
Xiao Moon melangkahkan kakinya menuju ke tempat Ji Hua, Ji San, Ji Sue dan Jendral Iblis berada. Saat Xiao Moon menunjukkan batang hidungnya, Ji San segera menyemprotkan minuman yang ada dimulutnya.
“Uhuk uhuk uhuk, a-apa kau benar-benar nona?” tanya Ji San yang tidak percaya dengan penampilan Xiao Moon.
“Bagaimana penampilanku, sudah seperti pria?” bukannya menjawab pertanyaan Ji San tapi malah bertanya balik. Ji Hua terkekeh melihat Xiao Moon yang berputar sekali, dia mendekati Xiao Moon dan berbisik di telinganya.
“Nona kau benar-benar cantik dan tampan” bisik Ji Hua pada Xiao Moon. Jendral Iblis yang tadinya minum segera melempar gelasnya pada Ji Hua, meskipun tidak terkena tubuhnya tapi setidaknya bisa mengambil perhatiannya.
“Kau ini hanya bawahan, kau tidak boleh genit pada nona!” teriak Jendral Iblis marah. Karna baru pertama kali dia melihat Ji Hua yang genit. Sementara yang digoda hanya diam dan mengamati situasi.
“Ji Feng”
Semua orang terdiam mendengar nama yang diucapkan Xiao Moon. Padahal tidak ada yang namanya Ji Feng disini, kecuali nama itu adalah nama yang digunakan Jendral Iblis saat di Desa Gong.
“Nona memanggil siapa?” tanya Jendral Iblis, Xiao Moon menyeringai lalu melangkahkan kakinya mendekati Jendral Iblis. Dengan kipas yang tertutup, Xiao Moon mengangkat dagu Jendral Iblis.
“Lo? aku memanggilmu, siapa lagi kalau bukan kamu?” ucap Xiao Moon dengan nada tertentu. Jendral Iblis menelan ludah karna kini matanya menatap mata dingin Xiao Moon yang ada di hadapannya. Dengan sedikit canggung Jendral Iblis menjauhkan wajahnya.
“Uhuk, anu nona jadi sekarang namaku Ji Feng?” tanya Jendral Iblis dengan wajah merah yang hanya diangguki Xiao Moon. Wajah yang tadinya malu menjadi berbinar. Jendral Iblis yang sekarang bernama Ji Feng mendekati Ji San yang terdiam kesal.
“JI FENG namaku JI FENG ” Ji Feng (Jendral Iblis) mengatakannya dengan wajah yang pamer. Hal itu membuat semua orang terkekeh, terutama Xiao Moon.
__ADS_1
“Nona ini tidak adil, kau tidak pernah menggodaku lo!” Ji San protes pada Xiao Moon, dan dia tau bahwa Ji San melakukan ini karna juga ingin pamer. Xiao Moon mengibaskan kipasnya dan menutupi setengah wajahnya.
“Aku tadi hanya latihan, toh aku ini seorang perempuan lo” Xiao Moon lalu mengajak Ran Jisu untuk berangkat. Di ikuti yang lainnya dan Ran Jisu yang memimpin jalan, akhirnya mereka sampai di tempat rombongan benua timur.
Disana sangat ramai, ada yang menari, ada yang minum-minum, ada juga yang berbincang. Seperti pesta biasa tapi pakaian mereka pakaian bangsawan. Ada juga tenda yang lebih mewah diantara yang lainnya, disitulah para petinggi berkumpul dan mengobrol. Ran Jisu mengajak Xiao Moon untuk masuk, Dia menyibak kain di tenda itu.
Lalu Ran Jisu pergi ke tengah dan memberi hormat pada seorang pria dan seorang wanita yang bergelayut manja di lengan pria itu. Xiao Moon tidak bisa melihat siapa pria dan wanita itu, tapi Xiao Moon bisa menebak bahwa mereka adalah orang penting di benua timur.
“Putriku kemana saja kamu, ayah sangat khawatir, apa kau baik-baik saja?” tanya seorang pria paruh baya, pria paruh baya itu memeluk dengan erat Ran Jisu sehingga melupakan suasana sekitar.
“Hey...berani-beraninya kamu mengabaikanku! kamu tau kan siapa aku! aku bisa saja menghukummu!” marah seorang wanita yang tadi bergelayut manja di lengan pria penting itu. Lalu pria penting itu berdiri menunjuk Ran Jisu dan pria paruh baya itu, atau ayah Ran Jisu.
“Putri Ran...kau itu seorang gadis dan beraninya pergi sampai larut malam, apa kau berzina dengan pria yang tidak seharusnya?” tanya pria itu dengan nada arogan yang membuat Xiao Moon sendiri sedikit kesal. Ran Jisu tidak melawan atau menjawab, dia hanya bisa terdiam melihat ayahnya yang juga menahannya amarah.
“Mohon maafkan putra dan cucuku nona Xiao” kakek itu meminta maaf dengan tulus. Tapi sebentar, tadi Xiao Moon mendengar kakek itu memanggil wanita itu Xiao? Apa berarti dia adalah wanita yang mengaku sebagai Xiao.
Tapi yang paling Xiao Moon tidak suka adalah, mereka mengabaikan keberadaannya. Tapi dia menepis hal itu, dia harus menyelamatkan Ran Jisu yang akan di tampar. Segera Xiao Moon melangkahkan kakinya, setiap langkahnya meninggalkan aura kharisma yang membuat semua orang mengalihkan perhatian pada Xiao Moon.
Tangannya menangkap tangan Xiao jadi-jadian itu. Hal itu membuat Xiao jadi-jadian itu murka dan menepis tangan Xiao Moon. Dia lalu menatap tajam kearah Xiao Moon, tapi tatapan tajam itu berubah menjadi tatapan berbinar.
Terdapat wajah tampan nan cantik di depannya, bagaimana bisa jika dia tidak berbinar. Lalu dengan spontan Xiao jadi-jadian itu menjabat tangan Xiao Moon. Sementara pria penting tadi hanya dikucilkan olehnya, sungguh eronis.
__ADS_1
“Namaku Xiao Yanran, aku berasal dari keluarga Xiao dan klan Xiao” ucap Xiao jadi-jadian itu memperkenalkan dirinya. Segera Xiao Moon melepaskan tangannya dari genggaman Xiao jadi-jadian itu.
“Aku tidak bertanya padamu lo” ucap Xiao Moon yang membuat Yanran itu marah. Tapi Xiao Moon tidak menghkawatirkan hal itu, dia lebih baik membantu Ran Jisu berdiri.
“Terima kasih no...tuan” Ran Jisu memegang tangan Xiao Moon lalu berdiri dan tidak lupa membantu ayah dan kakek beruban yang merupakan kakeknya. Lagi-lagi Yanran Xiao jadi-jadian itu kesal, dia kemudian bergelayut di lengan pria penting itu.
“Sayang lihat mereka, apa kau tidak ingin menghukum mereka untukku?” tanya Yanran dengan manja, pria penting itu hanya bisa menahan kesal dan amarahnya yang siap meledak kapan saja. Pria penting itu sudah tau bahwa Yanran hanya menginginkan statusnya, aku harus bertahan, sebentar lagi aku akan menjadi menantu dari keluarga Xiao dan menguasai dunia, pikir pria penting itu.
“Maaf tuan, kau ini siapa?” tanya pria penting itu mendekati Xiao Moon. Disitulah Xiao Moon tau bahwa dia adalah putra mahkota Mo, penerus kekaisaran Mo di benua timur. Dulu Xiao Moon pernah menjadi lelaki jelek untuk menjadi pengawal pribadi putra mahkota Mo dan mengorek informasi darinya. Tapi sepertinya dia melupakan pengawal pribadinya jadi aman.
“Putra mahkota Mo, dia adalah temanku maaf karna sudah membuat keributan disini” Ran Jisu membungkuk untuk meminta maaf pada putra mahkota Mo.
“Kalian aku maafkan, duduklah di kursi itu” tandas putra mahkota Mo sambil menunjuk kursi kosong, tapi kursi kosong itu hanya ada dua dan cukup untuk di tempati Xiao Moon dan Ran Jisu. Bagaimana dengan Ji Hua, Ji San, Ji Sue dan Ji Feng.
“Sayang apa yang kau lakukan, apa kau menentangku?” bisik Yanran yang merasa kesal pada calon suaminya itu. Putra mahkota Mo hanya tersenyum melihat wajah Yanran yang menurutnya lumayan.
“Xiao'er, pria tadi sepertinya bukan orang biasa, akan lebih baik kita bisa mendapatkan hatinya sehingga dia bisa membantu kita melakukan kudeta” jelas putra mahkota pada Yanran yang kini semakin manja ditangannya.
“Aku yakin kita akan menguasai dunia bersama”
***
__ADS_1
*Jangan lupa Xiao Moon masukin lis**t MC wanita kuat di MT* >_<