Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Identitas


__ADS_3

Xiao Moon melanjutkan jalannya di ikuti oleh Ran Jisu yang sendari tadi bersamanya. Dia akan memperkenalkan Ran Jisu pada teman-temannya dan menceritakan kejadian hari ini padanya. Sampailah mereka di tenda Xiao Moon, dapat dilihat jika Ji Hua sedikit kesulitan membangun tenda.


“E-eh mereka temanmu Xi Mei?”tanya Ran Jisu dengan tatapan yang tidak percaya. Xi Mei hanya mengiyakan pertanyaan Ran Jisu.


Ji Hua yang menyadari kehadiran Xiao Moon pun langsung menghentikan aktivitasnya dan menghampirinya. Ji Hua dengan karismanya memberi hormat pada Xiao Moon yang membalasnya dengan anggukan.


“Nona, lebih baik nona makan dulu, untuk tendanya emm...aku...”


“Tenang saja aku akan membantumu, sebelumnya perkenalkan gadis di sebelahku ini namanya Ran Jisu”ucap Xiao Moon memotong perkataan Ji Hua yang terlihat gugup. Sementara Ran Jisu yang dikenalkan segera membungkuk memberi hormat pada Ji Hua.


“Ran Jisu member hormat pada tuan...” wajah Ran Jisu memerah dengan mata yang terus melirik ke arah Ji Hua. Mungkin ini pertama kalinya bagi dia bertemu pria tampan seperti Ji Hua.


Tapi Ran Jisu tidak kunjung menegakkan badannya, dia terus membungkuk. Melihat hal itu, Xiao Moon menepuk punggung Ran Jisu hingga membuatnya kaget. Dia menjadi salah tingkah di depan Ji Hua.


“Emm mari pergi makan bersama” tandas Xiao Moon untuk memecahkan keheningan ini. Lalu Ji Hua mengangguk dan mengantar Xiao Moon menuju ke arah Ji San dan Ji Sue berada. Disana sudah terdapat banyak makanan yang dimasak Ji Sue ataupun makanan yang dibawa Ji Han.


Lagi-lagi pipi Ran Jisu harus memerah karna melihat sekumpulan para pria tampan. Apalagi melihat Ji San yang terus bermain dengan Ji Han beruang kecil itu, hal ini membuat Ran Jisu ingin menggali lubang untuk dia bersembunyi.


“Xi Mei aku ingin pergi saja dari sini” Ran Jisu mengucapkannya dengan langkah mundur siap kabur, tapi Xiao Moon menarik kerahnya untuk tetap diam ditempat.


“Apa kalian tidak memberi hormat pada nona” tandas Ji Hua sambil memukul kepala Ji San yang hanya memajukan bibirnya, dia berhak protes kenapa yang dipukul hanya dia sementara Ji Sue tidak.


Ji Sue, jendral iblis dan Ji San berdiri secara bersamaan menatap Xiao Moon lalu memberi hormat. Tapi tatapan Ji San beralih ke seorang gadis yang berdiri di samping Xiao Moon. Ji San menatap dengan wajah penuh heran yang membuat Ran Jisu semakin salah tingkah.

__ADS_1


“Jangan menatapnya seperti itu, dia adalah Ran Jisu” ucap Xiao Moon dengan wajah yang kesal. Hal yang sama dia lakukan, Ran Jisu membungkuk hormat dan menegakkan badannya lagi. Lalu Xiao Moon mengajak mereka untuk duduk dan makan bersama.


Tapi sebelum itu Xiao Moon mengganti pakaiannya dengan hanfu putih polos sederhana, itu tidak akan membebani tubuhnya. Setelah itu Xiao Moon menyusul teman-temannya. Dia duduk disamping Ran Jisu dan menyantap makanannya.


Tapi dia berhenti makan saat mengingat kejadian di sungai tadi. Dia langsung menceritakannya dengan Ji Hua, Ji San, jendral iblis dan Ji Sue. Setelah mendengar cerita itu wajah mereka menjadi gelap dan dingin. Hal ini membuat aura di sekitar sangat menyeramkan hingga membuat Ran Jisu ketakutan.


“Aku akan menemui orang itu dimana dia? ” tandas Ji San berdiri dengan sigap hendak pergi. Tapi dihentikan oleh Ran Jisu yang memegang hanfu bagian bawah Ji San.


“Ah maaf, tapi tuan tidak perlu kesana karena nanti malam disana akan diadakan pesta, jadi tuan bisa datang sebagai tamu saya” tandas Ran Jisu dengan spontan melepas cengkramannya. Xiao Moon mengangguk mengiyakan perkataan Ran Jisu. Mereka lalu kembali makan dengan tenang.


Setelah makan Xiao Moon mengajak Ran Jisu untuk membangun tenda yang tadi gagal dibangun oleh Ji Hua. Dengan bantuan Ran Jisu, tendanya selesai di buat jadi tidak perlu khawatir. Meskipun Xiao Moon dan yang lainnya bisa masuk dimensi tapi karna waktunya berbeda dan tidak ingin mengambil resiko, jadi mereka membangun tenda.


Saat Ran Jisu mengambil dedaunan dengan motif yang unik, tidak sengaja dia menabrak Xiao Moon hingga dia sendiri terduduk. Xiao Moon segera mengulurkan tangannya hendak membantu Xiao Moon, tapi tangan Ran Jisu terhenti saat melihat token giok lingkaran berwarna biru berada di pinggangnya.


“Maafkan hamba putri, hamba sangat lancang, hamba wajib dibunuh!” ucap Ran Jisu dengan terburu-buru. Lantas saja Xiao Moon membantunya berdiri dan sedikit menaikkan sebelah alisnya.


“Mengapa kau bersikap seperti ini?” tanya Xiao Moon, dengan kepala yang menunduk Ran Jisu mencoba untuk menjawab pertanyaan Xiao Moon.


“M-menjawab putri, token itu membuktikan bahwa putri adalah salah satu dari keluarga kekisaran empu atas, kekaisaran yang menguasai dunia manusia” jelas Ran Jisu dengan nada yang formal.


Xiao Moon mengernyitkan dahinya, jadi token giok ini adalah token keluarga kekaisaran empu atas. Xiao Moon segera memegang pundak Ran Jisu dan menatap matanya.


“Tidak perlu formal, lagi pula aku ini hanya keluarga angkat, anggap saja aku temanmu bagaimana?” tawar Xiao Moon pada Ran Jisu yang nampak sedikit ragu. Harus ada keyakinan lebih untuk meyakinkannya.

__ADS_1


“Jika kau tidak menurutiku maka kau akan dihukum” ucap Xiao Moon dengan nada mengancam. Ran Jisu segera mengangguk dan menuruti Xiao Moon untuk menjadi temannya.


“A-anu pu...eh Xi Mei, apa aku bisa berangkat denganmu saat pesta nanti?” ucap Ran Jisu dengan penuh harap, Xiao Moon menjawabnya dengan anggukan yang membuat Ran Jisu secara spontan memeluknya. Xiao Moon membalasnya dengan senyuman hangat dan menepuk-nepuk punggungnya.


Tanpa terasa hari sudah malam, di sekililing api unggun terdapat Xiao Moon, Ran Jisu, Ji Hua, Ji San, Jendral iblis dan Ji Sue. Mereka duduk termenung entah apa yang mereka pikirkan. Karna suasana ini membuat Ran Jisu gugup jadi dia memutuskan untuk membuka suara.


“A-anu, sepertinya pestanya akan segera dimulai, sebaiknya kita bersiap” ucap Ran Jisu mencoba memecahkan suasana hening ini.


“Kalau begitu kalian bersiaplah, aku dan Ran Jisu akan bersiap disana” ucap Xiao Moon menunjuk tendanya, Ji Hua mengangguk lalu mengajak Ji San, jendral iblis dan Ji Sue. Sementara Xiao Moon menggandeng tangan Ran Jisu menuju ke tendanya.


Sesampainya di tenda Xiao Moon mengeluarkan baju selendang merah zirah perak. Baju berwarna merah dan juga perak dengan selendang melekat di pundak serta sabuk emas berada di pinggang. Ketika Xiao Moon memakainya terlihat sangat gagah dan elegan.


Bahkan Ran Jisu sendiri terkesima melihat penampilannya. Tapi bagi Ran Jisu sedikit ada yang kurang. Dia lalu mengeluarkan sebuah kotak dari cincin dimensi miliknya.


“Kemari biar aku rias wajahmu agar menjadi lebih menawan” ucap Ran Jisu, tapi Xiao Moon menolak.


“Tidak Ran Jisu, aku ingin berdandan layaknya seorang laki-laki” jawab Xiao Moon yang membuat Ran Jisu tersentak. Akan tetapi keputusan Xiao Moon tidak membuat niat Ran Jisu hilang. Ran Jisu tetap meriasi Xiao Moon layaknya pria tampan nan cantik.


Ran Jisu menggeraikan rambut Xiao Moon yang halus dan panjang. Lalu menghiasi telinga Xiao Moon dengan perhiasan yang biasanya dipakai oleh seorang laki-laki. Tidak lupa dia juga mengolesi bibir Xiao Moon yang mungil itu dengan perwarna bibir merah muda.


Setelah itu Xiao Moon diberi cermin dan saat itu juga Xiao Moon melihat pantulannya di cermin yang membuat dirinya sendiri pangkling.


“Apa rambutku harus tergerai seperti ini?” tanya Xiao Moon dengan wajah datarnya. Ran Jisu menganggukkan kepala dan memberi Xiao Moon sebuah kipas merah dengan ukiran phoniex disana.

__ADS_1


“Ayo keluar, teman-temanmu pasti sudah menunggu” Ran Jisu menarik tangan Xiao Moon dan membawanya keluar.


__ADS_2