
Happy reading ;)
.
.
.
.
.
.
.
Simbol bulan biru juga mempunyai kegunaan lain yaitu untuk bertelepati atau meminta bantuan. Sementara simbol Moon akan muncul jika anggotanya menyentuh simbol didahinya masing2 atau simbol Moon akan muncul saat Moon menginginkannya.
skip
Dibukanya topeng Moon sehingga memperlihatkan wajah cantik melebihi sang dewi. Bahkan beberapa yang melihat wajahnya hampir saja pingsan.
"ini wajahku"ucap Moon datar.
"bagaimana bisa?"tanya ketua alkemis.
"ah iya aku belum tau namamu, siapa namamu"tanya Moon sambil menatap ketua alkemis itu.
"nama hamba Ying, Queen Alexa"ucap perempaun itu sebagai ketua alkemis.
Moon mengangguk"lalu siapa namamu?"menunjuk ketua bayangan.
"Nama hamba Jin Queen Alexa"ucap pria itu.
Moon mengangguk, dia menjelaskan bahwa mereka juga harus melaksanakan tugasnya seperti biasa. Dan saat-saat itu, Moon akan mencari tempat untuk markasnya.
Semua pun bubar setelah diperintahkan. Begitu juga dengan Moon yang sudah sampai dipaviliunnya diekori bibi Li.
"putri saya siapkan air ya"ucap bibi Li.
"silahkan"jawab Moon.
Memamg dia menyuruh bibi Li untuk tidak memanggilnya 'Queen Alexa' saat masih disini.
Selang beberapa menit kemudian, bibi Li sudah selesai dengan airnya. Segera saja Moon melepaskan hanfunya dan berendam.
.............
Moon memakai gaun dengan model yang indah dan tidak terlalu berat berwarna biru bercampur dengan putih, sangat cantik.
"bibi aku ingin pergi ke hutan iblis sebentar"ucap Moon.
"tapi putri disana bahaya"khawatir bibi Li.
"tidak apa, aku ini sudah kuat, jadi aku bisa menjaga diri"ucap Moon sambil tersenyum.
"baiklah putri"ucap bibi Li mengalah.
Moon tersenyum senang dan berterima kasih pada bibi Li. Dipakainya topeng biru berukiran rumit tapi indah. Dia melambai pada bibi Li lalu pergi menggunakan qing gongnya.
..........
Sekian lama perjalanan, akhirnya Moon sampai pada hutan iblis. Hutan itu sangat suram dan menyeramkan, tapi tidak dengan Moon.
Dia berjalan dengan santainya menelusuri hutan itu. Lalu matanya menatap kearah depan. Dilihatnya para pemburu sedang mengepung beruang emas yang langka.
Karna ingin tau, Moon menyembunyikan auranya dan berjalan kearah pohon yang cukup besar untuk bersembunyi.
Moon melihat jika beruang itu sedang menahan sesuatu agar tidak keluar. Sedangkan para pemburu sedang menunggu sesuatu yang keluar.
Yah mereka sedang menunggu bayi beruang betina emas itu dilahirkan. Para pemburu mungkin akan mendapatkan keuntungan dua kali lipat.
Karna kasihan, Moon melemparkan panah beracun dari atas pohon. Sedangkan panah itu didapatkan dari dimensinya.
syuut
akkh
"kena sasaran"bangga Moon.
Para pembunuh lainnya pun mulai panik dan mulai waspada.
__ADS_1
"siapa disana keluar!"teriak salah satu pemburu.
"dasar pengecut keluar!"teriak pemburu lainnya.
"cih, telingaku tidak tuli"ketus Moon keluar dari persembunyiannya.
Mereka semua menghilangkan waspadanya saat yang keluar hanya gadis kecil.
"hey gadis, apa yang kau lakukan disini!"bentak salah satu pemburu.
"aku ingin bermain dengan kalian boleh?"tanya Moon pura-pura polos.
"selamanya pun boleh manis, kami akan memuaskanmu"ucap salah satu pemburu itu tartawa sinis.
"dalam mimpimu"kata Moon penuh penekanan.
Dia mulai mengeluarkan setengah auranya. Seketika semua menjadi merinding, karna tidak ingin membuat beruang itu makin lemah, Moon pun mengembalikan auranya.
"jangan banyak basa-basi"dingin Moon memulai penyerangan.
Dia mengeluarkan belati yang sudah dulumuri racun lalu menyayat lengan mereka satu persatu. Sehingga tubuh mereka tiba-tiba berwarna hitam dan membusuk lalu terurai. Moon menyeringai lalu menatap beruang betina emas itu dan menghampirinya.
"bibi bertahanlah aku akan membantumu"ucap Moon khawatir lalu menyalurkan Qi spiritualnya.
"te...rima kasih"bata beruang itu.
Tanpa menghabiskan waktu, beruang itu lalu melahirkan bayi beruang. Bedanya, bulunya berwarna perak campur emas, mungkin suami beruang ini berbulu perak, pikir Moon.
"jagalah anakku baik-baik, jadikan dia hewan kontrakmu, latih dia agar menjadi kuat"ucap lemah beruang betina itu.
"baiklah"ucap Moon, hatinya saat khawatir saat beruang mengatakan kata-kata itu.
Beruang itu menutup mata meninggalkan dunia. Moon menatap bayi beruang yang baru saja lahir itu. Ditaruhnya bayi didekat induknya. Tapi tiba-tiba beruang betina emas itu menghilang dan menyisakan sebuah inti roh beruang itu.
"*ambil itu nona, itu bisa membantumu untuk menerobos"telepati Ji Hua.
"kau sudah selesai bermeditasi?"tanya Moon dalam telepati.
"sudah"jawab Ji Hua*.
Moon mengambil inti itu lalu memasukkannya dalam dimensi. Sementara bayi beruang itu dalam dekapan Moon. Dia membawa beruang itu untuk mendapatkan sinar matahari. Tidak lupa, dia juga meneteskan darahnya dikening beruang itu, seketika dikeningnya terdapat simbol trisula berwarna biru.
skip
"aku belum memberimu nama, mulai skarang namamu Ji Han, kau berjenis kelamin laki-laki"ucap Moon tersenyum.
Dia melihat jika ada aura panas disekitar gua itu. Tanpa basa-basi, Moon mendekati gua itu untuk menghangatkan Ji Han.
Sesampainya didalam gua itu, segera saja Moon menusurinya lebih dalam. Semakin dalam juga semakin panas hawanya. Karna panas yang berlebihan Moon melapisi dirinya dengan Qi spiritual, sedangkan Ji Han dimasukkan kedimensi.
Sampai sudah Moon didalam gua itu. Skarang yang dilihatnya adalah sebuah ruangan cukup besar dengan sebuah buku ditengah-tengah.
Karna penasaran, Moon membukanya. Didapati buku kosong, hanya ada satu tulisan yaitu 'segel darah'.
"mana ada segel darah!"teriak Moon memarahi buku itu.
Dia membolak-balikkan buku itu emosi, lalu dia melemparkan buku itu kedinding.
"*Ji Hua, apa ada yang namanya segel darah"tanya Moon dalam telepati.
"tidak ada nona"jawab Ji Hua*.
Moon mengelus dadanya yang naik turun itu. Lalu Moon menatap buku itu dan mengambilnya.
"apa yang dimaksud buku ini adalah.....
Moon menjeda perkataannya dan membuat segel tangan yang sangat aneh. Yah segel itu adalah segel untuk menyegel sebuah hewan spirit. Dan segel itu akan berakibat mengeluarkan darah ditangannya.
Yang benar saja, tangan Moon mengeluarkan darah dan meneteskannya pada buku itu. Seketika buku itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan.
Karna sangat menyilaukan, Moon menutup mata dengan lengan. Cahaya berangsur-angsur hilang, Moon membuka matanya dan mendapati pria yang sedang membelakanginya.
"siapa kau?"ucap Moon waspada karna merasakan aura yang kuat.
"selamat datang Ratu"ucap pria itu berbalik lalu bertekuk lutut.
"aku bukan ratumu"ucap Moon dingin.
"bagaimana bisa ratu, kau yang sudah membebaskanku, berarti kau sudah menjadi ratu dihutan neraka ini"ucap pria itu.
"hah baiklah, hey apa itu?"tanya Moon saat melihat pedang yang menancap pada tanah.
__ADS_1
"jangan disentuh ratu, itu adalah pedang terkuat diantara lainnya, dan pedang itu juga diburu oleh semua orang, tapi pedang itu akan membunuh orang yang bukan tuannya"jelas pria itu.
"hmm, biar kucoba"ucap Moon lalu mendekati pedang indah itu.
Disentuhnya pedang itu, seketika pedang itu bercahaya. Cahayanya sangat terang, karna terlaku kuat menariknya, Moon terjungkal kebelakang dengang pedang yang dibawanya.
Seketika saja pria itu kaget melihat Moon bisa mencabutnya. Sementara Moon mulai meraba pedang itu. Tiba-tiba tangannya tersayat karna pedangnya sangat tajam. Darah pun keluar dan menetesi pedang itu.
Moon menatap pedang itu dan menatap kebawah. Dia melayang, lihat saja sekitarnya sudah dialiri sebuah cahaya. Moon mulai melakukan teknik pedang yang langka dengan melayang
(xiao Moon dan pedangnya)
Sementara pria itu terduduk kaget dan sangat lemah. Dia menatap Moon hormat, yah karna hanya seorang master yang bisa mencabutnya.
"hey berdirilah"ucap Moon yang mulai menginjak tangan.
"baik ratu"ucap pria itu lalu berdiri.
"jangan panggil aku ratu Ji Su, panggil aku nona"ucap Moon datar.
"terima kasih nona"ucap Ji Su terharu lalu memeluk Moon.
(Ji Su hewan kontrak Moon berbentuk rubah ekor sembilan)
Moon mengangguk lalu berjalan keluar dari gua itu. Saat keluar, dia sudah disambut oleh hewan spirit lainnya.
"selamat datang ratu!"ucap mereka kompak.
"panggil aku nona"datar Moon.
"baik nona"ucap mereka kompak.
Moon mengangguk, dia merasakan hawa yang berbeda dari hutan neraka ini. Yah, yang awalnya gelap dan suram, skarang sudah menjadi seperti surga. Moon menatap kebelakang, terlihat Ji Su yang mengekorinya.
Tapi yang lebih mengejutkan adalah sebuah istana yang megah, istana ini adalah istana sesuai selera Moon. Indah, kata-kata itulah yang dapat digambarkan.
"apa ini?"ucao Moon sambil menunjuk istana itu.
"itu adalh istana nona"jawab Ji Sun.
Moon mengangguk, dia memiliki ide untuk menempatkan organisasinya disini. Dia akan membuat istana ini lebih berisi tapi dengan orang yang kuat.
"ah iya Ji Sun, kau masuk kedimensiku dulu, disana kau akan ada teman, dan kalian bubarlah"ucap Moon.
"baik nona"ucap mereka kompak.
Mereka lalu membubarkan diri keperkejaan masing-masing. Dia menatap sekeliling untuk mendapatkan pemandangan yang mungkin indah.
Sekian lama mencari, dia menemukan sebuah danau yang tidak besar dikelilingin sebuah pohon, oh sekitarnya seperti membentuk sebuah terasering.
Moon mendekati salah satu pohon dan membuat ayunan dari akar pohon menggunakan elemen tumbuhan. Dia mendudukinya dan mengayunkannya perlahan.
Karna terlalu lelah dia tidak fokus jika ada aura samar-samar. Moon mendekati danau itu dan membuka topengnya. Dibasuhnya wajah indah melebihi dewi itu, sungguh kecantikan langka.
...............
Seorang pria sedang menatap seorang wanita cantik yang sedang meminum air didanau itu. Bahkan pipi pria itu mulai memanas dan hampir lunglai, padahal ini sudah kedua kalinya dia bertemu akan tetapi dia tidak pernah melihat wajah aslinya.
"cantik"gumam pria itu.
duuk brak
........
Moon yang sedang meminum air danau pun merasakan aura samar-samar didekatnya. Dia menutup matanya untuk melihat sekitarnya. Dilihatnya seorang pria yang sedang melihatnya dengan pipi memerah.
Tanpa basa basi, dia mencipratkan air kepria itu.
duuk bruuk
"aduh"ucap pria itu mengelus bagian belakang.
"pergilah"dingin Moon lalu memakai topengnya.
Pria itu langsung lari agar dia tidak diserang lagi. Moon hanya terkekeh saat melihatnya. Dia tau itu adalah putra mahkota empu atas.
MKASIH UNTUK LIKENYA, MKASIH UNTUK KOMENTNYA, MKASIH UNTUK SEMUA SEMOGA MENDAPAT PAHALA YAH
__ADS_1