sudah berkumpul?"tanya Moon datar.
"sudah putri, ada 50 pengawal dan 50 pelayan"jawab pengawal San sopan.
Moon mengangguk lalu menatap satu persatu. Dilihatnya mereka yang menunduk, tapi ada 2 orang yang terlihat tegas dan bersemangat selain pelayan Li dan pengawal San.
"baiklah aku akan membuat sebuah organisasi yang aku beri nama bulan biru"jelas Moon dengan lantang.
Semua orang menatap Moon heran dan ada juga ketakutan. Moon hanya menatap mereka datar saja, karna memang ini tujuannya.
"tapi putri...bagaimana dengan Jendral Lue"tanya pengawal San.
"aku mengetahui jika kalian ditelantarkan oleh Jendral Lue, dan Jendral Lue akan pindah kediaman"jelas Moon.
"tapi apa yang akan dilakukan dengan kediaman ini?"tanya pengawal San.
"Jendral Lue akan menjual kediaman ini"jawab Moon.
Semua terdiam sejenak, mereka tidak menyangka Jendral Lue pilih kasih.
"kami akan mengabdi pada putri!"ucap mereka kompak dengan bertekuk lutut.
"terima kasih paman, bibi"senang Moon dengan senyum tipisnya.
Moon menatap mereka semua datar. Dia ingin mencari kebohongan dimata mereka tapi tidak ada, hanya anggukan kepala.
"aku akan bagi menjadi 4 kelompok diorganisasi ini yaitu, kelompok penyerang, kelompok informasi, kelompok bayangan, kelompok alkemis"jelas Moon lantang.
"setiap kelompok akan terdapat pemimpin kelompok atau ketua, kelompok alkemis akan diisi oleh perempuan tapi boleh juga ada prianya, kelompok alkemis juga harus berkultivasi"lanjut Moon.
Semua orang merasa senang dengan keputusan Moon. Setelah ceramah yang panjang, mereka memulai latihan, dimulai dari pemanasan, gerakan dasar hingga berat lalu memulai beladiri.
Sudah semakin siang mereka berlatih, lalu Moon menyuruh mereka untuk istirahat dengan minum air dan makan memakan cemilan yang dibawa tadi.
"bibi Li bagaimana latihannya"ucap Moon menghampiri bibi Li.
"lelah putri"keluh bibi Li sambil menyeka keringatnya.
"hehe ini masih awalan, nanti kalian akan kusuruh berkultivasi"jelas Moon lalu meminum air.
Bibi Li senang jika dapat mengabdi pada majikannya itu. Dia senang dapat bertemu dengan Moon yang perubahannya sangat drastis.
"putri, kau tau 1 hari sebelum pertandingan putra mahkota empu atas pulang dari peperangan"jelas bibi Li antusias.
"lalu?"tanya Moon singkat
"semua petinggi para pangeran dan putri diundang, akan ada pemilihan calon ratu empu atas"lanjut bibi Li.
"aku juga harus datang?"tanya Moon menatap bibi Li.
"harus putri, kau harus tau putra mahkota empu atas itu sangat tampan, dia itu sangat dingin, acuh, kejam pada musuh, tidak ada yang pernah meluluhkan hatinya, dia itu paling anti terhadap wanita, jadi perjamuan itu nanti adalah kesempatan yang paling baik"jelas bibi Li sangat senang.
Moon menatap bibi Li dalam-dalam. Dia heran dengan bibi yang satu ini, suka bergosip. Moon menghembuskan nafas kasar.
"aku tidak tertarik"jawab Moon.
"tapi putri, kau sudah lama tidak ada pendamping"jawab bibi Li.
"bibi...aku ini masih kecil, masih gadis kecil berumur 15 tahun"ucap Moon.
Bibi Li terkekeh berhasil mengatakan itu pada Moon. Moon kemudian menatap sekitar, dilihatnya semua sudah tidak lelah, sudah waktunya dimulai.
"semuanya berkumpul!"teriak Moon lantang.
Semua orang langsung berlarian untuk membuat barisan saat mendengar teriakan Moon.
"nanti malam kalian harus berkultivasi"ucap Moon lalu memgangkat sebelah tangannya.
"ulurkan tangan kalian"lanjut Moon.
Semua orang lalu mengulurkan tangan. Tiba tiba keluar pil tingkat menengah, tapi kemurniannya mencapai 100%. Semua kaget melihat pil itu, selain kemurniannya yang tinggi, itu juga jenis pil yang langka, yaitu pil kultivasi.
"makan itu ketika hendak berkultivasi, aku lihat kalian ini berada dijendral petarung tingkat rendah level 5"ucap Moon lalu pergi diekori bibi Li.
..........
Dipaviliunnya, Moon merebahkan diri untuk melepaskan lelah. Kini hanfunya yang semula kering menjadi basah karna keringat.
"bibi siapkan aku air untuk mandi"ucap Moon dengan memejamkan matanya.
"baik putri"jawab bibi Li.
............
"putri...air sudah siap"ucap bibi Li.
Moon lalu beranjak dari ranjang menuju bak pemandian. Seperti biasa Moon melepaskan hanfunya dan berendam.
.......
Selesai mandi dia memakai hanfu kuningnya lalu pergi keruang kerja Jendral Lue. Dilihatnya setengah berkas yang belum Moon selesaikan.
Moon duduk dikursi kerjanya lalu mengerjakan berkas itu semua. Sekian lama Moon mengerjakan berkasnya itu, kini itu semua telah habis tidak tersisa. Moon menghela nafas lelah kemudian memejamkan mata.
"oh iya aku bepum memasang segelnya"ucap Moon langsung lari untuk memasang segel pelindung.
NOTE: tingkatan pil
~tingkat rendah
~tingkat menegah
~tingkat tinggi
__ADS_1
Masing-masing tingkatan terdapat tinggi kemurniannya. Jarang orang yang mencapai tingkat kemurnian 100%
LIKE AND KOMENT YA, GAK USAH PELIT PELIT KEK GITU:-)☺, CANDA WE😂😂