Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Kelahiran


__ADS_3

Xiao Moon mendengarkan cerita ibunya dengan seksama. Bahkan dia sedikit kagum dengan ibunya itu, meskipun dalam perang dan tengah hamil, Xiao Fang masih tetap hidup. Dia juga tidak kalah kagum dengan kakaknya itu, masih kecil sudah bisa berteleportasi dalam skala besar.


“Lalu apa yang terjadi selanjutnya” ucap Xiao Moon dengan semangat. Xiao Fang tersenyum, dia mengambil nafas dan mulai menceritakannya lagi.


Setelah meninggalkan dunia keabadian, Xiao Fang beserta Xiao Xue mencari tempat yang pas untuk melahirkan.


“Ibu, sebaiknya kita masuk ke gua itu” ucap Xiao Xie sambil memapah ibunya masuk. Sesampainya di dalam gua, Xiao Xie membuat perisai yang kuat untuk melindungi diri mereka.


Xiao Fang yang sudah merasa aman segera berbaring dan mengeluarkan seluruh kekuatannya. Xiao Xie yang melihat itu segera berada di samping ibunya dengan keadaan khawatir.


“Ibu apa sebaiknya aku panggilkan bidan saja?” tanya Xiao Xie pada Xiao Fang. Dia hanya bisa mengangguk lemah mendengar perkataan anaknya.


“Baiklah tunggu disini ibu aku akan memanggil seseorang dulu” Xiao Xie menggerakkan bibirnya seperti memanggil seseorang. Lalu tidak lama seorang perempuan dengan pakaian pelayan tiba-tiba datang.


“Tuan muda, apa yang bisa saya bantu” ucap pelayan itu pada Xiao Xie.


“Cepat bantu ibuku melahirkan seperti kau membantu ibuku melahirkanku” ucap Xiao Xie yang segera diangguki pelayan itu.


Dengan wajah khawatir dan cemas. Pelayan itu mendekati Xiao Fang dan mengusap kepalanya, tujuannya agar rasa sakit yang diderita Xiao Fang sedikit berkurang.


“Baiklah Ratu, tunggu aba-aba hamba” ucap pelayan sambil siap siaga. Dia memberi aba-aba yang sesuai saat orang akan melahirkan. Teriakan keras dari Xiao Fang membuat Xiao Xie khawatir. Hari mulai malam dan masih saja terdengar teriakan Xiao Fang. Xiao Xie berdoa kepada tuhan agar ibunya serta adiknya diberi keselamatan.


“ooeek.....oooek....ooeek”


Tersengar tangisan bayi yang menggema diseluruh dunia. Saat bayi itu lahir, bulan purnama berwarna merah besar sangat terpampang jelas di luar gua itu.


Suasana yang tadinya tenang menjadi kacau karna angin kencang serta petir yang bersahutan. Para petinggi-petinggi kekaisaran keluar dari kediamannya dan menatap langit yang penuh cahaya itu.


“Apa yang terjadi, suara tangisan bayi apa yang seperti terompet dunia ini” khawatir salah satu petinggi disana.


Para petinggi berpikir jika ini terjadi terus menerus maka akan ada bencana. Lalu mereka membentuk lingkaran yang mana disitu bertujuan untuk mencegah bencana.


“Nona muda sangat cantik sekali” ucap bidan yang membantu Xiao Fang lahir. Nampak di kening bayi itu terdapat bulan sabit berwarna biru.


“B-benarkah c-coba kulihat” ucap Xiao Fang dengan nafas yang naik turun. Dia membelai wajah putrinya yang sedang menutup mata sendari tadi.


“Putriku buka matamu nak” Xiao Fang mencoba berbicara pada bayi mungil itu. Bayi mungil yang diajak bicara tersenyum kecil, tapi matanya tidak kunjung terbuka.

__ADS_1


“Ibu, diluar sepertinya sangat kacau” ucap Xiao Xie pada ibunya, lalu matanya menatap bayi mungil yang digendong ibunya itu. Dia bisa mengira bahwa itu adiknya, cantik.


“Mungkin karna adikmu lahir, tapi kenapa dia tidak membuka matanya” ucap Xiao Fang cemas, Xiao Xie mendekati adiknya dan menggendongnya. Masih bernafas dan jantungnya juga berdetak, tapi kenapa matanya tidak kunjung terbuka.


“Sudahlah bu, mungkin dia ingin tidur” ucap Xiao Xie mencoba menenangkan ibunya itu.


Tiba-tiba Xiao King datang dengan wajah yang sedikit khawatir. Tentu saja kedatangannya membuat Xiao Fang, Xiao Xie dan bidan itu juga kaget.


“Suamiku kenapa kau disini, bukankah seharusnya kau berperang?” tanya Xiao Fang saat melihat suaminya datang dengan baju yang dilumuri darah musuh.


“Entahlah, saat berperang tiba-tiba pihak musuh runtuh dengan sendirinya dan dimensi untuk perang itu hancur” jelas singkat Xiao King. Xiao Fang sedikit lega mendengarnya dan mengetahui kalau semua selamat.


Mata Xiao King beralih pada bayi yang digendong Xiao Xie. Segera dia merebut bayi itu darinya.


“Ayahh dia milikku, lagi pula ayah itu sangat bau darah, nanti adikku bisa muntah tauu!” kesal Xiao Xie saat melihat adiknya yang direbut ayahnya itu.


“Memangnya aku peduli, aku hanya ingin melihat putriku” jawab Xiao King dengan sinis dan membuat Xiao Xie semakin kesal. Xiao Fang hanya bisa menggeleng melihat suami dan anaknya berseteru setiap hari.


“Eee...buka matamu nak, ayahmu disini” ucap Xiao King sambil mengelus rambut putrinya. Nampak senyum kecil di bibir mungil itu seakan-akan mengerti perkataan dari Xiao King.


Matanya yang tadi tertutup kini terbuka. Sungguh terkejut mereka saat melihat mata biru bak permata dan garis emas yang membentuk pola dimatanya. Xiao King menatapnya dengan tatapan melotot tidak percaya.


“P-putriku adalah Xiao murni! Apa berarti dia akan mewarisi dunia keabadian” ucap Xiao Fang yang membuat Xiao Xie juga ikut khawatir.


Asal kalian tau, menjadi penguasa dunia keabadian bukanlah hal yang menyenangkan ataupun hal yang mudah. Justru itu seperti sebuah bahaya karna hidupnya tidak akan tenang.


“Istriku sepertinya kekuatannya sangat besar, banyak orang yang akan mengincarnya” ucap Xiao King yang mencoba membaca situasi.


Suasana menjadi hening, mereka berkecamuk dalam pikirannya masing-masing. Karna tidak ada jawaban atau hal lain lagi. Terpaksa Xiao King harus melakukan rencana terlarang.


“Istriku sepertinya kita harus memindahkan jiwanya ke dunia lain dan menyegel kekuatannya” jelas Xiao King yang membuat Xiao Fang kaget.


“Tapi itu sangat berbahaya...”


“Tidak, ibu aku yang akan melakukannya, biarkan aku yang memindahkan jiwa adikku ini” ucap Xiao Xie dengan percaya diri memotong perkataan ibunya.


“Itu juga berbahaya bagimu, aku yang harus melakukannya, ini perintah dariku” ucap Xiao King dengan wajah yang dingin dan tatapan yang tajam. Semua tidak bisa berkutik jika tatapan itu keluar dari Xiao King. Alhasil Xiao Fang tidak bisa menghentikan suaminya itu dan mengiyakannya.

__ADS_1


“Dewi langit...aku memanggilmu” gumam Xiao King, lalu tidak lama muncul seorang Dewi yang sedang membungkuk didepan Xiao King.


“Hamba memberi hormat pada Kaisar” ucap Dewi langit memberi hormat.


“Aku meminta bantuanmu untuk menjadi jiwa sementara di tubuh putriku” ucap Xiao King yang membuat Dewi langit terkejut.


Dia menatap mata bayi mungil yang ada di depannya itu dengan tatapan ngeri. Itu karna dia bisa merasakan kekuatan yang sangat besar dalam dirinya. Dengan tubuh yang bergetar, dia mengangguk setuju.


“Baiklah duduk disamping bayi itu, aku akan melakukan rencana terlarang ini” Xiao King menatap wajah putrinya itu, dia mencium keningnya sekejap.


“Xiao Moon, ingat...itu adalah namamu” gumam Xiao King, dia menaruh putrinya itu disamping Dewi langit. Lalu dirinya membentuk posisi lotus dan membaca mantra.


Xiao Fang, Xiao Xie dan bidan itu hanya bisa terdiam melihat tingkah Xiao King yang tak terbantahkan. Mereka hanya bisa melihat dari jauh, andai bisa membantu itulah yang mereka pikirkan.


Ngung ngung ngung ngung


Sebuah cahaya warna warni keluar dari tubuh Xiao Moon atau bayi kecil itu. Disaat bersamaan matanya tertutup dan tubuh Dewi langit bercahaya. Cahaya warna-warni yang keluar dari tubuh Xiao Moon mengelilingi langit membentuk sebuah pola.


Semua orang yang melihat itu terkesima dan tidak berpaling. Lalu sebuah pola lingkaran dengan ukiran bintang di dalamnya pun jadi. Cahaya yang membentuk pola itu berputar mengikuti rute lingkaran.


Semakin lama putaran itu semakin cepat dan meninggalkan cahaya lingkaran. Lalu tiba-tiba itu meledak dan menimbulkan gelombang di langit. Cahaya itu menjadi butiran-butiran cahaya yang turun dari langit ke bumi. Tadi yang suasananya sedang kacau pun kembali seperti semula.


Semua orang merasa lega dan mereka juga kembali ke rumah masing-masing. Tapi tidak bagi Xiao Fang yang semakin cemas melihat suaminya yang tidak sadarkan diri karna memindahkan jiwa putrinya. Xiao Xie yang terus menyalurkan Qi spiritualnya pada ayahnya dan Dewi langit yang berhasil masuk di tubuh Xiao Moon.


“Ibu, kita harus segera kembali atau tidak jiwa ayah akan terkoyak sedikit demi sedikit” ucap Xiao Xie pada ibunya. Dia mengangguk, tapi sebelum itu dia harus melakukan sesuatu.


'jika tubuh putriku kembali bersamaku maka dia akan dalam bahaya' batin Xiao Fang sambil menatap putrinya. Lalu Xiao Fang dengan kekuatan sisanya membuat tubuh yang sama persis dengannya.


“Ratu apa yang kau lakukan, itu berbahaya” ucap bidan saat melihat Xiao Fang menggunakan Qi nya.


“Akan lebih baik putriku pergi dari sini dan hidup di dunia atas dengan para manusia” jelas Xiao Fang dengan nada yang lemah.


“Ibu apakah berarti aku tidak bisa melihat adikku dalam waktu yang lama?” tanya Xiao Xie dengan wajah yang kecewa. Dengan berat hati Xiao Fang mengiyakan pertanyaan putranya.


“Ingat kau adalah tubuh palsuku, bawa putriku dan kembalilah jika dia sudah benar-benar aman” ucap Xiao Fang yang diangguki oleh tubuh palsunya.


Tubuh palsu itu langsung menggendong Xiao Moon yang tertidur lelap dan menghilang. Tersisalah Xiao Fang, Xiao Xie, Xiao King yang tidak sadarkan diri dan bidan itu. Mereka dengan wajah yang sedih dan penuh kecewa segera kembali ke dunia keabadian.

__ADS_1


“Suatu hari kita akan bertemu...putriku”


__ADS_2