Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Hutan bambu


__ADS_3

Xiao Moon melihat mereka tertawa terbahak-bahak karna wajahnya. Karna kesal, dia pun mendobrak meja.


bruk


Dobrakan itu sukses membuat keempat orang yang ada didepannya terdiam dan takut. Xiao Moon hanya menatap mereka dingin dan menghapus riasan diwajahnya.


"aku tidak jadi berakting, jadi kalian pergilah"ucap Xiao Moon datar nan dingin.


Mereka berempat pun pergi dengan menunduk takut. Mereka tidak percaya bahwa junjungan mereka akan semarah ini.


"hah, ketua Li!"teriak Xiao Moon membuat yang dipanggil gelagapan.


"ada apa Queen?"tanya ketua Li takut.


"siapkan aku air dengan aroma melati serta mawar"balas Moon.


Ketua Li mengangguk lalu pergi meninggalkan Xiao Moon sendiri. Selang beberapa menit kemudian, ketua Li datang.


"Queen, air sudah siap"ucap ketua Li.


Xiao Moon beranjak dari kursinya menuju pemandiannya. Sesampainya ditempat itu, Moon melepaskan pakaiannya dan berendam. Dihirupnya wewangian yang menyejukkan hidungnya serta merilekskan badannya.


"wewangian ini yang menarik"ucap Xiao Moon dengan memejamkan matanya yang lelah.


Setelah berendam, Xiao Moon menggunakan hanfu biru langit yang indah. Lalu dia keluar dari istananya untuk sekedar berjalan-jalan. Tidak lupa dia juga berpamitan dengan keempat orang itu.


............


pasar


Xiao Moon sedang berjalan-jalan dengan riangnya. Meskipun tertutup topeng, wajahnya masih terlihat manis dan cantik.


Dia melihat sekitar yang begitu sangat ramai. Semua orang menatap Xiao Moon kagum dengan hanfu birunya yang nampak berbeda dengan yang lain, rambut terurai indah dengan hiasan sederhana.


Xiao Moon hanya cuek-cuek saja. Dia berjalan dengan membeli bahan-bahan herbal untuk membuat pil kultivasi tingkat tinggi. Setelah membeli beberapa herbal, Xiao Moon pergi ketempat kedai makan.


Setelah mencari, akhirnya Xiao Moon kedai yang pas. Dia memasuki kedai itu lalu memesan makanan.


"kau tau, aku dengar hutan bambu telah dibuka"kata orang 1.


"benarkah, bukankah itu hutan yang berbahaya juga?"tanya orang 2.


"benar tidak ada yang berani kesana"jawab orang 3.


Xiao Moon mendengar omongan itu. Dia cukup tertarik dengan hutan itu, siapa tau dia menemukam harta yang dapat membuatnya menerobos.


Dia lalu pergi untuk menuju hutan bambu itu, tapi saat tengah perjalanan dia melihat jika seorang ibu dan anak sedang dicambuk. Karna kasihan, Xiao Moon pun menghampirinya.


"ada apa ini?"tanya Moon dingin.


"kedua orang ini telah menghalangi putra mahkota empu atas(Yi Sun)"balas prajurit itu.


"hanya putra mahkota kalian mencambuk dua orang ini, ckckckck"ucap Moon lalu membantu kedua orang itu bangun.


Xiao Moon lalu mengajak mereka berdua pergi, tapi dihentikan prajurit itu.


"apa kau ingin mati!"teriak prajurit itu.


"lalu, apa kau dewa kematian?, atau tuhan?"tanya Xiao Moon dengan dingin.

__ADS_1


"i...ini perintah putra mahkota empu atas"ucap prajurit itu gemetar.


"apa putra mahkota empu atas itu tuhan?"ketus Xiao Moon.


Prajurit itu semakin marah karna junjungannya dihina. Dia ingin teriak tapi terhentikan karna ada suara.


"biarkan dia"ucap dingin putra mahkota empu atas(Yi Sun).


"baik putra mahkota empu atas"ucap prajurit itu lalu melanjutkan perjalanan.


Xiao Moon menggeleng pelan saat melihat betapa anehnya dunia ini. Dia lalu membawa pergi kedua orang itu pergi menjauh dari kerumunan yang mencemoh mereka.


"apa kalian baik-baik saja?"tanya Moon pada mereka.


"kami tidak apa-apa nona"jawab wanita paruh baya itu sembari menunduk.


Moon mengangguk pelan dan memberikan dua pil penyembuhan tingkat tinggi dengan kemurnian 65%.


"sa...saya ti...dak berhak menerima ini nona"ucap wanita paruh baya.


"tidak apa, kau ambil ini, dan ambilah koin ini, semoga bisa membantu"ucap Moon mengeluarkan kantong emas lalu pergi begitu saja.


"nona sungguh baik, ayo nak kita pergi"ucap wanita paruh baya itu lalu membawa anaknya pergi.


Sementara Xiao Moon kini sedang bersenandung dijalan. Entah kenapa dia hari ini sangat senang. Dia membeli beberapa cemilan untuk dibawanya ke hutan bambu itu.


...........


Sesampainya didepan gerbang hutan bambu, Xiao Moon mendekat. Dia melihat jika disana sangat ramai oleh para kultivator.


"hm, pasti banyak harta"gumam Moon.


"menurutku dididalam banyak harta nona"jawab Ji San.


"nona bertanya denganku"kesal Ji Hua


Xiao Moon hanya geleng-geleng saat mendengar ocehan mereka. Dia memilih untuk berkumpul dikerumunan itu.


"kuharap kalian baik-baik saja saat didalam"ucap salah satu penatua.


Ternyata para murid akademi juga ikut dalam acara ini. Xiao Moon tidak menghiraukan murid akademi, dia paling menghiraukan jika harta paling berharga diambil oleh mereka.


"hey kau tau, harta paling berharga disini itu sebuah busur yang cantik"ucap orang 1.


"seperti apa busur itu?"tanya orang 2.


"aku tidak tahu, aku kan belum melihatnya"jawab orang 1.


Xiao Moon mendengar pembicaraan itu lalu tersenyum senang. Tapi senyuman itu berkembang saat melihat Si Yan ada disana.


"Si...."


XIAO MOON POV


Aku menjeda ucapanku saat melihat Si Yan sedang bersama seorang pria. Karna aku heran, kudekati mereka dan mendengar jika mereka bertunangan. Mungkin aku harus melupakan Si Yan, karna dia akan berumah tangga.


AUTHOR POV


Xiao Moon lalu fokus pada pembukaan gerbang disana. Dilihatnya para penatua sedang membuka sebuah segel yang rumit.

__ADS_1


cliing


Sebuah cahaya keluar dari gerbang itu. Karna terlalu terang, Xiao Moon menutup mata dengan lengannya. Setelah cahaya itu hilang, dilihatnya gerbang itu sudah terbuka lebar dan semua orang mulai masuk.


Begitu juga dengan Xiao Moon, dia mulai masuk dan berpencar dengan yang lainnya. Tapi anehnya, mereka tidak ada yang masuk melewati sebelah barat.


"knapa sebelah barat kosong?"tanya Xiao Moon pada orang disebelahnya.


"disana tidak ada yang berharga"jawab orang itu berlalu pergi.


Xiao Moon mengangkat bahunya cuek. Dia lebih memilih wilayah barat hanya sekedar mencari ketenangan. Dia berjalan perlahan menuju wilayah barat.


Semakin dalam Xiao Moon berjalan, semakin juga Qi Spiritual disana dan semakin kental. Xiao Moon mencari titik dari Qi Spiritual disana. Setelah mencari, terdapat sebuah tanah kosong dengan rumput yang cukup subur.


"ah itu tempat yang paling kental Qi nya"ucap Xiao Moon lalu pergi ketengah tanah kosong itu.


Xiao Moon mulai mengambil tungku emasnya serta air dari danau didimensinya dan inti roh dari beruang emas. Xiap Moon mulai fokus dalam pembuatan pil juga tidak lupa menambahkan dua bahan istimewa itu.


Tungku emas itu bergetar cepat dan meledak hingga mengeluarkan sebuah pil emas. Pil itu adalah pil kultivasi tingkat tinggi dengan kemurnian 100%.


"sempurna"lirih Xiao Moon.


Dimakannya lima pil itu dan segera membentuk lotus. Xiao Moon mulai menyerap semua Qi yang ada disana secara bruntal.


boom boom boom


Xiao Moon membuka matanya senang karna dia sudah menerobos banyak. Dia memeriksa dirinya, kaget itulah yang dia rasakan.


"apa, aku sudah berada diranah abadi level 5?"


Xiao Moon tersenyum senang saat melihat dirinya menerobos sebanyak ini diusia 15 tahun. Padahal orang lain yang seusianya akan sangat susah untuk menerobos. Tapi berbeda degan Xiao Moon yang seorang jenius. Xia Moon berdiri dan hendak berjalan, tapi tiba-tiba.


ctar


Xiao Moon tersambar petir yang berwarna putih. Akibatnya Xiao Moon terjatuh tidak sadarkan diri. Tapi anehnya, samar-samar dia merasakan jika ada cahaya berwarna putih mengelilingan. Cahaya itu membuat tubuh Xiao Moon melayang tinggi.


Topeng Xiao Moon rusak berkeping-keping. Wajah cantiknya yang dapat membuat semua tertunduk hormat.


Bulu mata lentik nan panjang itu sangat indah dipandang. Bibir tipis semerah cerry itu menutup. Rambut terurainya menjuntai kebawah saat Xiao Moon melayang.


Xiao Moon kini bagaikan seorang dewi sedang tertidur. Tapi mata itu terbuka. perlahan dan memperlihatkan mata biru langit yang cantik. Perlahan juga tubuh Xiao Moon mendarat.


"apa yang terjadi padaku?"tanya Xiao Moon pada dirinya sendiri.


"selamat putri, kau sudah melewatkan satu petir dari empat petir"ucap Ji *Hua dalam telepati.


"maksudnya?"tanya Moon.


"nona harus melewatkan empat petir sebelum pergi ke dunia keabadian, dan sekarang tinggal tiga petir lagi"jelas Ji Hua.


"lalu dimana aku harus mendapatkan ketiga petir itu?"tanya Xiao Moon.


"setiap petir ada didunia yang berbeda"jawab Ji Hua singkat*.


Xiao Moon mengerti, mungkin kali ini dia akan pergi kedunia bawah untuk mendapatkan petir. Dia lalu melanjutkan perjalanan. Xiao Moon juga merasa aneh, kenapa dia sekarang berada diranah abadi level 6(?), apa karna petir itu.


Xiao Moon melihat para bambu didepannya. Hutan bambu disini anehnya benuansa biru. Xiao Moon pun mengeluarkan pedang abadinya. Dia menatap kagum sekitarnya.


__ADS_1


MKASIH YANG SUDAH KOMEN DAN SARAN, JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN YAH, DITUNGGU JUGA SARANNYA, MAAF KALAU CERITA KURANG MENARIK, MAAF KALO ADA TYPO


__ADS_2