
Saat ini Xiao Moon, kaisar empu atas dan permaisuri empu atas sedang berkumpul disuatu tempat bersama dengan para prajurit dan pelayan serta Jendral. Mereka berkumpul untuk mengantar putra mahkota empu atas Yi Sun pergi.
“Aku harap kepergianku tidak meruntuhkan semangat kalian untuk berperang”ucap datar putra mahkota empu atas. Kaisar empu atas mendekati putra mahkota empu atas Yi Sun lalu tersenyum.
“Jika ada Moon'er pasukan kita pasti menang”ucap kaisar empu atas meyakinkan putranya. Lantas putra mahkota empu atas mendekati Xiao Moon.
“aku tidak tau apa artinya kotak yang aku berikan padamu, tapi entah kenapa hatiku berinisiatif untuk memberikannya padamu, aku harap kau bisa menjaga kotak itu”ucap putra mahkota empu atas.
Xiao Moon mengangguk dengan kepercayaan dirinya. Dia lalu menggenggam tangan putra mahkota empu atas lalu menutup mata. Cahaya emas keluar dari tangan Xiao Moon dan putra mahkota empu atas Yi Sun.
Tapi cahaya itu tidak berlangsung lama pun menghilang. Hingga meninggalkan gambar phoniex warna emas terukir dipunggung tangan milik Yi Sun.
NOTE
(BIAR GK RIBET NAMANYA YA GEDS)
Yi Sun sempat heran dengan tanda itu. Dia mencoba mencermati dan menggosok gambar itu pelan. Xiao Moon tiba-tiba tertawa singkat dan itu membuat Yi Sun heran.
“Kau kenapa?”tanya Yi Sun.
“Aku akan merasakan sentuhan tanganmu jika kau menyentuh phoniex itu”ucap Xiao Moon menjelaskan. Yi Sun kemudian mengangguk lalu mendekati permaisuri empu atas.
“Ibunda aku harap ibunda bisa membantu ayah mengatur istana ini”ucap Yi Sun. Permaisuri empu atas mengangguk senang dan mengecup kening Yi Sun.
Yi Sun kemudian pergi ketengah-tengah kerumunan dan menghentakkan kakinya. Sebuah pusaran dengan lingkaran yang cukup besar tercipta di tanah.
Yi Sun tersenyum untuk pertama kalinya didepan umum dan segera memasuki pusaran itu. Setelah Yi Sun masuk, pusaran itu mengecil kemudian menghilang lenyap.
“Aku akan merindukannya”gumam Xiao Moon. Xiao Moon mulai meninggalkan tempat kerumunan. Sebelumnya dia juga sudah berpamitan dengan kedua orang tua angkatnya untuk melaksanakan tugasnya kembali.
........
Xiao Moon kini diruang kerjanya, dia sedang mengecek rak gulungan yang berjajar rapi disetiap sudut. Xiao Moon mengetuk-ngetuk dagunya mencoba berpikur sesuatu.
“Baiklah semua sudah masuk kedalam dimensi”gumam Xiao Moon. Dia lalu menemui ke empat ketua kelompok yang sedang melatih pasukan istana neraka serta organisasi.
“Ketua San”sapa Xiao Moon dengan teriak. Semua orang menatap ke sumber suara dan mendapati Xiao Moon. Semua segera membungkuk hormat.
“Yayaya lanjutkan latihan kalian aku ingin berbicara dengan ketua kelompok, oh iya kau bukannya Jendral para iblis bukan?”tanya Xiao Moon pada Jendral pasukan iblis.
“Ya hamba adalah Jendral pasukan iblis”jawab Jendral itu. Xiao Moon mendekati Jendral itu dan berhenti tepat didepannya.
__ADS_1
“Apa aku percaya pada kekuatan pasukan iblis?”tanya Xiao Moon meyakinkan. Jendral itupun mengangguk dengan semangat berharap Xiao Moon bangga.
“Kalau begitu latihlah organisasi dan pasukan istana neraka”ucap Xiao Moon.
“Perintah ratu muntlak untuk hamba”ucap Jendral itu hormat.
Xiao Moon tersenyum bangga kemudian pergi di ikuti empat ketua kelokpok itu. Mereka memasuki aula utama, kemudian mereka duduk melingkar.
“Aku harus melaksanakan tugasku kembali, aku harap kalian menjaga istana neraka dengan baik dan kalian juga harus memprioritaskan kerja sama”jelas Xiao Moon.
“Kami akan berusaha sebaik-baiknya Queen”jawab ketua Li tersenyum.
“Baiklah sepertinya aku sudah bisa pergi dengan tenang, aku pamit”ucap Xiao Moon kemudian hilang diudara.
Ke empat ketua kelompok itu menitikkan air mata entah terharu atau sedih. Lalu tidak lama mereka bubar untuk melanjutkan tugas mereka.
.........
Berbeda dengan Xiao Moon yang sudah dengan penampilan laki-lakinya yang sebagai pengawal pribadi putra mahkota Mo. Baru saja Xiao Moon merubah penampilannya, ketukan pintu terdengar dari dalam
“Ya sebentar”ucap Xiao Moon.
“Aihh ada apa tuan?”tanya Xiao Moon heran.
“Xe Ji kau tau, aku hari ini sangat bahagia dan aku ingin mengajakmu berkeliling pasar”ucap putra mahkota Mo antusias.
NOTE
(XE JI ITU NAMA SAMARAN XIAO MOON MENJADI PENGAWAL PRIBADI)
Xiao Moon terus mengikuti putra mahkota Mo hingga mereka sampai di depan gerbang. Disana sudah terdapat kereta kuda yang siap mengawal putra mahkota Mo.
Putra mahkota Mo memasuki kereta itu, sementara Xiao Moon berjaga di luar. Xiao Moon pikir putra mahkota Mo akan menyamar tapi sepertinya tidak mungkin. Itu membuat Xiao Moon sedikit kecewa.
Xiao Mon tidak bisa memikirkan itu sekarang karna kereta itu berjalan untuk menyusuri jalan yang ramai itu. Xiao Moon terus mengikuti kereta itu. Tapi, tiba-tiba salah satu prajurit mencambuk warga yang tidak ingin minggir. Itu membuat Xiao Moon marah dan segera menarik cambuk itu.
“Apa yang kau lakukan?”tanya dingin Xiao Moon. Prajurit itu dengan arogannya menatap sinis Xiao Moon.
“Ini sudah menjadi perintah dari putra mahkota Mo”elak prajurit itu. Xiao Moon tidak menghiraukan ocehan prajurit itu. Sebaliknya, dia menolong warga yang terkena cambukan itu.
“Apa paman tidak apa?”tanya Xiao Moon khawatir. Paman itu menganggukkan kepalanya lemah. Hal itu membuat Xiao Moon semakin marah dan meninju keras prajurit yang mencabuk paman itu. Ptajurit itu terlempar dan menghantam pohon.
__ADS_1
Sudut mulut prajurit itu mengeluarkan darah yang tidak cukup banyak. Tidak lama putra mahkota Mo keluar dari kereta dan menatap Xiao Moon marah.
“Xe Ji, aku tidak memerintahkanmu untuk melawan perintahku”teriak putra mahkota Mo. Xiao Moon tidak peduli dengan perkataan itu. Dia membawa paman yang terduduk lemah untuk berdiri dan bersandar pada pohon.
“Apa yang kau lakukan, sekarang aku perintahkan untuk kembali ke istana!”marah putra mahkota Mo. Teriakan putra mahkota Mo menjadi perhatian bagi warga disana.
Semua berkumpul untuk menyaksikan apa yang terjadi. Sementara Xiao Moon acuh dengan teriakan putra mahkota Mo. Dia lebih mementingkan paman yang sekarang sedang pingsan.
Karna perkataanya yang tidak dihiraukan Xiao Moon pun membuat putra mahkota Mo marah. Dia memerintahkan pasukannya untuk menghukum Xiao Moon. Xiao Moon dengan sigap menumbangkan pasukan itu hanya dengan sekali tebasan.
“Bagaimana bisa, aku tidak pernah melihat kecepatan yang seperti ini”ucap putra mahkota Mo frustasi. Dia lalu menarik pedangnya dan mengayunkannya pada Xiao Moon.
Xiao Moon masih dengan santainya menangkis serangan itu. Putra mahkota Mo tidak mau kalah, dia mengambil panah dari salah satu prajurit dan menembakkannya pada Xiao Moon.
Dengan tangan kosong tanpa senjata, Xiao Moon menangkap anak panah itu “Kenapa kau jadi pembangkang hah?!” tanya putra mahkota Mo.
“Aku paling tidak suka dengan istilah 'yang kuat yang berkuasa'”ucap Xiao Moon dengan nada sinis.
“Kalau begitu kau sudah tidak menjadi pengawal pribadiku!” teriak putra mahkota Mo. Xiao Moon tertawa dengan keras sehingga membuat semua orang yang ada disekitarnya gemetar ketakutan.
“Kalau begitu dengan senang hati aku mengundurkan diri hahahaha!” tawa Xiao Moon membuat semua orang tersungkur ditanah. Ditambah lagi aura milik Xiao Moon yang terkesan sangat kuat.
Putra mahkota Mo terduduk lemas ditanah dengan keringat yang deras didahinya. Sungguh, sekarang dia merasakan sebuah beton yang besarnya tidak bisa diperkirakan menghantam punggungnya.
Dia menyesal karna telah membuat Xiao Moon tersinggung atas perkataannya. Dari pelajaran ini dia belajar, dia tidak akan meremehkan seseorang lagi dengan ceroboh.
Berbeda dengan Xiao Moon yang kini sudah menarik auranya lalu menatap dingin putra mahkota Mo. Dia tidak peduli dengannya,dia lebih memilih mendekati paman itu dan menyentuh keningnya. Seketika cahaya kuning yang terlihat sangat terang menyadarkan paman itu dari pingsannya.
Dia menatap bingung sekitar, ya karna mereka saat ini sedang terduduk lemah tidak berdaya. Lalu dia menatap Xiao Moon yang wajahnya terkesan dingin.
“Paman sebaiknya pulang” ucap singkat Xiao Moon.
“Terimakasih anak muda”ucap paman itu kemudian pergi. Lantas Xiao Moon mendekati putra mahkota Mo dan membisikkan sesuatu.
“Jika kau bertemu denganku, sebaiknya kau lari saja”ucap Xiao Moon dengan nada sinis. Kemudian dia menghilang di udara hingga menyisakan para warga yang bingung dan tidak percaya.
Berbeda dengan putra mahkota Mo yang menatap tumpukan mayat di depannya. Itu adalah pasukan terkuat diantara yang lain. Lalu sekarang bagaimana nasibnya.
***
Hiyak maaf gak nyambung karna author bikinnya pas lagi gabut😹 jangan lupa like komen and sarannya aj deh biar authir gk gabut dan ceritanya lebih nyambung dan mudah dimengerti
__ADS_1