Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Bertemu lagi


__ADS_3

Setelah melepas kepergian Yanran, Xiao Moon segera menyusul yang lainnya. Dia melangkahkan kakinya masuk kedalam gerbang itu dan tiba-tiba saja dia dibutakan oleh cahaya yang bersinar sangat terang.


Saking terangnya Xiao Moon sampai menutup matanya dengan lengan. Tidak lama, cahaya itu berangsur-angsur menghilang, mata Xiao Moon langsung menangkap banyak orang yang sedang berlomba-lomba untuk mendapat keuntungan. Pemandangannya memang sangat indah, bahkan Xiao Moon bisa terpesona akan eloknya tempat itu.


“Dimana mereka...” gumam Xiao Moon mencari keberadan Ji Hua dan yang lainnya. Saat memutar matanya untuk mencari, Xiao Moon melihat rubah kecil yang berlari dengan melompat menuju ke arahnya.


“Nonaaaa......tolong akuu huuuuu!”


Sebentar, rubah itu bicara padanya dan sepertinya Xiao Moon kenal siapa rubah itu. Rubah itu dengan wajah menangis menuju ke arah Xiao Moon, nampak dibelakangnya ada seseorang yang mengejarnya bahkan dia menembak beberapa panah tidur tapi meleset terus.


Xiao Moon segera menghampiri rubah itu dan menggendongnya. Orang yang tadi mengejar rubah itupun merasa kesal dan mendekati Xiao Moon.


“Berikan rubah itu padaku, aku sudah menemukannya duluan!” bentak orang itu sambil menatap remeh Xiao Moon.


“Tapi tuan, rubah ini milikku dan aku tidak sengaja melepaskannya disini” ucap Xiao Moon dengan santai. Orang itu semakin kesal dan hendak merebut rubah itu dari tangan Xiao Moon. Dengan Qi nya, Xiao Moon menghempaskan tangan orang itu.


“Jangan menyentuhku” wajah Xiao Moon yang tadi biasa saja kini berubah menjadi dingin. Dia menatap dengan tajam wajah orang yang berusaha merebut rubah itu darinya.


“Kau...kau sudah macam-macam denganku, kali ini aku akan melepaskanmu!” kesal orang itu lalu dia melangkahkan kakinya pergi.


“Hiks terima kasih nona...” ucap rubah itu yang masih dalam gendongan Xiao Moon.


“Dasar ceroboh...mengapa kau berubah menjadi wujud aslimu?” tanya Xiao Moon pada rubah itu yang tidak lain adalah Ji San. Sementara yang ditanya hanya menghadap ke bawah tidak berani menatap mata Xiao Moon yang sedang marah.


Lalu tidak lama burung Phoniex warna biru mendarat dengan elegan dan berubah menjadi manusia. Ji Hua? Tapi mengapa dia juga menjadi burung.


“Eiyy kalian ini, sudah tau disini sangat bahaya untuk menjadi spirit, apalagi kalian ini termasuk hewan suci yang melegenda kan” ucap Xiao Moon sambil menatap kesal ke arahJi Hua dan Ji San.


“Nona...sudah pasti kami mengambil wujud asli kami karna disini adalah surganya para spirit, disini banyak Qi spiritual yang sangat melimpah” Ji Hua mencoba menjelaskan maksud dari dia berubah menjadi hewan agar terhindar dari kemarahan nonanya itu.

__ADS_1


Xiao Moon menghela nafasnya pelan dan mengangguk. Ji Hua dan Ji San segera senang dan pergi meninggalkan Xiao Moon untuk menikmati Qi spiritual ini.


Karna sekarang dia sudah sendirian, dia mencoba mencari petunjuk keberadaan jiwa permaisuri empu atas.


“Huft...” Xiao Moon menghela nafasnya pelan. Dia mencoba mencari tempat yang cocok untuknya duduk. Setelah mendapatkan tempatnya, Xiao Moon membentuk posisi lotus dan mulai menggunakan Qi nya.


Yang dia lakukan adalah menyerap sekaligus menggunakannya untuk mencari keberadaan jiwa permaisuri empu atas dengan mata batin. Dengan begitu tenaganya tidak akan.


Mata batinnya itu terus menulusuri berbagai sudut tempat itu. Hingga salah satu cabangnya menabrak sebuah cahaya, hal itu membuat Xiao Moon kaget dan membuka matanya.


“Apa-apaan cahaya itu” ucap Xiao Moon sambil memegang kepalanya. Dia langsung berlari menghampiri cahaya yang sempat dia temukan tadi.


Xiao Moon melewati bebatuan yang terjal dan pada akhirnya sampailah dia di cahaya itu.


“Apa ada dunia lain lagi?” gumam Xiao Moon terheran-heran. Dia dengan santainya menyentuh cahaya itu hingga tersedot kedalam. Tubuh Xiao Moon seperti terbawa angin sehingga dia harus menutup matanya. Setelah Xiao Moon masuk, cahaya yang tadinya ada kini sudah hilang tanpa jejak apapun.


“Aduhh cobaan apalagi ini...” keluh Xiao Moon yang kini berada ditempat yang tidak jelas. Yang pastinya tempat itu serba putih dan membuat matanya sakit.


“Hmm...Ibunda?” ucap Xiao Moon yang memastikan bahwa dia ibunya atau bukan. Wanita itu tersenyum lalu mengelus dan mencium kening Xiao Moon.


“Informal saja aku ini ibumu lo” ucap Xiao Fang yang ternyata benar bahwa dia ibunya.


“Apa Ibunda ada urusan?” tanya Xiao Moon pada Xiao Fang. Bukannya menjawab, Xiao Fang malah menarik tangan Xiao Moon mengajaknya duduk dikursi yang tiba-tiba muncul.


“Kemarilah, sebelum pergi bolehkan kita mengobrol sebentar?” tanya Xiao Fang dengan wajah penuh harap. Karna Xiao Moon merasa kasihan, alhasil dia iyakan saja.


“Nah tanyakan sepuasmu dan tanyakan apa yang kau mau”


Mata Xiao Moon berkedut, ibunya yang ingin bicara padanya tapi kenapa dia yang harus bertanya. Tidak apa-apa, dari awal Xiao Moon memang ingin menanyakan hal yang penting.

__ADS_1


“Ibu aku ingin tau sejarah kelahiranku hingga aku sampai di kediaman si brengs*k itu” ucap Xiao Moon dengan semangat yang membara. Yang dia maksud sebagai brengs*k adalah mantan Jendral, yaitu keluarga Yi yang telah dia bantai.


“Hemm, jadi begini ceritanya.....”


Dari generasi ke generasi, setiap penerus dunia keabadian akan menerima suatu kutukan terlebih dahulu sebelum menjadi penguasa. Hal itu diberikam tuhan adalah agar dunia yang dia buat tidak hancur atau dalam genggaman yang salah.


Sebagaimana Keluarga Xiao, apalagi Xiao murni adalah orang yang ditugaskan untuk menggenggam dunia. Salah satu langkah maka juga akhir bagi dunia. itulah tanggung jawab Xiao murni sebagai penerus pemimpin dunia keabadian.


Tentu saja meskipun mereka yang menggenggam dunia mereka juga mempunyai musuh yang ingin mengambil posisi itu. Salah satu musuh keluarga Xiao adalah sekte aliran hitam yang sesat. Menyembah setan dan memiliki sihir hitam. Sebab itulah nereka juga harus berhati-hati.


Saat itu, dimana saat Xiao Fang sedang hamil besar, terjadi perang antar sekte hitam dan klan Xiao. Tentu saja peperangan itu terjadi di dimensi lain, tapi peperangan itu juga berdampak pada dunia keabadian.


“Suamiku...” lirih Xiao Fang saat melihat suaminya yang sudah siap turun dalam medan perang.


“Tenanglah istriku...” ucap Xiao King yang merupakan suami Xiao Feng melihat wajah khawatir istrinya.


Xiao Fang yang kini tengah kesakitan karna akan melahirkan juga harus batuk darah. Bagaimanapun juga dia adalah Xiao murni, jadi dia terhubung oleh dunia keabadian.


“Istriku...sebaiknya kau segera pergi dari sini atau anak kita akan dalam bahaya...” ucap Xiao King lalu menggendong tubuh Xiao Fang yang sudah lemah itu.


“T-tapi b-bagaimana dengan dirimu dan Xiao Xie?” ucap Xiao Fang sambil menatap mata Xiao King yang tajam bak elang.


“Xiao Xie akan mengantarkanmu pergi ke dunia atas, kau akan melahirkan disana ditemani oleh Xiao Xie, bagaimanapun juga dia akan segera menjadi kakak” jelas Xiao King mencoba menenangkan istrinya itu.


Akhirnya dia pun mengangguki perintah Xiao King. Lalu Xiao Xie tiba-tiba datang dengan secepat kilat. Tubuhnya yang berumur 15 tahun itu sudah seperti tubuh orang dewasa. Dia segera menggendong ibunya yang sedang mengandung adiknya.


“Xiao Xie...berjanjilah pada ayah untuk menjaga ibu dan adikmu, mengerti?” Xiao King mengulurkan jari kelingkingnya pada Xiao Xie. Dengan percaya diri dan tekad yang kuat, Xiao Xie membalas jari kelingking itu.


“Ini janji antara lelaki, aku tidak akan mengingkarinya”

__ADS_1


“Bagus” Xiao King mengusap rambut Xiao Xie dengan tersenyum. Lalu Xiao Xie dengan Qi spiritualnya segera pergi untuk turun di dunia bawah. Sebelum mereka benar-benar menghilang, Xiao King dan Xiao Fang melempar senyum hangat.


“Aku mohon agar kamu tetap hidup”


__ADS_2