Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Kembali


__ADS_3

Xiao Moon berjalan dengan wajah menunduk, hari ini dia tidak tau harus melakukan apa. Karna itu dia lebih memilih memasuki hutan yang dirumorkan sangat bahaya.


Tidak peduli dan acuh saja, Xiao Moon tetap memasuki hutan itu tanpa beban atau ketakutan. Pejalan kaki yang melihat Xiao Moon masuk pun segera berlari untuk membuat gosip.


Respon Xiao Moon terhadap pejalan kaki itu hanya biasa saja. Baginya itu tidak penting, yang penting bagi Xiao Moon saat ini adalah menyendiri.


Dia terus memasuki hutan lebih dalam lagi. Hingga dia menemukan sebuah sungai dengan air terjun yang menjulang tinggi. Ditepi sungai itu berjajar rapi pohon-pohon yang rindang.


Xiao Moon mencuci wajahnya dan menggerai rambutnya. Dia menatap dirinya dipantulan air yang biru itu. Senyum tipis terukir dibibir yang kecil itu.


“Ternyata aku sangat manis bila tersenyum”ucap Xiao Moon terkekeh.


Tidak lama Ji Hua dan Ji San keluar dari dimensi dalam bentuk manusia. Mereka berdua berencana memberikan kotak coklat yang masih belum bisa dibuka itu.


“Hais, akhirnya kalian keluar”ucap Xiao Moon memainkan air didepannya dengan menopang dagu di lututnya.


“Yah, aku sekalian memberikan ini nona”ucap Ji Hua.


Xiao Moon pun mengambil kotak itu dan mengamatinya. Tapi tiba-tiba Ji Hua dan Ji San secara bersamaan mengeluarkan sebuah cahaya ditelapak tangan mereka.


Ji Hua mengekuarkan cahaya warna biru sementara Ji San mengeluarkan cahaya ungu. Lantas kedua cahaya itu dilapiskan dikalung berliontin biru milik Xiao Moon.


“Apa yang kalian lakukan?”tanya Xiao Moon heran.


“Kalung itu sekarang sudah tidak bisa dilihat lagi oleh orang lain selain nona”ucap Ji Hua menjelaskan.


Xiao Moon lantas mengotak-atik kalungnya yang indah itu. Lapisan transparan ini sangat kuat. Xiao Moon mengangguk senang dan berterima kasih.


Dan sekarang Xiao Moon masih melihat kotak coklat itu. Dan yang membuat mencuri perhatian Xiao Moon adalah sebuah tulisan dibagian bawah kotak.


“Kadang menjadi serakah itu ada manfaatnya”gumam Xiao Moon membaca tulisan itu.


Bukannya mendapat jalan keluar tapi malah membuat Xiao Moon semakin heran. Dia lalu menatap Ji Hua dan Ji San yang sibuk memancing.


“Ji Hua, Ji San, apakah serakah itu ada manfaatnya?”tanya Xiao Moon.


“Ya meskipun beberapa dampaknya buruk tapi ada juga yang baik karna keserakahan kita”jawab Ji Hua singkat.


Xiao Moon mencoba mencerna perkataan Ji Hua. Jika itu memang benar maka dia harus menjadi serakah untuk membuka kotak ini. Tapi serakah dalam bidang apa, itulah yang saat ini dipikirkan Xiao Moon.


“Aku menyeeraahhhh!”teriak Xiao Moon frustasi.


Ji Hua dan Ji San yang mendengar teriakan Xiao Moon hanya menggeleng. Mereka yang baru saja mendapat ikan segera menghampiri Xiao Moon.


“Nona, sebaiknya kita makan terlebih dahulu”ucap Ji Hua.


“Ya, aku ingin mencari kayu bakar terlebih dahulu”ucap Xiao Moon datar.

__ADS_1


Bahkan saking kesalnya Xiao Moon sampai melempar kotak itu. Dengan sigap Ji Hua menangkapnya dan menggeleng.


“Mungkin nona sedang lelah”ucap Ji Hua.


Ji San mengangguk setuju, bagaimanapun juga Xiao Moon sudah termasuk berjuang keras diusianya yang masih semuda ini.


Berbeda dengan Xiao Moon yang membawa tumpukan kayu ditangannya. Entah kenapa hati ini dia lelah, padahal dia hanya membawa kayu bakarnya sedikit. Xiao Moon lantas berustirahat sebentar.


“Huh, aku lelah”lesuh Xiao Moon sambil memeluk kakinya.


Dia menatap langit yang biru melalui celah-celah daun. Tapi karna tidak mau membuat Ji Hua dan Ji San menunggu lama, Xiao Moon segera kembali.


..........


Sesampainya Xiao Moon dipinggir sungai itu, dia lantas menata kayu bakar sedemikian rupa. Lalu dengan elemen apinya, Xiao Moon menyalakan api unggunnya.


“Nona, bisakah nona membuat bumbu untuk ikan ini nanti?”tanya Ji San.


“Baiklah”ucap Xiao Moon.


Dia menatap sekitar mencoba mencari bumbu-bumbu yang digunakan untuk membumbui ikan. Setelah menemukannya, segera dipetiknya oleh Xiao Moon.


........


Mereka bertiga makan bersama saat malam hari tiba. Ditemani api unggun, mereka dapat melihat dengan jelas bagaimana keadaan sekitar.


“Kenapa aku masih saja lelah”keluh Xiao Moon.


Xiao Moon mengambil kotak coklat yang disimpannya. Dia masih menatap tulisan yang ada dibagian bawah itu. Ketika Xiao Moon hanya iseng untuk mengambil Qi yang melapisi kotak itu, dia merasa tubuhnya perlahan-lahan merasa segar.


Tanpa basa-basi Xiao Moon segera menyerap semua Qi yang melapisi kotak itu. Benar, itu sangat benar, ketika Qi itu habis, Xiao Moon dapat membuka kotaknya.


“Ouh ternyata sebaliknya”gumam Xiao Moon sambil membuka kotak itu.


“Nona bisa membuka kotaknya!”teriak Ji San senang. Hal itu memhuat Ji Hua mendekati Xiao Moon dan menatap isi kotak itu.


“Jadi hanya gulungan ini isinya?”tanya Ji Hua memastikan.


“Sepertinya ini sangat penting, coba kita buka”ucap Xiao Moon.


Dia lalu membuka gulungan itu perlahan. Dan disana hanya terlihat tulisan teka-teki yang mungkin membuat Xiao Moon frustasi.


“Berelemen api, didaerah tertinggi, suci dan ilahi, itu adalah...”gumam Xiao Moon membacanya, akan tetapi terjeda karna kertas itu terpotong.


Xiao Moon menghembuskan nafasnya pelan. Dia lalu menatap kedua binatang ilahinya yang mencoba berpikir.


“Di dunia ini binatang ilahi hanya ada 5, karna didunia ini yang ilahi hanyalah binatang”ucap Ji Hua mengusulkan.

__ADS_1


“Phoniex biru, rubah ekor sembilan, beruang perak, elang iblis dan.......”ucap Xiao Moon terjeda.


“Phoniex merah, atau phoniex api”jawab Ji San.


Xiao Moon dan Ji Hua menatap kearah Ji San secara bersamaan. Itu memhuat Ji San berkedut dan salah tingkah.


“Memang itu betul kan?”tanya Ji San meyakinkan.


Wajah Ji Hua semakin serius saat mendengar binatang ilahi phoniex api. Bagaimana pun juga mereka berdua itu sejenis tetapi berbeda elemen.


Berbeda dengan Xiao Moon yang masih membaca buku yang dia dapat dari dimensinya. Buku itu menggambar tentang phoniex api.


“Dimana tempat paling suci disini?”tanya Xiao Moon.


“Yah, itu berada dikawah gunung kematian”ucap Ji Hua.


Xiao Moon berkedut, sejak kapan kawah gunung menjadi tempat yang paling suci. Tapi apalah dayanya, didunia ini sudah berbeda abad dengan dunianya dulu.


Xiao Moon lantas mengembalikan buku itu dan mendekat ke api unggun. Suasana malam ini begitu melelahkan bagi Xiao Moon.


“Kita akan kekawah gunung itu setelah peperangan”ucap Xiao Moon.


Kawah yang ditinggali phoniex api begitu suci. Jika ingin memasuki kawah itu, maka harus melewati formasi sulit, dan formasi itu hanya diketahui oleh Ji Hua dan phoniex api.


Berhubung Ji Hua sedang bersama Xiao Moon, jadi itu tidak akan terlalu merepotkan. Yang harus direpotkan adalah dia harus pergi melewati kejurang kematian.


“Mungkin kita akan mencarinya setelah peperangan saja”ucap Xiao Moon kemudian menutup mata.


........


Pagi haripun tiba, Xiao Moon membersihkan daun pisang tempat alas untuk semalam dia tidur. Dia tidak masuk dimensi karna mungkin dia akan terlambat bangun.


Xiao Moon melanjutkan perjalanannya ditemani Ji Hua dan Ji San. Jika berjalan kaki, mereka akan membutuhkan waktu selama 1 Minggu untuk sampai di kekaisaran empu atas.


“Ji Hua sepertinya kita harus lebih cepat”ucap Xiao Moon.


“Kalau begitu naiklah diatas kepalaku, aku dapat berlari dengan cepat”ucap Ji San.


Xiao Moon mengangguk. Kemudian Ji San mengubah dirinya menjadi rubah ekor sembilan yang berukuran sedang. Xiao Moon dan Ji Hua lalu naik diatas kepalanya.


“Baiklah let's go!”teriak Xiao Moon.


“Apa itu nona?”tanya Ji San.


“Ayoo berangkat”jawab Xiao Moon singkat.


Ji San dengan semangat segera berlari melewati pohon-pohon yang menghalangi mereka. Setiap bertemu sungai, Ji San akan melompat tinggi hingga rambut Xiao Moon mengambang.

__ADS_1


Wajah cantiknya itu tersenyum senang karna dapat menikmati dunia bebas. Wajah oval putih nan cantik itu sangat alami. Pakaian yang sudah diganti dengan warna putih sangat menyilaukan jika terkena matahari.


Rambut tergerai hitam panjangnya terombang-ambing terkena angin. Sungguh ini rasa senang yang luar biasa bagi Xiao Moon.


__ADS_2