
Moon keluar dari ruang kerja Jendral Lue menuju ketanah lapang. Disitu Moon berdiri ditengah-tengahnya sambil membentuk segel yang aneh. Setelah merapalkan sebuah mantra, keluar lah sebuah segel pelindung transparan. Segel itu tidak bisa dimasuki oleh orang yang berbuat niat buruk.
Moon kembali tenang setelah memasang segel itu. Tapi tiba-tiba dari belakang ada yang datang.
"hormat hamba pada putri"ucap bibi Li sambil bertekuk lutut.
"hah, kau mengagetkanku bi, ada apa kemari?"tanya Moon datar.
"ini putri malam ini akan ada pesta lampion dan kembang api"ucap bibi Li antusias.
"kembang api.."ucap Moon dengan mata berbinar-binar.
"iya putri, kau tau.... putra mahkota empu atas juga sudah pulang tadi peperangan, mangkanya diadakan pesta lampion itu karna kepulangan putra mahkota empu atas"jelas bibi Li.
"kau juga tau putri....kekuarga kekaisaran disini juga akan hadir"lanjut bibi Li.
Moon masih setia mendengarkan ocehan bibinya itu. Sebenarnya dia tidak ingin mendengar, tapi bibi Li sepertinya pintar mencari informasi.
"tapi knapa mereka juga ikut?"tanya Moon heran.
"his putri ini, kau taukan kekaisaran yang kita tempati ini namanya kekaisaran 'Ming', kekaisaran ini adalah kekaisaran yang dekat dengan kekaisaran 'empu atas', mangkanya mereka mengadakan semua acara dikekaisaran 'Ming'"jelas bibi Li.
"tapi knapa?"tanya Moon.
"tentu semua ini sebuah penghormatan, kekaisaran 'Ming' menjadi tempat kekaisaran 'empu atas' untuk membuat sebuah acara"lanjut bibi Li.
"kau pintar bergosip"ucap Moon sambil menekan hidung bibi Li lalu beranjak pergi.
"putri...apa kau tidak ingin pergi melihatnya!"teriak bibi Li cemberut.
"apa bibi sendiri tidak berkultivasi dengan yang lain?"tanya Moon sambil menatap bibinya itu.
"aiih, aku sudah tapi sebentar saja ya, kita pergi dulu"mohon bibi Li.
Moon mengetuk-ngetuk dagunya untuk berpikir. Dia melihat bibi Li untuk memeriksa kultivasinya. Yah, bibi Li skarang sudah berada ditingkatan tingkat kaisar level 8.
"baik ayo pergi, aku bersiap-siap dulu"ucap Moon sambil berlari kecil.
"asiik"loncat bibi Li senang.
Moon segera bersiap-siap, dia memakai hanfu merahnya. Tidak lupa jubah merah dengan bulu disekitarnya. Dipakainya topeng merah dan segera memakai tudung merahnya.
(penampilan Moon malam ini, bayangkan pakai topeng merah dan pakai tudung)
"bibi aku siap!"teriak Moon.
"wah putri cantik sekali"ucap bibi Li dengan berbinar.
Moon hanya menggerakkan alisnya atas bawah dengan tersenyum. Bibi Li hanya terkekeh lalu berjalan keluar gerbang.
"putri apa tidak apa kediaman ini ditinggal, para prajurit dan pelayan kan masih berkultivasi"ucap bibi Li khawatir.
"mmm aku sudah memakaikan segel pelindung transparan disini"ucap Moon sambil menunjuk depannya.
"berarti kita tidak bisa keluar"ucap bibi Li kecewa.
Hanya jawaban gelengan yang Moon lontarkan. Dia lalu menggeret tangan bibi Li untuk keluar.
"putri bagaimana bisa?"tanya bibi Li heran sambil menyusul Moon.
"yang didalam bisa keluar, yang diluar bisa masuk kedalam tapi dengan niat baik, dengan niat buruk tidak bisa"ucap Moon datar.
Bibi Li mengangguk mengerti lalu mensejajarkan langkahnya dengan Moon. Jarak dari kediaman Jendral Lue kefestival itu tidak terlalu jauh.
............
Kini mereka berdua sampai difestival itu. Sangat ramai, banyak pengunjung yang datang juga banyak pangeran yang berdatangan.
"bibi Li, ayo kita beli lampion 2"ucap Moon menggeret tangan bibi Li.
"aah, putri hati-hati"ucap bibi Li kaget.
Mereka membelah kerumunan untuk membeli lampion berwarna merah. Dia memberi bibi Li satu dan untuk dia satu. Mereka lalu menuju danau, mereka menunggu acaranya dimulai.
"putri sebelum menerbangkan lampion ini, alangkah baiknya kita berdoa kepada yang diatas"ucap bibi Li.
"benarkah itu kalau begitu kita akan lakukan nanti"ucap Moon tersenyum senang.
Moon dan bibi Li menunggu acara dengan bergosip. Sampai-sampai terdapat teriakan prajurit dari kekaisaran Ming.
"minggir!, minggir! putra mahkota empu atas ingin lewat!"teriak prajurit itu.
Seketika semua pada minggir dan bersujud, tetapi tidak dengan pangeran dan para putri, mereka hanya bertekuk lutut. Moon hanya berdiri menatap dingin kereta itu. Sementara bibi Li sudah menggeret-geret baju Moin untuk bertekuk lutut.
"putri, putri cepat bertekuk lutut"ucap bibi Li pelan.
"cih aku tak sudi"sinis Moon masih dengan tatapan dinginnya.
Sementara prajurit yang melihat Moon tidak berlutut segera menghampirinya.
"hey bocah, knapa kau tidak berlutut!"teriak prajurit.
Moon acuh dan tetap setia dengan mata dinginnya menatap prajurit itu. Jujur prajurit itu sudah gemetar dibuatnya.
"dasar bocah bren*sek!"teriak prajurit itu lalu ingin menebas kepala Moon.
__ADS_1
Moon menangkis serangan itu dengan pisaunya. Sebenarnya dia tidak ingin mencari masalah, tapi prajurit ini yang memulainya.
"apa kau tuhan menyuruhku"ucap Moon dengan penuh penekanan dan mengeluarkan auranya.
Semua orang mulai bergetar merasakan aura itu. Para prajurit mulai menyerang Moon sehingga terdapat suara yang sangat tegas.
"hentikan!!"
Semua orang tambah bergidik mendengar semua itu. Seketika semua pangeran dan putri yang ada didalam kereta pada keluar, salah satunya adalah ketiga selir 'Lue' dan kedua putri 'Lue'.
........
"apa yang terjadi"tegas seorang pria tampan turun dengan hanfunya yang sedikit berbeda dengan yang lain. Kaos tangan juga melekat pada tangannya. Sangat tampan itulah yang digumamkan Moon.
(putra mahkota empu atas)
Beberapa yang berani melihat putra mahkita empu atas langsung pingsan karna ketampanannya ada juga yang mimisan.
"hanfu itu....hanfu modern bukan?"lirih Moon.
Keluarlah darah dari hidung Moon. Sebelum ketawan, Moon segera mengusapnya. Dia kembali menatap putra mahkota empu atas. Yang didapatinya hanya tatapan dingin darinya.
"ayo Moon berpikir-berpikir"batin Moon.
Karna tidak mempunyai ide dia membenturkan kepalanya ketiang disana hingga keluarkah darah.
"putri apa putri tidak apa, maafkan nubi putri"lirih bibi Li khawatir.
"aku tidak apa bibi"ucap Moon tetap masih berpikir.
"apa kau ingin bunuh diri ha"suara dingin itu muncul, yah itu putra mahkota empu atas.
Semua orang hanya menatap kasihan pada Moon. Tidak ada yang kenal dengan Moon karna memakai tudung dan topengnya.
"hehehe akhirnya otakku bekerja"batin Moon.
Dia menatap keseliling lalu menemukan kembang apinya. Segera digunakannya elemen apinya yang dia pelajari didimensinya.
*deeg
3 detik
deeg*
Moon memegangi dadanya yang berdetak sangat lambat. Sesak rasanya, itulah yang dirasakan Moon.
"putri apa putri tidak apa"khawatir bibi Li lirih.
Sementara putra mahkota empu atas masih menatap dingin Moon. Tapi tatapannya sedikit berkurang saat Moon memegangi dadanya.
"lanjutkan acara!!"lantang putra mahkota empu atas.
Seketika acara kembali seperti semula. Moon masih memegangi dadanya yang sakit.
"Ji Hua...."telepati Moon.
Tidak ada jawaban
"hais dia sedang bermeditasi"batin Moon.
Moon masih setia memegangi dadanya yang sesak dan detak jantungnya yang melambat. Bibi Li mulai khawatir tentang keadaan Moon. Sementara orang lain mencemoh Moon.
duarr
duarrr
duaarrr
Kembang api mulai ditembakkan, Moon menatap bibinya itu hangat.
"buat permintaan"ucap Moon lemah sambil memegang pundak bibinya.
"baik putri"ucap bibi Li.
Mereka berdua menatap danau lalu menyalakan apinya. Bibi Li memejamkan mata lalu membuat permintaan.
"*aku ingin selamanya bersama putri dan mengabdi padanya, aku hanya ingin putri sehat selalu"permintaan bibi Li.
"tuhan...aku ingin kau menjaga orang terdekatku dan jagalah orang tersayangku, jaga juga ayah dan kakak disana"permintaan Moon*.
Bibi Li dan Moon menerbangkan lampion bersamaan, disaat itulah tudung Moon terlepas karna terkena angin. Sementara putra mahkota empu atas yang melihat itu tersenyum tipis juga khawatir karna Moon masih memegang dadanya.
..........
Moon menatap putra mahkota, seketika tatapan itu bertemu.
"tampan"gumam Moon.
"cantik"gumam putra mahkota empu atas.
Moon menatap lemah putra mahkota empu atas, sangat tampan. Tidak sadar Moon menyunggingkan senyumannya, seketika saja pipi putra mahkota langsung memerah.
Moon hanya terkekeh dibuatnya, apakah rumor itu benar. Moon kembali menatap putra mahkota untuk memeriksa kultivasinya. Ternyata sudah sampai tingkat dewa-dewi level4, itu sudah yang paling kuat.
*deeg
__ADS_1
3.detik
deeg*
Moon memegang dadanya yang mulai melambat dia bahkan akan kehilangan kesadaran jika bukan karna bibi Li yang memegangnya.
"putri sebaiknya kita pulang"khawatir Moon.
"baik bibi Li"ucap lemah Moon.
.......
"knapa dia, apa dia sakit"gumam putra mahkota yang terus memperhatikan Moon.
Putra mahkota menggeleng lalu terkekeh saat mengingat kekonyolan Moon tadi, yah saat dia membenturkan kepalanya untuk berpikir.
.........
Sesampainya Moon dipaviliunnya, bibi Li segera merebahkan Moon dikasurnya.
"putri...apa perlu aku panggil tabib"khawatir bibi Li.
"tidak usah, aku istirahat saja"ucap lemah Moon.
Moon lalu menutup matanya untuk meredakan rasa sakitnya. Dia mulai menghampiri alam mimpi yang sendari tadi menunggunya.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya, Moon membuka mata. Dia memegang dadanya yang sudah tidak sakit lagi.
"aneh"ucap Moon.
Moon meregangkan otot-ototnya lalu memanggil bibi Li. Tidak ada sahutan sama sekali.
"his kemana bibi"gumam Moon.
Dia berjalan untuk mencari bibi Li. Sesampainya dilapangan pelatihan, disana sudah banyak pelayan dan prajurit berlatih. Moon menganggukkan kepala senang atas kerja keras mereka.
"bibi Li, paman San!"teriak Moon sambil melambaikan tangan, oh iya tidak lupa dia memakai topeng.
"putri, apa kau baik-baik saja, kata pelayan Li kau sakit"ucap pengawal San khawatir.
"aku sudah baikan"balas Moon.
"oh iya kumpulkan mereka semua"lanjutnya.
Bibi Li dan pengawal San mengangguk lalu mengumpulkan yang lain. Setelah berkumpul, Moon segera menatap mereka puas, rata-rata dari mereka sudah mencapai ranah bawah level 4.
"bagus, tingkatan kalian meningkat pesat, aku bangga dengan hasilnya"ucap Moon dengan menganggukkan kepala.
"dengan ini aku akan merekrut kalian menjadi anggotaku!"lantang Moon.
"terima kasih putri!"kompak mereka.
Moon menutup matanya lalu meramalkan mantra. Seketika semua kening prajurit dan pelayan terdapat sebuah gambar bulan sabit warna putih.
"itu adalah tanda sebagai organisasi bulan biru, itu bukan tanda biasa, maka dari itu sentuhlah gambar itu"jelas Moon.
Semua yang ada disana menyentuh gambarnya. Seketika kening Moon bercahaya dan menampakkan gambar bulan sabit berwarna biru.
"itu perbedaannya"jawab Moon singkat.
"skarang aku akan membagi kelompok, paman San kau sebagai ketua kelompok penyerang, bibi Li kau sebagai ketua kelompok informasi, dan kalian berdua majulah"perintah Moon.
"hamba putri"ucap perempuan dan laki-laki yang ditunjuk Moon.
"kamu menjadi ketua ketua bayangan(menunjuk laki2), dan kamu sebagai ketua alkemis(menunjuk perempuan)"ucap Moon.
Sebelumnya Moon juga mengajarkan ilmu alkemis kepada mereka semua.
.
.
.
.
.
Sekian lama Moon membagi kelompok akhirnya selesai.
"terima kasih putri!"ucap mereka kompak.
"mulai skarang panggil aku 'QUEEN ALEXA'!"lantang Moon.
"baik Queen Alexa!"jawab mereka kompak.
__ADS_1
Moon tersenyum senang, mereka benar-benar mengabdi pada dirinya. Tanpa sadar air matanya jatuh tanpa sepengetahuan orang lain.
HIS PELIT AMAT JADI ORANG GAK MAU LIKE AND KOMENT, HAIS AKU BUAT INI CUMA MAU MENGEMBALIKAN MOOD SAJA. OH IY YG TADI JANGAN DIMASUKKAN KE HATI OKE CUMA CANDA ;)😋😋