Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Chapter 25


__ADS_3

Xiao Moon menghembuskan nafas dengan panjang. Dia dengan pasukannya bergerak cepat untuk memberantas penjahat dikekaisaran ini. Pemberantasan ini juga untuk melihat hasil dari latihan berat kemarin.


Xiao Moon berharap agar pasukannya menjadi yang terkuat diantara lainnya agar melindungi yang lebih lemah.


"ketua San, bisa kau tunjukan dimana tempat kotor itu berada?"tanya Xiao Moon.


"baik Queen Alexa!"lantang ketua San.


Lalu ketua San memimpin jalan untuk menunjukkan tempat yang dimaksud Xiao Moon.


Pasukan Xiao Moon melewati ibukota yang hancur itu. Dia juga bingung, apa kekaisaran Ming tidak memberikan donasi untuk kota ini (?).


Xiao Moon cukup kecewa dengan pemimpin kekaisaran yang sekarang. Dia berharap jika saat perang nanti pulang membawa kemenangan, dia akan menyeleksi penerus kekaisaran Ming nanti.


Cukup lama perjalanan yang Xiao Moon dan pasukannya tempuh. Akhirnya mereka sampai ditempat kotor itu, nama tempat itu adalah pasar penjual budak dan obat terlarang.


Ini lebih mirip ke narkoba jika dikehidupan Xiao Moon dulu. Lalu mengapa kekaisaran Ming tidak memberantas tempat ini(?), karna kekaisaran Ming juga bekerja sama dengan tempat ini.


Pemilik tempat ini dan kaisar Ming sudah membuat sebuah perjanjian. Dan kaisar Ming setuju, betapa bodohnya kaisar yang sekarang.


Jika Xiao Moon dipersilahkan memilih antara tidak atau iya untuk memberantas kekaisaran Ming, dia akan memilih iya. Tapi dia juga harus berpikir bahwa kaisar Ming pertama sudah berjuang mati-matian untuk mensejahterakan kekaisaran Ming.


skip


Sorang pria paruh baya yang melihat pasukan Xiao Moon mengerutkan keningnya. Dia lalu berlari untuk mengadu ketuannya atau pemilik pasar ini.


"tuan, organisasi bulan biru datang kemari, dan sepertinya Queen mereka turun tangan langsung"ucap pria itu pada tuannya.


"hmm...kekaisaran Ming telah mengkhianati kita, siapkan pasukan kita, aku akan berbicara baik-baik dengan Queen itu"ucap datar orang yang dipanggil tuan.


"baik tuan"ucap pria itu lalu pergi.


Pria yang dipanggil tuan itu langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Xiao Moon. Dilihat pasukan Xiao Moon berwajah dingin dan sepertinya mereka tidak main-main.


"apa ada yang bisa saya bantu pemimpin organisasi bulan biru, kenapa anda langsung turun tangan, apa pasukanku sekuat itu"ucap pria yang dipanggi tuan itu sinis.


"......."


Semua orang terdiam, dia bilang pasukannya sangat kuat(?). Harusnya pasukan pria itu yang mati.


"aku hanya ingin memperingatkan saja, cepat tutup tempat ini, Tian..."dingin Xiao Moon.


Nama pria yang dipanggil tuan itu Tian. Seorang pengusaha pasar gelap ini. Wajahnya sedang, badannya kekar, di pipinya terdapat goresan pedang yang cukup panjang.

__ADS_1


"ho ho ho, kau mau melawanku, mimpi, pasukan serang!"lantang Tian.


Pasukan Tian mulai menyerang pasukan milik Xiao Moon. Pasukan Xiao Moon hanya diam dan menepatkan sasaran. Setelah itu menembakkan pelurunya dan


duarr duarrr uarr


Senjata api milik pasukan Xiao Moon membunuh satu-persatu pasukan milik Tian. Sementara Tian sendiri merasa geram dan iri. Dia berinisiatif untuk mengambil senjata itu.


"kau...kau curang, kalau berani lawan tanpa menggunakan senjata!"ucap Tian.


"hah...baiklah pasukan letakkan senjata, kita bunuh mereka dengan tangan kosong"seringai Xiao Moon.


Semua pasukan Xiao Moon mulai menaruh senjatanya dan dengan tangan kosong mereka maju. Reaksi Tian senang, dia menyuruh pasukannya untuk membawa pedang.


Bukannya itu curang, tapi bagi Xiao Moon itu tidak masalah. Mau memakai senjata atau tidak pasukan Xiao Moon akan tetap menang. Dengan semangatnya pasukan Xiao Moon menghabisi pasukan Tian.


"heh..kau bilang pasukanmu yang menang"sinis Xiao Moon.


"tidak..tidak mungkin pasukanku kalah...kalian jangan diam saja, kerahkan kekuatan kalian!"lantang Tian.


Xiao Moon hanya tersenyum miring. Kesombongan tidak akan menyelesaikan apapun. Begitu juga kejahatan yang kau perbuat. Kembalilah kejalan yang benar sebelum tuhan murka padamu.


Tian benar-benar sudah menyerah dan tidak punya kesempatan lagi. Matanya berkaca-kaca ingin meneteskan air mata. sebuah asap hitam tiba-tiba keluar dari tubuh Tian dan menghilang diudara.


Xiao Moon sudah tau, itu adalah iblis jahat yang merasuki diri Tian. Sebenarnya Tian adalah pribadi yang baik dan bijaksana. Tapi sejak dirinya banyak pikiran dan hampir menyesal sebuah asap hitam merasuki tubuhnya.


"apa kau merasa baikan, Tian?"tanya Xiao Moon.


"terimakasih nona, kau telah menolongku"ucap Tian dengan terduduk.


Semua pasukan Xiao Moon merasa kaget. Mereka baru saja meratakan pasar gelap itu. Setelah itu mereka membebaskan budak-budak disana.


"Hm..aku mau kau kembali kepribadianmu dulu, kau bisa membangun desa disini..."ucap Xiao Moon.


"tapi, mungkin aku tidak sanggup"keluh Tian.


"aku akan membantumu, jadikan budak ini warga desamu, dan aku melihat jika beberapa warga diibukota kehilangan rumah, aku harap kau bisa menampungnya saat desa ini selesai"jelas Xiao Moon.


"benarkah, dengan senang hati nona"ucap Tian hormat.


Xiao Moon mengangguk senang dan mulai membantu yang lainnya membersihkan pasar gelap yang sudah hancur.


Setelah selesai Xiao Moon langsung mengucapkan mantra seketika waktu berhenti. Dan yang bisa bergerak hanya Xiao Moon.

__ADS_1


Segera Xiao Moon mengeluarkan semua jurus elemennya dan mulai membuat desa. Dari mulai kayu untuk rumah, air untuk sungai atau danau, tumbuhan untuk menumbuhkan pohon dan lain-lain.


Seketika pemandangan yang awalnya suram dan petang menjadi sangat asri dan terang. Disana sudah terbentuk desa yang indah dan layak dihuni. Desa yang dihiasi berbagai bunga dan pohon.


"selesai"ucap Xiao Moon.


Dia menjentikkan jarinya dan waktu yang tadi berhenti kembali seperti semula. Mereka menatap jika pemandangan yang ada didepan mata mereka sungguh indah.


"ba..bagaimana bi..bisa seindah ini"gugup Tian.


"kau tidak tau jika aku itu pintar"balas Xiao Moon.


Semua orang mulai tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Xiao Moon. Bagaimanapun juga Xiao Moon itu masih gadis kecil berumur 15 tahun.


"terima kasih nona"hormat Tian.


"ya sama-sama, ketua San, ketua Jin, ketua Li dan ketua Ying, bisa kalian kumpulkan warga yang kehilangan tempat tinggal?"tanya Xiao Moon.


"bisa Queen!"ucap mereka kompak.


Keempat ketua kelompok itu langsung mengumpulkan semua warga yang kehilangan tempat tinggal.


Desa ini akan sangat aman karna Xiao Moon sudah memasang segel pelindung. Dimana segel itu hanya bisa dimasuki oleh orang yang berniat baik terhadap desa itu.


***


Misi Xiao Moon terlalu banyak, dia bingung ingin menyelesaikan yang mana dulu, bisakah readers memberi usul, manakah misi yang harus diselesaikan dulu?


A. Menghancurkan iblis jahat


B. pergi kedunia bawah untuk mendapatkan petir yang kedua


C. Pikirkan bagaimana strategi untuk perang nanti


D. biarkan saja semua, semua terserah takdir


Dipilih ya guys


Author juga mau mengganti ending dari chapter 'kepedihan', karna banyak yang komen itulah inilah. Tapi tenang alur seterusnya sangat mirip, yang berbeda hanya ending chapter itu.


Jadi kalian tidak perlu mengulangi. Karna author hrs memikirkan ending yang berbeda tapi tetap satu alur author akan sangat lama untuk up. Karna memikirkan semua itu sangat sulit.


jangan lupa like and komennya yahh. maaf kalau ada typo.

__ADS_1



Aku kasih visual Xiao Moon nih, udh puas liat wajahnya, kalau udh komen yah😹😹


__ADS_2