Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
Lelang malam


__ADS_3

Xiao Moon terus berjalan mengikuti permaisuri empu atas untuk menuju kehalaman istana. Mereka harus langsung ketempat pelelangan karna hari mulai malam.


Ketika sudah sampai, disana sudah terdapat satu kereta khas dengan hiasan yang indah. Xiao Moon segera masuk dibantu oleh pelayan, karna jubah yang dipakai Xiao Moon sungguh merepotkan.


Tidak berselang lama kereta kuda itu mulai berjalan. Didalam kereta hanya ada keheningan, karna merasa canggung, Xiao Moon pun membuka suara.


“Ibunda, apa permaisuri Ming juga ikut?”tanya Xiao Moon pada permaisuri empu atas.


“Ya, kita hanya berakting saja seolah-olah tidak mengerti apa-apa”jawab permaisuri empu atas tersenyum.


Xiao Moon mengangguk kemudian menatap keluar jendela. Disana para pedangang dan pembeli masih melakukan aktivitas jual beli. Mungkin ini bisa dibilang pasar malam.


Setiap pedagang juga menjual barang-barang yang unik. Terutama sebuah patung dari tanah liat berukuran kecil. Dan patung itu mampu mengambil perhatian Xiao Moon.


'kenapa patung itu mirip denganku saat menggunakan seragam Jendral'batin Xiao Moon. Mungkin dia akan kembali kesini esok harinya.


.......


Kereta kuda yang ditunggangi Xiao Moon akhirnya sampai ditempat pelelangan. Tapi dia tidak bisa turun karna kereta harus masuk keantrian kereta lainnya.


“Moon'er, kau lihat kereta yang sedang dalam antrian?”tanya permaisuri empu atas.


“Ya ibunda, aku melihatnya”jawab Xiao Moon.


“Itu adalah kereta para permaisuri dari 4 kekaisaran, didalamnya juga ada para putri, kau juga tau jika para pangeran akan menghadiri acara lelang malam kali ini?”ucap permaisuri. Xiao Moon menggeleng.


“Para pangeran juga akan ikut, siapa tau mereka akan mendapat jodoh”ucap permaisuri empu atas sambil menyenggol Xiao Moon. Xiao Moon yang mendengar itu lantas menggeleng pelan lalu terkekeh.


Mereka berdua terus bercanda bersama sambil menunggu antriannya habis. Kini giliran kereta kuda yang ditunggangi Xiao Moon. Kereta kuda itu berhenti didepan karpet merah yang tertata rapi.


Xiao Moon juga permaisuri empu atas turun dan menginjak karpet merah dituntun para pelayan. Semua orang bersorak gembira saat melihat permaisuri empu atas, apalagi ditambah dengan Xiao Moon yang wajahnya terkesan cantik meskipun dingin dan tertutup cadar.


“Hey lihat, permaisuri empu atas membawa seorang perempuan, dan perempuan itu memakai cadar”bisik warga 1.


“Sepertinya perempuan yang dibawa permaisuri empu atas adalah putri yang sangat cantik”balas warga 2.


“Ya, aku kenal putri itu, sepertinya itu putri Moon, tapi aku ragu”ucap warga 3.

__ADS_1


Semua orang mulai membicarakan Xiao Moon yang sangat cantik itu. Tapi mereka akan tutup mulut saat mata Xiao Moon menatap mereka. Sungguh mata itu mampu membekukan apapun.


Sementara Xiao Moon hanya acuh dan tidak peduli. Dia hanya fokus pada apa yang ada didepan dan apa yang akan menghampirinya.


......


Xiao Moon mengikuti permaisuri empu atas yang menaiki tangga untuk menuju keruang VVIP. Itu ruangan khusus untuk para permaisuri diacara ini. Ketika sudah sampai ruangannya, disana sudah ada ke empat permaisuri dan putrinya.


“Kali ini permaisuri empu atas membawa seorang putri yang memakai cadar karna wajahnya.....”sinis permaisuri Ming.


“Ekhem, perkenalkan ini putri angkatku putri Moon”ucap permaisuri empu atas datar.


"Hmmm, apakah putrimu itu sudah merebut hatimu permaisuri empu atas ha, aku harap dia tidak bisa merebut hati putra mahkota empu atas Yi Sun seperti diriku"balas sinis putri Si Yu, ya putri yang dulu berhasil merebut cinta putra mahkota empu atas. Akan tetapi putri Si Yu memilih kaisar empu bawah.


"Hmm aku juga heran, apakah wajahnya jelek hingga memakai cadar"sinis kembali ibu dari Si Yu.


Sementara kedua permaisuri dan kedua putri yang dari tadi hanya diam pun angkat bicara karna tidak terima.


“Apa....”ucap permaisuri Ying terjeda karna ada seorang pelayan yang masuk.


Dua permaisuri yang tadi menjelek-jelekkan permaisuri empu atas dan Xiao Moon hanya menatap sinis. Xiao Moon hanya bisa menahan amarahnya agar tidak meledak-leak setiap waktu


Semua ketegangan itu berakhir saat ada seorang wanita dengan baju yang sedikit terbuka menaiki panggung. Wanita itu dengan tatapan menggoda menatap kearah para pangeran.


“Acara lelang hari ini akan resmi dibuka(suara gong) ”ucap wanita itu. Kemudian seorang pria membawa sebuah kotak berisi sesuatu yang mungkin tidak cukup berharga.


“Aku tau diacara kai ini tidak ada yang istimewa, tapi barangkali para tamu ingin melelang barang berharga mungkin bisa keruang lelang, aku juga ingin menginformasikan ada satu barang yang sangat legenda, tapi tidak ada yang tau bagaimana cara menggunakannya, jadi itu bukan termasuk barang berharga”jelas wanita itu.


Kemudian wanita itu mendekati pria yang membawa kotak tertutup kain merah. Dibukanya kain merah dan menampakkan sebuah bunga dengan daun warna biru.


“bahan herbal ini sangat langka dibenua tengah, tapi tidak untuk benua barat, seorang tuan muda yang baik hati melelangkan sebuah bunga salju yang dimana dapat membekukan darah, harga dimulai dari 10 koin emas”jelas wanita itu


Para alkemis yang mendengar bunga itu segera melelang. Harga yang awalnya 10 koin emas itu semakin lama semakin naik hingga bunga itu jatuh ketangan seorang alkemis dengan harga 50 koin emas.


Xiao Moon tidak terlalu tertarik pada bunga itu. Karna diruang dimensinya dia sudah menanam banyak ruang itu. Jika ingin dia akan dengan senang hati memberikan bunga itu bukan?.


Acara lelang tetap berlanjut dan tidak ada barang yang membuat Xiao Moon tertarik sama sekali. Sementara para putri dan para permaisuri yang satu ruangan dengan Xiao Moon sudah memborong bahan kecantikan.

__ADS_1


Berbeda sengan permaisuri empu atas yang menyuruh Xiao Moon untuk membeli sesuatu. Sementara permaisuri sendiri belum memiliki barang yang dia inginkan.


“Ibunda, ibunda ingin apa?”tanya Xiao Moon.


“Ibunda hanya ingin cermin bening yang sangat jernih diantara apapun”ucap permaisuri empu atas.


Xiao Moon mencoba mengira-ngira. Jika selama ini cermin di dunia ini sangat buram dan tidak mampu memancarkan hasil yang memuaskan. Bahkan dia punya cermin kaca yang sangat jernih. Mungkin jika dia melelang cermin itu, dia akan mendapat penghasilan.


“Baiklah kali ini adalah sebuah cermin yg langka, cermin jernih dan dapat membuahkan hasil yang memuaskan, kita dapat melihat kecantikan kita lebih jelas dari pada biasanya, cermin ini harganya 50 koin emas”ucap wanita itu.


Para wanita mulai heboh dan mulai berpendapat. Mereka berinisiatif untuk memiliki cermin itu, karna cermin itu sangat langka.


“60 koin emas”teriak permaisuri empu atas.


“100 koin emas”teriak permaisuri Ming.


Permaisuri Ming dan permaisuri empu atas terus merebutkan cermin itu hingga harga cermin mencapai 500 koin emas. Xiao Moon hanya menatap datar pada cermin itu. Cermin itu kecil dan pantulannya tidak begitu jernih.


Permaisuri empu atas mulai menyerah dan menyerahkan cermin itu pada permaisuri empu atas. Dan harga cermin itu jatuh pada permaisuri Ming dengan harga 956 koin emas. Xiao Moon lalu mendekati permaisuri empu atas.


“Ibunda menginginkan cermin itu?”tanya Xiao Moon.


“Ya impianku adalah memiliki cermin itu, tapi sepertinya tidak bisa”sedih permaisuri empu atas.


Xiao Moon lalu duduk disebelah permaisuri empu atas dan menatap kearah panggung. Acaranya terus berjalan tapi permaisuri empu atas tidak menikmati acara lelang kali ini.


“Ibunda, setelah peperangan nanti, aku ada hadiah untuk ibunda”bisik Xiao Moon.


“Benarkah, apa itu?”balas permaisuri empu atas.


“Itu masih rahasia”ucap Xiao Moon.


Permaisuri masih saja menatal sinis permaisuri empu atas. Entah apa yang ada dilikirannya hingga dia sangat benci pada permaisuri empu atas.


***


Alo maaf kalau membosankan ada typo tidak jelas atau apapun itu. Maaf kalau ada typo yah jangan lupa like komen and sarannya

__ADS_1


__ADS_2