Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Pemakaman Ratu empu atas


__ADS_3

Buat yang bosen sama ini novel mampir keryaku yang satu yuk, judulnya 'revenge from the antagonist' bantu like, share and komen 👍, Arigatou Senpai~


••••


Pelayan itu menghela nafasnya panjang. Kini dia sudah menjadi pelayan dari seorang ketua organisasi, jadi dia harus memberanikan diri.


“Nama hamba Bixi nona” jawab pelayan itu dengan sopan. Xiao Moon mengangguk pelan dan sedikit tersenyum “Apa ada keperluan lain Bixi?” tanya Xiao Moon yang membuat Bixi sadar akan sesuatu.


“Ah itu nona, Putra mahkota sudah menunggu di ruang tamu” tandas Bixi sambil sedikit membungkuk.


“Kalau begitu bantu aku bersiap-siap ya...” pinta Xiao Moon yang di iyakan oleh Bixi. Lalu Xiao Moon pun pergi ke kamar dan mulai bersiap-siap. Dia memakai baju hitam khas pemimpin organisasi dan tidak lupa memakai topeng.


Karna sudah siap, Xiao Moon segera pergi ke ruang tamu di ikuti oleh Bixi. Sepanjang jalan Xiao Moon bertemu dengan pasukan iblis yang menunduk padanya. Ini adalah hal baru bagi Bixi karna bisa merasakan bagaimana berjalan dengan seorang penguasa.


Sekian lama berjalan akhirnya mereka sampai di ruang tamu. Salah satu pasukan iblis membuka pintu besar itu. Pintunya terbuka, dengan mata yang menatap tajam ke depan juga langkah yang berwibawa Xiao Moon memasuki ruangan itu.


Saat masuk saja Xiao Moon sudah dibuat kesal karna kesombongan Putra mahkota Ming. Xiao Moon berdiri sejenak menatap Putra mahkota dengan dingin. Bixi yang tadi menunduk juga menatap Putra mahkota Ming dengan berani.


“Maaf Putra mahkota tapi cara duduk anda tidak pantas” ucap Bixi yang mengerti betapa tidak sukanya Xiao Moon pada Putra mahkota Ming.


“Kau seorang pelayan berani-beraninya menasihatiku!” ucap Putra mahkota Ming langsung berdiri dan membentak Bixi.


“Kalau tidak suka silahkan keluar...” tandas Xiao Moon dengan nada dingin. Dia lalu duduk di kursi ketua organisasi. Disana Putra mahkota hanya berdiam kaku mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Moon.


“Nona menyuruh anda pergi jika tidak suka” tambah Bixi yang membuat Putra mahkota tambah kesal. Tapi karna saat ini dia sedang berada di Istana Neraka jadi dia tidak bisa apa-apa karna pasukannya di tahan di luar hutan Neraka.

__ADS_1


“Baiklah aku minta maaf” Putra mahkota langsung duduk begitu meminta maaf “Ehm...aku disini ingin membatalkan soal bahwa aku ingin menyewa pasukan disini, tapi aku ada sedikit penawaran...jika kau sudi membantu kami saat butuh maka kami akan memberikan wilayah hutan Neraka ini padamu...” jelas Putra mahkota dengan percaya diri.


“Hutan Neraka memang berada di wilayah Kekisaran Ming, tapi dia berdiri sendiri” ucap Xiao Moon singkat. Terlihat Putra mahkota kebingungan ingin menjawab apa. Tapi karna tidak ingin dilihat memalukan, dia tetap menjaga ekspresi wajahnya.


“Jika kau tidak menerima penawaran ini maka pihak Kekaisaran Ming terpaksa mengambilnya kembali” ucap Putra mahkota empu atas dengan seringaiannya. Xiao Moon tertawa melihat tingkah bodoh Putra mahkota.


“Kau ini bodoh ya? kalau kau ingin mengabil wilayah kami maka harus berperang dong hahaha” ucap Xiao Moon tertawa. Dia merasa puas saat melihat wajah Putra mahkota yang sudah benar-benar marah. Tiba-tiba saja Putra mahkota menggebrak meja yang ada di depannya.


“Apa-apaan ini! aku disini adalah tamu! tapi kalian memperlakukanku seenaknya...apalagi aku adalah Putra mahkota dari Kekaisaran Ming!” bentak Putra mahkota yang direspon bodo amat oleh Xiao Moon.


“Artinya kau menyetakan perang pada kami...pengawal!” ucap Xiao Moon memanggil dua pasukan iblis yang tadi berjaga di depan pintu.


“Ya Ratu!” ucap dua pasukan iblis secara bersamaan “Seret Putra mahkota Ming dari hadapanku dan bawa dia ke pasukannya, katakan juga kalau kita menyatakan perang pada Kekaisaran Ming” ucap Xiao Moon dengan tatapan tajam yang kapan pun akan menusuk Putra mahkota Ming.


“Baik Ratu!” dua pengawal iblis itupun menghilang dari hadapan Xiao Moon, hal itu membuat dia merasa lega. Dia juga tidak menyangka Ketua Li bisa mencarikan pelayan pribadi yang peka seperti Bixi.


.......


Sementara ditempat lain, Putra mahkota kini sedang berdiri didepan ayahnya yang seorang Kaisar. Nampak dari wajah Kaisar Ming yang merasa marah. Dia sudah berkali-kali menampar pipi putranya itu sampai memerah.


“Anak bodoh! bisa-bisanya kau tidak bisa mengambil hati dari pemimpin organisasi itu, padahal itu kesempatan kita!” ucap Kaisar Ming dengan tatapan tajam yang diarahkan pada Putra mahkota Ming.


“Orang bodoh itu merendahkanku dan aku tidak terima!” balas Putra mahkota dengan teriakannya untuk membela diri. Kaisar sedikit kaget lalu menggebrak meja yang ada dibelakangnya. Dia memijat pelipisnya menandakan kalau dia sedang stres dan sedikit lelah.


“Hah...besok kita akan pergi secara langsung ke pemakaman Ratu empu atas menggunakan dimensi teleport” ujar Kaisar Ming, lalu dia meninggalkan Putra mahkota yang sendirian termenung di ruangan itu.

__ADS_1


'apa Moon akan datang....' batin Putra mahkota dalam hati.


.........


Hari ini adalah hari dimana Ratu akan dimakamkan. Xiao Moon yang sudah siap dengan hanfu hitamnya segera pergi. Xiao Moon bukan pergi sebagai pemimpin organisasi, tapi sebagai Moon. Dia tidak memakai cadar ataupun topeng, dia ingin memperlihatkan bahwa dia bisa berdiri di hadapan semua orang.


“Q'Rose kami akan berangkat terlebih dahulu sebelum para tamu datang” tunduk Ketua San yang dibalas anggukan oleh Xiao Moon.


“Apa Q'Rose tidak ingin berangkat bersama kami?” lanjut Ketua Li yang diangguki oleh semua orang disana “Tidak, aku akan berangkat bersama Bixi” balas Xiao Moon, lalu semua orang mengangguk dan mulai teleportasinya.


“Bixi apa kau sudah siap?!” tanya Xiao Moon sambil mengeraskan suaranya. Bixi berlari menghampiri Xiao Moon dengan pakaian hitam yang diberikan oleh Xiao Moon.


“A-apa penampilan saya sudah bagus?” tanya Bixi dengan mata yang sedikit berbinar. Xiao Moon nampak mengerutkan dahinya sedikit, hal itu membuat Bixi sedikit tidak percaya diri.


“Sempurna....kalau begitu kita pergi ya” ucap Xiao Moon sambil menggandeng Bixi yang terlihat canggung “M-maaf nona...tapi apa nona tidak sedih?” tanya Bixi yang membuat Xiao Moon menghentikan langkahnya. Dia menatap Bixi dan tersenyum kecut.


“Entahlah....aku tidak pantas untuk menangis” gumam Xiao Moon dengan mata yang menerawang jauh. Melihat itu Bixi sadar akan sesuatu dan segera minta maaf.


“Maaf nona....” tandas Bixi yang membuat Xiao Moon tersenyum “Tidak perlu minta maaf, sebaiknya kita segera pergi” ucap Xiao Moon lalu di iyakan oleh Bixi.


Tangannya menggandeng tangan Bixi, Xiao Moon fokus pada satu titik dan menyalurkan Qi spiritualnya disana. Mereka berdua menutup mata dan tubuh mereka pun seketika menghilang dari Istana Neraka.


Sampailah mereka di wilayah Kekaisaran empu atas. Xiao Moon dan Bixi membuka matanya perlahan. Xiao Moon lalu menemui Kaisar empu atas yang berada di sekitar peti mati. Begitu juga pangeran ke 2.


“Ayah...” tandas Xiao Moon saat berada di sekitar Kaisar. Lantas sang Kaisar empu atas menengok dan mendapati Xiao Moon disampingnya. Dia langsung memeluk dan meneteskan air mata.

__ADS_1


“Maaf ayah ini salahku...” lirih Xiao Moon saat dirinya dipeluk oleh Kaisar empu atas yang menangis “Tidak nak, ini bukan salahmu...akan kuceritakan sesuatu nanti” ujar Kaisar empu atas sambil mengelus rambut Xiao Moon lalu melepas pelukannya.


“Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan juga” lanjut Kaisar empu atas dengan senyuman kesalnya. Hari ini dia mengetahui banyak tentang rahasia Xiao Moon, kaisar juga ingin menceritakan sesuatu padanya.


__ADS_2