
Mereka ber empat melanjutkan perjalanan sesuai arah peta. Disana menunjukkan bahwa mereka harus melewati Desa Gong. Setelah melewati desa Gong maka mereka akan memasuki hutan surgawi.
Jika dilihat-lihat jarak antara tempat Xiao Moon berdiri dan hutan Surgawi tidak cukup jauh. Jadi tidak perlu berlama-lama untuk mencari jiwa permaisuri empu atas.
...........
Tidak lama kemudian mereka sampai di gerbang Desa Gong. Desa yang sangat damai dan tentram, tidak ada pengemis maupun pencuri. Desa yang setiap harinya mengadakan festival yang meriah.
“Nona kita harus menginap di desa ini dulu”ucap Ji Hua dan di iyakan Jendral iblis dan Ji San.
“Baiklah, kalian boleh duluan”ucap Xiao Moon kemudian meninggalkan mereka bertiga.
Xiao Moon melangkah pelan dengan kuda Zen untuk mengelilingi Desa Gong itu. Tapi langkah Xiao Moon terhenti saat mendengar sekerumpulan orang yang sedang melihat sesuatu.
“Ada apa dengan kerumunan itu”gumam Xiao Moon heran sambil turun dari Zen.
Didekatinya kerumunan itu, disana terdapat panggung lingkaran yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu besar. Disana terdapat seorang pria yang berdiri tegak sambil membawa lonceng.
“Pengumuman-pengumuman, hari ini akan ada lomba untuk desa tercinta kita!”teriak pria itu sambil membunyikan loncengnya.
Beberapa orang sudah berbisik-bisik dan berunding apa hadiah yang akan didapat. Xiao Moon tidak menghiraukan itu, dia beralih pada pria yang berada dipanggung.
“Wah beruntung sekali untuk orang yang akan menang perlombaan kali ini, karna dia akan berkencan buta dengan anak kepala desa, Fi Juang!”teriak kembali pria itu.
Wanita yang ada disana bersorak gembira dan berteriak seakan-akan seperti orang gila. Disini yang menang akan berkencan buta dengan Fi Juang anak kepala desa, tapi ada apa dengan dia.
“Zen mari kita kembali, ini tidak menarik”ucap Xiao Moon sambil menaiki Zen.
Pria yang berada diatas panggung mengalihkan pemandangannya pada Xiao Moon. Mungkin karna saat Xiao Moon menaiki punggung Zen dia yang terlihat lebih tinggi dari yang lain.
“Wah nona, kau pendatang baru dari Desa Gong yah?”tanya pria itu terhadap Xiao Moon.
Xiao Moon yang merasa terpanggil mengalihkan perhatiannya pada sumber suara. Yang benar saja mereka semua langsung menatap Xiao Moon dengan mata berbinar.
“Wah nona pendatang baru ini sangat cantik”
“Ya, dia sangat cantik daripada putri dari kepala desa”
“Aku yakin nona ini mampu meluluhkan hati Fi Juang”
Itulah yang dikatakan warga sekitar. Semua orang memuji wajah cantik yang dimiliki Xiao Moon. Tapi entah kenapa bagi Xiao Moon ini sangat membuatnya merasa risih.
“Apa paman memanggilku?”tanya Xiao Moon pada pria yang dipanggung itu untuk memastikan.
“Ya nona cantik kemarilah”ajak pria itu untuk menaiki panggung.
Xiao Moon turun kembali dari punggung zen dan menghampiri pria itu. Semua warga yang merapat langsung memberikan jalan pada Xiao Moon. Sesekali mereka menyentuh pakaian Xiao Moon.
“Kainnya sangat bagus apalagi pemakainya nona cantik seperti dia”ucap salah satu warga yang menyentuh pakaian Xiao Moon.
Xiao Moon menaiki panggung lalu menatap kearah warga yang juga tersenyum padanya. Ternyata di desa ini warganya sangat baik dan tidak sembrono. Apalagi warga disini tidak pernah mabuk ataupun mencuri.
“Kita kedatangan pendatang baru, silahkan perkenalkan dirimu nona”ucap pria itu.
“Ehh, namaku Xi Mei kalian bisa memanggilku Mei”ucap Xiao Moon memperkenalkan dirinya dengan nama samaran. Dia tidak memberitahukan asalnya darimana, ya itu rahasia.
“Apa nona datang kesini sendirian?”tanya pria itu lagi.
“aah tidak, aku datang kesini dengan tiga temanku”ucap Xiao Moon.
Dia tidak tega jika dia memasang wajah dingin. Bagaimana bisa dia memasang wajah dingin didepan orang yang sangat ramah dan baik hati. Itu membuat Xiao Moon merasakan kebahagiaan meskipun sedikit.
“Bagus nona Mei, nona harus membawa ke tiga teman nona untuk mengikuti lomba bagaimana, nanti nona dan ketiga teman nona bisa datang dilapangan dekat rumah kepala desa”jelas pria itu.
Semua orang bersorak gembira dan merasa senang saat Xiao Moon mengangguk. Kebahagiaan didesa ini cukup sederhana juga, itulah yang dipikirkan Xiao Moon.
__ADS_1
Karna hari ini mulai siang Xiao Moon segera berpamitan dan mencari keberadaan Ji Hua, Ji San dan Jendral iblis. Dia berniat untuk mengajak mereka juga. Xiao Moon segera menaiki Zen dan melambai pada warga desa yang berkumpul.
“Kita akan bertemu lagi nona diperlombaan”
Xiao Moon kemudian melaju dengan sedang untuk mencari ketiga orang itu.
...............
Sekian lama mencari, Xiao Moon melihat Ji Hua, Ji San dan Jendral iblis yang sedang dikerumuni banyak orang. Mungkin mereka bertiga menarik perhatian warga sehingga mereka bertiga dikerumuni.
“Zen dekati kerumunan itu”ucap Xiao Moon sambil memukul pelan kepala Zen.
“Apa aku harus menabrak mereka agar bisa melewati kerumunan?”tanya Zen dengan pertanyaan yang tidak masuk akal.
“Jika kau melakukan itu maka siap-siap saja aku akan mengulitimu”ucap Xiao Moon dengan nada mengancam.
Zen dengan spontan mengangguk lalu mulai mendekati kerumunan itu dengan perlahan. Saat sudah dekat Zen mengeluarkan suara khas kuda. Semua orang secara spontan langsung memberi jalan.
“Nona akhirnya kau datang untuk menyelamatkan kami”ucap Ji San lalu berlari untuk menghampiri Xiao Moon.
Xiao Moon turun dari Zen dengan bantuan Ji San. Lalu dia menatap warga sekitar yang juga menatapnya.
“Maafkan temanku paman bibi, mereka tersesat”ucap Xiao Moon dengan ramah.
“Jadi ketiga pria tampan ini adalah temanmu nona?”ucap seorang wanita yang keluar dari kerumunan menghampiri Xiao Moon.
Wanita itu cantik tapi tidak secantik Xiao Moon. Wanita itu juga terlihat angkuh, tapi Xiao Moon tidak menilai penampilan, pasti orang itu juga ramah jika dilihat dari wajahnya.
“Siapa namamu?, apa kau pendatang baru?, ah iyah jadi ke tiga pria tampan ini temanmu?”tanya wanita itu bertubi-tubi.
“Emm nona... ”
“Oh tidak, mari kita kerumahku dan berbicara disana”ucap wanita itu memotong pembicaraan Xiao Moon.
Xiao Moon mengangguk kemudian mengajak Ji Hua, Ji San dan Jendral iblis untuk mengikutinya dengan menunggang kuda. Berbeda dengan wanita tadi yang menaiki kereta kudanya sendiri.
“Ya benar, tapi apakah nona itu akan baik-baik saja”
“Aku khawatir putri kepala desa akan melakukan hal yang tidak-tidak”
Itulah yang dibicarakan warga desa disana. Mereka ada yang mengkhawatirkan Xiao Moon ada juga yang membicarakan putri kepala desa.
Berbeda dengan Xiao Moon yang dibawa oleh wanita itu menuju kerumah yang besar. Dia bertanya-tanya apakah wanita tadi adalah putri kepala desa atau bukan.
“Nona sebaiknya kita berhati-hati, kita akan menjadi pusat perhatian lagi”ucap Ji Hua yang masih membayangkan kejadian tadi yang menimpanya.
“Ya aku tau, setelah ini kita akan mengikuti lomba untuk menghormati desa ini”jelas Xiao Moon.
“Tapi nona jika kita pergi dengan penampilan mencolok maka sama saja kita akan mengambil perhatian para warga”tandas Jendral iblis.
Xiao Moon turun dari kudanya dan menatap ke tiga pria itu. Lalu Xiao Moon mengedipkan sebelah matanya sebagai tanda jika semua akan baik-baik saja. Ji Hua, Ji San dan Jendral iblis tersenyum senang lalu turun dari kuda mereka.
“Tuan nona, kalian bisa menyerahkan kuda kalian pada pelayan, sementara kalian ber empat ikut aku”ucap wanita tadi sambil menarik tangan Xiao Moon.
Xiao Moon dengan pasrah mengikuti wanita cerewet ini yang tidak tau akan membawanya kemana. Begitu juga Ji Hua, Ji San dan Jendral iblis yang mengikutinya dari belakang.
“Ayah Gege aku pulang membawa tamu!”teriak wanita itu.
“Akhh bisakah jika tidak teriak!”ucap seorang pria dari dalam.
Wanita tadi berlari menghampiri suara itu dan memeluknya erat. Sementara pria yang dipeluk hanya pasrah dan membalas pelukannya.
“Juang gege aku merindukanmu”ucap wanita itu.
“Ya aku juga merindukanmu”balas pria tadi dengan singkat.
__ADS_1
Xiao Moon yang berdiri didepan pintu tampak risih. Karna dia merasa terkucilkan dan seperti seorang pengemis yang tidak kunjung diberi uang.
“Ji Hua kita pergi dari sini”ucap Xiao Moon dengan wajah datarnya.
Xiao Moon hendak melangkah akan tetapi langkahnya dihentikan oleh wanita yang menyeret Xiao Moon sampai sini. Wanita itu dengan wajah memohon untuk tidak meninggalkan tempat ini.
“Siapa dia adik?”tanya seorang pria tampan. Pria itu adalah pria yang tadi dipeluk oleh wanita itu.
“Namaku Fi Yuzu, kau bisa memanggilku Yuzu, putri dari kepala desa”ucap wanita itu atau yang namanya Fi Yuzu. Dia lebih mementingkan Xiao Moon daripada pertanyaan Fi Juang, putra dari kepala desa.
“Namaku Xi Mei, kau bisa memanggilku Mei”ucap Xiao Moon sambil tersenyum.
Senyuman Xiao Moon terlihat sangat manis hingga membuat pipi Fi Juang memerah. Ini pertama kalinya bagi dirinya merasa sangat panas saat melihat gadis secantik Xiao Moon tersenyum. Fi Yuzu yang melihat kakaknya seperti itu tersenyum bahagia.
'Sebentar lagi aku akan mempunyai kakak ipar'batin Fi Yuzu.
Fi Yuzu mengajak Xiao Moon masuk, begitu juga dengan ketiga pria yang dibawa Xiao Moon. Saat Ji Hua, Ji San dan Jendral iblis masuk, wajah Fi Juang langsung menghitam.
“Kalau aku boleh tau siapa ketiga pria ini nona Mei?”tanya dingin Fi Juang terhadap Xiao Moon.
“Mereka bertiga temanku tuan, itu Ji Hua, yang itu Ji San, dan yang ini.....”ucap Xiao Moon memperkenalkan ketiga pria itu satu-satu. Tapi Xiao Moon lupa, selama ini dia tidak mengenal Jendral iblis.
“Namaku Ji Feng”Ucap Jendral iblis datar.
Ji Hua dan Ji San secara spontan menoleh bersamaan menatap tajam kearah Jendral iblis. Jendral iblis mengedipkan matanya sebagai tanda 'biarkan saja dulu'. Mungkin kesalahan Jendral iblis disini adalah memakai marga 'Ji'.
“Ahaha baiklah silahkan kalian duduk aku akan membawa beberapa cemilan”ucap Fi Yuzu untuk memecahkan suasana canggung.
Xiao Moon menanggapinya dengan mengangguk. Lalu dia duduk ditempat yang sudah disediakan. Begitu juga dengan Fi Juang yang duduk secara berlawanan.
“Jendral iblis, kau sudah memakai marga Ji, aku tidak terima”bisik Ji San sambil menyenggol tangan Jendral iblis.
“Memangnya kenapa tidak boleh, bukankah Ji Feng itu nama yang bagus”tandas Jendral iblis dengan berbisik.
Ji Hua yang merasa ketenangannya tertanggu segera mencubit kedua lengan pria itu.
“Akhh sakit”ucap Ji San dan Jendral iblis secara bersamaan.
“Bisakah kalian diam”ucap Ji Hua dengan wajah dinginnya.
“Ji San yang memulai duluan”ucap Jendral iblis tidak terima.
“Itu semua salahmu”tandas Ji San melawan ucapan Jendral Iblis.
Xiao Moon memijit pelipisnya saat mendengar ketiga pria yang ada disampingnya bertengkar. Karna tidak tahan Xiao Moon mengeluarkan auranya .
“Diam”ucap Xiao Moon dengan wajah dingin dan nada yang penuh penekanan.
Merasakan aura yang begitu kuat menyelimuti ruangan itu Fi Juang merasa dirinya ingin jatuh dan berlutut. Karna aura yang sangat pekat para pelayan juga terjatuh dengan keringat yang bercucuran.
“Nona, nona sebaiknya tarik aura nona”ucap Ji Hua yang mencoba meredakan amarah Xiao Moon.
Xiao Moon yang merasa membuat kekacauan segera menarik auranya kembali. Dia berdiri dan membantu Fi Juang untuk berdiri.
“Aku minta maaf, aku tidak tau bahwa auraku akan membuat kekacauan seperti ini”ucap Xiao Moon meminta maaf.
“Ah tidak apa nona Mei, ini hanya kecelakaan”ucap Fi Juang.
Xiao Moon kalu menatap ketiga pria yang membuat onar tadi dengan tatapan tajam. Karena karna mereka Xiao Moon melepaskan aura yang membuat semua orang jatuh terduduk.
“Ini salah kalian”ucap Ji Hua.
Ji San dan Jendral iblis nampak menunduk seperti anak kecil yang sedang dimarahi ibunya sendiri.
###
__ADS_1
Yo sekian lama Author tidak update, maaf beberapa hari ini author hiatus karna otak author macet. Doble update? akan saya usahakan. Sehari 3×👀? akan saya usahakan buar cepet tamat dan saya tidak nulis lagi 👉👈✌
Maaf kalau ada typo, tidak jelas ataupun terbelit-belit. Jangan lupa like, komen, rate, share dan sebagainya yang positif aja! yang negatif jangan 👀