
Kini tempat pertandingan itu menjadi sepi karna semua orang sudah pulang. Begitu juga Moon yang sudah mengambil hadiahnya dan akan pergi pulang. Tapi langkahnya terhenti saat ada orang menariknya dari belakang, siapa lagi kalau bukan Lue Sin.
"ada apa?!"teriak Moon saat melihat Lue Sin beserta keluarganya.
"kemarikan pedangmu!"jawab selir pertama.
Moon menyipitkan matanya, dia tidak salah dengar kan(?).
"tidak, ini hak ku!"balas Moon tegas.
Para selir itu lalu memegang Moon erat-erat agar tidak bergerak. Sementara Lue Sin dan Lue Yue mengambil hadiahnya. Moon yang mengerti tindakan mereka pun juga bertindak. Moon mencoba melepaskan dirinya dari para selir itu.
bruuk
Ditendangnya perut para selir dan kedua putri itu. Jendral Lue dan pangeran Lue Kai yang tidak terima pun mulai mengeluarkan pedangnya untuk menyerang Moon.
"hais jangan sekarang, aku akan membalas kalian nanti, tunggu saja"ucap Moon dengan seringaiannya yang kecil, itupun sudah membuat semua orang disana gemetar.
Moon menghilang dari tempat sambil memegang pedang surgawinya yang berwarna perak, sangat indah.
.............
Moon muncul kembali diruang kerjanya yang nampak sepi dan menenangkan. Dia duduk dikursi kerja sambil memainkan pedang surgawinya.
"aku akan membunuh kalian dengan pedang ini dan pedang abadiku hahahahah!!"Moon tertawa menyeramkan.
.........
Aula kediaman Jendral Lue.
Keluarga Lue dengan para prajurit sedang berkumpul disana. Mereka khawatir jika Moon akan menyerang kediaman ini.
"kita perketat penjagaan, jangan biarkan siapapun masuk dan menghancurkan tempat ini!"tegas Jendral Lue.
"baik Jendral!"ucap mereka kompak.
Lalu mereka semua bubar dan meninggalkan keluarga Lue.
"ayah, bagaimana jika Moon benar-benar menghancurkan kediaman ini?"tanya pangeran Lue Kai.
Wajah Jendral Lue kembali memucat dan berkeringat dingin. Entah mengapa mereka takut dengan ancaman yang Moon berikan.
"keluarga kita itu keluarga berbakat, jadi dia tidak bisa melawan sendirian"ucap selir kedua menenangkan mereka.
"betul, lagi pula mana mungkin Moon membunuh kita yang merupakan keluarganya"tambah selir ketiga.
Semua orang mencoba merenungkan apa yang dikatakan selir kedua dan ketiga, itu cukup menenangkan mereka.
"kita lebih baik persiapkan diri"ucap Jendral Lue lalu pergi.
........
ruang kerja Moon
Moon kini sedang menatap berkas-berkas dari organisasi dan istananya. Tapi ketenangan itu pergi saat mendengar teriakan dari pintu diluar.
"his para ketua itu mengangguku"ucap Moon lalu pergi dengan menghentakkan kakinya.
Moon pergi untuk membuka pintu itu.
bruuk
"diaam!!!!"teriak Moon saat melihat keempat orang yang sedang bermain dengan jurus teleportasinya.
"Queen Alexa!"teriak mereka kompak lalu menunduk.
Moon menjitak kepala mereka satu persatu. Moon menggelengkan kepalanya saat melihat mereka seperti anak-anak.
"apa yang kalian lakukan?"tanya Moon pada mereka.
"kami hanya bermain Queen"jawab ketua Jin.
Moon menghembuskan nafasnya pelan. Dia lalu menatap keempat ketua itu.
"lalu, apa kalian sudah ajarkan pada anggota, nanti malam kita harus melakukan pertunjukan"ucap Moon.
"sudah Queen, tapi mereka belum bisa sepenuhnya"jawab ketua San.
__ADS_1
"baiklah, persiapkan anggota, kita akan melatih otot-otot kita yang kaku"ucap Moon lalu pergi. Mereka berempat mengangguk paham lalu menghilang untuk mempersiapkan anggota kelompok mereka.
............
Malam haripun tiba, anggota bulan biru sudah berbaris rapi sesuai dengan kelompok bersama dengan ketua dihadapan mereka. Kini mereka tinggal menanti Queen Alexa, sang pemimpin anggota.
Sekian lama menunggu, keluarlah Moon dengan topeng dan baju ninja hitam serta topeng yang hitam yang indah. Rambut diikat kuda dengan kedua tangannya yang memegang pedang abadi dan pedang surgawi.
Mereka tidak terkejut karna memang mereka tidak mengenal pedang abadi. Pedang abadi yang berlapis cahaya biru, menandakan api yang panas. Pedang surgawi yang dilapisi cahaya putih, menandakan kesucian dari petir yang ganas.
Moon memegang kedua pedang itu seperti seorang samurai dengan baju ninja ketatnya, sungguh ksatria wanita.
"apa kelompok alkemis sudah membawa racun yang sudah kusuruh?"ucap Moon dingin.
"sudah Queen Alexa!"ucap kelompok alkemis kompak.
"apa kelompok informasi telah menemukan informasi dari keluarga Jendral Lue?"tanya Moon.
"sudah Queen Alexa!"ucap mereka kompak.
"info apa?"tanya Moon.
Ketua Li maju dengan wajah datarnya untuk melapor.
"keluarga Jendral Lue memperketat kediaman, Queen"jawab ketua Li, Moon membalasnya dengan mengangguk.
Anggota bulan biru pun melesat pergi seperti bayangan. Mereka bersemangat saat akan menyerang keluarga itu.
Akhirnya mereka sampai pada tujuan. Dilihatnya pengawasan yang sangat ketat tidak ada celah, tapi bagi anggota bulan biru itu hanya hal sepele. Kelompok bayangan menyerang prajurit itu diam-diam.
Para prajurit kaget dan mulai membentuk pasukan. Sementara kelompok penyerang mulai menyerang secara bruntal. Kelompok alkemis meracuni para pelayan dengan racun sadis mereka. Sementara kelompok informasi mulai membersihkan mayat untuk dibariskan didekat gerbang agar tepampang sangat indah.
Kini Moon menatap dengan tenang, dia akan menyerang keluarga Lue dengan kedua pedangnya yang kuat.
Sementara keluarga Jendral Lue mulai berwaspada terhadap orang yang menyerangnya.
"ayah apa yang harus kita lakukan?"tanya Lue Yue dengan isak tangisnya.
"kita berkumpul, kita akan pergi dari sini"tegas Jendral Lue.
Moon muncul dengan gayanya yang sangat memukau. Dua pedang ditangannya bersinar terang akan tetapi menakutkan. Didekatinya keluarga itu yang mulai melingkar untuk saling melindungi dengan pedang ditangan mereka.
"apa yang kau lakukan Moon, kau itu keluarga kami!"teriak pangeran Lue Kai.
"keluarga?, bahkan kalian tidak menganggapku keluarga"jawab Moon.
Moon mengayunkan pedangnya dan mulai menyayat tangan mereka satu persatu. Bagi yang terkena pedang abadi, luka mereka akan terbakar dan membusuk. Sementara bagi yang terkena pedang surgawi, luka mereka akan seperti tersengat listrik.
"bagaimana sakit atau tidak?"tanya Moon sinis.
"dasar kau adik tidak sopan!"teriak Lue Sin.
"aku?, adik?, hahahahh kau bercanda!"ucap Moon lalu merubah wajahnya dingin.
Dia mengangkat pedang surgawinya. Seketika langit mengeluarkan petir, dan petir itu menyambar keluarga Lue satu persatu.
"sa...kit"lirih Lue Yue.
"ini belum seberapa"ucap Moon dengan seringaiannya.
"apa kau ingin meyiksa keluargmu adik!!"teriak pangeran Lue Kai.
Moon tersenyum tipis dan mengangkat pedang abadinya. Pedang abadi itu menebas kepala selir kedua, itu membuat pangeran Lue kai marah.
"apa yang kau lakukan pada ibuku!"teriak pangeran Lue Kai marah dan mencoba melepaskan diri dari segel yang sudah Moon buat.
Moon menyeringai kembali. Dia menatap dingin kekuarga Lue lalu membuka topengnya.
"aku harap kau tidak lupa wajah ini"ucap Moon lalu menggerakkan pedangnya menebas perut selir pertama.
Tebasan itu membuat isi perut selir pertama keluar. Itu membuat marah Jedral Lue dan putri Lue Sin.
"ibuku!"teriak Lue Sin.
"dasar kau j*lang!"teriaknya.
Kemarahan itu hanya dibalas dengan tawa terbahak-bahak dari Moon. Dia merogoh sakunya mengeluarkan sebuah racun bubuk dan diminumkannya pada selir ketiga. Seketika selir ketiga kejang-kejang karna semua organ tubuhnya sudah hancur.
__ADS_1
"pemandangan yang indah"ucap Moon.
Dia menatap Jendral Lue yang sudah bergetar ketakukan. Dia mendekati Jendral Lue lalu mencekik lehernya.
"kau, kau yang sudah membunuh tubuh palsu ibuku!"teriak Moon marah.
Lalu dia menggundul rambut Jendral Lue dengan pedang abadi, itu membuat rambut Jendral Lue terbakar habis.
"kau tampan Jendral Lue"ucap Moon sinis
"aku ingin kau melihat anak-anakmu mati"ucap Moon dengan penuh penekanan.
Dia lalu menghampiri Lue Yue dan mencengkram dagunya kuat. Lalu Moon menamparnya kuat, bahkan menggunakan Qi. Itu menyebabkan pipi Lue Yue lebam, bengkak dan merah.
"perih kan rasanya"ucap Moon tertawa sinis.
Moon mencongkel satu mata Lue Yue keluar. Moon tertawa terbahak-bahak. Sementara Jendral Lue memohon agar tidak menyiska putrinya itu.
Moon tidak mengindahkan permohonan itu. Dia menatap Lue Yue yang sudah menangis karna kesakitan. Mata Lue Yue kembali ditusuk dengan pedang surgawi Moon dan mengeluarkan darah banyak.
"sakitkan?"tanya Moon.
"tolong bunuh aku saja, jangan siksa aku"tangis Lue Yue.
Moon mengetuk-ngetuk dagunya berpikir. Kemudian dia mengangkat pedang abadinya menebas leher Lue Yue.
"hahahahaha indah!"tawa Moon menyebar keseluruh kediaman.
Dia menghentikan tawanya dan menatap mayat Lue Yue yang sudah tidak bernyawa. Dia lalu kembali menatap pangeran Lue Kai yang wajahnya sudah merah padam.
"giliranmu gege"ucap Moon dengan menekan kata-kata 'gege', karna kata itu adalah kata terakhir sebelum kematian pangeran Lue Kai.
Moon langsung menebas tubuh pangeran Lue Kai hingga terbelah menjadi dua. Itu membuat Lue Sin muntah-muntah karna tidak kuat dengan kesadisan Moon.
"Jendral Lue, lihat bagaimana aku menyiksa anak kesayanganmu"ucap Moon lalu mendekati Lue Sin yang mulai menangis.
"tolong jangan bunuh aku, aku akan memberikan putra mahkota Ming padamu dan seluruh hartaku"mohon Lue Sin.
"sayangnya aku tidak butuh"ucap Moon lalu menyayat seluruh badan Lue Sin dengan kedua pedangnya. Terakhir Moon menyayat leher Lue Sin hingga mengeluarkan darah dan memperlihatkan bagian tenggorokan.
Jendral Lue yang melihat putri kesayangannya mati mengenaskan menangis sadis.
"sebenarnya aku iba dengan kalian, tapi mengingat kalian menyiksaku, aku akan menepis itu"ucap Moon memotong kedua tangan dan kaki Jendral Lue. Dan yang terakhir kepalanya.
Selama Moon membunuh atau lebih tepatnya menyiksa keluarga Lue, Moon diperhatikan anggotanya.
"Queen Alexa, semua sudah siap"ucap ketua San meskipun badannya bergetar tanpa henti.
"oh baguslah, jangan lupa mayat keluarga ini"ucap Moon lalu melesat pergi.
...........
Pagi hari pun tiba, setelah kejadian malam tadi, dikediaman Jendral Lue sangat ramai karna melihat mayat-mayat berbaris rapi.
"sepertinya ini disengaja"ucap putra mahkota Ming.
"kita harus mencari pelakunya, apa ada jejak disini?"tanya kaisar pada bawahannya.
"tidak kaisar"ucap salah satu dari mereka.
.........
Sementara diruang kerja Moon, kini dia tertawa senang karna berita itu cepat menyebar. Dia lalu mengeluarkan peralatan kecantikannya untuk merias wajahnya menjadi seperti seorang yang sudah menangis lama.
"bagaimana, apa aku seperti orang yang malang?"tanya Moon pada ketua kelompok itu.
"Queen sangat mirip dengan orang payah hahahah"tawa ketua Jin menunjuk Moon dengan tawanya.
"tidak sopan"gerutu ketua Ying lalu memukul kepala Jin.
"aduuh sakit"keluh Jin.
Mereka kemudian tertawa berama sebelum melakukan aksinya lagi.
**TERIMA KASIH BAGI YANG MENUNGGU, MAAF BARU UP KARNA PAKETAN HABIS KEMAREN, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN AND SARAN, MAAF KALAU CERITA KURANG MENARIK
SAMA KALAU KALIAN BERTANYA DAN TIDAK AKU BALAS MAAF YAH**
__ADS_1