Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon

Antara Waktu Dan Dimensi Xiao Moon
pertandingan babak 2


__ADS_3

Happy reading


.


.


.


.


.


Si Yan dan Moon berbincang hingga pertandingan babak pertama selesai. Kini mereka berdua mencari penginapan bersama untuk menginap sambil menunggu babak kedua besok.


"menurutku penginapan disini akan sangat ramai, tapi ada satu penginapan yang sepi"jelas Si Yan.


"tapi kenapa?"tanya Moon.


"karna penginapan itu penginapan termiskin"jawab lagi Si Yan.


Moon mengangguk mencoba memikirkan sesuatu. Mereka berdua berjalan menyusuri jalan disana yang sangat ramai.


"kita menginap dipenginapan termiskin itu"ucap Moon menatap Si Yan.


"apa kau serius?"tanya Si Yan menatap rumit Moon.


Moon menghadap kedepan dan melanjutkan jalan diikuti oleh Si Yan.


"maka dari itu, para pencuri atau pembunuh malah tidak akan menyerang penginapan itu karna miskin"jelas Moon.


"betul juga"ucap Si Yan sambil mengelus dagunya.


Si Yan menatap Moon dengan tatapan bangga. Dengan tanpa aba-aba Si Yan memeluk Moon dengan sangat erat.


"ha, apa yang kau lakukan"kaget Moon saat tiba-tiba dipeluk.


"ternyata kau lebih pintar dariku"ucap Si Yan mengeratkan pelukannya.


"sesak"ucap Moon dengan nafas terngah-engah.


Si Yan melepaskannya dengan tanpa rasa bersalah. Kemudian dia menggeret Moon untuk pergi kepenginapan itu.


Sesampainya mereka berdua dipenginapan itu, mereka segera masuk dan menemui pemilik dari penginapan itu.


"selamat datang pelanggan terhormat, ada yang saya bisa bantu"ucap seorang wanita paruh baya.


"kami pesan penginapan dengan dua kamar"ucap Moon datar.


"baiklah silahkan ikuti saya"ucap wanita itu lalu mengajak Moon dan Si Yan.


Mereka berjalan dengan tenang seperti tanpa beban atau apapun itu. Sampailah mereka dipintu yang cukup usang. Dibukanya pintu itu dan memperlihatkan ruangan yang rapi dan sangat bersih.


"bagaimana bisa?"tanya Si Yan kaget.


"itulah tujuan kami, kami mencari pelanggan tidak pandang harta dan penampilan"ucap wanita paruh baya itu dengan tersenyum.


Moon mengangguk lalu membiarkan wanita itu pergi meninggalkan mereka berdua. Moon masuk dengan langkah yang pasti dan duduk disalah satu kursi disana.


"bagaimana rencana kita esok hari?"tanya Moon pada Si Yan.


"kau taukan jie jie Si Yu, putri Lue Sin, dan putra mahkota Yi Sun termasuk peserta yang menang dalam babak pertama"ucap Si Yan sambil menatap Moon.


Moon menatap kesal Si Yan, dia terlalu terbelit-belit.


"aku tadi menatap jie jie Si Yu yang menatapmu dengan tatapan benci, aku pastikan babak ini kau akan melawan putra mahkota Yi Sun"jelas Si Yan.


Moon menyipitkan matanya mencoba mencerna perkataan Si Yan. Dia mengetuk-ngetuk daguna mencoba berpikir.


"itu karna putri Si Yu terlalu meremehkanku, jadi dia akan menyuruh putra mahkota Yi Sun untuk melawanku, dengan gampangnya putra mahkota Yi Sun menerimanya"lanjut Moon yang mulai mendapat pencerahan.


Si Yan mengangguk senang, padahal sesuatu yang janggal terjadi disitu.


"oh ternyata dia akan berkhianat"ucap Moon dengan senyum seringaiannya.


"siapa?"tanya Si Yan.

__ADS_1


"jie jie mu, kenapa dia menyuruh putra mahkota Yi Sun untuk melawanku, seharusnya orang lain, putri Si Yu mengincar juara pertama jika tidak juara kedua"jelas Moon.


"dan dia akan memilih pangeran yang memang dia cintai"lanjut Moon.


Si Yan terlalu bingung saat mendengar penjelasan Moon. Dia mencari pencerahan tapi hanya sebagian.


"kau liat besok, kau akan dapat pencerahan"ucap Moon kemudian beranjak pergi untuk membersihkan dirinya.


...........


Pagi hari yang cerah, Moon terbangun dari tidurnya dan membersihkan dirinya. Selesai bersiap dia menemui Si Yan hanya untuk sekedar untuk mengajaknya pergi kepertandingan.


"Si Yan!"teriak Moon.


"hey jangan teriak, lah kau pakai baju yang kemaren?"tanya Si Yan kaget.


"yah, ini adalah baju kesukaanku"jawab Moon.


Kemudian mereka pergi dengan topengnya. Sebenarnya Moon juga sudah memperlihatkan wajahnya pada Si Yan tadi malam.


Dan kini mereka sedang berjalan menuju tempat pertandingan. Tapi ditengah jalan, mereka bertemu dengan keluarga kekaisaran empu atas.


"hormat hamba pada kaisar empu atas beserta keluarga"hormat Si Yan.


"berdirilah, putri Moon aku ingin berbicara denganmu"ucap kaisar empu atas menatap datar.


"baiklah, Si Yan kau bisa pergi dulu"ucap Moon.


"baik"ucap Si Yan kemudian beranjak pergi.


Sementara kaisar empu atas dan Moon memilih tempat sepi. Sepertinya kaisar ingin membicarakan sesuatu yang penting.


"ada apa kaisar?"tanya Moon dingin.


"kau keluarga dari Xiao?"tanya kaisar empu atas dengan wajah sendu.


"aku....bukan"jawab Moon singkat.


Kaisar empu atas menatap sendu Moon. Dia merasa bersalah waktu itu, dia juga punya alasan saat itu. Bagaimanapun juga seorang empu pasti bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.


"maafkan aku nona Xiao"ucap kaisar sambil membungkuk dihadapan Moon.


Kaisar empu atas pun berdiri lalu memegang tangan Moon. Dia menatap Moon dengan air mata yang mengalir.


"maafkan aku nona Xiao, aku tidak tau kalau itu kau, aku saat itu ingin memastikan terlebih dahulu"ucap kaisar dengan nada terburu-buru.


"aku memaafkanmu kaisar, tapi bisakah kau membantuku"tawar Moon.


"apapun yang nona Xiao butuhkan"ucap kaisar empu atas.


"aku ingin kaisar merahasiakan identitasku, dan bisakah kau berikan kalungku"ucap Moon.


"kalungnya dibawa oleh kaisar Ming, tapi nona Xiao tenang saja, aku akan membawanya"ucap kembali kaisar.


Moon berterimakasih pada kaisar empu atas dan mereka berangkat bersama menuju tempat pertandingan. Moon juga sudah meminta kaisar empu atas untuk memperlakukannya seperti biasa.


.........


Moon telah sampai ditempat pertandingan dan duduk ditempat yang telah dipilih Si Yan.


"apa kaisar empu atas melukaimu?"tanya Si Yan khawatir.


"tidak"jawab Moon singkat.


Si Yan mengangguk mengerti dan mulai menunggu pertandingan untuk dimulai.


"baiklah, kita mulai pertandingan babak kedua!"teriak panitia itu.


gong gong


Pertandingan dimulai, semua peserta mulai maju dan mengalahkan lawannya. Beberapa peserta sudah maju dan kini waktunya putri Si Yu maju. Putri Si Yu yang memenangkan pertandingan itu, tapi anehnya dia tidak kunjung duduk.


"ada yang bisa saya bantu putri Si Yu?"tanya panitia itu.


"ya, aku ingin putra mahkota Sun'er melawan putri Moon, apa kau setuju putra mahkota Sun'er?"ucap putri Si Yu dengan nada sinis.

__ADS_1


"baiklah"balas putra mahkota Yi Sun


Moon mengangguk mengerti, ternyata benar yang dikatakan Si Yan. Moon menatap Si Yan yang kini menatap Moon.


"semangat"ucap Si Yan dengan tersenyum.


Moon mengangguk lalu merubah wajahnya menjadi dingin. Dia menatap dingin putri Si Yu dan putra mahkota.


"baiklah pertandingan antara putra mahkota Yi Sun dan putri Moon akan segera dimulai!"lantang panitia.


gong gong


Moon mulai membentuk posisinya beladirinya. Begitu juga dengan putra mahkota Yi Sun. Putra mahkota Yi Sun maju terlebih dahulu mulai menyerang Moon dengan beladirinya.


Moon yang kini berada ditingkat kultivasi dewa-dewi level 5 mungkin akan sedikit lelah melawannya. Bagaimanapun juga putra makota Yi Sun berada disatu tingkat bawahnya.


Moon menangkis dan mencoba mencari celah untuk menyerang. Ketika mulai menemukan celah, Moon segera menyerang dengan cara menendang. Putra mahkota Yi Sun terpental dan menbrak tembok.


"kau adalah wanita yang nyaris memasuki hatiku putri Moon"batin putra mahkota Yi Sun


Moon menatap tajam putra mahkota Yi Sun. Putra mahkota Yi Sun kemudian bangun dan melakukan sebuah segel tangan. Tiba-tiba saja datang elemen air yang berbentuk seperti akar yang menjalar. Air itupun melilit tubuh Moon yang belum sempat menghindar.


Sebuah air berbentuk tangan mencoba melepas topeng Moon, tapi sia-sia. Moon mengeluarkan elemen tumbuhan miliknya dan mulai menyeimbangkannya dengan elemen air.


note: orang yang paling jenius memiliki 2 elemen saja, tapi berbeda dengan Moon


"heh putri Moon mengeluarkan elemen tumbuhan"


"bukannya kemaren dia mengeluarkan elemen tanah"


"berarti putri Moon adalah orang yang jenius"


Itulah yang dibicarakan penonton. Sementara Moon kini mulai mengendalikan elemen kayunya untuk kembali melilit tubuh putra mahkota dan melemparkannya.


bruukk


Putra mahkita Yi Sun terbatuk dan memegangi dadanya yang sakit. Dia kemudian berdiri dan mengeluarkan pedang yang sudah dilapisi api.


Moon yang melihat itupun juga mengeluarkan pedang biasanya. Mereka mulai beradu pedang.


tring tring


Pertarungan sengit itu membuat semua orang kagum. Karna tidak ingin lama-lama, Moon langsung menendang Yi Sun yang hendak mengayunkan pedangnya.


buuk


Putra mahkota Yi Sun pun bangun dan melawan Moon lagi. Kini putra mahkota Yi Sun berlari dan melewati Moon begitu saja. Moon bingung apa yang dilakukan putra mahkota Yi sun. Ternyata, putra mahkota Yi sun membelah topeng Moon menjadi dua sehingga menyebabkan wajah Moon yang cantik terlihat.


Semua orang mentatap Moon terkejut, bagaimana bisa ada gadis yang cantik melebihi dewi. Moon yang memang sudah mengetahui bahwa topengnya copot pun mulai menyerang putra mahkita Yi Sun yang sedang menatapnya.


Moon berlari mendorong putra mahkota Yi Sun dan menempelkan pedangnya dileher putra mahkota Yi Sun.


"baik aku menyerah"ucap putra mahkota Yi Sun sehingga menyadarkan mereka yang melamun.


"ba.. baiklah, dipertandingkan ini dimenangkan oleh putri Moon!"lantang panitia itu.


prok prok prok


"dia sangat cantik"gumam putra mahkota Ming.


"aku harus mendapatkannya lagi"lanjutnya lagi.


Semua orang mulai memuji Moon, bahkan beberapa sudah membayangkan bagaimana masa depan mereka jika bersama Moon. Berbeda dengan keluaga Jendral, mereka iri dan benci terhadap Moon.


Moon menyarungkan pedangnya kembali. Rambutnya yang terurai terkena angin yang menerpa wajahnya, kecantikan surgawi.



(penampilan Moon dalam pertandingan)


Moon menghampiri putra mahkota Yi Sun dan membantunya berdiri. Dia menatap kedalam matanya.


"apa kau mencintai putri Si Yu dengan tulus?"tanya Moon datar.


"ya, ada apa?"tanyanya ketus.

__ADS_1


"aku mohon kau siapkan hatimu itu untuk menerima kenyataan pahit nanti"jawab Moon lalu pergi.


Moon berjalan dengan mata tajamnya. Tangannya mengambil topeng cadangannya dan tidak lupa memakainya.


__ADS_2